Bab 5. Kristal Merah yang Jatuh di Danau

"Emm... bagaimana kalau kita memanggilnya White? White Crystal. Kurasa nama itu sangat cocok karena rambutnya seputih salju dan dia terlahir dari kristal ajaib di hutan. Bagaimana menurutmu?" Sarah menaik-turunkan alisnya, meminta persetujuan suaminya.

Lucas tersenyum lebar, mengangguk mantap. "Nama yang sangat indah dan unik. Kalau begitu, aku berangkat dulu, Sarah!"

Lucas bergegas keluar dari rumah. Tak lama kemudian, deru suara motor tuanya terdengar membelah keheningan bukit Arcania, melaju kencang menuju Kota Luminara yang berjarak cukup jauh demi memborong segala kebutuhan bayi mereka.

Sementara itu, di dalam kamar, Sarah mencoba menenangkan White yang kembali merengek kecil. Meskipun ini adalah pengalaman pertamanya merawat seorang bayi, anehnya gerakan tubuh Sarah tampak begitu cekatan dan naluriah, layaknya seorang ibu yang sudah berpengalaman bertahun-tahun.

"Cup, cup, cup... Tenang ya, Sayang. Mulai sekarang Ibu akan selalu ada untuk menjagamu, Nak," bisik Sarah lembut seraya mengelus dahi mungil White.

Sentuhan penuh kasih itu ternyata sangat ampuh; tangisan White perlahan mereda, digantikan oleh suara lenguhan kecil yang menggemaskan sebelum akhirnya ia terlelap kembali.

Sarah terdiam sejenak, memandangi wajah mungil yang tenang itu dengan saksama. Namun, di tengah keheningan itu, sebuah perasaan asing mendadak merayap di benaknya.

Kenapa suasana ini rasanya tidak asing? Aku merasa pernah menggendong bayi di tengah situasi mencekam sebelumnya... tapi di mana? batinnya bertanya-tanya, dahinya berkerut dalam.

Ada kilasan memori semu yang samar—seolah-olah dia pernah berada di bawah bayang-bayang ketakutan yang hebat. Perasaan itu begitu nyata hingga membuat dada Sarah mendadak sesak.

Sarah segera menggelengkan kepalanya dengan kuat, berusaha menyadarkan diri dari lamunan aneh tersebut. "Apa yang sedang kupikirkan? Itu tidak mungkin. Jelas-jelas aku belum pernah hamil atau memiliki anak sebelumnya."

Sarah kembali tersenyum manis, merapatkan kain selimut rajut miliknya untuk membungkus tubuh White agar tetap hangat di dalam dekapannya.

"Ya Tuhan, aku berharap anak ini adalah pertanda baik bagi keluarga kami. Semoga dia membawa warna baru yang indah."

Kini, bayi mungil yang mereka namai White itu telah terlelap dengan sangat damai di pelukan Sarah.

Tanpa pernah disadari oleh siapa pun di Bumi, bayi itu adalah putri dari klan bangsawan tertinggi dari dimensi luar—Planet Diamond—yang berhasil selamat melintasi robekan ruang dan waktu.

Namun, takdir tidak membiarkan perjalanan itu berjalan sempurna. Di saat White mendarat dengan selamat di pelukan sepasang petani di Arcania, sang pelindung—Alan—telah terlempar oleh arus dimensi ke belahan kota yang berbeda.

****

Jauh dari ketenangan perkebunan Arcania, di bagian utara wilayah yang sama, berdirilah Kota Luminara. Kota ini didominasi oleh arsitektur kuno dan hutan-hutan berkabut kelabu yang pekat.

Di jantung hutan berkabut tersebut, berdiri sebuah kastil megah berstruktur batu hitam yang memancarkan aura kuno dan dingin.

Tepat di area danau buatan yang luas di halaman belakang kastil, ruang udara mendadak berputar gila. Langit yang semula gelap oleh kabut tipis tiba-tiba robek, memunculkan distorsi spasial yang mengerikan.

