Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Episode 1 Malam Petaka

Matahari tenggelam begitu cepat, waktu terasa cepat berlalu. Langit malam diselimuti awan hitam pekat, sejak tadi langit terasa mendung dan ternyata malam ini hujan turun begitu deras hingga menelan setiap suara di sekitarnya.

Kilatan petir berkali-kali membelah langit, disusul dengan gemuruh Guntur yang menggetarkan udara, suaranya terdengar begitu keras.

Hujan deras membuat aktivitas malam berkurang, jalanan tanpa kosong, hanya lampu-lampu jalan yang berkedip-kedip, menciptakan bayangan panjang yang terasa begitu mengerikan.

Gadis remaja memakai seragam SMA putih abu-abu dengan coretan yang terlihat banyak di seragamnya, hijabnya tetap melekat meski sedikit berantakan karena harus berlari tanpa henti di hujan yang deras.

Nafasnya memburu, dadanya naik turun dengan cepat, wajahnya panik, terlihat takut, hanya ingin berlari sekencang mungkin.

Di belakangnya...

Terdengar langkah kaki yang menggema di tengah derasnya hujan, ketakutan semakin menjadi-jadi.

Tap... tap... tap...

Tidak tergesa, namun terus mendekat, gadis remaja itu memberanikan diri untuk menoleh sesaat, yang terlihat hanyalah sosok pria dalam balutan kegelapan.

Wajahnya sama sekali tidak tampak terlihat. setiap kali petir menyambar cahaya hanya memperlihatkan siluet tubuhnya yang berdiri di balik tirai hujan, lalu kembali ditelan gelap.

"Astagfirullah....." lirihnya ketika ketakutan.

Tidak ingin mencari tahu sosok bayangan pria gagah tersebut membuat gadis remaja bernama Zena terus melanjutkan langkahnya, nafasnya semakin tidak stabil, rasa panik dan takut bercampur menjadi satu.

Langkah pria itu semakin cepat, entah apa tujuannya dalam malam kegelapan yang begitu sepi. Tetapi Zena masih bisa memperhatikan langkah pria itu tidak stabil.

"Ahhhhhh....." Zena tiba-tiba saja terjatuh dengan kedua lututnya menyentuh lantai.

Zena berbalik badan, sosok pria itu sudah begitu dekat dengannya.

"Jangan... jangan mendekat..."

Suaranya bergetar, nyaris tenggelam oleh gemuruh hujan.

Tidak ada suara yang diperdengarkan dari sosok pria misterius, hanya Bagaimana pergerakan tubuhnya yang memegang kepalanya dan disaat itu Zena kembali bangkit berdiri, berusaha dengan semampunya, mengambil kesempatan pergi dari tempat itu.

Zena kembali berlari, berbelok ke sebuah gang sempit yang dipenuhi genangan air. Sandalnya beberapa kali tergelincir di jalan yang licin. Hampir saja ia jatuh, tetapi ia memaksakan diri bangkit dan terus berlari.

Zena berpikir dia sudah aman, tetapi ternyata seolah-olah ada jejak kaki yang ditinggalkan membuat sosok tersebut masih terus mengejarnya.

Kilatan petir kembali menyambar.

Kali ini bayangan pria itu jauh lebih dekat.

Begitu dekat hingga bayangannya memanjang di atas genangan air, seolah hendak menelan langkah Zena.

"Ya Allah, bagaimana ini?"

"Siapa dia?"

"Apa yang harus hamba lakukan?"

"Tolong lindungi hamba ya Allah,"

Panik menguasai seluruh pikirannya.

Di ujung gang, sebuah gedung tua yang telah lama terbengkalai berdiri angkuh dalam kegelapan.

Pintu kayunya terbuka sedikit, berayun pelan diterpa angin malam.

Tanpa pilihan lain, Zena menerobos masuk.

BRAKK!!!!!

Pintu kayu tua itu ia dorong hingga tertutup keras.

Tubuhnya bersandar pada pintu sambil menahan napas. Kedua tangannya gemetar hebat, bahkan Zena hampir tidak mampu berdiri.

Lalu...

Zena berharap tempat itu aman untuk berlindung dari sosok yang tidak terlihat tersebut.

Duk...

Sesuatu menghantam pintu dari luar.

