Dikira Sampah Ternyata Pemegang Nasib Dunia

Dikira Sampah Ternyata Pemegang Nasib Dunia

Terlahir Kembali Sebagai Pangeran

"Apa kamu menyukai bintang?"

Kalimat itu sangat membekas dalam jiwa seorang pemuda yang tengah berbaring di atas atap gedung sekolah.

Ia masih mengingatnya. Sosok yang begitu ia sayangi. Orang yang selalu menemaninya saat malam hari sambil memandangi langit yang dipenuhi bintang, membacakan buku cerita ketika ia masih kecil, dan orang yang membuatnya jatuh cinta pada astronomi.

Ibunya.

Rasi bintang—sekumpulan bintang yang tampak berdekatan dan membentuk pola, konfigurasi, atau objek tertentu di langit malam jika ditarik dengan garis imajiner. Masing-masing memiliki bentuk dan kisah uniknya sendiri.

"Kalau ibu sangat suka dengan rasi bintang Cassiopeia."

Kalimat itu kembali terlintas, membangkitkan kenangan lama di dalam benaknya.

Hembusan angin hangat menerpa wajahnya. Rasa kantuk kembali menjalar, membuat matanya terasa berat. Dengan enggan, ia memaksakan diri untuk bangun dan berdiri, lalu meregangkan tubuhnya.

"Uuugghhh…"

"Hoaaamm…"

Ia menoleh ke sekeliling.

Tidak ada seorang pun.

Sepertinya ia sudah tertidur cukup lama, dan kelas telah dimulai.

Pemuda itu mulai melangkah menuju tangga turun, berniat pergi ke toilet untuk membasuh wajahnya. Langkahnya pelan, melewati satu demi satu anak tangga.

Namun... Karena kantuk yang belum sepenuhnya hilang, pijakannya meleset. Tubuhnya oleng. Untung saja, tangannya sempat meraih pagar tangga.

"Huft... hampir saja. Telat sedikit, aku bisa pindah ke isekai." Ia terkekeh kecil, lalu kembali melanjutkan langkahnya menuruni tangga.

Sesampainya di lorong sekolah, ia berjalan santai, seolah tak merasa bersalah karena membolos. Tujuannya sederhana, menuju kamar mandi untuk membasuh muka.

Entah sedang sial atau memang hanya kebetulan... Saat kakinya baru saja melangkah masuk—ada sebuah sabun batang tergeletak di lantai. Dan dengan sangat tepat, kakinya menginjaknya.

"Woaaah!"

Brak!

Benturan keras menghantam kepalanya.

Pandangannya mulai berkunang-kunang. Namun, di antara semua warna yang memudar, ada satu yang terlihat begitu jelas—merah. Warna darah yang mengalir dari kepalanya yang bocor akibat menghantam lantai dengan keras.

"Ini... tidak lucu..." gumamnya lirih.

Saat kesadarannya perlahan memudar, sebuah suara terdengar di telinganya.

"Apa kau menyukai bintang?"

Pemuda itu tersenyum tipis.

Lalu, dalam hatinya, ia menjawab, "Ya... aku sangat menyukainya."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah kesadarannya tenggelam bersama rasa dingin yang merambat di seluruh tubuh, ia sempat berpikir bahwa semuanya telah berakhir. Ia sudah tidak bisa merasakan rasa sakit dan mendengar suara dari sekitar. Ia merasa sedang berada di sebuah ruangan gelap yang hampa.

Entah berapa lama ia berada di sana. Ia bahkan tidak bisa memastikan apakah dirinya masih berpikir, atau hanya sebuah kesadaran yang tersisa tanpa bentuk.

Namun perlahan, sesuatu mulai berubah.

Suara-suara asing mulai terdengar samar, seperti datang dari tempat yang sangat jauh. Hangat mulai menggantikan dingin yang sebelumnya menyelimutinya. Lalu, perlahan-lahan, cahaya mulai masuk.

