Bab 3. Ledakan Misterius di Tengah Hutan

Di sudut terpencil planet Bumi, terasing dari hiruk-pikuk teknologi modern, berdiri sebuah kota kecil bernama Arcania. Kota ini seolah tenggelam dalam ketenangan masa lalu; dikelilingi oleh hamparan perkebunan yang hijau, ladang-ladang subur, dan dibentengi oleh hutan lebat purba yang keindahannya menyimpan misteri karena jarang dijamah manusia.

Di tepian bukit yang berbatasan langsung dengan vegetasi liar hutan tersebut, sebuah rumah kayu sederhana berlantai dua berdiri dengan kokoh. Di sanalah Lucas dan Sarah menghabiskan hari-hari mereka. Sebagai sepasang petani sayuran, peluh dan tawa mereka telah menyatu dengan tanah ladang yang mereka garap setiap hari.

"Sayang, istirahatlah dulu. Matahari sudah tepat di atas kepala, ayo makan siang!" seru Sarah dari bawah naungan sebatang pohon maple tua yang rindang di tengah ladang.

Wanita paruh baya itu menyeka keringat di dahinya dengan ujung celemek, lalu mulai menata rantang anyaman bambu di atas kain jarik yang digelar di rumput.

Lucas, yang sedang membersihkan sisa-sisa tanah pada cangkulnya, mendongak dan tersenyum lebar. "Iya, perutku juga sudah berdemo sejak tadi."

Siang itu, hasil panen mereka sangat melimpah. Keranjang-keranjang kayu di dekat mereka sudah penuh sesak oleh tomat-tomat merah yang segar dan kentang yang baru digali.

Lucas berjalan mendekat, membasuh tangan dan wajahnya dengan air dari kendi, lalu duduk di samping istrinya.

Meskipun pernikahan mereka telah menginjak usia lima belas tahun, kehangatan di antara keduanya tidak pernah memudar. Namun, di balik tawa dan obrolan ringan mereka, ada satu ruang sunyi yang tak pernah benar-benar terisi.

Lima belas tahun tanpa tangisan bayi di rumah mereka yang sepi. Setiap kali melihat anak-anak warga desa bermain di pasar, ada binar kerinduan yang tertahan di sepasang mata Sarah, sesuatu yang Lucas sadari namun jarang ia bahas agar tidak melukai hati istrinya.

"Makanannya enak sekali, Sarah. Roti isi ini selalu terasa berbeda jika kau yang membuatnya," puji Lucas setelah gigitan pertama, mencoba mencairkan keheningan batin yang sempat melintas.

Sarah tertawa kecil, pipinya merona merah menahan gemas. "Hentikan bualanmu, Lucas. Ini hanya roti lapis dengan selai dan ham tipis. Kau selalu berlebihan."

"Bagi pria lain mungkin ini biasa, tapi bagiku, apa pun yang keluar dari tanganmu adalah hidangan terbaik di Arcania," goda Lucas sembari mengedipkan sebelah matanya.

"Kau memang pandai mengapresiasi makanan, tetapi kau jauh lebih pandai merayuku saat lelah," balas Sarah seraya mencubit pelan lengan suaminya, membuat tawa mereka berderai di bawah teduhnya daun maple.

Usai menyantap bekal, sisa waktu siang itu mereka gunakan untuk menyelesaikan baris terakhir ladang kentang. Urusan memetik tomat telah tuntas sebelum jam makan siang tadi.

Lucas kembali mengayunkan sekop kecilnya ke dalam tanah gembur. Namun, saat ujung besi sekopnya menghantam lapisan tanah yang lebih dalam, pria itu mendadak membeku.

Dari telapak tangannya yang menempel pada gagang sekop, ia merasakan sebuah getaran halus. Getaran itu bukan berasal dari alatnya, melainkan dari dalam dada bumi yang mereka pijak.