Zena langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan agar tidak menjerit, ketakutannya semakin bertambah

Duk... Duk...

Benturan berikutnya terdengar lebih keras.

Kayu tua itu bergetar pelan.

Air matanya mulai jatuh tanpa mampu ia tahan. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga terasa memenuhi telinganya sendiri.

Zena merasa sudah tidak aman membuatnya, langsung mencari tempat persembunyianya, tetapi sungguh sial lagi-lagi tubuhnya terbentur meja yang ada di sana membuat Zena terjatuh.

Brukkk!!!!

Zena kaget dengan mata terbelalak, sosok pria yang dia hindari berhasil membuka pintu dan sekarang berdiri gagah di depan pintu tanpa wajah yang terlihat karena begitu gelap.

Zena menganggap memasuki gedung tua itu adalah tempat berlindung paling aman dan justru dia semakin terjebak.

"Siapa kamu?"

"Jangan mendekatiku pergi dari sini?"

Pria itu dia membisu, langkahnya yang pasti melangkah masuk. Zena semakin panik, lebih panik lagi ketika sosok tersebut berhasil menutup pintu, ruangan yang begitu gelap semakin membuatnya tidak bisa mencari tempat perlindungan, tetapi Zena masih berusaha untuk lari dengan mencoba berdiri.

Sayangnya tubuhnya terlalu lemah, membuatnya mengesot dan tiba-tiba saja kakinya tertarik.

"Lepaskan aku!"

"Lepaskan!"

Zena berusaha menendang sosok tersebut, dalam hitungan detik tiba-tiba saja tubuhnya ditindih, pelecehan mulai dia dapatkan dari sentuhan dengan kedua tangannya dicengkram begitu keras berada di sisi kiri dan kanan kepalanya.

"Tolong pergi!"

"Jangan menyentuhku!"

"Aku mohon pergi!" Zena berusaha menghindar dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, menghindari sosok laki-laki yang ingin menodai bibirnya.

Zena berusaha memberontak, tapi semakin memberontak justru hanya membuang tenaganya dan pria itu semakin gragas

Zena tidak tahu siapa orang yang melecehkannya, hanya bau alkohol yang tercampur dengan bau parfum yang begitu khas.

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Benar-benar nasibnya, baru saja pulang menyelesaikan tugasnya, Zena terjebak dalam hujan deras, ada orang jahat yang mengikutinya, Zena pikir bisa menghindar dan mencari pertolongan dan tayang sekali, justru dia terjebak dan kehormatannya direnggut oleh orang yang tidak dikenal.

Zena hanya pasrah menerima nasibnya dengan kesuciannya telah direnggut secara paksa.

*********

3 Tahun Kemudian

Langit sore membentang cerah di atas kampus megah sebuah universitas ternama di luar negeri.

Bangunan-bangunan bergaya klasik anggun mengelilingi halaman luas yang dipenuhi dengan lautan toga hitam dan senyum penuh kebanggaan. hari ini adalah hari kelulusan dari perjuangan para mahasiswa dalam menempuh pendidikannya.

sorak-sorai menggema memenuhi seluruh Arya kampus.

"Three... two... one!"

dalam sekejap, puluhan mahasiswa, terutama para wanita yang mengenakan toga lengkap dengan selempang wisuda berwarna merah cerah, mengangkat topi toga mereka tinggi-tinggi.

Whoosh!

Topi topi toga berterbangan ke angkasa, berputar di udara sebelum membentuk pemandangan yang begitu indah di bawah cahaya matahari.

Tawa bahagia dan tepuk tangan saling bersahutan, sementara kilatan kamera terus mengabadikan momen yang hanya datang sekali seumur hidup.

Beberapa mahasiswa saling berpelukan dengan mata yang berkaca-kaca. ada yang tertawa lepas, ada pula yang menutup mulutnya, tak kuasa menahan harus setelah bertahun-tahun berjuang menghadapi tugas, ujian, dan malam-malam panjang yang dipenuhi kerja keras untuk mendapatkan hasil terbaik.

Musik perayaan mengalun meriah mengiringi langkah para gagasan yang berjalan melintas halaman universitas. mereka saling berfoto di depan gedung utama, di bawah pepohonan rindang, hingga tanda-tanggal kampus yang selama ini menjadi saksi perjalanan mereka menuntut ilmu di negara orang.

