Episode 3 Permintaan Membuat Kaget

Baru saja ingin mendorong kedua pintu besar itu, tiba-tiba saja sudah terbuka. Sosok wanita bercadar tampak berdiri, tatapan matanya terlihat kaget ketika melihat sosok pria tersebut.

"Assalamualaikum!" ucapnya begitu lembut ketika kepalanya sedikit menunduk.

"Kak Samudra," sahut Zena.

"Kamu apa kabar Zena?" tanya Samudra.

"Alhamdulillah, kak. Zena baik-baik saja," jawabnya dengan tersenyum menganggukkan kepala.

"Samudra kamu sudah kembali?" Samudra menoleh ke arah belakang Zena.

"Mama!" Samudra berlalu dari hadapan Zena dan kemudian berjalan menghampiri Amelia.

"Kamu sudah kembali. Nak," sahut Amelia.

"Alhamdulillah. Ma," sahut Samudra dengan tersenyum.

"Bunda, Zena kembali ke perpustakaan dulu. Assalamualaikum!" ucap Zena berpamitan.

"Walaikum salam," sahut Samudra dan Amelia.

Zena kemudian langsung pergi, keluar dari rumah tersebut.

"Samudra ayo temui Papa kamu," ajak Bunda.

"Baik Bunda," sahut Samudra dengan menganggukkan kepala dan kemudian mereka pergi.

*******

"Apa menikah!"

Samudra terbukti kaget saat ini duduk gagah di hadapan Amelia dan Faisal dengan situasi yang seketika menjadi tegak.

"Bagaimana mungkin Mama dan papa menikahkanku dengan Zena. Zena memang bukan adik kandung, tetapi bagaimanapun dia sudah dianggap anak di keluarga ini," sahut Samudra.

"Justru itu Samudra. Papa sudah berjanji pada ibu almarhum Zena, jika akan terus menjaga putri mereka yang sejak 8 tahun sudah tinggal bersama kita, jangan sekarang banyak laki-laki yang tidak dapat dipercaya, Papa takut Zena mendapat pasangan hidup yang tidak tepat, kamu sudah pasti tidak akan mungkin menyakiti Zena dan hanya kamu yang bisa membahagiakannya dan menjaganya ketika Bunda dan Papa sudah tidak ada lagi," ucap Faisal.

"Pa, ini tetap tidak masuk akal. Ini bukan zaman Siti Nurbaya, harus ada Perjodohan dan terlebih lagi Zena dan aku bagaimanapun adalah saudara, meski tidak ada ikatan darah di antara kami," tegas Samudra.

"Kamu keberatan hanya karena Zena merupakan adik angkat kamu atau karena wanita itu?" tanya Amelia.

"Apalagi maksud Mama?" tanya Samudra dengan mengayun suaranya.

"Mama melihat berita beberapa waktu belakangan ini bagaimana kamu terlibat hubungan dengan salah satu selebritis. Ariana, dan sudah pasti hubungan kalian serius dan yang membuat kamu tiba-tiba saja mempertimbangkan perjodohan ini dengan alasan yang tidak masuk akal," sahut Amelia.

"Samudra, Zena adalah gadis yang baik, fasih membaca Alquran, ibadahnya benar-benar terjamin, sejak usia dini sudah belajar agama, menutup aurat sejak remaja dan sampai saat ini Zena menggunakan cadar, pendidikannya tinggi, apa yang membuat kamu ragu untuk tidak mempersuntingnya sebagai istri dan sementara selebriti yang bernama Ariana yang terus mengumbar aurat di mana-mana, hidup terus terekspos dengan privasi yang tidak tersimpan, kedekatan kamu dengan wanita itu hanya membuat dosa dan kamu juga lama-lama bisa terjerumus," ucap Amelia.

"Kenap Bunda sekarang harus membandingkan orang lain dengan Zena. Semua wanita di dunia ini tidak ada yang sempurna dan bukan berarti Ariana yang terlihat seperti itu sudah pasti buruk di dalamnya," sahut Samudra.

"Bisa-bisanya kamu membela wanita itu di hadapan Mama," Amelia justru semakin kesal mendengar pengakuan putranya yang membela wanita lain.