Lucas menegakkan punggung, menoleh ke sekeliling dengan dahi berkerut. Angin yang semula berembus sepoi-sepoi tiba-tiba berubah menjadi pusaran kasar. Daun-daun pohon maple di atas mereka bergeser liar, memunculkan suara gemerisik yang bising.

"Sarah... apa kau merasakannya?" bisik Lucas, matanya menyipit menatap lurus ke arah vegetasi hutan lebat di perbatasan ladang mereka.

Pohon-pohon raksasa di dalam hutan itu mulai bergoyang hebat, seolah ada sesuatu yang besar sedang menerobos dari atas angkasa.

Sarah yang sedang memasukkan kentang ke dalam karung goni menghentikan kegiatannya. Wajahnya seketika pias melihat debu-debu ladang mulai beterbangan membentuk pusaran kecil. "Ya Tuhan, Lucas... apa ini? Apa akan ada badai besar? Langit mendadak menjadi sangat gelap."

"Ini bukan badai biasa," Lucas melemparkan sekopnya ke tanah. Instingnya sebagai pria yang hidup dekat dengan alam mendadak berteriak bahaya. "Kita harus pergi dari sini sekarang. Tinggalkan semuanya, Sarah!"

"Tapi bagaimana dengan karung-karung kentang ini? Ini hasil kerja keras kita seminggu ini!" bantah Sarah, mencoba menarik karung goni yang berat itu dengan panik.

"Persetan dengan kentang, Sarah! Keselamatan kita jauh lebih penting!" bentak Lucas, suaranya meninggi akibat kepanikan yang kian mencengkeram dada.

Lucas menyambar pergelangan tangan istrinya dengan erat, menarik wanita itu untuk berlari meninggalkan area ladang menuju bukit tempat rumah mereka berada.

BOOM!

Belum sempat kaki mereka menapak ke pekarangan rumah, sebuah dentuman supranatural memekakkan telinga merobek langit Arcania. Suara itu begitu dahsyat, bukan seperti petir, melainkan seperti sebuah ledakan meriam raksasa yang dijatuhkan dari atmosfer.

Tekanan udaranya bahkan membuat Lucas dan Sarah terdorong ke depan, nyaris jatuh tersungkur di atas jalan setapak berbatu.

Keduanya menoleh ke belakang serentak dengan napas memburu. Dari arah jantung hutan lebat di dekat ladang mereka, sebuah gelombang kejut menyapu dahan-dahan pohon, disusul oleh kilatan cahaya putih benderang yang sempat membutakan mata selama beberapa detik sebelum akhirnya menyusut menjadi kepulan asap kelabu yang membubung tinggi ke angkasa.

"Suara apa itu, Lucas? Demi Tuhan, tempat jatuh itu... itu sangat dekat dengan ladang kita!" jerit Sarah, tubuhnya gemetar hebat dalam dekapan Lucas.

"Aku tidak tahu, Sarah... aku tidak tahu," gumam Lucas dengan tatapan terpaku pada asap yang terus menggulung di atas pucuk pepohonan. "Ayo, masuk ke rumah dulu!"

Mereka berlari sekuat tenaga meniti anak tangga, membuka pintu kayu rumah mereka dengan tergesa-gesa, lalu menguncinya dari dalam dari balik jeruji slot besi.

Keduanya bersandar pada pintu, mencoba menenangkan detak jantung yang berpacu liar layaknya genderang perang.

Setelah beberapa menit berlalu dalam keheningan yang mencekam, Lucas memberanikan diri berjalan mendekati jendela kaca besar yang menghadap langsung ke arah hutan. Ia menyibak sedikit tirai kain kumal milik mereka.

"Bagaimana di luar, Lucas? Apakah badainya sudah reda?" tanya Sarah yang mengekor di belakang, mencengkeram ujung kemeja suaminya.

"Aneh sekali... anginnya lenyap total dalam sekejap," jawab Lucas dengan kening berkerut dalam. "Lihat itu, Sarah. Tidak ada tanda-tanda kerusakan akibat angin badai di sekitar rumah kita. Tapi asap di tengah hutan itu... warnanya tidak hitam seperti kebakaran hutan biasa. Asap itu berwarna perak redup."

