EPISODE 2: Bayang-Bayang Masa Lalu

...HALO SAHABAT SEMUA KALAU BACA NOVEL AKU INI JANGAN LUPA LIKE YA GUYS, COMENT JUGA GUYS,BANTU AKU YA GUYS SUPAYA NOVEL INI BISA TERPILIH DALAM 80 BAB TERBAIK,CARANYA DENGAN LIKE DAN JANGAN LUPA VOTE. TERIMAKASIH ...

...SELAMAT MEMBACA ...

Pagi harinya di kantor, Aldi duduk di ruang kerjanya yang bernuansa minimalis. Sebagai Manajer Keuangan di PT Nusantara Mandiri—salah satu anak perusahaan dari konglomerasi raksasa Pratama Group—Aldi selalu dikenal sebagai atasan yang berdedikasi dan ramah. Jam kerja baru saja dimulai ketika pintu ruangannya diketuk pelan.

"Mas Aldi," panggil Kirana yang melangkah masuk membawa beberapa berkas. Kirana bekerja di divisi administrasi di perusahaan yang sama, tempat di mana mereka pertama kali bertemu dan saling jatuh cinta sebelum akhirnya memutuskan menikah.

Aldi mendongak dan tersenyum hangat. "Hei, sayang. Ada berkas yang harus ditandatangani?"

Kirana berjalan mendekat, meletakkan dokumen tersebut di meja Aldi, namun wajahnya tampak cemas. Dia duduk di kursi di hadapan suaminya. "Mas... soal yang semalam di meja makan, aku bener-bener minta maaf ya. Mama dan Riko keterlaluan banget. Aku ngerasa gak enak sama kamu."

Aldi terkekeh pelan, meraih tangan Kirana dan mengusap

punggung tangannya dengan ibu jari. "Kirana, berapa kali Mas harus bilang? Aku menikahi kamu karena aku mencintai kamu. Keluarga kamu sekarang adalah keluarga aku juga. Selama aku masih mampu membiayai arisan Mama dan kuliah Riko, aku gak keberatan. Kamu jangan terlalu dipikirkan, ya? Nanti malah sakit."

"Tapi tetap saja, Mas. Gaji kamu sebagai manajer pasti terkuras habis untuk mereka. Kamu bahkan jarang banget beli baju baru atau barang untuk kesenangan kamu sendiri," kata Kirana dengan nada penuh penyesalan. Dia menatap suaminya dengan rasa bersalah yang mendalam.

Aldi hanya tersenyum misterius dalam hati. Jika saja Kirana tahu bahwa pakaian sederhana yang dia kenakan sehari-hari adalah pilihan pribadinya agar tidak mencolok, dan bahwa di akun bank khususnya tersemat angka sembilan digit dalam mata uang dolar yang siap dicairkan kapan saja, Kirana pasti tidak akan secemas ini. Namun, Aldi ingin dicintai karena dirinya sendiri, bukan karena takhta keluarganya.

"Mas gak butuh barang mewah, Kirana. Punya istri yang pengertian dan cantik kayak kamu aja sudah lebih dari cukup buat Mas," goda Aldi, membuat pipi Kirana merona merah.

Tiba-tiba, suasana hangat itu terganggu oleh ketukan keras di pintu. Soni, salah satu staf senior di divisi keuangan, melongokkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang tegang dan penuh kepanikan.

"Pak Aldi! Maaf mengganggu, tapi Anda harus segera ke aula utama sekarang juga," kata Soni setengah terengah-engah.

Aldi mengernyitkan dahi. "Ada apa, Son? Bukankah rapat mingguan baru dijadwalkan besok?"

"Bukan rapat mingguan, Pak. Ini mendadak sekali. Komisaris pusat baru saja mengirimkan memo. CEO lama kita yang sudah menjabat sepuluh tahun resmi pensiun dini per hari ini karena alasan kesehatan. Dan yang lebih mengejutkan, perusahaan kita telah diakuisisi secara penuh oleh investor baru, dan CEO penggantinya sudah tiba di lobi utama!" jelas Soni dengan nada bicara berondongan.

Kabar itu tentu saja mengejutkan. Struktur manajemen tingkat atas yang berubah secara mendadak biasanya membawa perubahan besar bagi iklim kerja perusahaan. Aldi melirik Kirana yang juga tampak terkejut.

"Baik, Soni. Saya dan Kirana akan segera ke sana," jawab Aldi tenang. Dia merapikan jas kerjanya, berdiri, dan berjalan berdampingan dengan Kirana menuju aula utama lantai tiga di mana seluruh karyawan sudah berkumpul membentuk barisan rapi.