Pada akhirnya hari itu dipenuhi tawa, harapan, dan impian. setiap senyum Yang terukir di wajah para lulus sekolah menjadi bukti bahwa seluruh perjuangan pengorbanan dan kerja keras mereka akhirnya berbuah manis.

Bersambung.....

...Hay para pembaca jangan lupa untuk membaca karya terbaru saya Noda Pernikahan Di Balik Cadar, terus ikuti dan baca dari bab 1 sampai bab akhir, sedikit banyaknya yang kalian berikan kepada saya akan membuat saya semakin semangat....

...Jangan lupa untuk subscribe, like koment dan subscribe dan vote untuk sebanyak-banyaknya, terima kasih untuk para readers, salam cinta dari saya Author........

Terpopuler

Comments

david 123

david 123

Simak awal kisah sedih .lanjut kisah 3 tahun kemudian..ya..ya...ikuti alurx...

2026-08-13

0

Uthie

Uthie

coba mampir 👍

2026-08-19

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Malam Petaka
2 Episode 2 Permintaan Pulang
3 Episode 3 Permintaan Membuat Kaget
4 Episode 4 Pernikahan
5 Episode 5 Malam Pertama
6 Episode 6 Harus LDR
7 Episode 7 Kejujuran Membawa Luka
8 Episode 9 Kebencian
9 Episode 9 Kembali
10 Episode 9 Hambar
11 Episode 11 Mungkin Cemburu
12 Episode 12 Meminta Berpisah
13 Episode 13 Suami Laknat
14 Episode 14 Panas
15 Episode 15 Tertangkap
16 Episode 16 Ulah Anggi
17 Episode 17 Keberanian Zena
18 Episode 18 Ada Apa Dengan Tempat Itu
19 Episode 19 Melawannya
20 Episode 20 Sama-sama Di Tempat Itu
21 Episode 21 Cemburu
22 Episode 22 Seperti Ada Rahasia
23 Episode 23 Mati Rasa
24 Episode 24 Ariana Mengamuk
25 Episode 25 Istri Pemberani
26 Episode 26 Akhirnya Dia Tahu
27 Episode 27 Rahasia Masa Lalu
28 Episode 28 Gebrakan
29 Episode 29 Apa Masih Bisa Bersatu
30 Episode 30 Seketika Dia Berubah
31 Episode 31 Baru Tahu Dia Siapa
32 Episode 32 Apa Mungkin Dia Pelakunya
33 Episode 33 Mari Memperbaiki Pernikahan
34 Episode 34 Memastikan Pelakunya
35 Episode 35 Memang Dia Wanita Itu
36 Episode 36 Dapat Memastikan
37 Episode 37 Apa Itu
38 Episode 38 Terbongkar
39 Episode 39 Yang Sebenarnya Terjadi
40 Episode 40 Zena akhirnya Tahu
41 Episode 41 Jatuhkan Talak
42 Episode 42 Putrinya
43 Episode 43 Lagi-lagi 1 Fakta Terbongkar
44 Episode 44 Tidak Mungkin Mengakui
45 Episode 45 Pertengkaran Yang Manis
46 Episode 46 Di Bukan Anakmu
47 Episode 47 Melihatnya Pertama Kali
48 Episode 48 Dia Ada
49 Episode 49 Ya Saya Memiliki Anak
50 Episode 50 Cemburu
51 Episode 51 Darurat
52 Episode 52 Khaira Kritis
53 Episode 53 Kondisi Parah
54 Episode 54 Pengampunan
55 Episode 55 Permohonan
56 Episode 56 Positif
57 Episode 57 Hilangkan Ego
58 Episode 58 Jujur Pada Anka
59 Episode 59 Oprasi Selesai
60 Episode 60 Penuh curiga
61 Episode 61 Fitnah Terhadap Istri
62 Episode 62 Ariana Berulah
63 Episode 63 Ungkapan Perasaan.
64 Episode 64 Peran Orang Tua
65 Episode 65 Kebersamaan
66 Episode 66 Faisal Turun Tangan
67 Episode 67 Panik
68 Episode 68 Pertanyaan Menyayat hati
69 Episode 69 Ariana Kualat
70 Episode 70 Edisi Kondangan