"Sudahlah Samudra tidak perlu ada pertengkaran seperti ini. Kami sebagai orang tua melakukan yang terbaik dan ini juga demi kebaikan kamu dan Zena, jadi tolong hargai keputusan kami sebagai orang tua," ucap Faisal sepertinya tidak menginginkan protes apapun.

Samudra yang adanya semakin pusing pulang-pulang ke rumah orang tuanya dan tiba-tiba saja sudah dijodohkan dengan adik angkatnya.

Kedua orang tua Zena meninggal di saat usianya masih 8 tahun dan saat itu terjadi kecelakaan mobil. Zena masih selamat dalam kecelakaan itu dan tidak memiliki siapa-siapa. Orang tua Samudra merupakan sahabat dekat dari kedua orang tua Zena untuk menganggap Zena sebagai putri mereka.

Masa kecil bisa dikatakan dihabiskan bersama dengan Samudra. Karena pada saat itu Samudra masih menempuh pendidikan pertamanya di Jakarta, tetapi ketika menyelesaikan sekolahnya, Samudra melanjutkan SMA di Singapura.

Banyak momen remaja yang terlewatkan Zena bersama dengan Samudra dan apalagi ketika keduanya sudah sama-sama dewasa, bahkan mereka juga sempat tidak bertemu selama beberapa tahun karena Zena menempuh pendidikan di luar negeri. Waktu tidak pernah bertepatan karena kesibukan Samudra yang berada di angkatan Laut.

******

"Bunda ingin Zena menikah dengan kak Samudra?" tanya Zena saat ini berada di dalam kamarnya dan diajak berbicara berduaan dengan Amelia.

Wajah cantik itu harus terlihat karena keadaan yang dilepas.

"Benar. Zena," jawab Amelia menggenggam tangan Zena.

"Tetapi, bukankah kami adalah saudara dan bagaimana dalam hubungannya Kak Samudra dengan wanita yang belakangan ini terdengar?" tanyanya.

"Samudra tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita lain, Samudra laki-laki yang tepat untuk menjadi suami kamu. Seperti apa yang Bunda katakan waktu itu, ketika menikah kamu masih bisa melanjutkan karir dan lagi pula kamu mengetahui sendiri Samudra sering bertugas di luar kota dan luar negeri dan jarang pulang. Jadi sudah pasti kamu tidak akan terganggu dengan karir kamu dan Samudra juga akan mendukung kamu,"

"Tetapi Bunda..."

"Zena kami sangat menyayangi kamu dan selalu ingin bertanggung jawab kepada kamu, kami ingin kamu menikah dengan laki-laki yang tepat, putra kandung kami tidak mungkin menyakiti kamu karena jika beliau melakukan itu sudah pasti sama saja menyakiti kami sebagai orang tuanya. Jadi tolong jangan tolak pernikahan ini, Bunda dan Ayah melakukan semua ini demi kebahagiaan kamu!" pinta Amelia membuat Zena hanya terdiam.

******

Zena dan Samudera sama-sama berjalan di belakang rumah dengan langkah keduanya tampak pelan dengan saling beriringan.

"Sudah pasti kita sama-sama kaget dengan apa yang direncanakan oleh Bunda dan Ayah memang aneh, tapi apa yang bisa kita lakukan," sahut Samudra tampak begitu pasrah dengan mengangkat kedua bahunya.

"Maaf kak Samudra. Zena juga tidak tahu jika laki-laki yang dijodohkan kepada Zena tak lain adalah Kakak. Setelah kelulusan, Zena diperintahkan pulang oleh bunda dan ayah dan setelah itu Zena akan menikah dengan laki-laki pilihan mereka dan jujur Zena kaget jika sebenarnya itu adalah Kakak," ucap Zena tampak begitu takut.

Samudera menghentikan langkahnya dan menghadap Zena.

"Kamu tidak perlu merasa bersalah, saya tahu kamu bahkan sama seperti saya, sama-sama tidak punya pilihan lain dan mau tidak mau harus menuruti permintaan kedua orang tua kita, entah ini demi kebaikan kita berdua atau justru kebaikan mereka," sahut Samudra.