Bukan tubuh telanjang yang jatuh, melainkan sebuah objek masif. Bongkahan batu bulat besar sewarna darah—sebuah kristal merah menyala—terlempar keluar dari pusat robekan dimensi, jatuh bebas dari ketinggian belasan meter menabrak permukaan air.

Hantaman batu kristal merah raksasa itu menciptakan ledakan hidrolik yang teramat dahsyat di dalam danau. Benturan keras tersebut memicu gelombang ombak raksasa yang menggulung liar ke tepi daratan, merusak seluruh ekosistem teratai yang tumbuh di permukaannya.

Tekanan energi magis dari benturan itu seketika membuat cangkang kristal merah tersebut retak hebat dan meledak di dalam air, melepaskan gelombang kejut murni yang menghalau air danau hingga memunculkan dasar kolam sesaat.

Di dalam pecahan kristal merah yang hancur itulah, tubuh Alan terlindung dari benturan fatal, meski bocah berambut putih itu langsung tenggelam ke dasar kolam dalam kondisi pingsan akibat kelelahan sihir.

Di saat yang sama, di atas balkon lantai dua kastil yang menghadap langsung ke arah danau, seorang anak laki-laki berambut hitam pekat dengan mata senada sedang asyik menyusun balok kayu bersama pengasuhnya. Anak itu bernama Justin.

Justin memiliki usia yang sama dengan Alan, namun takdir hidupnya tidak kalah misterius. Dia adalah anak angkat dari pemilik kastil megah ini, setelah ditemukan telantar di tengah hutan oleh penjaga kastil bertahun-tahun lalu.

Meskipun terlahir sebagai manusia biasa, sang pemilik kastil telah melakukan sesuatu padanya—mengubah esensi tubuh Justin menjadi makhluk yang sama dengan dirinya.

Suara hantaman masif dari arah danau seketika merobek keheningan sore itu. Getaran kekuatannya bahkan sampai menggetarkan pilar-pilar batu balkon, menjatuhkan balok-balok kayu mainan milik sang tuan muda.

"AAAAAA!"

Justin berteriak kencang, refleks menjatuhkan sisa mainannya dan menutup kedua telinganya dengan rapat.

Tubuh kecilnya gemetar hebat ketakutan akibat dentuman yang meremukkan kesunyian tersebut.

Dengan gerakan cepat, bocah berambut hitam itu melompat ke dalam pangkuan pengasuhnya, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher wanita paruh baya tersebut.

"Justin, jangan takut! Tenanglah, Nak, Aku di sini... aku akan selalu melindungimu," ucap Lily, sang pengasuh, dengan nada menenangkan sembari mendekap erat tubuh Justin dan mengelus punggungnya berulang kali untuk meredakan histeria sang tuan muda.

Sementara itu, situasi di lantai bawah kastil berubah menjadi kepanikan massal. Puluhan penjaga berzirah hitam, baik yang berjaga di koridor dalam maupun pos luar, berlarian secepat kilat dengan senjata terhunus menuju ke tepi danau, mengira ada serangan faksi musuh atau jatuhnya meteor sihir.

Di tengah kegaduhan para penjaga, langkah kaki yang berat namun penuh wibawa terdengar melangkah keluar dari pintu utama kastil. Sosok pria bertubuh jangkung dengan jubah beludru kelam melangkah mendekati tepi danau yang airnya masih bergolak kemerahan akibat sisa energi kristal yang hancur.

Jacob Salvatore. Sang pemilik kastil sekaligus pemimpin tertinggi yang ditakuti di wilayah Luminara, berdiri tegak dengan mata tajam yang berkilat di balik bayangan kabut.

"Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Laporkan padaku sekarang!" perintah Jacob, suara beratnya yang bariton bergaung penuh otoritas, seketika membungkam bisik-bisik panik para bawahannya.

