Episode 5 Malam Pertama

Samudra kesulitan menelan ludah, menyambut uluran tangan tersebut.

"Terima kasih, kamu sudah meluangkan waktu untuk hadir di acara pernikahan saya," ucap Samudra.

"Sudah pasti aku tidak mungkin melewatkan hari bahagia kamu, kamu memilihnya," sorot mata Ariana tertuju pada Zena.

Zena bukan gadis kolot yang tidak mengetahui berita belakangan ini, kedekatan suaminya itu dengan seorang artis terkenal memang menjadi sorotan berita tetapi tidak ada klarifikasi diantara keduanya.

Zena menunduk seolah merasa bersalah karena menjadi orang ketiga diantara hubungan kedua orang yang dari sorot matanya ada perasaan yang begitu dalam.

"Zena, aku juga mengucapkan selamat kepada kamu!" ucap Ariana mengulurkan tangan.

"Semoga pernikahan kalian bahagia, semoga Samudra tidak kecewa dengan pilihannya, menurutnya kamu adalah pilihan yang tepat," ucap Ariana.

Zena tidak berani untuk mengatakan apapun. Ariana seolah-olah tidak ingin menunjukkan kesedihannya pada pasangan yang berbahagia itu membuat Ariana memilih berlalu.

Zena menoleh ke arah Samudra yang tampak terus memperhatikan kepergian Ariana.

"Ya Allah, mungkinkah hamba menjadi penghalang bagi hubungan mereka?" batin Zena merasa bersalah.

*******

Club Malam

Suara musik yang begitu kencang, orang-orang yang berada di dalamnya tampak menari-nari mengikuti alunan musik, asap rokok di mana-mana dengan bau alkohol menyengat.

Wanita dan pria tampak begitu bahagia, seolah-olah melepaskan rasa penat yang tertanam di dalam otak mereka setelah menghadapi berbagai masalah sejak tadi.

Salah satu meja bar terlihat Ariana yang beberapa kali meneguk minuman beralkohol sembari melihat ponselnya.

Tatapan matanya sudah tidak stabil lagi, tetapi masih jelas melihat judul pada berita yang menjadi viral.

"Pata hati terbesar Ariana Katrina, ditinggal kekasih pujaan hatinya menikah dengan wanita idaman lain,"

Ariana mendengus melihat berita tersebut dan belum lagi banyaknya komentar pro dan kontra, ada yang menyukai hal itu dan ada yang justru tidak suka, mungkin para pendukung Ariana merasa kecewa karena idola mereka ditinggal menikah.

Flashback

"Kamu bilang apa?" Ariana cukup kaget dan senyumnya seketika hilang.

Padahal dari rumah dia begitu excited saat mendengar kepulangan Samudra dan bahkan mereka berjanji bertemu di salah satu restoran di pusat kota.

Ariana sengaja datang lebih awal, memesan makanan kesukaan Samudra, awalnya pertemuan itu dipenuhi dengan senyuman, tetapi sayangnya kedatangan Samudra menyampaikan berita yang membuatnya kaget.

"Maafkan saya Ariana, saya tidak bisa menolak permintaan kedua orang tua saya," ucap Samudra.

"Apa aku begitu buruk di mata kedua orang tua kamu sampai mereka tidak memberiku kesempatan untuk menunjukkan bahwa aku juga bisa menjadi istri kamu? Aku memang selebritis tetapi tidak berarti dunia selebriti selalu negatif," ucap Ariana terlihat begitu kecewa saat orang yang dia cintai harus menikah.

"Saya sudah berusaha selama ini. Tetapi ini sudah menjadi keputusan kedua orang tua saya," ucap Samudra.

"Kamu tidak melakukan usaha apapun, Samudra kamu hanya diam dan membiarkan aku yang berjuang sendiri dan sekarang kamu akan menikah dengan adik angkat kamu sendiri, lalu aku bagaimana?" tanyanya terlihat frustasi dengan mata berkaca-kaca.

"Saya yakin kamu pasti bisa menemukan pasangan yang lebih baik dari saya, saya bukan orang yang tepat untuk kamu dan saya yakin kamu mampu untuk itu," ucap Samudra.