"Tetapi saya adalah seorang angkatan laut, kamu tahu sendiri bagaimana pekerjaan saya, tugas yang diberikan kepada saya tidak bisa stand by 24 jam untuk menjadi suami, tidak bisa ada satu hari di rumah, satu minggu bahkan saya harus kembali 3 bulan sekali, 6 bulan sekali dan mungkin bisa bertugas sampai 1 tahun," ucap Samudra menyampaikan semua bagaimana resiko jika seseorang menikah dengannya dan sudah pasti Zena mengetahui hal itu.

"Zena paham itu, tapi sebelum kita menikah ada sesuatu hal penting yang ingin Zena sampaikan kepada Kakak," ucapnya seketika deg-degan dengan kedua tangannya yang saling memencet.

"Katakan Zena," sahut Samudera

Dibalik cadar itu tempat terlihat kegugupan dari sorot matanya yang indah. Samudera benar-benar menunggu.

Bersambung.......

Episodes
1 Episode 1 Malam Petaka
2 Episode 2 Permintaan Pulang
3 Episode 3 Permintaan Membuat Kaget
4 Episode 4 Pernikahan
5 Episode 5 Malam Pertama
6 Episode 6 Harus LDR
7 Episode 7 Kejujuran Membawa Luka
8 Episode 9 Kebencian
9 Episode 9 Kembali
10 Episode 9 Hambar
11 Episode 11 Mungkin Cemburu
12 Episode 12 Meminta Berpisah
13 Episode 13 Suami Laknat
14 Episode 14 Panas
15 Episode 15 Tertangkap
16 Episode 16 Ulah Anggi
17 Episode 17 Keberanian Zena
18 Episode 18 Ada Apa Dengan Tempat Itu
19 Episode 19 Melawannya
20 Episode 20 Sama-sama Di Tempat Itu
21 Episode 21 Cemburu
22 Episode 22 Seperti Ada Rahasia
23 Episode 23 Mati Rasa
24 Episode 24 Ariana Mengamuk
25 Episode 25 Istri Pemberani
26 Episode 26 Akhirnya Dia Tahu
27 Episode 27 Rahasia Masa Lalu
28 Episode 28 Gebrakan
29 Episode 29 Apa Masih Bisa Bersatu
30 Episode 30 Seketika Dia Berubah
31 Episode 31 Baru Tahu Dia Siapa
32 Episode 32 Apa Mungkin Dia Pelakunya
33 Episode 33 Mari Memperbaiki Pernikahan
34 Episode 34 Memastikan Pelakunya
35 Episode 35 Memang Dia Wanita Itu
36 Episode 36 Dapat Memastikan
37 Episode 37 Apa Itu
38 Episode 38 Terbongkar
39 Episode 39 Yang Sebenarnya Terjadi
40 Episode 40 Zena akhirnya Tahu
41 Episode 41 Jatuhkan Talak
42 Episode 42 Putrinya
43 Episode 43 Lagi-lagi 1 Fakta Terbongkar
44 Episode 44 Tidak Mungkin Mengakui
45 Episode 45 Pertengkaran Yang Manis
46 Episode 46 Di Bukan Anakmu
47 Episode 47 Melihatnya Pertama Kali
48 Episode 48 Dia Ada
49 Episode 49 Ya Saya Memiliki Anak
50 Episode 50 Cemburu
51 Episode 51 Darurat
52 Episode 52 Khaira Kritis
53 Episode 53 Kondisi Parah
54 Episode 54 Pengampunan
55 Episode 55 Permohonan
56 Episode 56 Positif
57 Episode 57 Hilangkan Ego
58 Episode 58 Jujur Pada Anka
59 Episode 59 Oprasi Selesai
60 Episode 60 Penuh curiga
61 Episode 61 Fitnah Terhadap Istri
62 Episode 62 Ariana Berulah
63 Episode 63 Ungkapan Perasaan.
64 Episode 64 Peran Orang Tua
65 Episode 65 Kebersamaan
66 Episode 66 Faisal Turun Tangan
67 Episode 67 Panik
68 Episode 68 Pertanyaan Menyayat hati
69 Episode 69 Ariana Kualat
70 Episode 70 Edisi Kondangan
71 Episode 71 Acara Yang Melelahkan
