Bab 2. Pengorbanan Terakhir Sang Pegasus

"Paman, Bibi, kenapa kalian menangis? Bukankah adik bayi sangat lucu dan cantik? Kenapa suasananya jadi menyeramkan?"

Sebelum ada yang bisa menjawab pertanyaan polos Alan, sebuah benturan dahsyat di atas kubah pelindung membuat mereka semua terperanjat.

BRUKK!

Sesosok tubuh terhempas keras tepat di hadapan mereka, meretakkan lantai altar batu. Itu Leonard. Pemimpin klan yang agung itu berhasil meloloskan diri dari cengkeraman Typhon, namun kondisinya berada di ambang kematian.

Pakaian tempurnya hancur total, bersimbah darah segar yang terus mengalir dari luka menganga di sekujur dadanya. Yang paling memilukan bagi Alan adalah melihat kedua sayap gagah ayahnya yang biasanya bersinar, kini patah lunglai, terkulai tak berdaya di atas tanah seperti ranting kering. Leonard telah memaksakan seluruh sisa napas dan jatah hidupnya hanya untuk terbang menuju tempat ini.

"Ayah!"

Alan menghambur tanpa memedulikan larangan Edmond. Dia memeluk tubuh ayahnya yang terasa kian mendingin, membasahi zirah Leonard dengan air matanya yang tumpah ruah.

"Kenapa Ayah terluka begini? Ayah berjanji akan baik-baik saja! Ayah pembohong!"

Leonard terbatuk, darah segar menyembur dari mulutnya, menodai rumput di bawahnya. Namun, matanya yang mulai meredup tetap menatap tajam ke arah Edmond.

"Edmond... maafkan aku... aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi..."

"Jangan bicara dulu, Leonard! Aku akan menyalurkan sisa energiku untukmu!" Edmond berlutut di samping sahabatnya, mencoba mengumpulkan sihir di telapak tangannya.

"Tidak perlu, Edmond. Simpan energimu," Leonard menahan tangan Edmond dengan cengkeraman yang lemah namun tegas. "Typhon sudah mendeteksi keberadaan kita. Barier ini akan hancur dalam hitungan menit. Hanya ada satu jalan tersisa agar bangsa kita tidak sepenuhnya lenyap dari sejarah alam semesta."

Edmond menatap sahabatnya dengan tatapan ngeri karena dia tahu apa yang akan dikatakan Leonard. "Kau ingin... membuka Gerbang Dimensi terlarang?"

"Ya. Kita harus mengirim anak-anak kita ke dimensi lain. Tempat yang jauh dari jangkauan monster-monster ini," bisik Leonard, napasnya semakin tersengal-sengal.

"Tapi, Leonard! Membuka gerbang antar-dimensi secara paksa tanpa ritual lengkap akan menghisap seluruh sisa nyawa dan energi kehidupan kita! Kita akan mati seketika!" seru Edmond dengan nada panik yang tak bisa disembunyikan. "Lagipula... kau harus melihat ini. Anakku... dia berbeda. Dia cacat, Leonard! Dia lahir tanpa sayap, dan kristal kehidupannya berwarna putih, bukan merah!"

Leonard tersentak mendengar ucapan itu. Rasa heran sesaat mengalahkan rasa sakit yang menyiksa tubuhnya. Dia menoleh ke arah bayi yang berada di dekapan Lucia.

Selama beberapa detik, sang pemimpin klan terdiam seribu bahasa. Dia menggelengkan kepalanya seolah menolak mempercayai penglihatannya sendiri.

Sejarah klan Pegasus belum pernah mencatat adanya kelahiran tanpa sayap, apalagi dengan kristal berwarna putih.

Sebelum Leonard sempat menganalisis fenomena aneh itu, sebuah raungan supranatural yang teramat dahsyat mengguncang seluruh hutan.

GROARRGGHHH!!!

Raungan Typhon terdengar tepat di atas kepala mereka. Kubah barier pelindung yang dibuat Edmond mulai retak, memunculkan garis-garis pecah seperti kaca yang siap hancur kapan saja. Cahaya merah dari api luar mulai merembes masuk melalui retakan tersebut.

"Lupakan dulu masalah sayap dan warna kristal itu, Edmond!" tegas Leonard, suaranya tiba-tiba meninggi, menggelegar penuh otoritas seorang pemimpin meski tubuhnya sekarat. "Mungkin saja sayapnya belum tumbuh karena energinya tersimpan di dalam kristal putih itu! Kita tidak punya waktu lagi untuk berdebat! Pilihannya adalah anakmu mati dicabik monster di sini, atau hidup di dimensi lain! Kita harus mengerahkan sisa kekuatan sekarang juga demi masa depan mereka!"