Sarah ikut mengintip dari balik bahu suaminya. Matanya menyipit melihat kepulan asap misterius yang perlahan mulai menipis di balik lebatnya vegetasi Arcania. "Apa mungkin ada meteor jatuh? Atau... pesawat yang celaka?"

Lucas menggeleng pelan, rasa penasaran yang teramat besar perlahan-lahan mulai mengikis rasa takut di dalam diri pria itu. "Bagaimana kalau kita pergi ke sana untuk memastikannya? Siapa tahu ada orang yang membutuhkan pertolongan di dalam sana."

Mendengar itu, Sarah langsung mundur selangkah dan melayangkan pelototan tajam. Wajahnya mengeras dengan kedua tangan tersemat di pinggang. "Apa kau sudah kehilangan akal sehatmu, Lucas?! Aku tidak akan membiarkanmu masuk ke hutan terkutuk itu! Kau tahu sendiri cerita-cerita dari tetua desa, hutan itu penuh dengan binatang buas dan hal-hal mistis yang tidak bisa dijelaskan! Tak ada satu pun warga Arcania yang berani menginjakkan kaki ke sana setelah matahari melewati ubun-ubun!"

"Tenanglah, Sarah. Jangan marah dulu, aku hanya berasumsi," ucap Lucas defensif, seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal untuk meredakan ketegangan istrinya.

Sarah tidak menyahut lagi. Dia mengembuskan napas panjang dengan gusar, membalikkan badan, lalu melangkah menuju kamar mandi di lantai bawah untuk membasuh wajahnya yang kotor oleh debu ladang.

Melihat istrinya telah menghilang di balik pintu kamar mandi, Lucas kembali menatap jendela. Di kejauhan, asap keperakan itu mulai menipis, menyisakan pendaran cahaya redup yang seolah memanggil-manggil jiwanya.

Rasa penasaran pria itu telah mencapai puncaknya, mengalahkan segala logikanya sebagai petani biasa. Jika ada seseorang—atau sesuatu—yang celaka di dalam sana akibat kecelakaan aneh tadi, dia tidak akan bisa tidur tenang seumur hidup karena mengabaikannya.

Dengan langkah yang sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara di atas lantai kayu, Lucas mengendap-endap menuju pintu depan. Dia memutar kunci dengan perlahan, membuka celah pintu sekadar cukup untuk tubuhnya lolos, lalu menutupnya kembali tanpa suara.

Begitu kakinya menyentuk rumput pekarangan, Lucas berlari kecil memotong jalur ladang, langsung menerobos masuk ke dalam kegelapan Hutan Arcania yang ditakuti.

Suasana di dalam hutan terasa sangat asing pasca-ledakan tadi. Burung-burung tidak lagi berkicau, dan hewan-hewan liar tampaknya telah melarikan diri jauh-jauh karena ketakutan.

Lucas membelah semak-semak berduri, melompati akar-akar pohon purba yang melintang, mengikuti arah pendaran cahaya yang kian jelas di depan mata.

Setelah lima belas menit berjalan menembus keheningan yang mencekam, Lucas akhirnya tiba di sebuah area terbuka di tengah hutan. Langkah kakinya mendadak terhenti di balik sebuah pohon besar. Matanya membelalak takjub.

"Asapnya sudah hilang... tapi, apa ini?"