72 Episode 72 Suami Istri Lucu
73 Episode 73 Anak Menjadi Penengah
74 Episode 74 Cukup Manis
75 Episode 75 Insiden
76 Episode 76 Kondisi Terburuk
77 Episode 77 Tidak Mungkin
78 Episode 78 Duka Kehilangan
79 Episode 79 Perceraian
80 Episode Siapa Yang Harus Bersamaku
81 Episode 81 Masih Takut
82 Episode 82 Ini Bukan Perpisahan
83 Episode 83 Di Tunda
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Episode 1 Malam Petaka
2
Episode 2 Permintaan Pulang
3
Episode 3 Permintaan Membuat Kaget
4
Episode 4 Pernikahan
5
Episode 5 Malam Pertama
6
Episode 6 Harus LDR
7
Episode 7 Kejujuran Membawa Luka
8
Episode 9 Kebencian
9
Episode 9 Kembali
10
Episode 9 Hambar
11
Episode 11 Mungkin Cemburu
12
Episode 12 Meminta Berpisah
13
Episode 13 Suami Laknat
14
Episode 14 Panas
15
Episode 15 Tertangkap
16
Episode 16 Ulah Anggi
17
Episode 17 Keberanian Zena
18
Episode 18 Ada Apa Dengan Tempat Itu
19
Episode 19 Melawannya
20
Episode 20 Sama-sama Di Tempat Itu
21
Episode 21 Cemburu
22
Episode 22 Seperti Ada Rahasia
23
Episode 23 Mati Rasa
24
Episode 24 Ariana Mengamuk
25
Episode 25 Istri Pemberani
26
Episode 26 Akhirnya Dia Tahu
27
Episode 27 Rahasia Masa Lalu
28
Episode 28 Gebrakan
29
Episode 29 Apa Masih Bisa Bersatu
30
Episode 30 Seketika Dia Berubah
31
Episode 31 Baru Tahu Dia Siapa
32
Episode 32 Apa Mungkin Dia Pelakunya
33
Episode 33 Mari Memperbaiki Pernikahan
34
Episode 34 Memastikan Pelakunya
35
Episode 35 Memang Dia Wanita Itu
36
Episode 36 Dapat Memastikan
37
Episode 37 Apa Itu
38
Episode 38 Terbongkar
39
Episode 39 Yang Sebenarnya Terjadi
40
Episode 40 Zena akhirnya Tahu
41
Episode 41 Jatuhkan Talak
42
Episode 42 Putrinya
43
Episode 43 Lagi-lagi 1 Fakta Terbongkar
44
Episode 44 Tidak Mungkin Mengakui
45
Episode 45 Pertengkaran Yang Manis
46
Episode 46 Di Bukan Anakmu
47
Episode 47 Melihatnya Pertama Kali
48
Episode 48 Dia Ada
49
Episode 49 Ya Saya Memiliki Anak
50
Episode 50 Cemburu
51
Episode 51 Darurat
52
Episode 52 Khaira Kritis
53
Episode 53 Kondisi Parah
54
Episode 54 Pengampunan
55
Episode 55 Permohonan
56
Episode 56 Positif
57
Episode 57 Hilangkan Ego
58
Episode 58 Jujur Pada Anka
59
Episode 59 Oprasi Selesai
60
Episode 60 Penuh curiga
61
Episode 61 Fitnah Terhadap Istri
62
Episode 62 Ariana Berulah
63
Episode 63 Ungkapan Perasaan.
64
Episode 64 Peran Orang Tua
65
Episode 65 Kebersamaan
66
Episode 66 Faisal Turun Tangan
67
Episode 67 Panik
68
Episode 68 Pertanyaan Menyayat hati
69
Episode 69 Ariana Kualat
70
Episode 70 Edisi Kondangan
71
Episode 71 Acara Yang Melelahkan
72
Episode 72 Suami Istri Lucu
73
Episode 73 Anak Menjadi Penengah
74
Episode 74 Cukup Manis
75
Episode 75 Insiden
76
Episode 76 Kondisi Terburuk
77
Episode 77 Tidak Mungkin
78
Episode 78 Duka Kehilangan
79
Episode 79 Perceraian
80
Episode Siapa Yang Harus Bersamaku
81
Episode 81 Masih Takut
82
Episode 82 Ini Bukan Perpisahan
83
Episode 83 Di Tunda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!