Edmond menatap wajah bayinya yang polos, lalu menatap istrinya yang mengangguk lemah dengan sisa-sisa air mata. Keyakinan Edmond kembali. Dia menyingkirkan segala prasangka buruk dan ketakutannya.

"Kau benar, Sahabatku. Mari kita lakukan," jawab Edmond mantap.

Alan menatap ayahnya dengan mata yang kembali banjir air mata. Dia memegang tangan ayahnya yang kasar. "Ayah... apa yang akan Ayah lakukan? Apa itu dimensi lain? Aku tidak mau pergi ke tempat asing sendirian..."

"Kau tidak sendirian, Alan. Kau bersama adik kecilmu," Leonard membelai pipi Alan dengan sisa kehangatan tangannya, mencoba menyalurkan keberanian terakhir. "Ayah ingin kamu selamat, Nak. Ayah, Paman, dan Bibi akan mengirimmu ke tempat yang damai. Tempat yang dipenuhi langit biru tanpa kepulan asap, tempat tanpa monster di mana kamu bisa tumbuh dan hidup dengan bahagia. Menjadilah kuat di sana."

"Tapi aku tidak mau hidup bahagia jika tidak ada Ayah di sampingku! Aku ingin bertarung di sini bersama Ayah!" lolong Alan, memeluk leher ayahnya dengan erat, enggan dilepaskan.

"Cukup, Alan! Dengarkan Ayah!"

Leonard melepaskan pelukan itu dengan paksa namun penuh kasih sayang. Dia mencengkeram kedua bahu putranya, memaksa anak itu berdiri tegak.

"Kau adalah seorang laki-laki dari klan Pegasus. Mulai hari ini, masa kanak-kanakmu sudah berakhir. Kau harus menjadi pelindung. Berjanjilah pada Ayah untuk tetap bertahan hidup, dan tolong... jaga anak Paman Edmond. Jangan biarkan ada satu hal buruk pun menyentuhnya. Bisakah kau berjanji pada Ayah?"

Alan menatap mata ungu ayahnya yang mulai kehilangan cahaya kehidupan. Di tengah gemuruh kehancuran dunianya, bocah berusia tujuh tahun itu menghapus air matanya dengan kasar menggunakan punggung tangan. Dia membusungkan dada kecilnya, mengumpulkan seluruh sisa keberanian yang dia miliki.

"Iya, Ayah. Aku berjanji. Aku akan menjadi kuat dan aku akan melindungi adik bayi dengan seluruh nyawaku," jawab Alan dengan suara yang tidak lagi bergetar.

Mendengar itu, sebuah senyuman tipis namun tulus terukir di bibir Leonard yang berdarah. "Anak pintar."

Sesuai instruksi cepat Leonard, Edmond dengan tangan yang gemetar menekan lembut kristal putih itu ke bibir bayinya. Dengan insting magis, bayi perempuan itu menelan kristal tersebut hingga menyatu sempurna ke dalam dadanya, memancarkan pendaran cahaya putih redup sesaat di balik kulitnya.

Edmond kemudian meletakkan bayinya dengan hati-hati di atas altar batu. Alan segera melangkah mendekat, duduk di samping bayi itu, lalu mengangkat tubuh mungil tersebut ke dalam dekapannya secara protektif.

Leonard, Edmond, dan Lucia segera mengambil posisi, membentuk formasi segitiga yang mengelilingi altar batu. Mereka bertiga memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam, dan mulai menguras seluruh esensi kehidupan yang tersisa di dalam jantung mereka.

Seketika itu juga, aura magis yang luar biasa masif meledak dari tubuh mereka. Enam elemen dasar yang menjadi pilar Planet Diamond keluar secara bersamaan: Api merah membara dari Leonard, Tanah dan Petir dari Edmond, serta Angin, Air, dan Es dari Lucia.

Enam pusaran warna elemen itu menyatu di udara, berputar dengan kecepatan tinggi yang memekakkan telinga, menciptakan tekanan udara yang sangat dahsyat hingga merobek ruang di belakang Alan. Sebuah lubang hitam pekat yang menganga dengan pinggiran cahaya keemasan terbuka, memancarkan daya hisap yang kuat.

Kubah pelindung di atas mereka hancur berkeping-keping pada detik yang sama. Wajah monster Typhon dengan mata merah menyala mengintip dari balik pohon yang tumbang, bersiap untuk menerkam.

"Alan, cepat! Dekap bayinya dan masuk sekarang juga sebelum gerbangnya menutup!" raung Leonard untuk terakhir kali, seluruh urat di wajahnya menegang karena menahan beban magis yang luar biasa. Tubuhnya mulai retak-retak memancarkan cahaya.