Episodes
1 Bab 1. Planet yang Hancur
2 Bab 2. Pengorbanan Terakhir Sang Pegasus
3 Bab 3. Ledakan Misterius di Tengah Hutan
4 Bab 4. Bayi di Dalam Batu Kristal
5 Bab 5. Kristal Merah yang Jatuh di Danau
6 Bab 6. Keberanian Bocah Bernama Alan
7 Bab 7. Bocah Pegasus Dari Planet Diamond
8 Bab 8. Tinggal di Kastil Raja Vampir
9 Bab 9. Teman Baru
10 Bab 10. Misteri Air Dalam Bak Mandi
11 Bab 11. Bayi Ajaib
12 Bab 12. Pagi Yang Sangat Dingin
13 Bab 13. Kepanikan Sarah dan Lucas
14 Bab 14. Menyembunyikan Monster Kecil
15 Bab 15. Terbang Bersama Alan
16 Bab 16. Terbang Bersama Alan Part 2
17 Bab 17. Melawan Sekawanan Rogue
18 Bab 18. Munculnya Monster Nessie
19 Bab 19. Justin Dalam Bahaya
20 Bab 20. Gadis Kecil Berambut Pink
21 Bab 21. Moana’s Treasures: Souvenir dari Perut Laut.
22 Bab 22. Anak Raja Vampir
23 Bab 23. Cerita Justin
24 Bab 24. Cerita Justin Part 2
25 Bab 25. Peringatan Nerissa
26 Bab 26. Melodi Misterius
27 Bab 27. Nyanyian Siren
28 Bab 28. Transformasi Alan
29 Bab 29. Alan Dalam Bahaya
30 Bab 30. Kekuatan Dahsyat Milik Alan
31 Bab 31. Kepanikan Seorang Ibu
32 Bab 32. Pegasus Dari Planet Diamond
33 Bab 33. Bocah Pegasus
34 Bab 34. Kedatangan Jacob ke Moon Island
35 Bab 35. Mencari Sang Archmage
36 Bab 36. Mencari Archmage dan Alan yang masih belum sadarkan diri
37 Bab 37. Alan Tersadar
38 Bab 38. Refleksi Sihir dibalik Kaca
39 Bab 39. BAYANG-BAYANG KASTIL OBSIDIAN
40 Bab 40. BUTIRAN PASIR DI ATAS BELUDRU HITAM
41 Bab 41. Kecurigaan Sang Raja Vampir
42 Bab 42. Kecurigaan Sang Raja Vampir Part 2
43 Bab 43. Kekejaman Damian Sang Raja Demon
44 Bab 44. Damian Yang Murka
45 Bab 45. Justin Mengamuk
46 Bab 46. Sihir Pemulihan
47 Bab 47. Sihir Pemulihan Part 2
48 Bab 48. Mengejar Peri Hutan
49 Bab 49. Tersesat di hutan alfheim
50 Bab 50. REKAYASA TAKDIR DI RUMAH POHON
51 Bab 51. Rumah Stefany Elves
52 Bab 52. Sarapan Pagi Di Alfheim
53 Bab 53. Taman Gravitasi Nol
54 Bab 54. Kutukan Tinkerland
55 Bab 55. Mengendap-endap
56 Bab 56. TRAKTAT YANG RETAK DAN RAUNGAN PREDATOR
57 Bab 57. Rapat Para Petinggi
58 Bab 58. Ramalan Orakel Bintang
59 Bab 59. Rapat dan Kelanjutan Ramalan Bintang
60 Bab 60. Diantar Jacob
61 Bab 61. ANOMALI DI BALIK KABUT KASTIL OBSIDIAN
62 Bab 62. Bocah Werewolf
63 Bab 63. Teman Baru
64 Bab 64. Mengantar Ethan Pulang
65 Bab 65. Salah Jalur
66 Bab 66. Terjatuh Ke Dalam Kubangan
67 Bab 67. PENYAMARAN GRIFFIN DAN BUAH APEL HITAM
68 Bab 68. Penyamaran Griffin Part 2
69 Bab 69. Apel Hitam Beracun
70 Bab 70. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI
71 Bab 71. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 2