Ketika ia membuka mata untuk pertama kalinya, dunia yang dilihatnya terasa kabur. Ada wajah-wajah yang tidak dikenalnya. Suara-suara yang tidak dipahaminya. Dan tangan-tangan besar yang mengangkat tubuhnya yang terasa begitu kecil.

Ia ingin berbicara, tetapi yang keluar hanya tangisan. Saat itu, ia belum mengerti. Ia belum tahu bahwa dirinya telah lahir kembali.

Waktu terus berjalan.

Hari-hari berganti menjadi bulan, lalu tahun. Tanpa menyadarinya, ia tumbuh sebagai seorang anak di lingkungan yang sama sekali berbeda dari kehidupan sebelumnya.

Namanya sekarang adalah Ash van Astoria.

Ia adalah pangeran keempat dari Kerajaan Astoria, sebuah kerajaan besar yang berdiri megah dengan sejarah panjang dan keluarga kerajaan yang dihormati oleh rakyatnya.

Sejak kecil, Ash tumbuh dikelilingi kemewahan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Kamarnya begitu luas hingga terasa seperti rumah kecil tersendiri. Jendela-jendelanya tinggi, memperlihatkan taman istana yang selalu terawat rapi, dan setiap malam ia bisa melihat langit dengan jelas dari sana.

Meskipun begitu, ada sesuatu dalam dirinya yang selalu merasa kosong.

Ia tidak tahu alasannya.

Kadang-kadang, saat menatap bintang terlalu lama, dadanya terasa sesak oleh perasaan aneh yang sulit dijelaskan. Seolah ada sesuatu yang penting yang telah hilang, namun tak mampu ia ingat.

Ash memiliki penampilan yang cukup berbeda dibandingkan saudara-saudaranya.

Rambutnya berwarna hitam kebiruan, gelap namun memantulkan warna lembut ketika terkena cahaya, dengan beberapa helai putih yang menyebar tidak beraturan di antara rambutnya. Banyak pelayan istana mengatakan bahwa rambut itu membuatnya tampak seperti langit malam yang tersapu cahaya bintang.

Matanya pun memiliki warna yang serupa—hitam kebiruan, tenang dan dalam, seperti langit malam yang tak berujung.

Meski usianya baru tujuh tahun, Ash dikenal sebagai anak yang pendiam dan lebih suka menghabiskan waktu sendiri. Ia senang membaca di perpustakaan kecil dalam istana, berjalan-jalan di taman belakang, atau sekadar duduk diam di dekat jendela sambil menatap langit malam.

Pada malam ulang tahunnya yang ketujuh, seperti biasa, ia duduk sendiri di dekat jendela kamarnya.

Langit malam itu sangat cerah.

Bintang-bintang terlihat lebih banyak dari biasanya.

Tanpa alasan yang jelas, Ash terus menatap salah satu gugusan bintang di langit, merasa ada sesuatu yang menarik pikirannya ke sana.

Lalu tiba-tiba, kepalanya terasa nyeri.

Rasa sakit itu datang begitu mendadak hingga membuatnya memegang sisi tempat tidur untuk menjaga keseimbangan.

Bayangan-bayangan aneh mulai bermunculan di benaknya.

Sebuah atap sekolah.

Langit malam.

Suara seorang wanita yang terdengar lembut.

"Apa kamu menyukai bintang?"

Ash menutup kepalanya dengan kedua tangan. Napasnya menjadi tidak teratur. Gambar-gambar lain mulai bermunculan, hal itu membuat dirinya mengingat sesuatu.

Di antara gambar-gambar itu ada satu yang paling ia ingat, suara dirinya sendiri yang menjawab dalam hati.

"Ya... aku sangat menyukainya."

Ia terjatuh berlutut di lantai kamarnya. Butuh beberapa saat hingga rasa sakit itu perlahan mereda.

"..."

Napasnya masih berat dan tidak teratur. Tangannya gemetar ketika ia menatap telapak tangannya sendiri. Ia terkejut karena melihat ukurannya yang lebih kecil, lalu ia melihat pakaiannya, dan terakhir ia melihat pantulan dirinya di cermin.

Namun kenangan yang baru saja kembali terasa jauh lebih nyata dari apa pun. Ia perlahan memahami satu hal yang sulit dipercaya.