"Selamat tinggal, Ayah... Paman... Bibi..." ucap Alan lirih.

Dengan dekapan yang teramat erat pada bayi tanpa sayap di dadanya, Alan memejamkan mata dan mengambil satu langkah mundur. Tubuh kecilnya langsung tersedot ke dalam kegelapan lubang dimensi yang tak berdasar, menghilang dari dunia yang sedang sekarat itu.

Tepat setelah gerbang dimensi itu tertutup dan menyusut menjadi titik sekecil debu, keheningan total mendadak menyergap altar batu. Sisa-sisa elemen yang berputar langsung lenyap. Leonard, Edmond, dan Lucia terkapar di atas tanah.

Luka-luka di tubuh mereka memang sangat mengenaskan, namun raut wajah ketiganya tampak begitu damai, menyiratkan kelegaan yang luar biasa karena telah berhasil menyelamatkan masa depan mereka.

Perlahan-lahan, tubuh ketiga pejuang Pegasus itu berpendar terang. Sel demi sel tubuh mereka hancur, berubah menjadi jutaan serpihan cahaya keemasan yang indah. Serpihan-serpihan cahaya itu terbang tinggi ke angkasa, dibawa oleh angin malam, meninggalkan Planet Diamond yang sesaat kemudian meledak hebat, runtuh menjadi debu kosmis yang sunyi di tengah kegelapan semesta yang mahaluas.

