EPISODE 3: Percikan Pertama

Pengenalan CEO baru selesai dalam waktu satu jam, meninggalkan atmosfer ketegangan di seluruh penjuru kantor. Saat para karyawan mulai membubarkan diri dengan tertib untuk kembali ke meja kerja masing-masing, Aldi menuntun Kirana yang masih tampak melamun dan gelisah ke koridor yang agak sepi dekat lift.

"Kirana, kamu baik-baik saja?" tanya Aldi dengan suara lembut, tatapannya penuh perhatian tanpa ada nada cemburu atau curiga. Dia tahu masa lalu adalah masa lalu, dan dia mempercayai istrinya sepenuhnya.

Kirana tersentak dari lamunannya, menatap Aldi dengan mata yang dipenuhi kecemasan. "Mas... aku... aku bener-bener gak tahu kalau Rendy yang bakal jadi CEO baru di sini. Sumpah, Mas. Kalau aku tahu dari awal, aku—"

"Hei, tenang," potong Aldi sambil tersenyum hangat, mengusap kedua lengan Kirana untuk menenangkannya.

"Kenapa kamu harus minta maaf? Ini urusan profesional kantor. Siapa pun CEO-nya, kita di sini hanya bekerja dengan baik. Kamu gak perlu merasa bersalah atas sesuatu yang gak bisa kamu kendalikan, sayang."

"Tapi Mas, Rendy itu... dia dulu orangnya sangat ambisius. Aku takut kehadirannya di sini bakal bawa masalah buat hubungan kita, atau buat posisi kamu di kantor," bisik Kirana, suaranya sarat akan kekhawatiran yang mendalam.

Sebelum Aldi sempat membalas perkataan istrinya, langkah sepatu kulit yang mantap terdengar menggema di koridor.

Kedua pasangan itu menoleh dan melihat Rendy sedang berjalan ke arah mereka, didampingi oleh sekretaris barunya dan dua orang manajer senior yang tampak sibuk mencari muka.

Begitu jarak mereka dekat, Rendy mengangkat tangannya, mengisyaratkan para pengikutnya untuk berhenti dan menunggu di kejauhan. Dia melangkah maju sendirian mendekati Aldi dan Kirana dengan senyum sinis yang bertengger di wajah tampannya.

"Wah, wah. Lihat siapa yang kita temukan di sini," ujar Rendy, suaranya terdengar meremehkan. Pandangannya langsung tertuju pada Kirana, mengabaikan keberadaan Aldi sepenuhnya di awal. "Lama tidak bertemu, Kirana. Kamu masih secantik dulu, ya. Ternyata rumor yang kudengar benar, kamu bekerja di perusahaan ini sekarang."

Kirana memaksakan diri untuk tersenyum formal, menjaga jarak aman di belakang Aldi. "Selamat pagi, Pak Rendy.

Selamat atas jabatan baru Anda sebagai CEO di PT Nusantara Mandiri."

Rendy tertawa kecil, suara tawanya terdengar sombong.

"Pak Rendy? Ayolah, Kirana. Kita kan pernah punya hubungan yang sangat dekat dulu. Di luar jam kerja resmi, panggil Rendy saja seperti biasa." Pandangan Rendy kemudian bergeser perlahan ke arah Aldi, menelitinya dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan menilai yang merendahkan. "Dan... siapa pria di sebelahmu ini? Jangan bilang ini staf administrasi baru?"

Aldi melangkah maju satu langkah, menatap lurus ke dalam mata Rendy tanpa ada rasa gentar sedikit pun. Keberadaan Rendy sebagai CEO sama sekali tidak mengintimidasi dirinya yang sejatinya memegang saham pengendali di atas kertas.

"Saya Aldi Pratama, Manajer Keuangan di sini. Dan saya juga suami sah dari Kirana."

Rendy menaikkan sebelah alisnya, ekspresi wajahnya berubah menjadi kombinasi antara terkejut dan ejekan yang kentara.

"Oh? Jadi kamu suaminya Kirana? Pria yang memilih bertahan jadi Manajer Keuangan selama bertahun-tahun tanpa ada peningkatan karier yang signifikan itu?" Rendy terkekeh pelan sambil merapikan manset jasnya yang mahal.