"Kamu benar-benar jahat Samudra, jahat, jahat!" Ariana tidak tahu harus berkata apa-apa lagi yang membuatnya langsung meninggalkan tempat itu dan kemudian pergi dari hadapan Samudra.

"Ariana?" Panggil Samudra.

"Maafkan saya," lirih Samudra.

Jika Ariana harus galau karena ditinggal menikah oleh orang yang dia cintai. Maka berbeda dengan Ariana yang saat ini berdiri di depan cermin, kamar mewah pengantin yang disiapkan orang tua mereka untuk pasangan pengantin baru itu.

Suasananya terasa begitu romantis, aroma mawar yang begitu khas, dengan kelopak mawar yang ditabur di atas tempat tidur, di lantai dipenuhi dengan mawar dan lampu ruangan itu tampak tidak terlalu terang.

Zena sedikit menunduk untuk melepaskan mahkota yang terpanjang di atas kepalanya. Zena tiba-tiba saja kaget saat tangannya disentuh dan tidak tahu kapan Samudra memasuki kamarnya dan membantu Zena melepaskan mahkota tersebut.

Zena benar-benar gugup, dia lupa bahwa dia sudah menikah dengan pria yang membantunya sudah menjadi suaminya itu berada di dalam kamarnya.

"Pasti berat sekali memakainya selama resepsi," ucap Samudra meletakkan mahkota tersebut di atas meja.

"Lumayan. Kak," jawab Zena sangat gugup sudah berhadapan dengan Samudra yang saat ini berusaha untuk tenang.

Keheningan seketika terjadi diantara keduanya. Zena terus menunduk tidak berani menatap tatapan suaminya yang begitu dalam. Samudra tiba-tiba saja memegang dagu Zena dan mengangkatnya perlahan sehingga wajah mereka saling berhadapan.

Tangan Samudra perlahan melepaskan cadar yang terpasang di wajah cantik itu. Jantung Zena berdebar begitu kencang.

Samudra ternyata sat set meski dia adalah seorang kakak yang selama ini tinggal satu rumah dengannya, tidak seperti dirinya justru malu-malu ketika mereka dihadapkan seperti pasangan suami istri.

Cadar itu terlepas dari wajah Zena yang memperlihatkan kecantikan yang saat ini hanya bisa dilihat oleh Samudera. Mata pria tampan berkulit putih itu tidak berkedip sama sekali dan sementara Zena mengalihkan pandangannya untuk mengendalikan debaran jantungnya yang mungkin saja terdengar oleh Samudra.

"Kamu gugup?" tanya Samudra.

Zena mengangguk pelan.

"Saya tahu itu, saya juga demikian, tetapi jika kita berdua sama-sama gugup, bukankah aneh sekali pernikahan kita," ucap Samudra.

"Benar juga," sahut Zena.

Samudra menggenggam tangannya dan kemudian mengajaknya untuk duduk di pinggir ranjang. Keduanya tampak berdekatan.

"Zena ini sudah menjadi pilihan kita berdua, mungkin ini sudah takdir dari Allah, kita berdoa pada akhirnya menikah, saya tahu kamu gugup dengan pernikahan kita, kamu baru saja menyelesaikan pendidikan dan harus dihadapkan dengan pernikahan, usia kita juga terpaut cukup jauh 10 tahun, pola pikir kita juga pasti berbeda, kamu tidak perlu khawatir, saya tidak perlu menuntut kamu untuk menjadi istri yang seperti ini dan itu,"

"Karena sesungguhnya saya sendiri juga memiliki kekurangan yang besar, selama pernikahan kita, kamu tetap menjadi diri kamu yang apa adanya, kamu boleh melanjutkan pendidikan, atau melanjutkan karir sesuai dengan impian kamu, saya tidak akan membatasi itu," ucap Samudra ternyata berusaha memahami Zena.

"Terima kasih. Kak," jawab Zena dengan singkat.

"Hmmmm, kamu sebaiknya langsung bersih-bersih saja dan setelah itu kita istirahat, saya tahu kamu pasti lelah," ucap Samudra membuat Zena menganggukkan kepala.

********

"Mama lega, akhirnya anak-anak bisa bersatu dalam pernikahan, semoga saja pernikahan mereka terus diberkahi dan diridhoi oleh Allah," ucap Amelia yang saat ini berada di dalam kamar bersama dengan suaminya

Keduanya juga tampak lelah karena menjadi tuan rumah dari pesta pernikahan putra-putri mereka.

