Episode 2 Permintaan Pulang

"Zena....."

Di antara gadis-gadis cantik yang merayakan kelulusan itu tampak salah satu gadis berhijab dilengkapi dengan cadar terpasang menutup wajahnya memperlihatkan mata indah yang terlihat itu tampak sosok senyum di balik cadarnya.

Ketika sepasang suami istri memanggil namanya dengan buket bunga yang begitu besar.

"Bunda, Ayah....." wanita itu tampak berlari menghampiri dua sosok yang sepertinya sejak tadi dia tunggu.

Zena kemudian langsung mencium punggung tangan kedua orang tersebut, hal yang dia lakukan berikutnya adalah memeluk sosok wanita yang juga berhijab.

"Bunda Ayah terima kasih sudah hadir pada kelulusan Zena," ucapnya begitu bahagia.

Selain mendapatkan IPK tinggi, gelar cumlaude, Zena juga mendapat hadiah besar yaitu kehadiran orang tuanya.

"Selamat. Nak, kamu sudah berjuang. Papa bangga sama kamu," ucap Faisal.

"Terima kasih Ayah," sahut Zena tersenyum.

Tampak haru dari kedua bola matanya, atas kehadiran kedua orang tuanya di hari yang paling penting dalam hidupnya.

*****

Setelah merayakan kelulusan bersama teman-temannya, berfoto, mengabadikan banyak momen di hari-hari kelulusan mereka.

Saat ini Zena menikmati waktu bersama kedua orang tuanya di salah satu restoran di pusat kota dengan makanan khas Turki yang sudah terhidang.

"Zena pikir, Bunda dan Ayah tidak akan datang, karena sebelumnya Bunda mengatakan Papa ada urusan keluar kota," ucap Zena tampak sedih sembari bolak-balik membuka sedikit cadarnya untuk memasukkan makanan itu.

"Ini sebuah prank dan sebenarnya kami hanya ingin memberi kamu surprise," sahut Faisal.

"Jahat sekali," ucapnya dengan nada suara terdengar cemberut.

"Ini sayang....." Amelia tiba-tiba saja memberikan paper bag berwarna biru pada Zena.

"Apa ini?" tanyanya

"Hadiah dari Samudra, Samudra bertugas di Jepang jadi tidak bisa datang di hari kelulusan kamu," ucap Amelia.

"Kak, Samudra repot sekali sampai-sampai harus memberikan hadiah kepada Zena," ucap Zena dengan mata berbinar sudah tidak sabar untuk melihat hadiah tersebut.

Tetapi sebaiknya tidak dibuka sekarang, Zena memilih untuk meletakkan paper bag tersebut di samping bangku kosong di sebelahnya.

"Samudra seperti biasa sangat sulit dihubungi, kalau sempat kamu bisa mengucapkan terima kasih kepadanya," sahut Faisal.

"Tetapi insyaallah, bulan depan, Samudra akan kembali ke Jakarta, sudah 4 bulan anak itu merantau terus," sahut Amelia demen menghela nafas.

"Itu sudah menjadi tugas Samudra. Itu resiko ketika menjadi bagian dari pemerintah," sahut Faisal.

Zena sejak tadi tidak berkomentar apapun dan tetap melanjutkan makannya. Zena merasa bersyukur mendapat hadiah yang begitu banyak di hari wisudanya.

"Zena, kamu akan ikut pulang bersama kami bukan?" tanya Amelia.

Zena mengangkat kepala, melihat serius ke Arab Amelia.

"Memang Bunda sudah menyiapkan apa untuk Zena di Jakarta?" tanya Zena.

"Menyiapkan jangan calon suami untuk kamu," jawab Amelia dengan enteng sampai-sampai membuat Zena tidak melanjutkan makannya.

"Bunda terus saja bercanda," sahut Zena masih tersenyum di balik cadarnya menganggap semua itu hanya lelucon.

"Bunda tidak bercanda Zena. Bunda dan Ayah kamu sudah membicarakan ini, ketika kamu lulus, kamu akan menikah dengan calon suami pilihan kami, mengingat sekarang ini banyak pria nakal, pria yang tidak pernah menghargai wanita dan kami ingin kamu bisa menikah dengan pria yang tepat agar kamu bahagia," ucap Amelia.

Suasana makan itu seketika menegangkan, ternyata pembicaraan itu benar-benar serius.