Sebelum menjadi Ash van Astoria... ia pernah hidup sebagai orang lain.

Sebagai seorang siswa SMA biasa yang mencintai bintang karena ibunya. Dan seseorang yang mati karena kecelakaan yang bahkan terasa terlalu konyol untuk disebut tragis.

Ash menundukkan kepala sambil tertawa kecil, meski rasa bingung masih memenuhi pikirannya.

"Jadi... aku bereinkarnasi setelah mati konyol di kamar mandi?"

Tidak ada yang menjawab pertanyaannya. Hanya keheningan malam yang menemaninya.

Ia bangkit perlahan, lalu berjalan menuju jendela. Di balik kaca, langit malam tetap sama seperti yang diingatnya.

Bintang-bintang masih bersinar dengan tenang.

Untuk pertama kalinya setelah mengingat semuanya, ia merasa sedikit lega. Ash tersenyum kecil sambil mengangkat pandangannya.

"Aku tidak tahu kenapa aku bisa berada di sini," gumamnya pelan, "tapi kalau ini benar-benar kehidupan baruku... maka aku ingin menjalaninya dengan baik."

Malam terus berlalu, sementara seorang anak berusia tujuh tahun berdiri diam di depan jendelanya, mencoba menerima kenyataan bahwa dirinya kini adalah Ash van Astoria, pangeran keempat dari Kerajaan Astoria.

Dan tanpa ia sadari, kehidupan barunya baru saja benar-benar dimulai.

Terpopuler

Comments

Blueria

Blueria

Dari nama Ophiuchus di sinopsis, keinget Return The Disaster Class Hero. Lupa nama mc-nya karena udah lama gak baca manhwanya.

