EPISODE 4: Bisikan Racun di Telinga Kirana

Malam itu, suasana di meja makan rumah keluarga Kirana terasa jauh lebih mencekam dibanding biasanya. Berita tentang Rendy Wijaya yang diangkat menjadi CEO baru di PT Nusantara Mandiri ternyata menyebar lebih cepat daripada gosip miring di kompleks perumahan. Ibu Ratna duduk dengan punggung tegak, matanya berbinar-binar penuh ambisi yang tertahan, sementara Riko sibuk mengunyah makanan dengan sesekali melirik kakaknya.

"Kirana," buka Ibu Ratna, meletakkan sendoknya dengan dentangan yang sengaja dikeras-keraskan. "Mama gak salah dengar kan dari Jeng Susan sore tadi? Mantan pacar kamu si Rendy itu... sekarang jadi CEO di tempat kamu dan Aldi kerja?"

Kirana yang sedang menyendokkan sayur ke piring Aldi langsung terhenti. Wajahnya berubah agak tegang. Dia melirik Aldi, namun suaminya itu tetap tenang, seolah nama Rendy tak lebih dari sekadar angin lalu.

"Iya, Ma. Pak Rendy memang CEO baru yang ditunjuk dari pusat," jawab Kirana pelan, berusaha menjaga nadanya sedatar mungkin.

"Luar biasa!" Ibu Ratna menepuk tangannya sekali, wajahnya semringah tanpa memedulikan perasaan Aldi yang duduk tepat di hadapannya. "Dulu waktu dia pamit mau ke luar negeri, Mama sudah tahu anak itu punya masa depan cerah.

Ganteng, berwibawa, dan sekarang? Di usia semuda itu sudah jadi CEO! Itu baru namanya laki-laki idaman."

"Ma, tolong jaga perasaan Mas Aldi," potong Kirana dengan nada tertahan, melirik cemas ke arah suaminya. "Mas Aldi itu suami Kirana. Gak sopan Mama memuji laki-laki lain di depan menantu Mama sendiri."

Ibu Ratna mendengus kencang, melipat tangannya di dada sambil menyandarkan tubuh. "Lho, Mama kan cuma bicara fakta, Kirana. Kenapa harus tersinggung? Kalau Aldi merasa tersindir, ya harusnya itu jadi motivasi buat dia supaya kariernya naik. Jangan mau mentok jadi manajer biasa seumur hidup. Mau sampai kapan kalian mengandalkan gaji manajer untuk menghidupi rumah besar ini?"

"Tapi selama ini Mas Aldi yang penuhi semua kebutuhan kita, Ma!" bela Kirana, suaranya mulai bergetar karena menahan rasa dongkol. "Uang belanja, arisan Mama, kuliah Riko, semuanya dari Mas Aldi!"

"Halah, Kak," sahut Riko tiba-tiba ikut campur, memajukan wajahnya ke arah meja. "Uang kuliah Riko semester depan itu bakal naik karena ada program magang internasional. Belum lagi tempat les bahasa Inggris Riko yang di pusat kota itu minta biaya tambahan buat modul baru. Tadi siang Riko minta tambah ke Mas Aldi, tapi jawabannya apa? Katanya harus dicek dulu anggarannya. Kalau CEO-nya si Kak Rendy, pasti duit segitu mah langsung ditransfer tanpa mikir

dua kali!"

Aldi meletakkan garpunya dengan perlahan. Dia menatap Riko dengan pandangan yang tenang namun menghujam, membuat adik iparnya itu seketika menelan ludah.

"Riko, anggaran kuliah dan les kamu selalu Mas siapkan setiap awal bulan," ucap Aldi, suaranya rendah namun berwibawa. "Yang Mas maksud dengan 'dicek dulu' adalah kegunaan biaya tambahan tersebut. Mas tidak mau mengeluarkan uang untuk hal yang tidak transparan dari pihak kampusmu. Sebagai mahasiswa, kamu harusnya belajar mengelola keuangan dengan bijak, bukan cuma bisa menuntut."

