Bab 4. Bayi di Dalam Batu Kristal

"Asapnya sudah hilang... tapi, apa ini?" gumamnya lirih dengan suara bergetar.

Di depannya, hamparan tanah hutan telah ambles ke dalam, membentuk sebuah kawah melingkar yang luas namun tidak terlalu dalam—persis seperti bekas hantaman benda ruang angkasa.

Namun, tidak ada batu meteor hitam atau puing logam pesawat di sana. Di dasar kawah tersebut, terdapat sebuah objek asing yang memancarkan pendaran cahaya keperakan yang silau namun menenangkan.

Didorong rasa penasaran yang memuncak, Lucas turun meniti lereng cekungan kawah yang licin, mendekati objek misterius tersebut.

Saat jaraknya tinggal selangkah, Lucas harus menyipitkan mata menahan kilau pendarannya.

Objek itu berbentuk bulat lonjong besar, bertekstur halus seperti pualam dengan gurat-gurat keemasan samar di permukaannya. Tampak sangat kokoh, namun memancarkan kehangatan yang aneh.

"Apa ini... telur raksasa?" gumam Lucas takjub.

Otak petaninya mencoba mencari logika. Apakah ini telur dinosaurus purba yang entah bagaimana jatuh dari langit? Ataukah benda berharga dari peradaban kuno yang terkubur?

Sempat terlintas di benak Lucas yang naif, jika benda ini memiliki nilai jual yang tinggi, dia dan Sarah bisa kaya mendadak dan tidak perlu memeras keringat di ladang setiap hari.

Lucas tersenyum lebar sesaat, membayangkan tumpukan emas. Namun, seringai itu langsung lenyap begitu dia membayangkan wajah murka Sarah jika tahu dia kabur ke hutan demi mencari batu bernilai tinggi.

Lucas menggeleng cepat, menepuk dahinya sendiri. "Aduh, apa yang kupikirkan? Ini pasti cuma batu luar angkasa biasa. Lebih baik aku laporkan saja ke kepala desa..."

Tepat ketika Lucas hendak berbalik untuk meninggalkan kawah, sebuah suara menghentikan gerakannya.

KREK.

Garis retakan tipis muncul di permukaan telur pualam tersebut. Cahaya putih benderang menyembur keluar dari celah retakan, memaksa Lucas menutup wajahnya dengan kedua lengan.

Retakan itu kian merambat cepat, membelah cangkang telur misterius itu menjadi dua bagian.

Bukan monster, bukan pula bongkahan batu berharga.

Saat cangkang itu terbuka sepenuhnya, selimut energi hangat menguap ke udara, menampakkan sesosok makhluk kecil yang terbaring di dalamnya.

Di atas hamparan kain sutra putih yang halus di dasar cangkang, terdapat seorang bayi perempuan yang baru lahir. Kulitnya seputih pualam, parasnya sangat cantik menawan layaknya dewi kecil.

Bayi itu tampak tertidur dengan sangat damai, seolah tidak peduli bahwa dia baru saja terlempar melintasi dimensi dan menghantam bumi dengan ledakan dahsyat.

Lucas terpaku di tempatnya, napasnya tercekat di tenggorokan. Jantungnya berdentum hebat menabrak rongga dada. Air matanya nyaris luruh seketika.

Selama lima belas tahun, dia dan Sarah mendambakan seorang anak. Dan kini, di tengah hutan paling menyeramkan, di dalam sebuah telur yang jatuh dari langit, alam semesta menyajikan seorang bayi perempuan yang suci tepat di hadapannya.

Bawa pulang atau tidak? Bagaimana kalau bayi ini berbahaya? Tapi bagaimana bisa makhluk seindah ini berbahaya?

Pikiran Lucas berkecamuk hebat antara rasa tidak percaya, ketakutan akan hal magis yang baru ia saksikan, dan naluri kebapakannya yang mendadak bangkit bergelora.

Dengan tangan yang gemetar hebat, Lucas perlahan berlutut di dasar kawah, mengulurkan jemarinya yang kasar untuk menyentuh pipi lembut sang bayi misterius.

****

Langkah kaki Lucas terasa sangat ringan, seolah-olah rasa lelah setelah memeras keringat di ladang menguap begitu saja. Di bawah naungan kanopi hutan Arcania yang mulai kembali tenang, petani paruh baya itu berjalan setengah berlari. Rasa takut akan monster atau kutukan kuno lenyap, digantikan oleh debar kegembiraan yang meluap-luap di dalam dadanya.

Di dalam dekapan lengannya yang gemetar, sesosok bayi perempuan yang baru saja keluar dari cangkang telur kristal di kawah hutan itu bersandar pasrah.

