Dibuang

Setelah Upacara Vassal berakhir, para tamu perlahan meninggalkan aula ritual menuju ruang perjamuan yang telah dipersiapkan. Suara musik dan percakapan para bangsawan mulai terdengar samar dari kejauhan, meninggalkan aula utama dalam keheningan.

Tak lama kemudian, pintu-pintu besar aula ditutup rapat.

Kini hanya tersisa keluarga kerajaan.

Raja Astoria masih duduk di singgasananya dengan wajah tanpa ekspresi. Sang Ratu berdiri di sampingnya, sementara ketiga pangeran memandang Ash dengan sorot mata yang berbeda-beda—bukan lagi sekadar meremehkan, melainkan seolah sedang menunggu sesuatu.

Ash berdiri sendirian di tengah aula. Ia masih belum mampu memahami apa yang baru saja terjadi.

"Ayah..." ucapnya lirih sambil mengangkat kepala. "Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa Senjata Vassalku tidak muncul?"

Raja tidak langsung menjawab. Ia justru mengalihkan pandangannya kepada dua kesatria yang berjaga di dekat pintu.

"Bawa dia," ucapnya singkat dengan tenang.

Namun kedua kesatria segera bergerak tanpa ragu.

Ash menoleh bingung ketika salah satu dari mereka menggenggam lengannya. "Apa maksudnya ini?" tanyanya sambil berusaha melepaskan diri. "Aku belum melakukan kesalahan apa pun."

"Maaf, Yang Mulia," jawab salah seorang kesatria dengan suara pelan. "Kami hanya menjalankan perintah."

"Tunggu... Ayah!"

Ash menoleh ke arah singgasana.

"Ayah, jelaskan padaku!"

Raja tetap diam. Tidak ada satu pun perubahan pada raut wajahnya.

Kedua kesatria kemudian menggiring Ash keluar dari aula.

Mereka melewati lorong-lorong istana yang semakin lama semakin sepi. Cahaya matahari yang semula masuk melalui jendela perlahan menghilang, berganti dengan obor-obor yang menerangi jalan menuju bagian bawah tanah istana.

Ash mulai merasakan firasat buruk. "Ke mana kalian membawaku?" tanyanya.

Tak seorang pun menjawab.

Langkah mereka akhirnya berhenti di depan sebuah pintu besi yang tebal.

Salah seorang kesatria mendorong pintu itu hingga terbuka.

Ruangan di baliknya sederhana dan dingin. Dinding batu yang lembap membuat udara terasa berat.

Beberapa saat kemudian, Raja Astoria, Sang Ratu, dan ketiga pangeran memasuki ruangan itu.

Pintu besi kembali ditutup dari luar.

Ash memandang mereka satu per satu. "Kenapa...?" tanyanya ragu.

Raja berdiri tepat di hadapan Ash. "Mulai hari ini," ujarnya dengan suara datar, "Ash van Astoria tidak lagi tercatat sebagai anggota keluarga kerajaan."

Ash membeku. "A- apa...?"

"Namamu akan dihapus dari silsilah keluarga. Hakmu sebagai pangeran dicabut. Dan seluruh catatan mengenai dirimu akan diperbarui sesuai keputusan kerajaan," jelas Sang Raja.

Ash menggeleng pelan. "Tidak... pasti ada kesalahan! Aku memang gagal mendapatkan Senjata Vassal. Tapi aku masih bisa belajar. Aku bisa membantu kerajaan dengan cara lain. Tolong... beri aku kesempatan."

Ratu menatapnya tanpa sedikit pun rasa iba. "Kesempatan itu sudah kami berikan selama tiga belas tahun dan kau gagal memanfaatkannya."

Ash memandang wanita yang selama ini ia panggil ibu.

"Ibu..." panggil Ash lirih.

"Jangan memanggilku seperti itu lagi," potong Sang Ratu dengan dingin. "Aku tidak ingin lagi mendengar sebutan itu darimu."