"Atau jangan-jangan kamu punya Pria idaman di Turki?" Faisal masih bisa bercanda untuk memastikan dari syarat kedua mata putrinya itu yang pasti kaget.

"Tidak. Ayah, selama menjalani pendidikan di Turki, Zena hanya fokus pada pendidikan dan tidak memikirkan untuk menikah, memiliki pasangan atau merencanakan hubungan yang lebih serius," jawab Zena.

"Bunda tahu, kamu memiliki banyak impian, tetapi menikah bukan berarti akan mengubur impian kamu, kami hanya ingin kamu tetap menjadi putri kami dan semua mimpi kamu tidak akan terkendala meski kamu sudah menikah, Zena kami sebagai orang tua melakukan semuanya demi kebaikan kamu," Amelia benar-benar serius menyampaikan keinginannya pada Zena.

"Kamu harus menikah dengan laki-laki yang tepat agar kami sebagai orang tua bisa tenang,"

"Jadi pulang ke rumah, ya. Nak!" ucap Amelia tampak begitu lembut.

"Insyaallah Bunda," sahut Zena tidak protes tetapi juga tidak ada jawaban pasti.

****

Meski sudah lulus, tetapi Zena belum bisa ikut pulang bersama orang tuanya yang pulang terlebih dahulu ke Indonesia. Zena harus menyelesaikan urusannya di Turki, dari mengambil ijazah dari kampusnya dan printilan-printilan lain yang pasti membutuhkan waktu.

Zena gadis cantik berusia 22 tahun, lulus dalam waktu yang sangat cepat, dengan gelar terbaik. Selama ini merantau ke negara lain untuk menempuh pendidikan, mencari pengalaman dan tinggal mandiri di salah satu apartemen yang disediakan orang tuanya.

Ketika mengantarkan kedua orang tuanya ke bandara. Zena terlihat buru-buru memasuki kamarnya, tampak tidak sabar membuka hadiah tersebut.

Zena tampak begitu excited dalam melihat hadiah tersebut yang sudah tidak sabaran untuk dia lihat. Zena mengeluarkan isinya ternyata berupa pakaian yang berwarna biru, seperangkat pakaian lengkap dengan hijab dan juga cadarnya.

Zena terlihat begitu bahagia menempelkan pakaian tersebut pada tubuhnya, berdiri di depan cermin dan terlihat tidak sabaran ingin memakai pakaian tersebut.

"Kak Samudra ternyata sampai saat ini masih menghafal ukuran pakaianku," ucapnya tampak bahagia.

Tetapi tiba-tiba sorot matanya itu menghilangkan senyum di balik cadarnya. Zena ternyata mengingat bagaimana permintaan orang tuanya untuk dirinya kembali ke Jakarta dan akan menikah.

Entah mengapa semangatnya tiba-tiba saja hilang, Zena tiba-tiba saja merasa ada sesuatu yang aneh di dalam dirinya.

Sepertinya ada rasa keberatan, bahwa dirinya akan kembali ke Jakarta, tetapi ada juga janji yang telah terlanjur dia ucapkan. Zena benar-benar gundah.

******

1 Bulan Kemudian.

Matahari begitu cerah di pagi hari, dengan suara kicauan burung yang terdengar begitu indah. Siapapun yang menjalani aktivitas di pagi hari ini sudah pasti aktivitas itu penuh dengan ketenangan dan kedamaian yang tidak bisa di ungkapkan.

Kediaman rumah mewah seketika itu sebuah mobil hitam berhenti perlahan di depan sebuah rumah besar dengan halaman luas dan lampu taman yang menerangi jalan setapak menuju pintu utama.

Suara mesin mobil yang mereda menjadi satu-satunya suara yang terdengar di tengah suasana yang tenang.

Pintu mobil terbuka, lalu seorang pria turun dengan langkah tegap dan penuh wibawa. Ia mengenakan seragam Angkatan Laut yang rapi, setiap detail pakaiannya tampak terjaga sempurna.

Seragam putihnya memantulkan cahaya lampu, mempertegas sosoknya yang gagah dan berkarisma.

Pria itu berdiri sejenak di depan mobil, menatap rumah besar di hadapannya. Wajahnya tampan dengan sorot mata tajam, namun menyimpan ketenangan seorang pemimpin yang telah terbiasa menghadapi berbagai keadaan.

Rambutnya tertata rapi, bahunya tegap, dan caranya berjalan menunjukkan kedisiplinan seorang prajurit.