Aula besar itu dipenuhi bisik-bisik tegang dari ratusan karyawan. Di barisan depan, para kepala divisi dan jajaran direksi sudah berdiri tegap menanti kedatangan sang pemimpin baru. Aldi mengambil posisi di barisan para manajer, sementara Kirana berdiri sedikit di belakangnya bersama staf administrasi lainnya.

Tak lama kemudian, pintu ganda aula terbuka lebar. Beberapa pengawal berbadan tegap membuka jalan, diikuti oleh jajaran komisaris pusat yang tampak membungkuk hormat pada seorang pria muda yang berjalan di tengah-tengah mereka.

Pria itu mengenakan setelan jas custom-made berwarna

abu-abu gelap yang sangat mahal, jam tangan mewah bermerek internasional berkilau di pergelangan tangannya, dan rambutnya tertata klimis rapi. Wajahnya tampan, namun memancarkan aura arogansi yang kental saat dia menatap rendah ke sekeliling ruangan.

Begitu pria itu melangkah lebih dekat ke podium, Aldi merasakan tubuh Kirana yang berdiri di dekatnya mendadak menegang. Aldi menoleh dan mendapati wajah istrinya seketika berubah pucat pasi, matanya membelalak tidak percaya dengan bibir yang sedikit bergetar.

"Kirana? Kamu kenapa?" bisik Aldi heran, menyentuh pundak istrinya yang mendadak dingin.

Kirana tidak menjawab. Pandangannya terkunci rapat pada pria di podium tersebut.

Pria di atas podium itu mengambil mikrofon, tersenyum penuh kemenangan yang terasa dingin, lalu mulai berbicara dengan nada suara yang berwibawa namun kentara menyombongkan diri.

"Selamat pagi semuanya. Perkenalkan, nama saya Rendy Wijaya. Mulai hari ini, saya adalah CEO baru kalian di PT Nusantara Mandiri. Saya berharap kalian semua bisa bekerja mengikuti standar tinggi yang saya tetapkan. Jika tidak, pintu keluar perusahaan ini selalu terbuka lebar untuk siapa saja."

Mendengar nama itu diucapkan, Aldi langsung memahami segalanya. Rendy Wijaya. Nama yang pernah beberapa kali didengarnya dari cerita masa lalu Kirana. Pria yang dulu meninggalkan Kirana demi mengejar karier dan kekayaan di luar negeri, cinta pertama istrinya yang kini kembali bukan lagi sebagai pria biasa, melainkan sebagai penguasa baru di tempat mereka bekerja.

Aldi melirik kembali ke arah Rendy di podium. Tepat pada saat itu, mata Rendy menyapu seluruh ruangan dan pandangannya berhenti tepat pada posisi Kirana berdiri.

Senyum di wajah Rendy semakin melebar—senyum penuh arti yang seolah mengumumkan bahwa dia kembali untuk mengambil apa yang pernah menjadi miliknya.