"Kami tidak tahu, Yang Mulia. Tadi secara mendadak terdengar gemuruh ledakan dahsyat yang getarannya bersumber dari dalam jantung danau ini," lapor salah seorang penjaga berzirah hitam, suaranya terdengar kaku namun penuh ketakutan.

Sang Raja, Jacob, mengerutkan dahinya yang tegas. Gurat-gurat kebingungan tampak jelas di wajahnya yang seolah dipahat dari batu pualam kaku.

Pria abadi itu mengalihkan tatapan matanya yang sedingin es ke arah permukaan danau buatan di belakang kastil.

Pusaran air yang beberapa saat lalu bergejolak hebat, menggulung liar hingga menghancurkan tanaman air, kini perlahan-lahan mulai memudar dan menyusut menjadi ketenangan yang sunyi.

Namun, kedamaian itu tidak bertahan lama. Dari kegelapan dasar kolam yang terdalam, sebuah pendaran cahaya kemerahan mendadak muncul.

Air danau itu yang sangat jernih layaknya kaca membuat siluet dari objek berkilau di bawah sana terlihat begitu nyata, memancarkan gelombang energi yang terasa asing di kulit mati para vampir.

"Cahaya apa itu? Mengapa ada distorsi energi yang sekuat itu di dasar danau milikku?" gumam Jacob, sepasang matanya menyipit penuh selidik.

"Saya juga belum bisa memastikannya, Yang Mulia. Haruskah kita mengutus tim untuk mengevakuasi objek tersebut?" tanya Gustav, pria bertubuh tegap yang menjadi tangan kanan sekaligus orang kepercayaan tertinggi Jacob selama berabad-abad.

"Kau benar, Gustav. Kita harus memastikan benda apa yang berani mengusik ketenangan Luminara."

Atas perintah dari Jacob, dua penjaga berzirah hitam segera melompat ke dalam air tanpa menimbulkan riak yang berarti.

Mereka menyelam semakin dalam menembus kegelapan danau tanpa raut ketakutan sedikit pun. Sebagai bangsa Vampir, organ tubuh mereka telah berhenti berfungsi sejak lama; paru-paru mereka tidak lagi membutuhkan oksigen, dan tubuh abadi mereka tidak lagi digerakkan oleh detak jantung.

Bagi makhluk supernatural yang hidup di dalam bayang-bayang malam seperti mereka, mati tenggelam hanyalah sebuah konsep konyol yang mustahil terjadi.

Hanya butuh waktu kurang dari dua menit bagi para pencari tersebut untuk kembali naik ke permukaan. Dengan kekuatan fisik mereka yang berada di atas rata-rata manusia, kedua penjaga itu berhasil menggotong sebuah objek masif ke daratan.

Benda itu diletakkan dengan hati-hati di atas hamparan rumput basah di tepi danau, tepat di bawah ujung jubah beludru kelam sang Raja.

Bentuknya bulat lonjong sempurna, menyerupai sebutir telur purba berukuran masif dengan tekstur luar berupa bongkahan batu kristal berwarna merah membara.

Objek itu seolah berdenyut, memancarkan sisa-sisa hawa panas yang langsung menguapkan embun di sekitarnya.

"Mengapa struktur luarnya menyerupai kristal murni, tetapi memiliki bentuk seperti telur makhluk hidup?"