Langkahnya perlahan melewati halaman rumah.

Tidak ada keraguan dalam gerakannya, hanya ketenangan dan keyakinan. Setelah lama berada di lautan dan menjalankan tugas yang mengharuskannya jauh dari rumah, hari ini ia kembali membawa cerita, tanggung jawab, dan kerinduan yang selama ini ia simpan dalam diam.

Pintu besar rumah itu semakin dekat. Di balik ketegasan seorang perwira Angkatan Laut, ada seorang wanita yang juga memiliki sisi lembut dibalik cadar yang menutup wajahnya.

Bersambung .....

...Hay para pembaca jangan lupa untuk membaca karya terbaru saya Noda Pernikahan Di Balik Cadar, terus ikuti dan baca dari bab 1 sampai bab akhir, sedikit banyaknya yang kalian berikan kepada saya akan membuat saya semakin semangat....

...Jangan lupa untuk subscribe, like koment dan subscribe dan vote untuk sebanyak-banyaknya, terima kasih untuk para readers, salam cinta dari saya Author........

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

nexxxttt

2026-08-19

0

Aras Diana

Aras Diana

lanjut thor

2026-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Malam Petaka
2 Episode 2 Permintaan Pulang
3 Episode 3 Permintaan Membuat Kaget
4 Episode 4 Pernikahan
5 Episode 5 Malam Pertama
6 Episode 6 Harus LDR
7 Episode 7 Kejujuran Membawa Luka
8 Episode 9 Kebencian
9 Episode 9 Kembali
10 Episode 9 Hambar
11 Episode 11 Mungkin Cemburu
12 Episode 12 Meminta Berpisah
13 Episode 13 Suami Laknat
14 Episode 14 Panas
15 Episode 15 Tertangkap
16 Episode 16 Ulah Anggi
17 Episode 17 Keberanian Zena
18 Episode 18 Ada Apa Dengan Tempat Itu
19 Episode 19 Melawannya
20 Episode 20 Sama-sama Di Tempat Itu
21 Episode 21 Cemburu
22 Episode 22 Seperti Ada Rahasia
23 Episode 23 Mati Rasa
24 Episode 24 Ariana Mengamuk
25 Episode 25 Istri Pemberani
26 Episode 26 Akhirnya Dia Tahu
27 Episode 27 Rahasia Masa Lalu
28 Episode 28 Gebrakan
29 Episode 29 Apa Masih Bisa Bersatu
30 Episode 30 Seketika Dia Berubah
31 Episode 31 Baru Tahu Dia Siapa
32 Episode 32 Apa Mungkin Dia Pelakunya
33 Episode 33 Mari Memperbaiki Pernikahan
34 Episode 34 Memastikan Pelakunya
35 Episode 35 Memang Dia Wanita Itu
36 Episode 36 Dapat Memastikan
37 Episode 37 Apa Itu
38 Episode 38 Terbongkar
39 Episode 39 Yang Sebenarnya Terjadi
40 Episode 40 Zena akhirnya Tahu
41 Episode 41 Jatuhkan Talak
42 Episode 42 Putrinya
43 Episode 43 Lagi-lagi 1 Fakta Terbongkar
44 Episode 44 Tidak Mungkin Mengakui
45 Episode 45 Pertengkaran Yang Manis
46 Episode 46 Di Bukan Anakmu
47 Episode 47 Melihatnya Pertama Kali
48 Episode 48 Dia Ada
49 Episode 49 Ya Saya Memiliki Anak
50 Episode 50 Cemburu
51 Episode 51 Darurat
52 Episode 52 Khaira Kritis
53 Episode 53 Kondisi Parah
54 Episode 54 Pengampunan
55 Episode 55 Permohonan
56 Episode 56 Positif
57 Episode 57 Hilangkan Ego
58 Episode 58 Jujur Pada Anka
59 Episode 59 Oprasi Selesai
60 Episode 60 Penuh curiga
61 Episode 61 Fitnah Terhadap Istri
62 Episode 62 Ariana Berulah
63 Episode 63 Ungkapan Perasaan.
64 Episode 64 Peran Orang Tua
65 Episode 65 Kebersamaan
66 Episode 66 Faisal Turun Tangan
67 Episode 67 Panik