71 Episode 71 Acara Yang Melelahkan
72 Episode 72 Suami Istri Lucu
73 Episode 73 Anak Menjadi Penengah
74 Episode 74 Cukup Manis
75 Episode 75 Insiden
76 Episode 76 Kondisi Terburuk
77 Episode 77 Tidak Mungkin
78 Episode 78 Duka Kehilangan
79 Episode 79 Perceraian
80 Episode Siapa Yang Harus Bersamaku
81 Episode 81 Masih Takut
82 Episode 82 Ini Bukan Perpisahan
83 Episode 83 Di Tunda
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Episode 1 Malam Petaka
2
Episode 2 Permintaan Pulang
3
Episode 3 Permintaan Membuat Kaget
4
Episode 4 Pernikahan
5
Episode 5 Malam Pertama
6
Episode 6 Harus LDR
7
Episode 7 Kejujuran Membawa Luka
8
Episode 9 Kebencian
9
Episode 9 Kembali
10
Episode 9 Hambar
11
Episode 11 Mungkin Cemburu
12
Episode 12 Meminta Berpisah
13
Episode 13 Suami Laknat
14
Episode 14 Panas
15
Episode 15 Tertangkap
16
Episode 16 Ulah Anggi
17
Episode 17 Keberanian Zena
18
Episode 18 Ada Apa Dengan Tempat Itu
19
Episode 19 Melawannya
20
Episode 20 Sama-sama Di Tempat Itu
21
Episode 21 Cemburu
22
Episode 22 Seperti Ada Rahasia
23
Episode 23 Mati Rasa
24
Episode 24 Ariana Mengamuk
25
Episode 25 Istri Pemberani
26
Episode 26 Akhirnya Dia Tahu
27
Episode 27 Rahasia Masa Lalu
28
Episode 28 Gebrakan
29
Episode 29 Apa Masih Bisa Bersatu
30
Episode 30 Seketika Dia Berubah
31
Episode 31 Baru Tahu Dia Siapa
32
Episode 32 Apa Mungkin Dia Pelakunya
33
Episode 33 Mari Memperbaiki Pernikahan
34
Episode 34 Memastikan Pelakunya
35
Episode 35 Memang Dia Wanita Itu
36
Episode 36 Dapat Memastikan
37
Episode 37 Apa Itu
38
Episode 38 Terbongkar
39
Episode 39 Yang Sebenarnya Terjadi
40
Episode 40 Zena akhirnya Tahu
41
Episode 41 Jatuhkan Talak
42
Episode 42 Putrinya
43
Episode 43 Lagi-lagi 1 Fakta Terbongkar
44
Episode 44 Tidak Mungkin Mengakui
45
Episode 45 Pertengkaran Yang Manis
46
Episode 46 Di Bukan Anakmu
47
Episode 47 Melihatnya Pertama Kali
48
Episode 48 Dia Ada
49
Episode 49 Ya Saya Memiliki Anak
50
Episode 50 Cemburu
51
Episode 51 Darurat
52
Episode 52 Khaira Kritis
53
Episode 53 Kondisi Parah
54
Episode 54 Pengampunan
55
Episode 55 Permohonan
56
Episode 56 Positif
57
Episode 57 Hilangkan Ego
58
Episode 58 Jujur Pada Anka
59
Episode 59 Oprasi Selesai
60
Episode 60 Penuh curiga
61
Episode 61 Fitnah Terhadap Istri
62
Episode 62 Ariana Berulah
63
Episode 63 Ungkapan Perasaan.
64
Episode 64 Peran Orang Tua
65
Episode 65 Kebersamaan
66
Episode 66 Faisal Turun Tangan
67
Episode 67 Panik
68
Episode 68 Pertanyaan Menyayat hati
69
Episode 69 Ariana Kualat
70
Episode 70 Edisi Kondangan
71
Episode 71 Acara Yang Melelahkan
72
Episode 72 Suami Istri Lucu
73
Episode 73 Anak Menjadi Penengah
74
Episode 74 Cukup Manis
75
Episode 75 Insiden
76
Episode 76 Kondisi Terburuk
77
Episode 77 Tidak Mungkin
78
Episode 78 Duka Kehilangan
79
Episode 79 Perceraian
80
Episode Siapa Yang Harus Bersamaku
81
Episode 81 Masih Takut
82
Episode 82 Ini Bukan Perpisahan
83
Episode 83 Di Tunda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!