Tubuh mungilnya yang hangat dibungkus oleh selembar kain sutra putih bawaannya, membuat Lucas harus mendekapnya dengan ekstra hati-hati seolah sedang membawa pualam yang paling rapuh di semesta.

Lucas memotong jalur ladang tomat mereka, memastikan tidak ada pasang mata warga desa yang melihatnya, lalu menyelinap melalui pintu belakang rumah kayu berlantai dua miliknya.

Cklek.

Lucas menutup pintu dengan tumit kakinya, menguncinya perlahan, lalu menarik napas panjang untuk menstabilkan detak jantungnya.

Suasana rumah begitu sunyi. Lucas melangkah cepat meniti lantai kayu menuju kamar tidur utama di lantai satu. Dengan siku tangannya yang bebas, ia mendorong pintu kamar yang tidak tertutup rapat.

"Sayang, lihat apa yang kubawa dari luar!" seru Lucas dengan nada bergetar, antara bangga dan panik.

Sarah, yang sedang berbaring di atas ranjang untuk memulihkan tubuhnya yang kelelahan akibat kepanikan di ladang tadi, langsung menegakkan punggung.

Wanita itu bersandar pada kepala ranjang, menyipitkan matanya yang masih sembap karena cemas. Tatapannya seketika terkunci pada bundelan kain putih di dalam dekapan suaminya. Dari balik lipatan kain itu, samar-samar terdengar suara lenguhan kecil.

"Benda apa itu, Lucas? Kau... kau nekat kembali ke hutan?" tanya Sarah, suaranya meninggi antara terkejut dan curiga.

"Ini bukan benda, Sarah. Ini hadiah terbaik dari alam semesta untukmu," Lucas melangkah mendekati tepi ranjang dengan hati-hati. Ia perlahan menurunkan lengannya, membuka sedikit lipatan kain sutra tersebut, dan memperlihatkan isinya kepada sang istri.

"Oh, Tuhan... Lucas?!" Sarah terpekik kecil, tangannya refleks menutup mulut karena terkejut.

Di hadapannya, terbaring seorang bayi perempuan yang teramat cantik. Kulitnya seputih pualam, dan yang paling menakjubkan, sejumput rambut seputih salju tumbuh di kepala mungilnya. Sepasang matanya yang semula terpejam tiba-tiba terbuka perlahan, memperlihatkan manik mata ungu bening yang menatap polos ke arah Sarah.

"Oekk! Oekk! Oekk!"

Seolah baru menyadari lingkungan asing di sekitarnya, suara tangisan bayi yang nyaring dan jernih seketika pecah, menggema membelah kesunyian kamar kayu yang tadinya sunyi senyap.

"Lucas... apa aku sedang bermimpi? Kenapa... kenapa bisa ada bayi di tengah hutan?" Sarah tercengang, menatap suaminya dengan pandangan menuntut penjelasan.

"Aku menemukannya di dalam kawah bekas ledakan tadi, Sarah. Dia berada di dalam sebuah bongkahan kristal ajaib berbentuk telur raksasa. Tepat saat aku mendekat, kristal itu terbelah dan anak ini ada di dalamnya," jawab Lucas panik, mendadak bingung bagaimana harus menjelaskan fenomena magis tersebut.

"Sayang, bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan? Apa kita harus melapor ke kepala desa?"

Namun, ketakutan Lucas sama sekali tidak menular pada istrinya. Berbeda dengan suaminya, ekspresi wajah Sarah berubah drastis dalam hitungan detik.

Air mata haru mendadak mengalir deras membasahi pipinya yang berkerut tipis. Tanpa ragu sedikit pun, Sarah mengulurkan kedua lengannya, mengambil alih tubuh mungil bayi perempuan itu dari dekapan Lucas, lalu mendekapnya erat ke dada dengan penuh kasih sayang.

"Sudahlah, Lucas! Jangan panik begitu," ucap Sarah, suara seraknya dipenuhi emosi yang meluap-luap. "Aku justru... aku justru ingin berterima kasih padamu. Aku sangat senang kau membawa hadiah seberharga ini pulang ke rumah kita."

Sarah menimang bayi itu dengan kelembutan seorang ibu yang telah lama mendamba. "Lima belas tahun, Lucas. Lima belas tahun kita hidup dalam kesunyian tanpa tangisan anak. Akhirnya aku bisa menimang seorang bayi, meskipun dia bukan anak kandung yang lahir dari rahimku. Aku akan menjaga, merawat, dan menganggapnya sebagai darah dagingku sendiri."