"Kasihan sekali kamu, Kirana. Dulu kamu menolak ikut denganku ke luar negeri, dan sekarang kamu malah berakhir dengan seorang pria yang bahkan untuk membelikanmu perhiasan berlian saja mungkin harus mencicil bertahun-tahun."

"Jaga ucapan Anda, Pak Rendy," suara Kirana meninggi, wajahnya memerah karena marah suaminya dihina seperti itu.

"Pekerjaan dan kehidupan pribadi kami bukan urusan Anda!"

"Tentu saja sekarang jadi urusanku, Kirana," balas Rendy dengan nada dingin dan penuh penekanan. "Sebagai CEO baru di sini, seluruh aspek di perusahaan ini ada di bawah kendaliku. Termasuk nasib karier suamimu yang 'hebat' ini."

Rendy menatap Aldi dengan pandangan menantang. "Kita lihat saja nanti, jalannya perusahaan ini akan sangat dinamis.

Pastikan laporan keuanganmu tidak ada cacat sedikit pun, Manajer Aldi. Karena di bawah kepemimpinanku, kesalahan kecil saja bisa membuatmu terdepak dari kursi nyamanmu."

Rendy berbalik badan dengan angkuh, memberikan isyarat pada sekertarisnya untuk mengikuti langkahnya menuju ruang CEO yang mewah di lantai paling atas.

Kirana mengepalkan tangannya kuat-kuat, tubuhnya gemetar karena menahan amarah. "Mas... dia keterlaluan banget.

Gimana bisa dia ngomong kayak gitu sama kamu?"

Aldi hanya menatap punggung Rendy yang menjauh dengan tatapan datar penuh arti. Senyum tipis, hampir tak terlihat, muncul di sudut bibir Aldi. Dia tahu, Rendy baru saja menggali lubang kuburnya sendiri di perusahaan ini.

"Biarkan saja, Kirana," ucap Aldi tenang sambil merangkul bahu istrinya. "Orang yang terbiasa melihat dunia dari atas panggung yang dipinjamkan orang lain, biasanya lupa kalau panggung itu bisa runtuh kapan saja. Ayo kembali ke ruangan, pekerjaan kita masih banyak."