"Papa juga mengharapkan hal yang sama. Semoga juga Samudra bisa mengurangi tugasnya agar memiliki waktu lebih banyak lagi kepada istrinya, kasihan juga Zena jika harus ditinggal berlama-lama," ucap Faisal.

"Tetapi namanya juga sudah pekerjaan yang berkaitan dengan negara, jadi apa yang dilakukan putra kita saat ini semua hanya memenuhi kewajibannya sebagai warga negara, kita doakan saja yang terbaik untuk pernikahan mereka," sahut Amelia dengan bijak.

Pasti sebagai seorang ayah akan memberikan doa yang terbaik untuk putrinya. Meski Zena adalah putri angkat mereka.

Bersambung......

Terpopuler

Comments

Yantie Narnoe

Yantie Narnoe

lanjut....

2026-07-19

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Malam Petaka
2 Episode 2 Permintaan Pulang
3 Episode 3 Permintaan Membuat Kaget
4 Episode 4 Pernikahan
5 Episode 5 Malam Pertama
6 Episode 6 Harus LDR
7 Episode 7 Kejujuran Membawa Luka
8 Episode 9 Kebencian
9 Episode 9 Kembali
10 Episode 9 Hambar
11 Episode 11 Mungkin Cemburu
12 Episode 12 Meminta Berpisah
13 Episode 13 Suami Laknat
14 Episode 14 Panas
15 Episode 15 Tertangkap
16 Episode 16 Ulah Anggi
17 Episode 17 Keberanian Zena
18 Episode 18 Ada Apa Dengan Tempat Itu
19 Episode 19 Melawannya
20 Episode 20 Sama-sama Di Tempat Itu
21 Episode 21 Cemburu
22 Episode 22 Seperti Ada Rahasia
23 Episode 23 Mati Rasa
24 Episode 24 Ariana Mengamuk
25 Episode 25 Istri Pemberani
26 Episode 26 Akhirnya Dia Tahu
27 Episode 27 Rahasia Masa Lalu
28 Episode 28 Gebrakan
29 Episode 29 Apa Masih Bisa Bersatu
30 Episode 30 Seketika Dia Berubah
31 Episode 31 Baru Tahu Dia Siapa
32 Episode 32 Apa Mungkin Dia Pelakunya
33 Episode 33 Mari Memperbaiki Pernikahan
34 Episode 34 Memastikan Pelakunya
35 Episode 35 Memang Dia Wanita Itu
36 Episode 36 Dapat Memastikan
37 Episode 37 Apa Itu
38 Episode 38 Terbongkar
39 Episode 39 Yang Sebenarnya Terjadi
40 Episode 40 Zena akhirnya Tahu
41 Episode 41 Jatuhkan Talak
42 Episode 42 Putrinya
43 Episode 43 Lagi-lagi 1 Fakta Terbongkar
44 Episode 44 Tidak Mungkin Mengakui
45 Episode 45 Pertengkaran Yang Manis
46 Episode 46 Di Bukan Anakmu
47 Episode 47 Melihatnya Pertama Kali
48 Episode 48 Dia Ada
49 Episode 49 Ya Saya Memiliki Anak
50 Episode 50 Cemburu
51 Episode 51 Darurat
52 Episode 52 Khaira Kritis
53 Episode 53 Kondisi Parah
54 Episode 54 Pengampunan
55 Episode 55 Permohonan
56 Episode 56 Positif
57 Episode 57 Hilangkan Ego
58 Episode 58 Jujur Pada Anka
59 Episode 59 Oprasi Selesai
60 Episode 60 Penuh curiga
61 Episode 61 Fitnah Terhadap Istri
62 Episode 62 Ariana Berulah
63 Episode 63 Ungkapan Perasaan.
64 Episode 64 Peran Orang Tua
65 Episode 65 Kebersamaan
66 Episode 66 Faisal Turun Tangan
67 Episode 67 Panik
68 Episode 68 Pertanyaan Menyayat hati
69 Episode 69 Ariana Kualat
70 Episode 70 Edisi Kondangan
71 Episode 71 Acara Yang Melelahkan
72 Episode 72 Suami Istri Lucu