"Sudah, sudah! Gak usah menceramahi anak saya, Aldi," potong Ibu Ratna dengan ketus. Dia kemudian menatap Kirana dengan pandangan intens. "Kirana, Mama ini orang tua, Mama sudah makan asam garam kehidupan. Laki-laki itu yang dilihat mapannya, jabatannya. Coba kamu pikir baik-baik, kalau dulu kamu ikut Rendy ke luar negeri, sekarang kamu sudah jadi istri seorang CEO. Gaya hidup kita gak bakal begini-begini aja. Kamu gak malu apa, besok-besok kalau ada acara kantor, istri CEO-nya tampil mewah, sedangkan kamu cuma gandeng manajer yang jasnya itu-itu aja?"

Kata-kata Ibu Ratna malam itu seperti jarum halus yang mulai menusuk ego Kirana. Meski Kirana mencintai Aldi, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, bisikan tentang "gengsi" dan "status sosial" mulai menumbuhkan benih keraguan yang samar. Kirana melirik suaminya, lalu menunduk dalam-dalam, mengabaikan sisa makanan di piringnya.

Aldi menyadari perubahan riak wajah istrinya. Ada sejumput rasa kecewa di hati Aldi saat melihat Kirana tidak lagi sekokoh biasanya dalam membelanya. Namun, Aldi memilih diam. Dia ingin melihat seberapa jauh badai ini akan menguji kesetiaan wanita yang telah dipilihnya sebagai pendamping hidup tersebut.