72 Bab 72. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 3
73 Bab 73. Rencana Jahat Lunox
74 Bab 74. Rencana Jahat Lunox Part 2
75 Bab 75. Anomali Suci
76 Bab 76. Habisnya Kesabaran Lunox
77 Bab 77. AMUKAN GRIFFIN DAN AMARAH PENYIHIR NAGA
78 Bab 78. PERTEMPURAN ANGKASA ANTARA SANG NAGA BENJAMIN VS LUNOX SANG GRIFFIN
79 Bab 79. Benjamin Vs Lunox
80 Bab 80. Sihir Pemurnian dan Perlindungan Penyihir Mage
81 Bab 81. Perlindungan Vespera
82 Bab 82. Hitungan Apel Iblis
83 Bab 83. JAHITAN CELANA DAN TINGKAH KERA DI HUTAN VESPERA
84 Bab 84. DONGENG IKAN MAS KOKI
85 Bab 85. Memetik Tanaman Herba
86 Bab 86. Bocah Cerewet dan Penyihir Galak
87 Bab 87. Air Suci Methuselah
88 Bab 88. LABIRIN TIGA LUBANG
89 Bab 89. Kejaran Para Gnome dan Pria Tahanan Berambut Putih
90 Bab 90. Sadarnya Sang Tahanan
91 Bab 91. Penolakan Sang Tahanan
92 Bab 92. Pengusiran Raja Demon
93 Bab 93. ENSIKLOPEDIA NYMPHA
94 Bab 94. Terbangun di Rumah Asing
95 Bab 95. Rumah Orang Asing
96 Bab 96. Mencari Alan
97 Bab 97. JEBAKAN POTAMEIDES
98 Bab 98. SIAGA TEMPUR DI TEPI SUNGAI VESPERA
99 Bab 99. KUTUKAN KODOK PENGHISAP ENERGI
100 Bab 100. Murka Sang Monster Naiad
101 Bab 101. SISIK KOSMIS ORAKEL
102 Bab 102. Pulang Ke Rumah Sang Mage
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1. Planet yang Hancur
2
Bab 2. Pengorbanan Terakhir Sang Pegasus
3
Bab 3. Ledakan Misterius di Tengah Hutan
4
Bab 4. Bayi di Dalam Batu Kristal
5
Bab 5. Kristal Merah yang Jatuh di Danau
6
Bab 6. Keberanian Bocah Bernama Alan
7
Bab 7. Bocah Pegasus Dari Planet Diamond
8
Bab 8. Tinggal di Kastil Raja Vampir
9
Bab 9. Teman Baru
10
Bab 10. Misteri Air Dalam Bak Mandi
11
Bab 11. Bayi Ajaib
12
Bab 12. Pagi Yang Sangat Dingin
13
Bab 13. Kepanikan Sarah dan Lucas
14
Bab 14. Menyembunyikan Monster Kecil
15
Bab 15. Terbang Bersama Alan
16
Bab 16. Terbang Bersama Alan Part 2
17
Bab 17. Melawan Sekawanan Rogue
18
Bab 18. Munculnya Monster Nessie
19
Bab 19. Justin Dalam Bahaya
20
Bab 20. Gadis Kecil Berambut Pink
21
Bab 21. Moana’s Treasures: Souvenir dari Perut Laut.
22
Bab 22. Anak Raja Vampir
23
Bab 23. Cerita Justin
24
Bab 24. Cerita Justin Part 2
25
Bab 25. Peringatan Nerissa
26
Bab 26. Melodi Misterius
27
Bab 27. Nyanyian Siren
28
Bab 28. Transformasi Alan
29
Bab 29. Alan Dalam Bahaya
30
Bab 30. Kekuatan Dahsyat Milik Alan
31
Bab 31. Kepanikan Seorang Ibu
32
Bab 32. Pegasus Dari Planet Diamond
33
Bab 33. Bocah Pegasus
34
Bab 34. Kedatangan Jacob ke Moon Island
35
Bab 35. Mencari Sang Archmage
36
Bab 36. Mencari Archmage dan Alan yang masih belum sadarkan diri