Episodes
1 EPISODE 1: Lembar Tagihan di Meja Makan
2 EPISODE 2: Bayang-Bayang Masa Lalu
3 EPISODE 3: Percikan Pertama
4 EPISODE 4: Bisikan Racun di Telinga Kirana
5 EPISODE 5: Tekanan di Ruang Rapat
6 EPISODE 6: Jarak yang Mulai Terbentang
7 EPISODE 7: Tamu Mewah di Halaman Rumah
8 EPISODE 8: Kepulangan yang Dingin
9 EPISODE 9: Retakan yang Mulai Membesar
10 EPISODE 10: Siasat Busuk sang CEO
11 EPISODE 11: Sidang Sebelah Pihak
12 EPISODE 12: Hancurnya Sisa Kehormatan
13 EPISODE 13: Jaring yang Mulai Menutup
14 EPISODE 14: Di Balik Tirai Panggung
15 EPISODE 15: Pidato sang Pendusta
16 EPISODE 16: Kedatangan Para Penguasa
17 EPISODE 17: Langkah Kaki di Kegelapan
18 EPISODE 18: Runtuhnya Panggung Sandiwara
19 EPISODE 19: Bayaran untuk Sebuah Keangkuhan
20 EPISODE 20: Realitas Pahit di Pagi Hari
21 EPISODE 21: Ketukan di Pintu yang Berbeda
22 EPISODE 22: Panggilan dari Meja Hukum
23 EPISODE 23: Batas Akhir Sebuah Tempat Tinggal
24 EPISODE 24: Menatap dari Balik Kaca Gelap
25 EPISODE 25: Tekanan di Toko Sembako
26 EPISODE 26: Jebakan di Malam Kelam
27 EPISODE 27: Kata Akhir sang Penguasa
28 EPISODE 28: Lembar Baru di Sudut Kota
29 EPISODE 29: Kemandirian dari Balik Kedai Kecil
30 EPISODE 30: Keringat dan Ketulusan
31 EPISODE 31: Pertemuan kembali selama dua tahun
32 EPISODE 32: Rahasia di Balik Ruang Kerja
33 EPISODE 33: Batas Rapuh Tubuh yang Lelah
34 EPISODE 34: Laporan Darurat di Tengah Malam
35 EPISODE 35: Kejujuran di Balik Tirai Hijau
36 EPISODE 36: Pengakuan yang Terlambat
37 EPISODE 37: Batas Dingin sang Penguasa
38 EPISODE 38: Keringat Murni di Gang Senggol
39 EPISODE 39: Ujian Waktu dan Laporan Rahasia
40 EPISODE 40: Kunjungan Singkat Di Penghujung Hari
41 EPISODE 41: Dialog Hati di Bawah Temaram Lampu
42 EPISODE 42 : Olivia Dan Rencana Perjodohan sang Matriark
43 EPISODE 43: Sindiran di Meja Perjamuan
44 EPISODE 44 Penolakan atas Nama Efisiensi Dan Tekanan sang Matriark
45 EPISODE 45 : Hari Pertama sang Penyusup
46 EPISODE 46: Siasat Telepon Manja
47 EPISODE 47: Kesalahan Fatal Olivia
48 EPISODE 48:Air Mata Buaya Olivia
49 EPISODE 49: Labrakan Pagi di Lantai Eksekutif
50 EPISODE 50: Tempat Bersandar Yang Teduh
51 EPISODE 51: Rencana Rahasia di Balik Layar
52 EPISODE 52: Ledakan Pengunduran Diri di Lantai Utama
53 EPISODE 53: Siasat Gelap di Balik Kemeja Penguasa
54 EPISODE 54: Kebencian yang Mengakar
55 EPISODE 55: Tangisan di Balik Jeruji Besi
56 EPISODE 56 : Jejak Gelap dan Amarah sang Penguasa
57 EPISODE 57: Panggilan dari London dan Runtuhnya Kesombongan
58 EPISODE 58: Pemulihan dan Hukum yang Adil
59 EPISODE 59: Gelombang Hasrat dan Kepasrahan Cinta
60 EPISODE 60: Interupsi dan Persembunyian di Bawah Meja
61 EPISODE 61: Tangisan Kesadaran di Puncak Kerajaan
62 EPISODE 62: Kebahagiaan Baru di Lembaran Yang Suci
63 EPISODE 63: Percakapan di Dalam Mobil dan Kunjungan Kirana
64 EPISODE 64: Pengampunan dan Janji Masa Depan
65 EPISODE 65:Sikap manja
66 EPISODE 66: Ngidam Aneh sang Ratu dan Pria yang Terbucin
67 EPISODE 67: Kembalinya Bayangan Dendam
68 EPISODE 68 : Siksaan Kekejaman dan Tong Kaca
69 EPISODE 69: Strategi Penguasa dan Jebakan di Gudang Tua
70 EPISODE 70 : Sisi Sadis Edi dan Keselamatan Kirana
71 EPISODE 71: Balasan Keburukan dan Kelahiran Ezra
72 EPISODE 72: Bisikan Malam di Kamar Rawat dan Keputusan Tak Terduga
73 EPISODE 73: Penolakan Sang Matriark dan Perjalanan Menuju Rumah Baru
Episodes