Ash merasakan tenggorokannya tercekat. Ia beralih kepada kakak-kakaknya, berharap setidaknya ada seseorang yang akan membelanya.

Namun Cedric hanya tersenyum tipis.

"Akhirnya hari ini tiba juga," katanya. "Mulai sekarang, tidak ada lagi yang akan menyamakan kami denganmu."

Kakak sulungnya mengangguk pelan. "Keberadaanmu hanya menjadi beban bagi keluarga ini."

Sementara kakak ketiganya menambahkan dengan nada sinis, "Kalau saja kau menerima kenyataanmu sejak awal, mungkin hari ini tidak akan terasa sememalukan ini."

Ash menundukkan kepala. Dadanya terasa sesak. Selama bertahun-tahun ia bertahan menghadapi ejekan mereka karena masih percaya bahwa, bagaimanapun juga, mereka tetap keluarganya.

Kini keyakinan itu hancur sepenuhnya.

Raja berbalik menuju pintu. "Sebelum fajar menyingsing, dia harus dibawa keluar dari wilayah istana. Pastikan dia tidak kembali."

"Baik, Yang Mulia," jawab kedua kesatria serempak.

Tanpa menoleh lagi, Raja, Ratu, dan ketiga pangeran meninggalkan ruangan itu.

Pintu besi kembali tertutup.

Suara langkah kaki mereka perlahan menghilang di balik lorong batu.

Ash tetap berdiri di tempatnya.

Tatapannya kosong, sementara keheningan ruang bawah tanah terasa jauh lebih menyakitkan daripada semua ejekan yang pernah ia dengar.

Untuk pertama kalinya, ia benar-benar memahami satu kenyataan.

Ia tidak lagi memiliki rumah untuk kembali.