Kebahagiaan Sarah terasa begitu nyata hingga memenuhi seluruh sudut kamar kayu mereka. Lucas yang berdiri di tepi ranjang hanya bisa menatap dengan mata berkaca-kaca, ikut terharu melihat binar kehidupan yang sempat padam dari mata istrinya kini kembali menyala terang.

"Benarkah? Apa kamu sebahagia itu, Sarah?" tanya Lucas memastikan sekali lagi, suaranya tercekat di tenggorokan.

Sarah mengangguk mantap sambil terus tersenyum manis, membiarkan jemari mungil si bayi menyentuh ujung jarinya. "Tentu saja, Sayang. Mulai hari ini, aku adalah ibunya, dan kau adalah ayahnya. Sekarang, lebih baik kau segera pergi ke kota. Beli pakaian bayi, susu, selimut hangat, dan semua perlengkapan yang dia butuhkan!"

"Baik, baik, aku berangkat sekarang!"

Lucas memutar tubuhnya dengan tergesa-gesa, namun langkahnya kembali terhenti di ambang pintu. "Tunggu, Sarah. Kita belum memberikan nama untuk putri kecil kita."

Sarah tampak berpikir sejenak, memandangi helai rambut putih sang bayi yang berkilau terkena pantulan cahaya lilin kamar.

"Emm... bagaimana kalau kita memanggilnya White? White Crystal. Kurasa nama itu sangat cocok karena rambutnya seputih salju dan dia terlahir dari kristal ajaib di hutan. Bagaimana menurutmu?"