2026-08-09

2

Mr. Wilhelm

Mr. Wilhelm

Sang Sepuh is Back! /Determined/

2026-08-05

1

Deutsch

Deutsch

keren lanjut

2026-08-09

0

lihat semua
Episodes
1 Terlahir Kembali Sebagai Pangeran
2 Pangeran Sampah
3 Upacara Vassal
4 Dibuang
5 Bangkit Dari Kematian
6 Guru Para Pahlawan
7 Ujian Bintang
8 Trial Of Crux: The Darkest Night
9 Musuh Dunia
10 Pertarungan Di Pagi Hari
11 Manusia Zaman Mana Yang Mau Makan Begituan?!
12 Sesuatu Yang Kenyal
13 Identitas Baru
14 Soal Arah Mah Aman
15 Goa
16 Markas Sementara
17 Berlatih Sedikit
18 Sepertinya Anda Benar-benar Lupa
19 Menjelajahi Goa
20 Dungeon?
21 Astral Energi
22 Jangan Bilang
23 Aku Tetap Tidak Setuju
24 Kita Masih Terjebak
25 Hehe
26 Rumor
27 Trial Of Columba: The Flood's End #1
28 Trial Of Columba: The Flood's End #2
29 Trial Of Columba: The Flood's End #3
30 A-aku Cuma Mau Periksa Suhu Tubuhmu!
31 Keluar Dari Jurang
32 Asap Hitam Yang Mengepul
33 Jangan-jangan... Itu Kamu?
34 Siapa Kau Sebenarnya?!
35 Bantuan Asing
36 Lycoris Noctis Valebryn
37 Sayap Kedamaian
38 Aku Bukan Malaikat!
39 Pagi Yang Terasa Berbeda
40 Kita Pergi Yaa~
41 Kembali Ke Dungeon
42 Perasaan Nostalgia
43 Konstelasi Kuno
44 Pecahan
45 Tolong Teleportasi Aku Ke Tempat Lain
46 Kurasa Itu Benar...
47 Ilustrasi Dan Status Karakter
48 Menuju Kota
49 Kereta Rusak
50 Tolong Jangan Diingat
51 Perjalanan Menuju Kota Agna
52 Sergapan
53 Goblin Champion
54 Gerbang Kota
55 Kota Agna
56 Mendaftar Sebagai Petualang
57 Menatap Langit Malam
58 Di Mataku Sama-sama Hijau
59 Cuma Ngumpulin Tanaman Herbal Aja Ngeluh
60 Kau Akan Membayar Berapapun, Kan?
61 Kenapa...?
62 Dejavu
63 Menuju Desa Raben
64 Jembatan
65 Oh... Lu Nantangin, Ya?!
66 Pokoknya Kita Harus Sampai Ke Sana!
67 Kalo Berani, Coba Saja Menyeberang
68 Trial Of Lepus: The Endless Hunt #1
69 Trial Of Lepus: The Endless Hunt #2
70 Trial Of Lepus: The Endless Hunt #3
71 Tertangkap Juga Kau!
72 Sampai Jumpa Lagi Kelinci Sialan!
73 Ketenangan Singkat Di Desa
74 Kembali Ke Kota Agna
75 Ah, Kalian!
76 Perjalanan Menuju Ibu Kota
77 Berkemah Di Bawah Langit Berbintang
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Terlahir Kembali Sebagai Pangeran
2
Pangeran Sampah
3
Upacara Vassal
4
Dibuang
5
Bangkit Dari Kematian
6
Guru Para Pahlawan
7
Ujian Bintang
8
Trial Of Crux: The Darkest Night
9
Musuh Dunia
10
Pertarungan Di Pagi Hari
11
Manusia Zaman Mana Yang Mau Makan Begituan?!
12
Sesuatu Yang Kenyal
13
Identitas Baru
14
Soal Arah Mah Aman
15
Goa
16
Markas Sementara
17
Berlatih Sedikit
18
Sepertinya Anda Benar-benar Lupa
19
Menjelajahi Goa
20
Dungeon?
21
Astral Energi
22
Jangan Bilang
23
Aku Tetap Tidak Setuju
24
Kita Masih Terjebak
25
Hehe
26
Rumor
27
Trial Of Columba: The Flood's End #1
28
Trial Of Columba: The Flood's End #2
29
Trial Of Columba: The Flood's End #3
30
A-aku Cuma Mau Periksa Suhu Tubuhmu!
31
Keluar Dari Jurang
32
Asap Hitam Yang Mengepul
33
Jangan-jangan... Itu Kamu?
34
Siapa Kau Sebenarnya?!
35
Bantuan Asing
36
Lycoris Noctis Valebryn
37
Sayap Kedamaian
38
Aku Bukan Malaikat!
39
Pagi Yang Terasa Berbeda
40
Kita Pergi Yaa~
41
Kembali Ke Dungeon
42
Perasaan Nostalgia
43
Konstelasi Kuno
44
Pecahan
45
Tolong Teleportasi Aku Ke Tempat Lain
46
Kurasa Itu Benar...
47
Ilustrasi Dan Status Karakter
48
Menuju Kota
49
Kereta Rusak
50
Tolong Jangan Diingat
51
Perjalanan Menuju Kota Agna
52
Sergapan
53
Goblin Champion
54
Gerbang Kota
55
Kota Agna
56
Mendaftar Sebagai Petualang
57
Menatap Langit Malam
58
Di Mataku Sama-sama Hijau
59
Cuma Ngumpulin Tanaman Herbal Aja Ngeluh
60
Kau Akan Membayar Berapapun, Kan?
61
Kenapa...?
62
Dejavu
63
Menuju Desa Raben
64
Jembatan
65
Oh... Lu Nantangin, Ya?!
66
Pokoknya Kita Harus Sampai Ke Sana!
67
Kalo Berani, Coba Saja Menyeberang
68
Trial Of Lepus: The Endless Hunt #1
69
Trial Of Lepus: The Endless Hunt #2
70
Trial Of Lepus: The Endless Hunt #3
71
Tertangkap Juga Kau!
72
Sampai Jumpa Lagi Kelinci Sialan!
73
Ketenangan Singkat Di Desa
74
Kembali Ke Kota Agna
75
Ah, Kalian!
76
Perjalanan Menuju Ibu Kota
77
Berkemah Di Bawah Langit Berbintang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!