68 Episode 68 Pertanyaan Menyayat hati
69 Episode 69 Ariana Kualat
70 Episode 70 Edisi Kondangan
71 Episode 71 Acara Yang Melelahkan
72 Episode 72 Suami Istri Lucu
73 Episode 73 Anak Menjadi Penengah
74 Episode 74 Cukup Manis
75 Episode 75 Insiden
76 Episode 76 Kondisi Terburuk
77 Episode 77 Tidak Mungkin
78 Episode 78 Duka Kehilangan
79 Episode 79 Perceraian
80 Episode Siapa Yang Harus Bersamaku
81 Episode 81 Masih Takut
82 Episode 82 Ini Bukan Perpisahan
83 Episode 83 Di Tunda
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Episode 1 Malam Petaka
2
Episode 2 Permintaan Pulang
3
Episode 3 Permintaan Membuat Kaget
4
Episode 4 Pernikahan
5
Episode 5 Malam Pertama
6
Episode 6 Harus LDR
7
Episode 7 Kejujuran Membawa Luka
8
Episode 9 Kebencian
9
Episode 9 Kembali
10
Episode 9 Hambar
11
Episode 11 Mungkin Cemburu
12
Episode 12 Meminta Berpisah
13
Episode 13 Suami Laknat
14
Episode 14 Panas
15
Episode 15 Tertangkap
16
Episode 16 Ulah Anggi
17
Episode 17 Keberanian Zena
18
Episode 18 Ada Apa Dengan Tempat Itu
19
Episode 19 Melawannya
20
Episode 20 Sama-sama Di Tempat Itu
21
Episode 21 Cemburu
22
Episode 22 Seperti Ada Rahasia
23
Episode 23 Mati Rasa
24
Episode 24 Ariana Mengamuk
25
Episode 25 Istri Pemberani
26
Episode 26 Akhirnya Dia Tahu
27
Episode 27 Rahasia Masa Lalu
28
Episode 28 Gebrakan
29
Episode 29 Apa Masih Bisa Bersatu
30
Episode 30 Seketika Dia Berubah
31
Episode 31 Baru Tahu Dia Siapa
32
Episode 32 Apa Mungkin Dia Pelakunya
33
Episode 33 Mari Memperbaiki Pernikahan
34
Episode 34 Memastikan Pelakunya
35
Episode 35 Memang Dia Wanita Itu
36
Episode 36 Dapat Memastikan
37
Episode 37 Apa Itu
38
Episode 38 Terbongkar
39
Episode 39 Yang Sebenarnya Terjadi
40
Episode 40 Zena akhirnya Tahu
41
Episode 41 Jatuhkan Talak
42
Episode 42 Putrinya
43
Episode 43 Lagi-lagi 1 Fakta Terbongkar
44
Episode 44 Tidak Mungkin Mengakui
45
Episode 45 Pertengkaran Yang Manis
46
Episode 46 Di Bukan Anakmu
47
Episode 47 Melihatnya Pertama Kali
48
Episode 48 Dia Ada
49
Episode 49 Ya Saya Memiliki Anak
50
Episode 50 Cemburu
51
Episode 51 Darurat
52
Episode 52 Khaira Kritis
53
Episode 53 Kondisi Parah
54
Episode 54 Pengampunan
55
Episode 55 Permohonan
56
Episode 56 Positif
57
Episode 57 Hilangkan Ego
58
Episode 58 Jujur Pada Anka
59
Episode 59 Oprasi Selesai
60
Episode 60 Penuh curiga
61
Episode 61 Fitnah Terhadap Istri
62
Episode 62 Ariana Berulah
63
Episode 63 Ungkapan Perasaan.
64
Episode 64 Peran Orang Tua
65
Episode 65 Kebersamaan
66
Episode 66 Faisal Turun Tangan
67
Episode 67 Panik
68
Episode 68 Pertanyaan Menyayat hati
69
Episode 69 Ariana Kualat
70
Episode 70 Edisi Kondangan
71
Episode 71 Acara Yang Melelahkan
72
Episode 72 Suami Istri Lucu
73
Episode 73 Anak Menjadi Penengah
74
Episode 74 Cukup Manis
75
Episode 75 Insiden
76
Episode 76 Kondisi Terburuk
77
Episode 77 Tidak Mungkin
78
Episode 78 Duka Kehilangan
79
Episode 79 Perceraian
80
Episode Siapa Yang Harus Bersamaku
81
Episode 81 Masih Takut
82
Episode 82 Ini Bukan Perpisahan
83
Episode 83 Di Tunda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!