Episodes
1 Bab 1. Planet yang Hancur
2 Bab 2. Pengorbanan Terakhir Sang Pegasus
3 Bab 3. Ledakan Misterius di Tengah Hutan
4 Bab 4. Bayi di Dalam Batu Kristal
5 Bab 5. Kristal Merah yang Jatuh di Danau
6 Bab 6. Keberanian Bocah Bernama Alan
7 Bab 7. Bocah Pegasus Dari Planet Diamond
8 Bab 8. Tinggal di Kastil Raja Vampir
9 Bab 9. Teman Baru
10 Bab 10. Misteri Air Dalam Bak Mandi
11 Bab 11. Bayi Ajaib
12 Bab 12. Pagi Yang Sangat Dingin
13 Bab 13. Kepanikan Sarah dan Lucas
14 Bab 14. Menyembunyikan Monster Kecil
15 Bab 15. Terbang Bersama Alan
16 Bab 16. Terbang Bersama Alan Part 2
17 Bab 17. Melawan Sekawanan Rogue
18 Bab 18. Munculnya Monster Nessie
19 Bab 19. Justin Dalam Bahaya
20 Bab 20. Gadis Kecil Berambut Pink
21 Bab 21. Moana’s Treasures: Souvenir dari Perut Laut.
22 Bab 22. Anak Raja Vampir
23 Bab 23. Cerita Justin
24 Bab 24. Cerita Justin Part 2
25 Bab 25. Peringatan Nerissa
26 Bab 26. Melodi Misterius
27 Bab 27. Nyanyian Siren
28 Bab 28. Transformasi Alan
29 Bab 29. Alan Dalam Bahaya
30 Bab 30. Kekuatan Dahsyat Milik Alan
31 Bab 31. Kepanikan Seorang Ibu
32 Bab 32. Pegasus Dari Planet Diamond
33 Bab 33. Bocah Pegasus
34 Bab 34. Kedatangan Jacob ke Moon Island
35 Bab 35. Mencari Sang Archmage
36 Bab 36. Mencari Archmage dan Alan yang masih belum sadarkan diri
37 Bab 37. Alan Tersadar
38 Bab 38. Refleksi Sihir dibalik Kaca
39 Bab 39. BAYANG-BAYANG KASTIL OBSIDIAN
40 Bab 40. BUTIRAN PASIR DI ATAS BELUDRU HITAM
41 Bab 41. Kecurigaan Sang Raja Vampir
42 Bab 42. Kecurigaan Sang Raja Vampir Part 2
43 Bab 43. Kekejaman Damian Sang Raja Demon
44 Bab 44. Damian Yang Murka
45 Bab 45. Justin Mengamuk
46 Bab 46. Sihir Pemulihan
47 Bab 47. Sihir Pemulihan Part 2
48 Bab 48. Mengejar Peri Hutan
49 Bab 49. Tersesat di hutan alfheim
50 Bab 50. REKAYASA TAKDIR DI RUMAH POHON
51 Bab 51. Rumah Stefany Elves
52 Bab 52. Sarapan Pagi Di Alfheim
53 Bab 53. Taman Gravitasi Nol
54 Bab 54. Kutukan Tinkerland
55 Bab 55. Mengendap-endap
56 Bab 56. TRAKTAT YANG RETAK DAN RAUNGAN PREDATOR
57 Bab 57. Rapat Para Petinggi
58 Bab 58. Ramalan Orakel Bintang
59 Bab 59. Rapat dan Kelanjutan Ramalan Bintang
60 Bab 60. Diantar Jacob
61 Bab 61. ANOMALI DI BALIK KABUT KASTIL OBSIDIAN
62 Bab 62. Bocah Werewolf
63 Bab 63. Teman Baru
64 Bab 64. Mengantar Ethan Pulang
65 Bab 65. Salah Jalur
66 Bab 66. Terjatuh Ke Dalam Kubangan
67 Bab 67. PENYAMARAN GRIFFIN DAN BUAH APEL HITAM
68 Bab 68. Penyamaran Griffin Part 2
69 Bab 69. Apel Hitam Beracun
70 Bab 70. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI
71 Bab 71. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 2
72 Bab 72. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 3
73 Bab 73. Rencana Jahat Lunox
74 Bab 74. Rencana Jahat Lunox Part 2
75 Bab 75. Anomali Suci
76 Bab 76. Habisnya Kesabaran Lunox
77 Bab 77. AMUKAN GRIFFIN DAN AMARAH PENYIHIR NAGA
78 Bab 78. PERTEMPURAN ANGKASA ANTARA SANG NAGA BENJAMIN VS LUNOX SANG GRIFFIN
79 Bab 79. Benjamin Vs Lunox
80 Bab 80. Sihir Pemurnian dan Perlindungan Penyihir Mage
81 Bab 81. Perlindungan Vespera
82 Bab 82. Hitungan Apel Iblis
83 Bab 83. JAHITAN CELANA DAN TINGKAH KERA DI HUTAN VESPERA
84 Bab 84. DONGENG IKAN MAS KOKI
85 Bab 85. Memetik Tanaman Herba
86 Bab 86. Bocah Cerewet dan Penyihir Galak
87 Bab 87. Air Suci Methuselah
88 Bab 88. LABIRIN TIGA LUBANG
89 Bab 89. Kejaran Para Gnome dan Pria Tahanan Berambut Putih
90 Bab 90. Sadarnya Sang Tahanan
91 Bab 91. Penolakan Sang Tahanan
92 Bab 92. Pengusiran Raja Demon
93 Bab 93. ENSIKLOPEDIA NYMPHA
94 Bab 94. Terbangun di Rumah Asing
95 Bab 95. Rumah Orang Asing
96 Bab 96. Mencari Alan
97 Bab 97. JEBAKAN POTAMEIDES
98 Bab 98. SIAGA TEMPUR DI TEPI SUNGAI VESPERA
99 Bab 99. KUTUKAN KODOK PENGHISAP ENERGI
100 Bab 100. Murka Sang Monster Naiad
101 Bab 101. SISIK KOSMIS ORAKEL
102 Bab 102. Pulang Ke Rumah Sang Mage
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1. Planet yang Hancur