Episodes
1 EPISODE 1: Lembar Tagihan di Meja Makan
2 EPISODE 2: Bayang-Bayang Masa Lalu
3 EPISODE 3: Percikan Pertama
4 EPISODE 4: Bisikan Racun di Telinga Kirana
5 EPISODE 5: Tekanan di Ruang Rapat
6 EPISODE 6: Jarak yang Mulai Terbentang
7 EPISODE 7: Tamu Mewah di Halaman Rumah
8 EPISODE 8: Kepulangan yang Dingin
9 EPISODE 9: Retakan yang Mulai Membesar
10 EPISODE 10: Siasat Busuk sang CEO
11 EPISODE 11: Sidang Sebelah Pihak
12 EPISODE 12: Hancurnya Sisa Kehormatan
13 EPISODE 13: Jaring yang Mulai Menutup
14 EPISODE 14: Di Balik Tirai Panggung
15 EPISODE 15: Pidato sang Pendusta
16 EPISODE 16: Kedatangan Para Penguasa
17 EPISODE 17: Langkah Kaki di Kegelapan
18 EPISODE 18: Runtuhnya Panggung Sandiwara
19 EPISODE 19: Bayaran untuk Sebuah Keangkuhan
20 EPISODE 20: Realitas Pahit di Pagi Hari
21 EPISODE 21: Ketukan di Pintu yang Berbeda
22 EPISODE 22: Panggilan dari Meja Hukum
23 EPISODE 23: Batas Akhir Sebuah Tempat Tinggal
24 EPISODE 24: Menatap dari Balik Kaca Gelap
25 EPISODE 25: Tekanan di Toko Sembako
26 EPISODE 26: Jebakan di Malam Kelam
27 EPISODE 27: Kata Akhir sang Penguasa
28 EPISODE 28: Lembar Baru di Sudut Kota
29 EPISODE 29: Kemandirian dari Balik Kedai Kecil
30 EPISODE 30: Keringat dan Ketulusan
31 EPISODE 31: Pertemuan kembali selama dua tahun
32 EPISODE 32: Rahasia di Balik Ruang Kerja
33 EPISODE 33: Batas Rapuh Tubuh yang Lelah
34 EPISODE 34: Laporan Darurat di Tengah Malam
35 EPISODE 35: Kejujuran di Balik Tirai Hijau
36 EPISODE 36: Pengakuan yang Terlambat
37 EPISODE 37: Batas Dingin sang Penguasa
38 EPISODE 38: Keringat Murni di Gang Senggol
39 EPISODE 39: Ujian Waktu dan Laporan Rahasia
40 EPISODE 40: Kunjungan Singkat Di Penghujung Hari
41 EPISODE 41: Dialog Hati di Bawah Temaram Lampu
42 EPISODE 42 : Olivia Dan Rencana Perjodohan sang Matriark
43 EPISODE 43: Sindiran di Meja Perjamuan
44 EPISODE 44 Penolakan atas Nama Efisiensi Dan Tekanan sang Matriark
45 EPISODE 45 : Hari Pertama sang Penyusup
46 EPISODE 46: Siasat Telepon Manja
47 EPISODE 47: Kesalahan Fatal Olivia
48 EPISODE 48:Air Mata Buaya Olivia
49 EPISODE 49: Labrakan Pagi di Lantai Eksekutif
50 EPISODE 50: Tempat Bersandar Yang Teduh
51 EPISODE 51: Rencana Rahasia di Balik Layar
52 EPISODE 52: Ledakan Pengunduran Diri di Lantai Utama
53 EPISODE 53: Siasat Gelap di Balik Kemeja Penguasa
54 EPISODE 54: Kebencian yang Mengakar
55 EPISODE 55: Tangisan di Balik Jeruji Besi
56 EPISODE 56 : Jejak Gelap dan Amarah sang Penguasa
57 EPISODE 57: Panggilan dari London dan Runtuhnya Kesombongan
58 EPISODE 58: Pemulihan dan Hukum yang Adil
59 EPISODE 59: Gelombang Hasrat dan Kepasrahan Cinta
60 EPISODE 60: Interupsi dan Persembunyian di Bawah Meja
61 EPISODE 61: Tangisan Kesadaran di Puncak Kerajaan
62 EPISODE 62: Kebahagiaan Baru di Lembaran Yang Suci
63 EPISODE 63: Percakapan di Dalam Mobil dan Kunjungan Kirana
64 EPISODE 64: Pengampunan dan Janji Masa Depan
65 EPISODE 65:Sikap manja
66 EPISODE 66: Ngidam Aneh sang Ratu dan Pria yang Terbucin
67 EPISODE 67: Kembalinya Bayangan Dendam
68 EPISODE 68 : Siksaan Kekejaman dan Tong Kaca
69 EPISODE 69: Strategi Penguasa dan Jebakan di Gudang Tua
70 EPISODE 70 : Sisi Sadis Edi dan Keselamatan Kirana
71 EPISODE 71: Balasan Keburukan dan Kelahiran Ezra
72 EPISODE 72: Bisikan Malam di Kamar Rawat dan Keputusan Tak Terduga
73 EPISODE 73: Penolakan Sang Matriark dan Perjalanan Menuju Rumah Baru
Episodes