Updated 73 Episodes

1
EPISODE 1: Lembar Tagihan di Meja Makan
2
EPISODE 2: Bayang-Bayang Masa Lalu
3
EPISODE 3: Percikan Pertama
4
EPISODE 4: Bisikan Racun di Telinga Kirana
5
EPISODE 5: Tekanan di Ruang Rapat
6
EPISODE 6: Jarak yang Mulai Terbentang
7
EPISODE 7: Tamu Mewah di Halaman Rumah
8
EPISODE 8: Kepulangan yang Dingin
9
EPISODE 9: Retakan yang Mulai Membesar
10
EPISODE 10: Siasat Busuk sang CEO
11
EPISODE 11: Sidang Sebelah Pihak
12
EPISODE 12: Hancurnya Sisa Kehormatan
13
EPISODE 13: Jaring yang Mulai Menutup
14
EPISODE 14: Di Balik Tirai Panggung
15
EPISODE 15: Pidato sang Pendusta
16
EPISODE 16: Kedatangan Para Penguasa
17
EPISODE 17: Langkah Kaki di Kegelapan
18
EPISODE 18: Runtuhnya Panggung Sandiwara
19
EPISODE 19: Bayaran untuk Sebuah Keangkuhan
20
EPISODE 20: Realitas Pahit di Pagi Hari
21
EPISODE 21: Ketukan di Pintu yang Berbeda
22
EPISODE 22: Panggilan dari Meja Hukum
23
EPISODE 23: Batas Akhir Sebuah Tempat Tinggal
24
EPISODE 24: Menatap dari Balik Kaca Gelap
25
EPISODE 25: Tekanan di Toko Sembako
26
EPISODE 26: Jebakan di Malam Kelam
27
EPISODE 27: Kata Akhir sang Penguasa
28
EPISODE 28: Lembar Baru di Sudut Kota
29
EPISODE 29: Kemandirian dari Balik Kedai Kecil
30
EPISODE 30: Keringat dan Ketulusan
31
EPISODE 31: Pertemuan kembali selama dua tahun
32
EPISODE 32: Rahasia di Balik Ruang Kerja
33
EPISODE 33: Batas Rapuh Tubuh yang Lelah
34
EPISODE 34: Laporan Darurat di Tengah Malam
35
EPISODE 35: Kejujuran di Balik Tirai Hijau
36
EPISODE 36: Pengakuan yang Terlambat
37
EPISODE 37: Batas Dingin sang Penguasa
38
EPISODE 38: Keringat Murni di Gang Senggol
39
EPISODE 39: Ujian Waktu dan Laporan Rahasia
40
EPISODE 40: Kunjungan Singkat Di Penghujung Hari
41
EPISODE 41: Dialog Hati di Bawah Temaram Lampu
42
EPISODE 42 : Olivia Dan Rencana Perjodohan sang Matriark
43
EPISODE 43: Sindiran di Meja Perjamuan
44
EPISODE 44 Penolakan atas Nama Efisiensi Dan Tekanan sang Matriark
45
EPISODE 45 : Hari Pertama sang Penyusup
46
EPISODE 46: Siasat Telepon Manja
47
EPISODE 47: Kesalahan Fatal Olivia
48
EPISODE 48:Air Mata Buaya Olivia
49
EPISODE 49: Labrakan Pagi di Lantai Eksekutif
50
EPISODE 50: Tempat Bersandar Yang Teduh
51
EPISODE 51: Rencana Rahasia di Balik Layar
52
EPISODE 52: Ledakan Pengunduran Diri di Lantai Utama
53
EPISODE 53: Siasat Gelap di Balik Kemeja Penguasa
54
EPISODE 54: Kebencian yang Mengakar
55
EPISODE 55: Tangisan di Balik Jeruji Besi
56
EPISODE 56 : Jejak Gelap dan Amarah sang Penguasa
57
EPISODE 57: Panggilan dari London dan Runtuhnya Kesombongan
58
EPISODE 58: Pemulihan dan Hukum yang Adil
59
EPISODE 59: Gelombang Hasrat dan Kepasrahan Cinta
60
EPISODE 60: Interupsi dan Persembunyian di Bawah Meja
61
EPISODE 61: Tangisan Kesadaran di Puncak Kerajaan
62
EPISODE 62: Kebahagiaan Baru di Lembaran Yang Suci
63
EPISODE 63: Percakapan di Dalam Mobil dan Kunjungan Kirana
64
EPISODE 64: Pengampunan dan Janji Masa Depan
65
EPISODE 65:Sikap manja
66
EPISODE 66: Ngidam Aneh sang Ratu dan Pria yang Terbucin
67
EPISODE 67: Kembalinya Bayangan Dendam
68
EPISODE 68 : Siksaan Kekejaman dan Tong Kaca
69
EPISODE 69: Strategi Penguasa dan Jebakan di Gudang Tua
70
EPISODE 70 : Sisi Sadis Edi dan Keselamatan Kirana
71
EPISODE 71: Balasan Keburukan dan Kelahiran Ezra
72
EPISODE 72: Bisikan Malam di Kamar Rawat dan Keputusan Tak Terduga
73
EPISODE 73: Penolakan Sang Matriark dan Perjalanan Menuju Rumah Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!