Episodes
1 Terlahir Kembali Sebagai Pangeran
2 Pangeran Sampah
3 Upacara Vassal
4 Dibuang
5 Bangkit Dari Kematian
6 Guru Para Pahlawan
7 Ujian Bintang
8 Trial Of Crux: The Darkest Night
9 Musuh Dunia
10 Pertarungan Di Pagi Hari
11 Manusia Zaman Mana Yang Mau Makan Begituan?!
12 Sesuatu Yang Kenyal
13 Identitas Baru
14 Soal Arah Mah Aman
15 Goa
16 Markas Sementara
17 Berlatih Sedikit
18 Sepertinya Anda Benar-benar Lupa
19 Menjelajahi Goa
20 Dungeon?
21 Astral Energi
22 Jangan Bilang
23 Aku Tetap Tidak Setuju
24 Kita Masih Terjebak
25 Hehe
26 Rumor
27 Trial Of Columba: The Flood's End #1
28 Trial Of Columba: The Flood's End #2
29 Trial Of Columba: The Flood's End #3
30 A-aku Cuma Mau Periksa Suhu Tubuhmu!
31 Keluar Dari Jurang
32 Asap Hitam Yang Mengepul
33 Jangan-jangan... Itu Kamu?
34 Siapa Kau Sebenarnya?!
35 Bantuan Asing
36 Lycoris Noctis Valebryn
37 Sayap Kedamaian
38 Aku Bukan Malaikat!
39 Pagi Yang Terasa Berbeda
40 Kita Pergi Yaa~
41 Kembali Ke Dungeon
42 Perasaan Nostalgia
43 Konstelasi Kuno
44 Pecahan
45 Tolong Teleportasi Aku Ke Tempat Lain
46 Kurasa Itu Benar...
47 Ilustrasi Dan Status Karakter
48 Menuju Kota
49 Kereta Rusak
50 Tolong Jangan Diingat
51 Perjalanan Menuju Kota Agna
52 Sergapan
53 Goblin Champion
54 Gerbang Kota
55 Kota Agna
56 Mendaftar Sebagai Petualang
57 Menatap Langit Malam
58 Di Mataku Sama-sama Hijau
59 Cuma Ngumpulin Tanaman Herbal Aja Ngeluh
60 Kau Akan Membayar Berapapun, Kan?
61 Kenapa...?
62 Dejavu
63 Menuju Desa Raben
64 Jembatan
65 Oh... Lu Nantangin, Ya?!
66 Pokoknya Kita Harus Sampai Ke Sana!
67 Kalo Berani, Coba Saja Menyeberang
68 Trial Of Lepus: The Endless Hunt #1
69 Trial Of Lepus: The Endless Hunt #2
70 Trial Of Lepus: The Endless Hunt #3
71 Tertangkap Juga Kau!
72 Sampai Jumpa Lagi Kelinci Sialan!
73 Ketenangan Singkat Di Desa
74 Kembali Ke Kota Agna
75 Ah, Kalian!
76 Perjalanan Menuju Ibu Kota
77 Berkemah Di Bawah Langit Berbintang
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Terlahir Kembali Sebagai Pangeran
2
Pangeran Sampah
3
Upacara Vassal
4
Dibuang
5
Bangkit Dari Kematian
6
Guru Para Pahlawan
7
Ujian Bintang
8
Trial Of Crux: The Darkest Night
9
Musuh Dunia
10
Pertarungan Di Pagi Hari
11
Manusia Zaman Mana Yang Mau Makan Begituan?!
12
Sesuatu Yang Kenyal
13
Identitas Baru
14
Soal Arah Mah Aman
15
Goa
16
Markas Sementara
17
Berlatih Sedikit
18
Sepertinya Anda Benar-benar Lupa
19
Menjelajahi Goa
20
Dungeon?
21
Astral Energi
22
Jangan Bilang
23
Aku Tetap Tidak Setuju
24
Kita Masih Terjebak
25
Hehe
26
Rumor
27
Trial Of Columba: The Flood's End #1
28
Trial Of Columba: The Flood's End #2
29
Trial Of Columba: The Flood's End #3
30
A-aku Cuma Mau Periksa Suhu Tubuhmu!
31
Keluar Dari Jurang
32
Asap Hitam Yang Mengepul
33
Jangan-jangan... Itu Kamu?
34
Siapa Kau Sebenarnya?!
35
Bantuan Asing
36
Lycoris Noctis Valebryn
37
Sayap Kedamaian
38
Aku Bukan Malaikat!
39
Pagi Yang Terasa Berbeda
40
Kita Pergi Yaa~
41
Kembali Ke Dungeon
42
Perasaan Nostalgia
43
Konstelasi Kuno
44
Pecahan
45
Tolong Teleportasi Aku Ke Tempat Lain
46
Kurasa Itu Benar...
47
Ilustrasi Dan Status Karakter
48
Menuju Kota
49
Kereta Rusak
50
Tolong Jangan Diingat
51
Perjalanan Menuju Kota Agna
52
Sergapan
53
Goblin Champion
54
Gerbang Kota
55
Kota Agna
56
Mendaftar Sebagai Petualang
57
Menatap Langit Malam
58
Di Mataku Sama-sama Hijau
59
Cuma Ngumpulin Tanaman Herbal Aja Ngeluh
60
Kau Akan Membayar Berapapun, Kan?
61
Kenapa...?
62
Dejavu
63
Menuju Desa Raben
64
Jembatan
65
Oh... Lu Nantangin, Ya?!
66
Pokoknya Kita Harus Sampai Ke Sana!
67
Kalo Berani, Coba Saja Menyeberang
68
Trial Of Lepus: The Endless Hunt #1
69
Trial Of Lepus: The Endless Hunt #2
70
Trial Of Lepus: The Endless Hunt #3
71
Tertangkap Juga Kau!
72
Sampai Jumpa Lagi Kelinci Sialan!
73
Ketenangan Singkat Di Desa
74
Kembali Ke Kota Agna
75
Ah, Kalian!
76
Perjalanan Menuju Ibu Kota
77
Berkemah Di Bawah Langit Berbintang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!