37
Bab 37. Alan Tersadar
38
Bab 38. Refleksi Sihir dibalik Kaca
39
Bab 39. BAYANG-BAYANG KASTIL OBSIDIAN
40
Bab 40. BUTIRAN PASIR DI ATAS BELUDRU HITAM
41
Bab 41. Kecurigaan Sang Raja Vampir
42
Bab 42. Kecurigaan Sang Raja Vampir Part 2
43
Bab 43. Kekejaman Damian Sang Raja Demon
44
Bab 44. Damian Yang Murka
45
Bab 45. Justin Mengamuk
46
Bab 46. Sihir Pemulihan
47
Bab 47. Sihir Pemulihan Part 2
48
Bab 48. Mengejar Peri Hutan
49
Bab 49. Tersesat di hutan alfheim
50
Bab 50. REKAYASA TAKDIR DI RUMAH POHON
51
Bab 51. Rumah Stefany Elves
52
Bab 52. Sarapan Pagi Di Alfheim
53
Bab 53. Taman Gravitasi Nol
54
Bab 54. Kutukan Tinkerland
55
Bab 55. Mengendap-endap
56
Bab 56. TRAKTAT YANG RETAK DAN RAUNGAN PREDATOR
57
Bab 57. Rapat Para Petinggi
58
Bab 58. Ramalan Orakel Bintang
59
Bab 59. Rapat dan Kelanjutan Ramalan Bintang
60
Bab 60. Diantar Jacob
61
Bab 61. ANOMALI DI BALIK KABUT KASTIL OBSIDIAN
62
Bab 62. Bocah Werewolf
63
Bab 63. Teman Baru
64
Bab 64. Mengantar Ethan Pulang
65
Bab 65. Salah Jalur
66
Bab 66. Terjatuh Ke Dalam Kubangan
67
Bab 67. PENYAMARAN GRIFFIN DAN BUAH APEL HITAM
68
Bab 68. Penyamaran Griffin Part 2
69
Bab 69. Apel Hitam Beracun
70
Bab 70. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI
71
Bab 71. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 2
72
Bab 72. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 3
73
Bab 73. Rencana Jahat Lunox
74
Bab 74. Rencana Jahat Lunox Part 2
75
Bab 75. Anomali Suci
76
Bab 76. Habisnya Kesabaran Lunox
77
Bab 77. AMUKAN GRIFFIN DAN AMARAH PENYIHIR NAGA
78
Bab 78. PERTEMPURAN ANGKASA ANTARA SANG NAGA BENJAMIN VS LUNOX SANG GRIFFIN
79
Bab 79. Benjamin Vs Lunox
80
Bab 80. Sihir Pemurnian dan Perlindungan Penyihir Mage
81
Bab 81. Perlindungan Vespera
82
Bab 82. Hitungan Apel Iblis
83
Bab 83. JAHITAN CELANA DAN TINGKAH KERA DI HUTAN VESPERA
84
Bab 84. DONGENG IKAN MAS KOKI
85
Bab 85. Memetik Tanaman Herba
86
Bab 86. Bocah Cerewet dan Penyihir Galak
87
Bab 87. Air Suci Methuselah
88
Bab 88. LABIRIN TIGA LUBANG
89
Bab 89. Kejaran Para Gnome dan Pria Tahanan Berambut Putih
90
Bab 90. Sadarnya Sang Tahanan
91
Bab 91. Penolakan Sang Tahanan
92
Bab 92. Pengusiran Raja Demon
93
Bab 93. ENSIKLOPEDIA NYMPHA
94
Bab 94. Terbangun di Rumah Asing
95
Bab 95. Rumah Orang Asing
96
Bab 96. Mencari Alan
97
Bab 97. JEBAKAN POTAMEIDES
98
Bab 98. SIAGA TEMPUR DI TEPI SUNGAI VESPERA
99
Bab 99. KUTUKAN KODOK PENGHISAP ENERGI
100
Bab 100. Murka Sang Monster Naiad
101
Bab 101. SISIK KOSMIS ORAKEL
102
Bab 102. Pulang Ke Rumah Sang Mage

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!