EPISODE 5: Tekanan di Ruang Rapat

Hari berikutnya di kantor PT Nusantara Mandiri berjalan dengan tensi yang jauh lebih tinggi. Pukul sembilan pagi, seluruh jajaran manajer dipanggil ke ruang rapat utama untuk memaparkan laporan keuangan kuartal ketiga langsung di hadapan Rendy Wijaya.

Suasana di dalam ruang rapat terasa dingin berkat embusan AC dan tatapan tajam Rendy yang duduk di ujung meja oval besar. Pria itu tampak angkuh dengan pulpen berlogo merek mewah yang diputar-putar di jemarinya.

"Jadi, ini saja laporan yang bisa kalian serahkan pada saya?" suara Rendy memecah keheningan, melemparkan berkas tebal ke tengah meja hingga menimbulkan suara debuman yang mengejutkan beberapa manajer. "PT Nusantara Mandiri adalah anak perusahaan dari Pratama Group yang sangat besar. Tapi melihat grafik efisiensi biaya di divisi keuangan, saya rasa manajer kalian bekerja dengan sangat amatir."

Mata Rendy tertuju lurus pada Aldi yang duduk di barisan tengah. Ada kilat kepuasan di mata sang CEO baru saat melihat kesempatannya untuk menjatuhkan Aldi di depan umum akhirnya tiba.

"Manajer Keuangan, Aldi Pratama," panggil Rendy dengan nada meremehkan. "Bisa kamu jelaskan kenapa alokasi dana darurat untuk operasional gudang bulan lalu dipotong sebanyak lima belas persen? Apa kamu sengaja ingin membuat performa perusahaan ini mandek di bawah kepemimpinan saya?"

Aldi berdiri dengan tenang, merapikan kancing jasnya sebelum berbicara. Sikapnya yang terlampau tenang justru membuat Rendy merasa kesal.

"Mohon maaf, Pak Rendy," jawab Aldi dengan suara yang jernih dan tegas. "Pemotongan lima belas persen itu bukan pelemahan, melainkan optimalisasi. Berdasarkan data audit independen tiga bulan lalu, terjadi kebocoran dana pada biaya perawatan alat berat di gudang timur akibat vendor yang tidak kompeten. Saya memutus kontrak vendor lama dan menggantinya dengan vendor resmi yang memiliki harga dua puluh persen lebih murah namun dengan kualitas yang sama.

Tindakan ini justru menghemat kas perusahaan sebesar seratus lima puluh juta rupiah per bulan."

Beberapa manajer di ruangan itu tampak mengangguk-angguk setuju dengan penjelasan Aldi yang sangat logis dan berbasis data. Namun, Rendy justru merasa terpojok karena argumennya dipatahkan dengan mudah. Wajah sang CEO sedikit mengeras.

"Saya tidak peduli dengan alasan penghematan receh seperti itu, Manajer Aldi!" potong Rendy sambil menggebrak meja, suaranya meninggi demi mengembalikan otoritasnya. "Yang saya inginkan adalah hasil yang instan dan masif! Di bawah kepemimpinan saya, tidak ada tempat untuk argumen-argumen kuno seperti ini. Mulai besok, saya minta kamu merombak seluruh sistem laporan keuangan ini. Jika dalam tiga hari kamu tidak bisa memberikan proyeksi keuntungan yang menaikkan saham kita, saya sendiri yang akan mengevaluasi posisi kamu di perusahaan ini. Mengerti?!"

"Baik, Pak Rendy. Laporan baru akan selesai dalam tiga hari," jawab Aldi tanpa perubahan ekspresi sedikit pun. Dia kembali duduk dengan tenang.

Rendy mendengus sinis. "Rapat selesai. Semuanya kembali bekerja. Dan untuk kamu, Aldi... pastikan kamu tidak membawa masalah finansial rumah tanggamu yang kabarnya seret itu ke dalam pekerjaan profesional di kantor saya."

Sindiran pribadi di akhir kalimat Rendy membuat suasana ruang rapat mendadak canggung. Aldi hanya tersenyum tipis dalam hati. Dia tahu betul bahwa seluruh sistem keuangan yang sedang dikritik habis-habisan oleh Rendy adalah sistem standar global yang dirancang oleh dirinya sendiri bersama para petinggi Pratama Group pusat dua tahun lalu. Rendy, dengan segala keangkuhannya, sebenarnya sedang mengkritik pemilik asli dari tempatnya bekerja.