73 Episode 73 Anak Menjadi Penengah
74 Episode 74 Cukup Manis
75 Episode 75 Insiden
76 Episode 76 Kondisi Terburuk
77 Episode 77 Tidak Mungkin
78 Episode 78 Duka Kehilangan
79 Episode 79 Perceraian
80 Episode Siapa Yang Harus Bersamaku
81 Episode 81 Masih Takut
82 Episode 82 Ini Bukan Perpisahan
83 Episode 83 Di Tunda
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Episode 1 Malam Petaka
2
Episode 2 Permintaan Pulang
3
Episode 3 Permintaan Membuat Kaget
4
Episode 4 Pernikahan
5
Episode 5 Malam Pertama
6
Episode 6 Harus LDR
7
Episode 7 Kejujuran Membawa Luka
8
Episode 9 Kebencian
9
Episode 9 Kembali
10
Episode 9 Hambar
11
Episode 11 Mungkin Cemburu
12
Episode 12 Meminta Berpisah
13
Episode 13 Suami Laknat
14
Episode 14 Panas
15
Episode 15 Tertangkap
16
Episode 16 Ulah Anggi
17
Episode 17 Keberanian Zena
18
Episode 18 Ada Apa Dengan Tempat Itu
19
Episode 19 Melawannya
20
Episode 20 Sama-sama Di Tempat Itu
21
Episode 21 Cemburu
22
Episode 22 Seperti Ada Rahasia
23
Episode 23 Mati Rasa
24
Episode 24 Ariana Mengamuk
25
Episode 25 Istri Pemberani
26
Episode 26 Akhirnya Dia Tahu
27
Episode 27 Rahasia Masa Lalu
28
Episode 28 Gebrakan
29
Episode 29 Apa Masih Bisa Bersatu
30
Episode 30 Seketika Dia Berubah
31
Episode 31 Baru Tahu Dia Siapa
32
Episode 32 Apa Mungkin Dia Pelakunya
33
Episode 33 Mari Memperbaiki Pernikahan
34
Episode 34 Memastikan Pelakunya
35
Episode 35 Memang Dia Wanita Itu
36
Episode 36 Dapat Memastikan
37
Episode 37 Apa Itu
38
Episode 38 Terbongkar
39
Episode 39 Yang Sebenarnya Terjadi
40
Episode 40 Zena akhirnya Tahu
41
Episode 41 Jatuhkan Talak
42
Episode 42 Putrinya
43
Episode 43 Lagi-lagi 1 Fakta Terbongkar
44
Episode 44 Tidak Mungkin Mengakui
45
Episode 45 Pertengkaran Yang Manis
46
Episode 46 Di Bukan Anakmu
47
Episode 47 Melihatnya Pertama Kali
48
Episode 48 Dia Ada
49
Episode 49 Ya Saya Memiliki Anak
50
Episode 50 Cemburu
51
Episode 51 Darurat
52
Episode 52 Khaira Kritis
53
Episode 53 Kondisi Parah
54
Episode 54 Pengampunan
55
Episode 55 Permohonan
56
Episode 56 Positif
57
Episode 57 Hilangkan Ego
58
Episode 58 Jujur Pada Anka
59
Episode 59 Oprasi Selesai
60
Episode 60 Penuh curiga
61
Episode 61 Fitnah Terhadap Istri
62
Episode 62 Ariana Berulah
63
Episode 63 Ungkapan Perasaan.
64
Episode 64 Peran Orang Tua
65
Episode 65 Kebersamaan
66
Episode 66 Faisal Turun Tangan
67
Episode 67 Panik
68
Episode 68 Pertanyaan Menyayat hati
69
Episode 69 Ariana Kualat
70
Episode 70 Edisi Kondangan
71
Episode 71 Acara Yang Melelahkan
72
Episode 72 Suami Istri Lucu
73
Episode 73 Anak Menjadi Penengah
74
Episode 74 Cukup Manis
75
Episode 75 Insiden
76
Episode 76 Kondisi Terburuk
77
Episode 77 Tidak Mungkin
78
Episode 78 Duka Kehilangan
79
Episode 79 Perceraian
80
Episode Siapa Yang Harus Bersamaku
81
Episode 81 Masih Takut
82
Episode 82 Ini Bukan Perpisahan
83
Episode 83 Di Tunda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!