Menjadi Berbeda

Wanita yang melangkah menuju istana belakang. Matanya melirik ke arah sekitarnya. Bunga sakura tengah bermekaran, udara yang begitu hangat. 

Di kehidupan lalu, dirinya selalu bekerja keras untuk menjadi permaisuri yang baik. Mengatur pengeluaran dan pemasukan istana belakang. Membagikan bubur untuk rakyat jelata atas nama keluarga Kerajaan. Hidup sederhana, bahkan lebih sederhana dari Putri bangsawan kecil. Padahal dirinya adalah permaisuri, itu hanya untuk mengikuti selera dan keinginan Kaisar. 

Padahal dirinya hanya dipermainkan. 

Melewati kolam bunga teratai, ketika berjalan melewati sebuah gazebo. Dirinya berpapasan dengan seseorang. Pria yang dulu merupakan murid dari ayahnya. 

“Hamba memberi hormat kepada yang mulia Permaisuri.” Itulah yang diucapkan orang ini, menunduk ketika berpapasan dengannya.

Sang permaisuri hanya sedikit menunduk, sekedar membalas sapaan. Kemudian kembali melangkah, pria itu adalah lawan politik Kaisar. Perdana menteri, orang yang paling diwaspadai oleh kaisar saat ini. 

Mendapatkan posisinya, karena kecerdasannya. Dirinya sedikit melirik ke belakang, jika ingin menghancurkan Kaisar. Mungkin orang itu dapat dijadikan pion. 

Tapi orang itu begitu membencinya di kehidupan lalu. Selalu menentang keputusannya yang membela Kaisar. 

Sang permaisuri menghentikan langkahnya. Kemudian menatap ke arah belakang. 

Pria berpakaian hitam itu berjalan dengan anggun. Pria yang benar-benar rupawan, tapi belum menikah hingga saat ini. Semua wanita di ibukota menginginkannya.

Permaisuri Lin mengangkat salah satu alisnya.

“Menurutmu, Bagaimana caranya agar perdana menteri berpihak kepadaku? Apa aku harus memberikan banyak harta padanya?” Tanya sang permaisuri kepada dayangnya. 

“Tuan perdana menteri sama sekali tidak kekurangan harta. Hampir separuh toko di negeri ini dimiliki olehnya.” Jawaban dari dayangnya membuat sang permaisuri mengepalkan tangan berusaha keras untuk tersenyum. 

“Baiklah, Bagaimana jika aku mencarikannya jodoh. Mencarikan wanita cantik dari keluarga bangsawan. Ketika istrinya berada di pihakku maka—” kalimat sang permaisuri disela.

“Tuan perdana menteri, tinggal tunjuk saja jika menginginkan seorang wanita. Seluruh wanita di ibukota mengejar-ngejarnya. Mendinginkannya untuk menjadi seorang suami.” Riri menggeleng heran, dengan kata-kata majikannya. 

Bagaimana bisa lawan politik berpihak kepadanya? 

“Benar juga ya? Nanti akan aku pikirkan cara lain. Benar-benar seorang pria pemilih…” dirinya kemudian melangkah pergi. Berhenti menatap punggung pria yang sudah berjalan begitu jauh. 

Namun, pria dengan pakaian hitam itu, menghentikan langkahnya. Menatap ke arah permaisuri dari kejauhan. Hanya menatapnya saja…

Bagaimana caranya agar sang perdana menteri ini berpihak kepada permaisuri? 

Entahlah…

Namun yang jelas ketika wanita itu melangkah. Tiba-tiba langkahnya terhenti, menatap seseorang yang menggunakan jubah naga di hadapannya.

Perdana menteri melihatnya dari jauh, hanya mengepalkan tangannya dan menghela nafas. Matanya memerah, menahan amarah atau tangis? Entah apa yang ada di pikiran orang itu. Orang yang segera melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut. Tanpa ingin mengetahui apa yang Kaisar dan permaisuri bicarakan. 