Episodes
1 EPISODE 1: Lembar Tagihan di Meja Makan
2 EPISODE 2: Bayang-Bayang Masa Lalu
3 EPISODE 3: Percikan Pertama
4 EPISODE 4: Bisikan Racun di Telinga Kirana
5 EPISODE 5: Tekanan di Ruang Rapat
6 EPISODE 6: Jarak yang Mulai Terbentang
7 EPISODE 7: Tamu Mewah di Halaman Rumah
8 EPISODE 8: Kepulangan yang Dingin
9 EPISODE 9: Retakan yang Mulai Membesar
10 EPISODE 10: Siasat Busuk sang CEO
11 EPISODE 11: Sidang Sebelah Pihak
12 EPISODE 12: Hancurnya Sisa Kehormatan
13 EPISODE 13: Jaring yang Mulai Menutup
14 EPISODE 14: Di Balik Tirai Panggung
15 EPISODE 15: Pidato sang Pendusta
16 EPISODE 16: Kedatangan Para Penguasa
17 EPISODE 17: Langkah Kaki di Kegelapan
18 EPISODE 18: Runtuhnya Panggung Sandiwara
19 EPISODE 19: Bayaran untuk Sebuah Keangkuhan
20 EPISODE 20: Realitas Pahit di Pagi Hari
21 EPISODE 21: Ketukan di Pintu yang Berbeda
22 EPISODE 22: Panggilan dari Meja Hukum
23 EPISODE 23: Batas Akhir Sebuah Tempat Tinggal
24 EPISODE 24: Menatap dari Balik Kaca Gelap
25 EPISODE 25: Tekanan di Toko Sembako
26 EPISODE 26: Jebakan di Malam Kelam
27 EPISODE 27: Kata Akhir sang Penguasa
28 EPISODE 28: Lembar Baru di Sudut Kota
29 EPISODE 29: Kemandirian dari Balik Kedai Kecil
30 EPISODE 30: Keringat dan Ketulusan
31 EPISODE 31: Pertemuan kembali selama dua tahun
32 EPISODE 32: Rahasia di Balik Ruang Kerja
33 EPISODE 33: Batas Rapuh Tubuh yang Lelah
34 EPISODE 34: Laporan Darurat di Tengah Malam
35 EPISODE 35: Kejujuran di Balik Tirai Hijau
36 EPISODE 36: Pengakuan yang Terlambat
37 EPISODE 37: Batas Dingin sang Penguasa
38 EPISODE 38: Keringat Murni di Gang Senggol
39 EPISODE 39: Ujian Waktu dan Laporan Rahasia
40 EPISODE 40: Kunjungan Singkat Di Penghujung Hari
41 EPISODE 41: Dialog Hati di Bawah Temaram Lampu
42 EPISODE 42 : Olivia Dan Rencana Perjodohan sang Matriark
43 EPISODE 43: Sindiran di Meja Perjamuan
44 EPISODE 44 Penolakan atas Nama Efisiensi Dan Tekanan sang Matriark
45 EPISODE 45 : Hari Pertama sang Penyusup
46 EPISODE 46: Siasat Telepon Manja
47 EPISODE 47: Kesalahan Fatal Olivia
48 EPISODE 48:Air Mata Buaya Olivia
49 EPISODE 49: Labrakan Pagi di Lantai Eksekutif
50 EPISODE 50: Tempat Bersandar Yang Teduh
51 EPISODE 51: Rencana Rahasia di Balik Layar
52 EPISODE 52: Ledakan Pengunduran Diri di Lantai Utama
53 EPISODE 53: Siasat Gelap di Balik Kemeja Penguasa
54 EPISODE 54: Kebencian yang Mengakar
55 EPISODE 55: Tangisan di Balik Jeruji Besi
56 EPISODE 56 : Jejak Gelap dan Amarah sang Penguasa
57 EPISODE 57: Panggilan dari London dan Runtuhnya Kesombongan
58 EPISODE 58: Pemulihan dan Hukum yang Adil
59 EPISODE 59: Gelombang Hasrat dan Kepasrahan Cinta
60 EPISODE 60: Interupsi dan Persembunyian di Bawah Meja
61 EPISODE 61: Tangisan Kesadaran di Puncak Kerajaan
62 EPISODE 62: Kebahagiaan Baru di Lembaran Yang Suci
63 EPISODE 63: Percakapan di Dalam Mobil dan Kunjungan Kirana
64 EPISODE 64: Pengampunan dan Janji Masa Depan
65 EPISODE 65:Sikap manja
66 EPISODE 66: Ngidam Aneh sang Ratu dan Pria yang Terbucin
67 EPISODE 67: Kembalinya Bayangan Dendam
68 EPISODE 68 : Siksaan Kekejaman dan Tong Kaca
69 EPISODE 69: Strategi Penguasa dan Jebakan di Gudang Tua
70 EPISODE 70 : Sisi Sadis Edi dan Keselamatan Kirana
71 EPISODE 71: Balasan Keburukan dan Kelahiran Ezra
72 EPISODE 72: Bisikan Malam di Kamar Rawat dan Keputusan Tak Terduga
73 EPISODE 73: Penolakan Sang Matriark dan Perjalanan Menuju Rumah Baru
Episodes