Episodes
1 EPISODE 1: Lembar Tagihan di Meja Makan
2 EPISODE 2: Bayang-Bayang Masa Lalu
3 EPISODE 3: Percikan Pertama
4 EPISODE 4: Bisikan Racun di Telinga Kirana
5 EPISODE 5: Tekanan di Ruang Rapat
6 EPISODE 6: Jarak yang Mulai Terbentang
7 EPISODE 7: Tamu Mewah di Halaman Rumah
8 EPISODE 8: Kepulangan yang Dingin
9 EPISODE 9: Retakan yang Mulai Membesar
10 EPISODE 10: Siasat Busuk sang CEO
11 EPISODE 11: Sidang Sebelah Pihak
12 EPISODE 12: Hancurnya Sisa Kehormatan
13 EPISODE 13: Jaring yang Mulai Menutup
14 EPISODE 14: Di Balik Tirai Panggung
15 EPISODE 15: Pidato sang Pendusta
16 EPISODE 16: Kedatangan Para Penguasa
17 EPISODE 17: Langkah Kaki di Kegelapan
18 EPISODE 18: Runtuhnya Panggung Sandiwara
19 EPISODE 19: Bayaran untuk Sebuah Keangkuhan
20 EPISODE 20: Realitas Pahit di Pagi Hari
21 EPISODE 21: Ketukan di Pintu yang Berbeda
22 EPISODE 22: Panggilan dari Meja Hukum
23 EPISODE 23: Batas Akhir Sebuah Tempat Tinggal
24 EPISODE 24: Menatap dari Balik Kaca Gelap
25 EPISODE 25: Tekanan di Toko Sembako
26 EPISODE 26: Jebakan di Malam Kelam
27 EPISODE 27: Kata Akhir sang Penguasa
28 EPISODE 28: Lembar Baru di Sudut Kota
29 EPISODE 29: Kemandirian dari Balik Kedai Kecil
30 EPISODE 30: Keringat dan Ketulusan
31 EPISODE 31: Pertemuan kembali selama dua tahun
32 EPISODE 32: Rahasia di Balik Ruang Kerja
33 EPISODE 33: Batas Rapuh Tubuh yang Lelah
34 EPISODE 34: Laporan Darurat di Tengah Malam
35 EPISODE 35: Kejujuran di Balik Tirai Hijau
36 EPISODE 36: Pengakuan yang Terlambat
37 EPISODE 37: Batas Dingin sang Penguasa
38 EPISODE 38: Keringat Murni di Gang Senggol
39 EPISODE 39: Ujian Waktu dan Laporan Rahasia
40 EPISODE 40: Kunjungan Singkat Di Penghujung Hari
41 EPISODE 41: Dialog Hati di Bawah Temaram Lampu
42 EPISODE 42 : Olivia Dan Rencana Perjodohan sang Matriark
43 EPISODE 43: Sindiran di Meja Perjamuan
44 EPISODE 44 Penolakan atas Nama Efisiensi Dan Tekanan sang Matriark
45 EPISODE 45 : Hari Pertama sang Penyusup
46 EPISODE 46: Siasat Telepon Manja
47 EPISODE 47: Kesalahan Fatal Olivia
48 EPISODE 48:Air Mata Buaya Olivia
49 EPISODE 49: Labrakan Pagi di Lantai Eksekutif
50 EPISODE 50: Tempat Bersandar Yang Teduh
51 EPISODE 51: Rencana Rahasia di Balik Layar
52 EPISODE 52: Ledakan Pengunduran Diri di Lantai Utama
53 EPISODE 53: Siasat Gelap di Balik Kemeja Penguasa
54 EPISODE 54: Kebencian yang Mengakar
55 EPISODE 55: Tangisan di Balik Jeruji Besi
56 EPISODE 56 : Jejak Gelap dan Amarah sang Penguasa
57 EPISODE 57: Panggilan dari London dan Runtuhnya Kesombongan
58 EPISODE 58: Pemulihan dan Hukum yang Adil
59 EPISODE 59: Gelombang Hasrat dan Kepasrahan Cinta
60 EPISODE 60: Interupsi dan Persembunyian di Bawah Meja
61 EPISODE 61: Tangisan Kesadaran di Puncak Kerajaan
62 EPISODE 62: Kebahagiaan Baru di Lembaran Yang Suci
63 EPISODE 63: Percakapan di Dalam Mobil dan Kunjungan Kirana
64 EPISODE 64: Pengampunan dan Janji Masa Depan
65 EPISODE 65:Sikap manja
66 EPISODE 66: Ngidam Aneh sang Ratu dan Pria yang Terbucin
67 EPISODE 67: Kembalinya Bayangan Dendam
68 EPISODE 68 : Siksaan Kekejaman dan Tong Kaca
69 EPISODE 69: Strategi Penguasa dan Jebakan di Gudang Tua
70 EPISODE 70 : Sisi Sadis Edi dan Keselamatan Kirana
71 EPISODE 71: Balasan Keburukan dan Kelahiran Ezra
72 EPISODE 72: Bisikan Malam di Kamar Rawat dan Keputusan Tak Terduga
73 EPISODE 73: Penolakan Sang Matriark dan Perjalanan Menuju Rumah Baru
Episodes