Episodes
1 Bab 1. Planet yang Hancur
2 Bab 2. Pengorbanan Terakhir Sang Pegasus
3 Bab 3. Ledakan Misterius di Tengah Hutan
4 Bab 4. Bayi di Dalam Batu Kristal
5 Bab 5. Kristal Merah yang Jatuh di Danau
6 Bab 6. Keberanian Bocah Bernama Alan
7 Bab 7. Bocah Pegasus Dari Planet Diamond
8 Bab 8. Tinggal di Kastil Raja Vampir
9 Bab 9. Teman Baru
10 Bab 10. Misteri Air Dalam Bak Mandi
11 Bab 11. Bayi Ajaib
12 Bab 12. Pagi Yang Sangat Dingin
13 Bab 13. Kepanikan Sarah dan Lucas
14 Bab 14. Menyembunyikan Monster Kecil
15 Bab 15. Terbang Bersama Alan
16 Bab 16. Terbang Bersama Alan Part 2
17 Bab 17. Melawan Sekawanan Rogue
18 Bab 18. Munculnya Monster Nessie
19 Bab 19. Justin Dalam Bahaya
20 Bab 20. Gadis Kecil Berambut Pink
21 Bab 21. Moana’s Treasures: Souvenir dari Perut Laut.
22 Bab 22. Anak Raja Vampir
23 Bab 23. Cerita Justin
24 Bab 24. Cerita Justin Part 2
25 Bab 25. Peringatan Nerissa
26 Bab 26. Melodi Misterius
27 Bab 27. Nyanyian Siren
28 Bab 28. Transformasi Alan
29 Bab 29. Alan Dalam Bahaya
30 Bab 30. Kekuatan Dahsyat Milik Alan
31 Bab 31. Kepanikan Seorang Ibu
32 Bab 32. Pegasus Dari Planet Diamond
33 Bab 33. Bocah Pegasus
34 Bab 34. Kedatangan Jacob ke Moon Island
35 Bab 35. Mencari Sang Archmage
36 Bab 36. Mencari Archmage dan Alan yang masih belum sadarkan diri
37 Bab 37. Alan Tersadar
38 Bab 38. Refleksi Sihir dibalik Kaca
39 Bab 39. BAYANG-BAYANG KASTIL OBSIDIAN
40 Bab 40. BUTIRAN PASIR DI ATAS BELUDRU HITAM
41 Bab 41. Kecurigaan Sang Raja Vampir
42 Bab 42. Kecurigaan Sang Raja Vampir Part 2
43 Bab 43. Kekejaman Damian Sang Raja Demon
44 Bab 44. Damian Yang Murka
45 Bab 45. Justin Mengamuk
46 Bab 46. Sihir Pemulihan
47 Bab 47. Sihir Pemulihan Part 2
48 Bab 48. Mengejar Peri Hutan
49 Bab 49. Tersesat di hutan alfheim
50 Bab 50. REKAYASA TAKDIR DI RUMAH POHON
51 Bab 51. Rumah Stefany Elves
52 Bab 52. Sarapan Pagi Di Alfheim
53 Bab 53. Taman Gravitasi Nol
54 Bab 54. Kutukan Tinkerland
55 Bab 55. Mengendap-endap
56 Bab 56. TRAKTAT YANG RETAK DAN RAUNGAN PREDATOR
57 Bab 57. Rapat Para Petinggi
58 Bab 58. Ramalan Orakel Bintang
59 Bab 59. Rapat dan Kelanjutan Ramalan Bintang
60 Bab 60. Diantar Jacob
61 Bab 61. ANOMALI DI BALIK KABUT KASTIL OBSIDIAN
62 Bab 62. Bocah Werewolf
63 Bab 63. Teman Baru
64 Bab 64. Mengantar Ethan Pulang
65 Bab 65. Salah Jalur
66 Bab 66. Terjatuh Ke Dalam Kubangan
67 Bab 67. PENYAMARAN GRIFFIN DAN BUAH APEL HITAM
68 Bab 68. Penyamaran Griffin Part 2
69 Bab 69. Apel Hitam Beracun
70 Bab 70. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI
71 Bab 71. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 2
72 Bab 72. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 3
73 Bab 73. Rencana Jahat Lunox
74 Bab 74. Rencana Jahat Lunox Part 2
75 Bab 75. Anomali Suci
76 Bab 76. Habisnya Kesabaran Lunox
77 Bab 77. AMUKAN GRIFFIN DAN AMARAH PENYIHIR NAGA
78 Bab 78. PERTEMPURAN ANGKASA ANTARA SANG NAGA BENJAMIN VS LUNOX SANG GRIFFIN
79 Bab 79. Benjamin Vs Lunox
80 Bab 80. Sihir Pemurnian dan Perlindungan Penyihir Mage
81 Bab 81. Perlindungan Vespera
82 Bab 82. Hitungan Apel Iblis
83 Bab 83. JAHITAN CELANA DAN TINGKAH KERA DI HUTAN VESPERA
84 Bab 84. DONGENG IKAN MAS KOKI
85 Bab 85. Memetik Tanaman Herba
86 Bab 86. Bocah Cerewet dan Penyihir Galak
87 Bab 87. Air Suci Methuselah
88 Bab 88. LABIRIN TIGA LUBANG
89 Bab 89. Kejaran Para Gnome dan Pria Tahanan Berambut Putih
90 Bab 90. Sadarnya Sang Tahanan
91 Bab 91. Penolakan Sang Tahanan
92 Bab 92. Pengusiran Raja Demon
93 Bab 93. ENSIKLOPEDIA NYMPHA
94 Bab 94. Terbangun di Rumah Asing
95 Bab 95. Rumah Orang Asing
96 Bab 96. Mencari Alan
97 Bab 97. JEBAKAN POTAMEIDES
98 Bab 98. SIAGA TEMPUR DI TEPI SUNGAI VESPERA
99 Bab 99. KUTUKAN KODOK PENGHISAP ENERGI
100 Bab 100. Murka Sang Monster Naiad
101 Bab 101. SISIK KOSMIS ORAKEL
102 Bab 102. Pulang Ke Rumah Sang Mage
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1. Planet yang Hancur