Updated 73 Episodes

1
EPISODE 1: Lembar Tagihan di Meja Makan
2
EPISODE 2: Bayang-Bayang Masa Lalu
3
EPISODE 3: Percikan Pertama
4
EPISODE 4: Bisikan Racun di Telinga Kirana
5
EPISODE 5: Tekanan di Ruang Rapat
6
EPISODE 6: Jarak yang Mulai Terbentang
7
EPISODE 7: Tamu Mewah di Halaman Rumah
8
EPISODE 8: Kepulangan yang Dingin
9
EPISODE 9: Retakan yang Mulai Membesar
10
EPISODE 10: Siasat Busuk sang CEO
11
EPISODE 11: Sidang Sebelah Pihak
12
EPISODE 12: Hancurnya Sisa Kehormatan
13
EPISODE 13: Jaring yang Mulai Menutup
14
EPISODE 14: Di Balik Tirai Panggung
15
EPISODE 15: Pidato sang Pendusta
16
EPISODE 16: Kedatangan Para Penguasa
17
EPISODE 17: Langkah Kaki di Kegelapan
18
EPISODE 18: Runtuhnya Panggung Sandiwara
19
EPISODE 19: Bayaran untuk Sebuah Keangkuhan
20
EPISODE 20: Realitas Pahit di Pagi Hari
21
EPISODE 21: Ketukan di Pintu yang Berbeda
22
EPISODE 22: Panggilan dari Meja Hukum
23
EPISODE 23: Batas Akhir Sebuah Tempat Tinggal
24
EPISODE 24: Menatap dari Balik Kaca Gelap
25
EPISODE 25: Tekanan di Toko Sembako
26
EPISODE 26: Jebakan di Malam Kelam
27
EPISODE 27: Kata Akhir sang Penguasa
28
EPISODE 28: Lembar Baru di Sudut Kota
29
EPISODE 29: Kemandirian dari Balik Kedai Kecil
30
EPISODE 30: Keringat dan Ketulusan
31
EPISODE 31: Pertemuan kembali selama dua tahun
32
EPISODE 32: Rahasia di Balik Ruang Kerja
33
EPISODE 33: Batas Rapuh Tubuh yang Lelah
34
EPISODE 34: Laporan Darurat di Tengah Malam
35
EPISODE 35: Kejujuran di Balik Tirai Hijau
36
EPISODE 36: Pengakuan yang Terlambat
37
EPISODE 37: Batas Dingin sang Penguasa
38
EPISODE 38: Keringat Murni di Gang Senggol
39
EPISODE 39: Ujian Waktu dan Laporan Rahasia
40
EPISODE 40: Kunjungan Singkat Di Penghujung Hari
41
EPISODE 41: Dialog Hati di Bawah Temaram Lampu
42
EPISODE 42 : Olivia Dan Rencana Perjodohan sang Matriark
43
EPISODE 43: Sindiran di Meja Perjamuan
44
EPISODE 44 Penolakan atas Nama Efisiensi Dan Tekanan sang Matriark
45
EPISODE 45 : Hari Pertama sang Penyusup
46
EPISODE 46: Siasat Telepon Manja
47
EPISODE 47: Kesalahan Fatal Olivia
48
EPISODE 48:Air Mata Buaya Olivia
49
EPISODE 49: Labrakan Pagi di Lantai Eksekutif
50
EPISODE 50: Tempat Bersandar Yang Teduh
51
EPISODE 51: Rencana Rahasia di Balik Layar
52
EPISODE 52: Ledakan Pengunduran Diri di Lantai Utama
53
EPISODE 53: Siasat Gelap di Balik Kemeja Penguasa
54
EPISODE 54: Kebencian yang Mengakar
55
EPISODE 55: Tangisan di Balik Jeruji Besi
56
EPISODE 56 : Jejak Gelap dan Amarah sang Penguasa
57
EPISODE 57: Panggilan dari London dan Runtuhnya Kesombongan
58
EPISODE 58: Pemulihan dan Hukum yang Adil
59
EPISODE 59: Gelombang Hasrat dan Kepasrahan Cinta
60
EPISODE 60: Interupsi dan Persembunyian di Bawah Meja
61
EPISODE 61: Tangisan Kesadaran di Puncak Kerajaan
62
EPISODE 62: Kebahagiaan Baru di Lembaran Yang Suci
63
EPISODE 63: Percakapan di Dalam Mobil dan Kunjungan Kirana
64
EPISODE 64: Pengampunan dan Janji Masa Depan
65
EPISODE 65:Sikap manja
66
EPISODE 66: Ngidam Aneh sang Ratu dan Pria yang Terbucin
67
EPISODE 67: Kembalinya Bayangan Dendam
68
EPISODE 68 : Siksaan Kekejaman dan Tong Kaca
69
EPISODE 69: Strategi Penguasa dan Jebakan di Gudang Tua
70
EPISODE 70 : Sisi Sadis Edi dan Keselamatan Kirana
71
EPISODE 71: Balasan Keburukan dan Kelahiran Ezra
72
EPISODE 72: Bisikan Malam di Kamar Rawat dan Keputusan Tak Terduga
73
EPISODE 73: Penolakan Sang Matriark dan Perjalanan Menuju Rumah Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!