Updated 73 Episodes

1
EPISODE 1: Lembar Tagihan di Meja Makan
2
EPISODE 2: Bayang-Bayang Masa Lalu
3
EPISODE 3: Percikan Pertama
4
EPISODE 4: Bisikan Racun di Telinga Kirana
5
EPISODE 5: Tekanan di Ruang Rapat
6
EPISODE 6: Jarak yang Mulai Terbentang
7
EPISODE 7: Tamu Mewah di Halaman Rumah
8
EPISODE 8: Kepulangan yang Dingin
9
EPISODE 9: Retakan yang Mulai Membesar
10
EPISODE 10: Siasat Busuk sang CEO
11
EPISODE 11: Sidang Sebelah Pihak
12
EPISODE 12: Hancurnya Sisa Kehormatan
13
EPISODE 13: Jaring yang Mulai Menutup
14
EPISODE 14: Di Balik Tirai Panggung
15
EPISODE 15: Pidato sang Pendusta
16
EPISODE 16: Kedatangan Para Penguasa
17
EPISODE 17: Langkah Kaki di Kegelapan
18
EPISODE 18: Runtuhnya Panggung Sandiwara
19
EPISODE 19: Bayaran untuk Sebuah Keangkuhan
20
EPISODE 20: Realitas Pahit di Pagi Hari
21
EPISODE 21: Ketukan di Pintu yang Berbeda
22
EPISODE 22: Panggilan dari Meja Hukum
23
EPISODE 23: Batas Akhir Sebuah Tempat Tinggal
24
EPISODE 24: Menatap dari Balik Kaca Gelap
25
EPISODE 25: Tekanan di Toko Sembako
26
EPISODE 26: Jebakan di Malam Kelam
27
EPISODE 27: Kata Akhir sang Penguasa
28
EPISODE 28: Lembar Baru di Sudut Kota
29
EPISODE 29: Kemandirian dari Balik Kedai Kecil
30
EPISODE 30: Keringat dan Ketulusan
31
EPISODE 31: Pertemuan kembali selama dua tahun
32
EPISODE 32: Rahasia di Balik Ruang Kerja
33
EPISODE 33: Batas Rapuh Tubuh yang Lelah
34
EPISODE 34: Laporan Darurat di Tengah Malam
35
EPISODE 35: Kejujuran di Balik Tirai Hijau
36
EPISODE 36: Pengakuan yang Terlambat
37
EPISODE 37: Batas Dingin sang Penguasa
38
EPISODE 38: Keringat Murni di Gang Senggol
39
EPISODE 39: Ujian Waktu dan Laporan Rahasia
40
EPISODE 40: Kunjungan Singkat Di Penghujung Hari
41
EPISODE 41: Dialog Hati di Bawah Temaram Lampu
42
EPISODE 42 : Olivia Dan Rencana Perjodohan sang Matriark
43
EPISODE 43: Sindiran di Meja Perjamuan
44
EPISODE 44 Penolakan atas Nama Efisiensi Dan Tekanan sang Matriark
45
EPISODE 45 : Hari Pertama sang Penyusup
46
EPISODE 46: Siasat Telepon Manja
47
EPISODE 47: Kesalahan Fatal Olivia
48
EPISODE 48:Air Mata Buaya Olivia
49
EPISODE 49: Labrakan Pagi di Lantai Eksekutif
50
EPISODE 50: Tempat Bersandar Yang Teduh
51
EPISODE 51: Rencana Rahasia di Balik Layar
52
EPISODE 52: Ledakan Pengunduran Diri di Lantai Utama
53
EPISODE 53: Siasat Gelap di Balik Kemeja Penguasa
54
EPISODE 54: Kebencian yang Mengakar
55
EPISODE 55: Tangisan di Balik Jeruji Besi
56
EPISODE 56 : Jejak Gelap dan Amarah sang Penguasa
57
EPISODE 57: Panggilan dari London dan Runtuhnya Kesombongan
58
EPISODE 58: Pemulihan dan Hukum yang Adil
59
EPISODE 59: Gelombang Hasrat dan Kepasrahan Cinta
60
EPISODE 60: Interupsi dan Persembunyian di Bawah Meja
61
EPISODE 61: Tangisan Kesadaran di Puncak Kerajaan
62
EPISODE 62: Kebahagiaan Baru di Lembaran Yang Suci
63
EPISODE 63: Percakapan di Dalam Mobil dan Kunjungan Kirana
64
EPISODE 64: Pengampunan dan Janji Masa Depan
65
EPISODE 65:Sikap manja
66
EPISODE 66: Ngidam Aneh sang Ratu dan Pria yang Terbucin
67
EPISODE 67: Kembalinya Bayangan Dendam
68
EPISODE 68 : Siksaan Kekejaman dan Tong Kaca
69
EPISODE 69: Strategi Penguasa dan Jebakan di Gudang Tua
70
EPISODE 70 : Sisi Sadis Edi dan Keselamatan Kirana
71
EPISODE 71: Balasan Keburukan dan Kelahiran Ezra
72
EPISODE 72: Bisikan Malam di Kamar Rawat dan Keputusan Tak Terduga
73
EPISODE 73: Penolakan Sang Matriark dan Perjalanan Menuju Rumah Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!