2
Bab 2. Pengorbanan Terakhir Sang Pegasus
3
Bab 3. Ledakan Misterius di Tengah Hutan
4
Bab 4. Bayi di Dalam Batu Kristal
5
Bab 5. Kristal Merah yang Jatuh di Danau
6
Bab 6. Keberanian Bocah Bernama Alan
7
Bab 7. Bocah Pegasus Dari Planet Diamond
8
Bab 8. Tinggal di Kastil Raja Vampir
9
Bab 9. Teman Baru
10
Bab 10. Misteri Air Dalam Bak Mandi
11
Bab 11. Bayi Ajaib
12
Bab 12. Pagi Yang Sangat Dingin
13
Bab 13. Kepanikan Sarah dan Lucas
14
Bab 14. Menyembunyikan Monster Kecil
15
Bab 15. Terbang Bersama Alan
16
Bab 16. Terbang Bersama Alan Part 2
17
Bab 17. Melawan Sekawanan Rogue
18
Bab 18. Munculnya Monster Nessie
19
Bab 19. Justin Dalam Bahaya
20
Bab 20. Gadis Kecil Berambut Pink
21
Bab 21. Moana’s Treasures: Souvenir dari Perut Laut.
22
Bab 22. Anak Raja Vampir
23
Bab 23. Cerita Justin
24
Bab 24. Cerita Justin Part 2
25
Bab 25. Peringatan Nerissa
26
Bab 26. Melodi Misterius
27
Bab 27. Nyanyian Siren
28
Bab 28. Transformasi Alan
29
Bab 29. Alan Dalam Bahaya
30
Bab 30. Kekuatan Dahsyat Milik Alan
31
Bab 31. Kepanikan Seorang Ibu
32
Bab 32. Pegasus Dari Planet Diamond
33
Bab 33. Bocah Pegasus
34
Bab 34. Kedatangan Jacob ke Moon Island
35
Bab 35. Mencari Sang Archmage
36
Bab 36. Mencari Archmage dan Alan yang masih belum sadarkan diri
37
Bab 37. Alan Tersadar
38
Bab 38. Refleksi Sihir dibalik Kaca
39
Bab 39. BAYANG-BAYANG KASTIL OBSIDIAN
40
Bab 40. BUTIRAN PASIR DI ATAS BELUDRU HITAM
41
Bab 41. Kecurigaan Sang Raja Vampir
42
Bab 42. Kecurigaan Sang Raja Vampir Part 2
43
Bab 43. Kekejaman Damian Sang Raja Demon
44
Bab 44. Damian Yang Murka
45
Bab 45. Justin Mengamuk
46
Bab 46. Sihir Pemulihan
47
Bab 47. Sihir Pemulihan Part 2
48
Bab 48. Mengejar Peri Hutan
49
Bab 49. Tersesat di hutan alfheim
50
Bab 50. REKAYASA TAKDIR DI RUMAH POHON
51
Bab 51. Rumah Stefany Elves
52
Bab 52. Sarapan Pagi Di Alfheim
53
Bab 53. Taman Gravitasi Nol
54
Bab 54. Kutukan Tinkerland
55
Bab 55. Mengendap-endap
56
Bab 56. TRAKTAT YANG RETAK DAN RAUNGAN PREDATOR
57
Bab 57. Rapat Para Petinggi
58
Bab 58. Ramalan Orakel Bintang
59
Bab 59. Rapat dan Kelanjutan Ramalan Bintang
60
Bab 60. Diantar Jacob
61
Bab 61. ANOMALI DI BALIK KABUT KASTIL OBSIDIAN
62
Bab 62. Bocah Werewolf
63
Bab 63. Teman Baru
64
Bab 64. Mengantar Ethan Pulang
65
Bab 65. Salah Jalur
66
Bab 66. Terjatuh Ke Dalam Kubangan
67
Bab 67. PENYAMARAN GRIFFIN DAN BUAH APEL HITAM
68
Bab 68. Penyamaran Griffin Part 2
69
Bab 69. Apel Hitam Beracun
70
Bab 70. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI
71
Bab 71. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 2
72
Bab 72. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 3
73
Bab 73. Rencana Jahat Lunox
74
Bab 74. Rencana Jahat Lunox Part 2
75
Bab 75. Anomali Suci
76
Bab 76. Habisnya Kesabaran Lunox
77
Bab 77. AMUKAN GRIFFIN DAN AMARAH PENYIHIR NAGA
78
Bab 78. PERTEMPURAN ANGKASA ANTARA SANG NAGA BENJAMIN VS LUNOX SANG GRIFFIN
79
Bab 79. Benjamin Vs Lunox
80
Bab 80. Sihir Pemurnian dan Perlindungan Penyihir Mage
81
Bab 81. Perlindungan Vespera
82
Bab 82. Hitungan Apel Iblis
83
Bab 83. JAHITAN CELANA DAN TINGKAH KERA DI HUTAN VESPERA
84
Bab 84. DONGENG IKAN MAS KOKI
85
Bab 85. Memetik Tanaman Herba
86
Bab 86. Bocah Cerewet dan Penyihir Galak
87
Bab 87. Air Suci Methuselah
88
Bab 88. LABIRIN TIGA LUBANG
89
Bab 89. Kejaran Para Gnome dan Pria Tahanan Berambut Putih
90
Bab 90. Sadarnya Sang Tahanan
91
Bab 91. Penolakan Sang Tahanan
92
Bab 92. Pengusiran Raja Demon
93
Bab 93. ENSIKLOPEDIA NYMPHA
94
Bab 94. Terbangun di Rumah Asing
95
Bab 95. Rumah Orang Asing
96
Bab 96. Mencari Alan
97
Bab 97. JEBAKAN POTAMEIDES
98
Bab 98. SIAGA TEMPUR DI TEPI SUNGAI VESPERA
99
Bab 99. KUTUKAN KODOK PENGHISAP ENERGI
100
Bab 100. Murka Sang Monster Naiad
101
Bab 101. SISIK KOSMIS ORAKEL
102
Bab 102. Pulang Ke Rumah Sang Mage

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!