2
Bab 2. Pengorbanan Terakhir Sang Pegasus
3
Bab 3. Ledakan Misterius di Tengah Hutan
4
Bab 4. Bayi di Dalam Batu Kristal
5
Bab 5. Kristal Merah yang Jatuh di Danau
6
Bab 6. Keberanian Bocah Bernama Alan
7
Bab 7. Bocah Pegasus Dari Planet Diamond
8
Bab 8. Tinggal di Kastil Raja Vampir
9
Bab 9. Teman Baru
10
Bab 10. Misteri Air Dalam Bak Mandi
11
Bab 11. Bayi Ajaib
12
Bab 12. Pagi Yang Sangat Dingin
13
Bab 13. Kepanikan Sarah dan Lucas
14
Bab 14. Menyembunyikan Monster Kecil
15
Bab 15. Terbang Bersama Alan
16
Bab 16. Terbang Bersama Alan Part 2
17
Bab 17. Melawan Sekawanan Rogue
18
Bab 18. Munculnya Monster Nessie
19
Bab 19. Justin Dalam Bahaya
20
Bab 20. Gadis Kecil Berambut Pink
21
Bab 21. Moana’s Treasures: Souvenir dari Perut Laut.
22
Bab 22. Anak Raja Vampir
23
Bab 23. Cerita Justin
24
Bab 24. Cerita Justin Part 2
25
Bab 25. Peringatan Nerissa
26
Bab 26. Melodi Misterius
27
Bab 27. Nyanyian Siren
28
Bab 28. Transformasi Alan
29
Bab 29. Alan Dalam Bahaya
30
Bab 30. Kekuatan Dahsyat Milik Alan
31
Bab 31. Kepanikan Seorang Ibu
32
Bab 32. Pegasus Dari Planet Diamond
33
Bab 33. Bocah Pegasus
34
Bab 34. Kedatangan Jacob ke Moon Island
35
Bab 35. Mencari Sang Archmage
36
Bab 36. Mencari Archmage dan Alan yang masih belum sadarkan diri
37
Bab 37. Alan Tersadar
38
Bab 38. Refleksi Sihir dibalik Kaca
39
Bab 39. BAYANG-BAYANG KASTIL OBSIDIAN
40
Bab 40. BUTIRAN PASIR DI ATAS BELUDRU HITAM
41
Bab 41. Kecurigaan Sang Raja Vampir
42
Bab 42. Kecurigaan Sang Raja Vampir Part 2
43
Bab 43. Kekejaman Damian Sang Raja Demon
44
Bab 44. Damian Yang Murka
45
Bab 45. Justin Mengamuk
46
Bab 46. Sihir Pemulihan
47
Bab 47. Sihir Pemulihan Part 2
48
Bab 48. Mengejar Peri Hutan
49
Bab 49. Tersesat di hutan alfheim
50
Bab 50. REKAYASA TAKDIR DI RUMAH POHON
51
Bab 51. Rumah Stefany Elves
52
Bab 52. Sarapan Pagi Di Alfheim
53
Bab 53. Taman Gravitasi Nol
54
Bab 54. Kutukan Tinkerland
55
Bab 55. Mengendap-endap
56
Bab 56. TRAKTAT YANG RETAK DAN RAUNGAN PREDATOR
57
Bab 57. Rapat Para Petinggi
58
Bab 58. Ramalan Orakel Bintang
59
Bab 59. Rapat dan Kelanjutan Ramalan Bintang
60
Bab 60. Diantar Jacob
61
Bab 61. ANOMALI DI BALIK KABUT KASTIL OBSIDIAN
62
Bab 62. Bocah Werewolf
63
Bab 63. Teman Baru
64
Bab 64. Mengantar Ethan Pulang
65
Bab 65. Salah Jalur
66
Bab 66. Terjatuh Ke Dalam Kubangan
67
Bab 67. PENYAMARAN GRIFFIN DAN BUAH APEL HITAM
68
Bab 68. Penyamaran Griffin Part 2
69
Bab 69. Apel Hitam Beracun
70
Bab 70. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI
71
Bab 71. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 2
72
Bab 72. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 3
73
Bab 73. Rencana Jahat Lunox
74
Bab 74. Rencana Jahat Lunox Part 2
75
Bab 75. Anomali Suci
76
Bab 76. Habisnya Kesabaran Lunox
77
Bab 77. AMUKAN GRIFFIN DAN AMARAH PENYIHIR NAGA
78
Bab 78. PERTEMPURAN ANGKASA ANTARA SANG NAGA BENJAMIN VS LUNOX SANG GRIFFIN
79
Bab 79. Benjamin Vs Lunox
80
Bab 80. Sihir Pemurnian dan Perlindungan Penyihir Mage
81
Bab 81. Perlindungan Vespera
82
Bab 82. Hitungan Apel Iblis
83
Bab 83. JAHITAN CELANA DAN TINGKAH KERA DI HUTAN VESPERA
84
Bab 84. DONGENG IKAN MAS KOKI
85
Bab 85. Memetik Tanaman Herba
86
Bab 86. Bocah Cerewet dan Penyihir Galak
87
Bab 87. Air Suci Methuselah
88
Bab 88. LABIRIN TIGA LUBANG
89
Bab 89. Kejaran Para Gnome dan Pria Tahanan Berambut Putih
90
Bab 90. Sadarnya Sang Tahanan
91
Bab 91. Penolakan Sang Tahanan
92
Bab 92. Pengusiran Raja Demon
93
Bab 93. ENSIKLOPEDIA NYMPHA
94
Bab 94. Terbangun di Rumah Asing
95
Bab 95. Rumah Orang Asing
96
Bab 96. Mencari Alan
97
Bab 97. JEBAKAN POTAMEIDES
98
Bab 98. SIAGA TEMPUR DI TEPI SUNGAI VESPERA
99
Bab 99. KUTUKAN KODOK PENGHISAP ENERGI
100
Bab 100. Murka Sang Monster Naiad
101
Bab 101. SISIK KOSMIS ORAKEL
102
Bab 102. Pulang Ke Rumah Sang Mage

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!