***

“Hamba memberi hormat kepada yang mulia Kaisar. Semoga yang mulia Kaisar panjang umur 1000 tahun…” sang permaisuri menunduk kepada suaminya. Padahal dalam hatinya ingin sekali meludahi orang ini. 

“Mau ke mana? Apa mau membuat masalah di istana selir lagi?” Pertanyaan yang diucapkan oleh sang Kaisar, merangkul pinggang wanita yang baru diangkatnya menjadi selir, wanita yang kini tengah hamil. Selir Wen Lili itulah namanya. 

“Yang mulia, kakak tidak bermaksud buruk. Dia mungkin cemburu karena belum mengandung darah naga. Padahal yang mulia Kaisar melakukan semuanya demi kebaikan kakak. Melahirkan itu menyakitkan, harus bertaruh nyawa. Yang mulia Kaisar terlalu menyayangi Kak Lin, jadi tidak mengizinkannya melahirkan. Jangan salah paham ya Kak Lin…” itulah yang diucapkan Selir Wen.

Kata-kata yang bahkan membuat permaisuri memutar bola matanya malas. Jika dulu dirinya akan menampar selir ini. Kemudian berteriak di hadapan Kaisar, meminta Kaisar untuk menghabiskan satu malam saja dengannya.

“Wen Lili memang yang paling pengertian, tidak seperti seseorang yang pencemburu.” Sang Kaisar merangkul pinggang selir Wen, tersenyum mengelus perutnya yang membuncit. 

“Seseorang yang pencemburu? Yang mulia mengatakan siapa? Aku? Cemburu pada sampah masyarakat, maaf…maksudku cemburu padamu?” Pada akhirnya sang permaisuri tidak dapat menahan tawanya. Dirinya tertawa begitu kencang. 

“Diam! Kalau bukan pencemburu sifat apa yang kamu keluarkan ini? Selir Wen bahkan selalu takut jika kamu akan mencelakai para pangeran! Hanya karena sifat iri dengki dan cemburumu!” Kaisar menatap nyalang ke arahnya.

Sedangkan dirinya hanya mengangkat salah satu alisnya. Menghela nafas kasar.”Apa Aku mengatakan sesuatu yang membuat selir Wen ketakutan? Jika iya mohon maafkan Aku…” pada awalnya raut wajah permaisuri terlihat tenang penuh senyuman. 

Selir Wen mengepalkan tangannya, seharusnya wanita ini marah dan menunjukkan perilaku tidak beradab. Tapi kenapa terlihat begitu tenang? 

“Tapi…selir ini berani merendahkan namaku yang menjadi seorang permaisuri dengan memanggilku kakak. Sejak kapan posisi kita setara?” Raut wajah sang permaisuri tiba-tiba terlihat begitu muram dan gelap. Wanita itu menyeringai, senyuman menyenangkan yang anggun tidak terlihat lagi.

“Mohon ampun Yang mulia permaisuri, aku mengatakannya karena ingin akrab dengan anda. Ingin akrab dengan yang mulia…ingin kita dapat seperti saudara. Yang mulia Kaisar, pasti lebih mengetahui maksudku.” Selir Wen tiba-tiba saja berlutut. Yang ada di otaknya adalah untuk mempengaruhi Kaisar membenci permaisuri. 

“Sudah aku bilang hentikan perilaku cemburumu! Kamu mengintimidasi para selir! Sudah aku katakan aku tidak menyukai wanita pencemburu. Bagaimana bisa ada seorang permaisuri pencemburu sepertimu.” Sang Kaisar membantu Selir Wen bangkit. 

Pasangan anjing ini benar-benar penuh drama. Membuat sang permaisuri mengangkat salah satu alisnya.”Sebagai pemegang stempel Phoenix, hamba hanya menegakkan peraturan istana belakang. Hamba tidak menamparnya atau melakukan kekerasan. Jika yang mulia berani ikut campur dengan otoritas hamba. Jangan salahkan jika hamba, juga akan terlibat masalah politik. Karena stempel Phoenix, hanyalah satu-satunya mainan hamba yang tinggal di istana belakang ini.”