Episodes
1 Bab 1. Planet yang Hancur
2 Bab 2. Pengorbanan Terakhir Sang Pegasus
3 Bab 3. Ledakan Misterius di Tengah Hutan
4 Bab 4. Bayi di Dalam Batu Kristal
5 Bab 5. Kristal Merah yang Jatuh di Danau
6 Bab 6. Keberanian Bocah Bernama Alan
7 Bab 7. Bocah Pegasus Dari Planet Diamond
8 Bab 8. Tinggal di Kastil Raja Vampir
9 Bab 9. Teman Baru
10 Bab 10. Misteri Air Dalam Bak Mandi
11 Bab 11. Bayi Ajaib
12 Bab 12. Pagi Yang Sangat Dingin
13 Bab 13. Kepanikan Sarah dan Lucas
14 Bab 14. Menyembunyikan Monster Kecil
15 Bab 15. Terbang Bersama Alan
16 Bab 16. Terbang Bersama Alan Part 2
17 Bab 17. Melawan Sekawanan Rogue
18 Bab 18. Munculnya Monster Nessie
19 Bab 19. Justin Dalam Bahaya
20 Bab 20. Gadis Kecil Berambut Pink
21 Bab 21. Moana’s Treasures: Souvenir dari Perut Laut.
22 Bab 22. Anak Raja Vampir
23 Bab 23. Cerita Justin
24 Bab 24. Cerita Justin Part 2
25 Bab 25. Peringatan Nerissa
26 Bab 26. Melodi Misterius
27 Bab 27. Nyanyian Siren
28 Bab 28. Transformasi Alan
29 Bab 29. Alan Dalam Bahaya
30 Bab 30. Kekuatan Dahsyat Milik Alan
31 Bab 31. Kepanikan Seorang Ibu
32 Bab 32. Pegasus Dari Planet Diamond
33 Bab 33. Bocah Pegasus
34 Bab 34. Kedatangan Jacob ke Moon Island
35 Bab 35. Mencari Sang Archmage
36 Bab 36. Mencari Archmage dan Alan yang masih belum sadarkan diri
37 Bab 37. Alan Tersadar
38 Bab 38. Refleksi Sihir dibalik Kaca
39 Bab 39. BAYANG-BAYANG KASTIL OBSIDIAN
40 Bab 40. BUTIRAN PASIR DI ATAS BELUDRU HITAM
41 Bab 41. Kecurigaan Sang Raja Vampir
42 Bab 42. Kecurigaan Sang Raja Vampir Part 2
43 Bab 43. Kekejaman Damian Sang Raja Demon
44 Bab 44. Damian Yang Murka
45 Bab 45. Justin Mengamuk
46 Bab 46. Sihir Pemulihan
47 Bab 47. Sihir Pemulihan Part 2
48 Bab 48. Mengejar Peri Hutan
49 Bab 49. Tersesat di hutan alfheim
50 Bab 50. REKAYASA TAKDIR DI RUMAH POHON
51 Bab 51. Rumah Stefany Elves
52 Bab 52. Sarapan Pagi Di Alfheim
53 Bab 53. Taman Gravitasi Nol
54 Bab 54. Kutukan Tinkerland
55 Bab 55. Mengendap-endap
56 Bab 56. TRAKTAT YANG RETAK DAN RAUNGAN PREDATOR
57 Bab 57. Rapat Para Petinggi
58 Bab 58. Ramalan Orakel Bintang
59 Bab 59. Rapat dan Kelanjutan Ramalan Bintang
60 Bab 60. Diantar Jacob
61 Bab 61. ANOMALI DI BALIK KABUT KASTIL OBSIDIAN
62 Bab 62. Bocah Werewolf
63 Bab 63. Teman Baru
64 Bab 64. Mengantar Ethan Pulang
65 Bab 65. Salah Jalur
66 Bab 66. Terjatuh Ke Dalam Kubangan
67 Bab 67. PENYAMARAN GRIFFIN DAN BUAH APEL HITAM
68 Bab 68. Penyamaran Griffin Part 2
69 Bab 69. Apel Hitam Beracun
70 Bab 70. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI
71 Bab 71. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 2