Updated 73 Episodes

1
EPISODE 1: Lembar Tagihan di Meja Makan
2
EPISODE 2: Bayang-Bayang Masa Lalu
3
EPISODE 3: Percikan Pertama
4
EPISODE 4: Bisikan Racun di Telinga Kirana
5
EPISODE 5: Tekanan di Ruang Rapat
6
EPISODE 6: Jarak yang Mulai Terbentang
7
EPISODE 7: Tamu Mewah di Halaman Rumah
8
EPISODE 8: Kepulangan yang Dingin
9
EPISODE 9: Retakan yang Mulai Membesar
10
EPISODE 10: Siasat Busuk sang CEO
11
EPISODE 11: Sidang Sebelah Pihak
12
EPISODE 12: Hancurnya Sisa Kehormatan
13
EPISODE 13: Jaring yang Mulai Menutup
14
EPISODE 14: Di Balik Tirai Panggung
15
EPISODE 15: Pidato sang Pendusta
16
EPISODE 16: Kedatangan Para Penguasa
17
EPISODE 17: Langkah Kaki di Kegelapan
18
EPISODE 18: Runtuhnya Panggung Sandiwara
19
EPISODE 19: Bayaran untuk Sebuah Keangkuhan
20
EPISODE 20: Realitas Pahit di Pagi Hari
21
EPISODE 21: Ketukan di Pintu yang Berbeda
22
EPISODE 22: Panggilan dari Meja Hukum
23
EPISODE 23: Batas Akhir Sebuah Tempat Tinggal
24
EPISODE 24: Menatap dari Balik Kaca Gelap
25
EPISODE 25: Tekanan di Toko Sembako
26
EPISODE 26: Jebakan di Malam Kelam
27
EPISODE 27: Kata Akhir sang Penguasa
28
EPISODE 28: Lembar Baru di Sudut Kota
29
EPISODE 29: Kemandirian dari Balik Kedai Kecil
30
EPISODE 30: Keringat dan Ketulusan
31
EPISODE 31: Pertemuan kembali selama dua tahun
32
EPISODE 32: Rahasia di Balik Ruang Kerja
33
EPISODE 33: Batas Rapuh Tubuh yang Lelah
34
EPISODE 34: Laporan Darurat di Tengah Malam
35
EPISODE 35: Kejujuran di Balik Tirai Hijau
36
EPISODE 36: Pengakuan yang Terlambat
37
EPISODE 37: Batas Dingin sang Penguasa
38
EPISODE 38: Keringat Murni di Gang Senggol
39
EPISODE 39: Ujian Waktu dan Laporan Rahasia
40
EPISODE 40: Kunjungan Singkat Di Penghujung Hari
41
EPISODE 41: Dialog Hati di Bawah Temaram Lampu
42
EPISODE 42 : Olivia Dan Rencana Perjodohan sang Matriark
43
EPISODE 43: Sindiran di Meja Perjamuan
44
EPISODE 44 Penolakan atas Nama Efisiensi Dan Tekanan sang Matriark
45
EPISODE 45 : Hari Pertama sang Penyusup
46
EPISODE 46: Siasat Telepon Manja
47
EPISODE 47: Kesalahan Fatal Olivia
48
EPISODE 48:Air Mata Buaya Olivia
49
EPISODE 49: Labrakan Pagi di Lantai Eksekutif
50
EPISODE 50: Tempat Bersandar Yang Teduh
51
EPISODE 51: Rencana Rahasia di Balik Layar
52
EPISODE 52: Ledakan Pengunduran Diri di Lantai Utama
53
EPISODE 53: Siasat Gelap di Balik Kemeja Penguasa
54
EPISODE 54: Kebencian yang Mengakar
55
EPISODE 55: Tangisan di Balik Jeruji Besi
56
EPISODE 56 : Jejak Gelap dan Amarah sang Penguasa
57
EPISODE 57: Panggilan dari London dan Runtuhnya Kesombongan
58
EPISODE 58: Pemulihan dan Hukum yang Adil
59
EPISODE 59: Gelombang Hasrat dan Kepasrahan Cinta
60
EPISODE 60: Interupsi dan Persembunyian di Bawah Meja
61
EPISODE 61: Tangisan Kesadaran di Puncak Kerajaan
62
EPISODE 62: Kebahagiaan Baru di Lembaran Yang Suci
63
EPISODE 63: Percakapan di Dalam Mobil dan Kunjungan Kirana
64
EPISODE 64: Pengampunan dan Janji Masa Depan
65
EPISODE 65:Sikap manja
66
EPISODE 66: Ngidam Aneh sang Ratu dan Pria yang Terbucin
67
EPISODE 67: Kembalinya Bayangan Dendam
68
EPISODE 68 : Siksaan Kekejaman dan Tong Kaca
69
EPISODE 69: Strategi Penguasa dan Jebakan di Gudang Tua
70
EPISODE 70 : Sisi Sadis Edi dan Keselamatan Kirana
71
EPISODE 71: Balasan Keburukan dan Kelahiran Ezra
72
EPISODE 72: Bisikan Malam di Kamar Rawat dan Keputusan Tak Terduga
73
EPISODE 73: Penolakan Sang Matriark dan Perjalanan Menuju Rumah Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!