72 Bab 72. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 3
73 Bab 73. Rencana Jahat Lunox
74 Bab 74. Rencana Jahat Lunox Part 2
75 Bab 75. Anomali Suci
76 Bab 76. Habisnya Kesabaran Lunox
77 Bab 77. AMUKAN GRIFFIN DAN AMARAH PENYIHIR NAGA
78 Bab 78. PERTEMPURAN ANGKASA ANTARA SANG NAGA BENJAMIN VS LUNOX SANG GRIFFIN
79 Bab 79. Benjamin Vs Lunox
80 Bab 80. Sihir Pemurnian dan Perlindungan Penyihir Mage
81 Bab 81. Perlindungan Vespera
82 Bab 82. Hitungan Apel Iblis
83 Bab 83. JAHITAN CELANA DAN TINGKAH KERA DI HUTAN VESPERA
84 Bab 84. DONGENG IKAN MAS KOKI
85 Bab 85. Memetik Tanaman Herba
86 Bab 86. Bocah Cerewet dan Penyihir Galak
87 Bab 87. Air Suci Methuselah
88 Bab 88. LABIRIN TIGA LUBANG
89 Bab 89. Kejaran Para Gnome dan Pria Tahanan Berambut Putih
90 Bab 90. Sadarnya Sang Tahanan
91 Bab 91. Penolakan Sang Tahanan
92 Bab 92. Pengusiran Raja Demon
93 Bab 93. ENSIKLOPEDIA NYMPHA
94 Bab 94. Terbangun di Rumah Asing
95 Bab 95. Rumah Orang Asing
96 Bab 96. Mencari Alan
97 Bab 97. JEBAKAN POTAMEIDES
98 Bab 98. SIAGA TEMPUR DI TEPI SUNGAI VESPERA
99 Bab 99. KUTUKAN KODOK PENGHISAP ENERGI
100 Bab 100. Murka Sang Monster Naiad
101 Bab 101. SISIK KOSMIS ORAKEL
102 Bab 102. Pulang Ke Rumah Sang Mage
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1. Planet yang Hancur
2
Bab 2. Pengorbanan Terakhir Sang Pegasus
3
Bab 3. Ledakan Misterius di Tengah Hutan
4
Bab 4. Bayi di Dalam Batu Kristal
5
Bab 5. Kristal Merah yang Jatuh di Danau
6
Bab 6. Keberanian Bocah Bernama Alan
7
Bab 7. Bocah Pegasus Dari Planet Diamond
8
Bab 8. Tinggal di Kastil Raja Vampir
9
Bab 9. Teman Baru
10
Bab 10. Misteri Air Dalam Bak Mandi
11
Bab 11. Bayi Ajaib
12
Bab 12. Pagi Yang Sangat Dingin
13
Bab 13. Kepanikan Sarah dan Lucas
14
Bab 14. Menyembunyikan Monster Kecil
15
Bab 15. Terbang Bersama Alan
16
Bab 16. Terbang Bersama Alan Part 2
17
Bab 17. Melawan Sekawanan Rogue
18
Bab 18. Munculnya Monster Nessie
19
Bab 19. Justin Dalam Bahaya
20
Bab 20. Gadis Kecil Berambut Pink
21
Bab 21. Moana’s Treasures: Souvenir dari Perut Laut.
22
Bab 22. Anak Raja Vampir
23
Bab 23. Cerita Justin
24
Bab 24. Cerita Justin Part 2
25
Bab 25. Peringatan Nerissa
26
Bab 26. Melodi Misterius
27
Bab 27. Nyanyian Siren
28
Bab 28. Transformasi Alan
29
Bab 29. Alan Dalam Bahaya
30
Bab 30. Kekuatan Dahsyat Milik Alan
31
Bab 31. Kepanikan Seorang Ibu
32
Bab 32. Pegasus Dari Planet Diamond
33
Bab 33. Bocah Pegasus
34
Bab 34. Kedatangan Jacob ke Moon Island
35
Bab 35. Mencari Sang Archmage
36
Bab 36. Mencari Archmage dan Alan yang masih belum sadarkan diri
37
Bab 37. Alan Tersadar
38
Bab 38. Refleksi Sihir dibalik Kaca
39
Bab 39. BAYANG-BAYANG KASTIL OBSIDIAN
40
Bab 40. BUTIRAN PASIR DI ATAS BELUDRU HITAM
41
Bab 41. Kecurigaan Sang Raja Vampir
42
Bab 42. Kecurigaan Sang Raja Vampir Part 2
43
Bab 43. Kekejaman Damian Sang Raja Demon
44
Bab 44. Damian Yang Murka
45
Bab 45. Justin Mengamuk
46
Bab 46. Sihir Pemulihan
47
Bab 47. Sihir Pemulihan Part 2
48
Bab 48. Mengejar Peri Hutan
49
Bab 49. Tersesat di hutan alfheim
50
Bab 50. REKAYASA TAKDIR DI RUMAH POHON
51
Bab 51. Rumah Stefany Elves
52
Bab 52. Sarapan Pagi Di Alfheim
53
Bab 53. Taman Gravitasi Nol
54
Bab 54. Kutukan Tinkerland
55
Bab 55. Mengendap-endap
56
Bab 56. TRAKTAT YANG RETAK DAN RAUNGAN PREDATOR
57
Bab 57. Rapat Para Petinggi
58
Bab 58. Ramalan Orakel Bintang
59
Bab 59. Rapat dan Kelanjutan Ramalan Bintang
60
Bab 60. Diantar Jacob
61
Bab 61. ANOMALI DI BALIK KABUT KASTIL OBSIDIAN
62
Bab 62. Bocah Werewolf
63
Bab 63. Teman Baru
64
Bab 64. Mengantar Ethan Pulang
65
Bab 65. Salah Jalur
66
Bab 66. Terjatuh Ke Dalam Kubangan
67
Bab 67. PENYAMARAN GRIFFIN DAN BUAH APEL HITAM
68
Bab 68. Penyamaran Griffin Part 2
69
Bab 69. Apel Hitam Beracun
70
Bab 70. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI
71
Bab 71. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 2
72
Bab 72. PELANGI RACUN DAN ANOMALI TUBUH SUCI Part 3
73
Bab 73. Rencana Jahat Lunox
74
Bab 74. Rencana Jahat Lunox Part 2
75
Bab 75. Anomali Suci
76
Bab 76. Habisnya Kesabaran Lunox
77
Bab 77. AMUKAN GRIFFIN DAN AMARAH PENYIHIR NAGA
78
Bab 78. PERTEMPURAN ANGKASA ANTARA SANG NAGA BENJAMIN VS LUNOX SANG GRIFFIN
79
Bab 79. Benjamin Vs Lunox
80
Bab 80. Sihir Pemurnian dan Perlindungan Penyihir Mage
81
Bab 81. Perlindungan Vespera
82
Bab 82. Hitungan Apel Iblis
83
Bab 83. JAHITAN CELANA DAN TINGKAH KERA DI HUTAN VESPERA
84
Bab 84. DONGENG IKAN MAS KOKI
85
Bab 85. Memetik Tanaman Herba
86
Bab 86. Bocah Cerewet dan Penyihir Galak
87
Bab 87. Air Suci Methuselah
88
Bab 88. LABIRIN TIGA LUBANG
89
Bab 89. Kejaran Para Gnome dan Pria Tahanan Berambut Putih
90
Bab 90. Sadarnya Sang Tahanan
91
Bab 91. Penolakan Sang Tahanan
92
Bab 92. Pengusiran Raja Demon
93
Bab 93. ENSIKLOPEDIA NYMPHA
94
Bab 94. Terbangun di Rumah Asing
95
Bab 95. Rumah Orang Asing
96
Bab 96. Mencari Alan
97
Bab 97. JEBAKAN POTAMEIDES
98
Bab 98. SIAGA TEMPUR DI TEPI SUNGAI VESPERA
99
Bab 99. KUTUKAN KODOK PENGHISAP ENERGI
100
Bab 100. Murka Sang Monster Naiad
101
Bab 101. SISIK KOSMIS ORAKEL
102
Bab 102. Pulang Ke Rumah Sang Mage

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!