Kalimat sinis bagaikan penuh ancaman. Itu artinya, jika Kaisar menentangnya. Jangan salahkan jika dirinya mengadu kepada keluarga Lin.

“Kamu tidak bisa menghukum selir yang tengah mengandung darah naga.” Kaisar menekankan kata-katanya. 

“Benar! Hamba memang tidak bisa karena belum melahirkan darah naga sama sekali. Tapi, Selir Wen, tunjanganmu akan dipotong 3/4 nya. Kemudian kamu juga dihukum, untuk menggantikanku melayani kaisar setiap tanggal 15 selama 10 bulan.” Kalimat penuh tawa yang diucapkan oleh permaisuri.

“Kamu berani memotong tunjangan…” Kaisar membulatkan matanya, menyadari kalimat terakhir yang diucapkan oleh istrinya.”Apa maksudmu dengan menggantikanmu melayaniku?”

“Ha…ha…ha…” sang permaisuri menghentikan tawanya.”Aku sedikit kurang sehat karena terus-menerus tidur di lantai setiap tanggal 15. Nah, karena tidak ingin menulari penyakitku pada yang mulia Kaisar.  Lebih baik selir Wen saja yang melayani. Hamba permisi…”

“Yang mulia, hamba takut…” Selir Wen memeluk sang Kaisar. Sementara Kaisar menatap ke arah punggung sang permaisuri. Ada yang begitu aneh padanya? Entah itu apa…

Hingga sang permaisuri menghentikan langkahnya sejenak.”Saat yang mulia naik tahta menjadi Kaisar. Yang mulia pernah memberikan titah kosong kepada keluarga Lin, karena jasa-jasanya. Mungkin belakangan ini aku akan menggunakannya.”

“Jangan menggunakannya untuk hal-hal yang—” kalimat Kaisar di sela. 

“Kaisar tidak tahu, belakangan ini aku begitu kesepian. Mungkin lebih baik, aku mengangkat salah satu pangeran untuk menjadi putraku. Lebih tepatnya menjadi mainanku. Ha …ha…ha...ha..."sang permaisuri tertawa sumbang, sembari kembali melangkah meninggalkan tempat tersebut, diikuti dayang kepercayaannya.

Terpopuler

Comments

dome🌬️🌀🌀🌀

dome🌬️🌀🌀🌀

kaisar ubur ubur benyek, kau telah membangunkan iblis yg sedang tidur cantik. sekarang permainan baru saja dimulai. persiapkan jiwa ubur2 lembekmu itu untuk menantang sang ratu iblis 😈😈😈😈😈😈😈😈😈

2026-08-27

0

Indar

Indar

permaisuri mulai menggunakan dan menerapkan kekuasaannya 👍👍 biar selir tahu kedudukannya

2026-07-21

3

seno

seno

lanjut thor 💪💪💪
ngopi dulu biar makin semangat ☕☕☕

2026-07-21

2

lihat semua
Episodes
1 Istana Dingin
2 Perubahan
3 Menjadi Berbeda
4 Putra Permaisuri
5 Ibu
6 Memotong
7 Bawa Sial
8 Putraku
9 Berhemat Dana
10 Etika
11 Anak Kecil
12 Tidak Memahami
13 Persiapan Tahta Naga
14 Minta Adik
15 Drama
16 Sekuat Tenaga
17 Perbedaan
18 Ibu Suri
19 Pilihan
20 Melepaskan Tanggung Jawab
21 Hadiah Penyambutan
22 Tertarik
23 Rasa Kesal
24 Untuk Ibu
25 Didikan
26 Kebohongan
27 Kebenaran
28 Memanjakan
29 Ibu Dan Anak
30 Bunga Yang Akan Dipetik
31 Melucuti Hubungan
32 Hadiah
33 Iri
34 Busuk
35 Pelajaran Pertama
36 Arak
37 Hadiah
38 Penanggung Jawab
39 Pion
40 Aroma
41 Korupsi
42 Hukuman
43 Kata Kramat
44 Nona Kelima
45 Memakan Atau Dimakan
46 Cemburu
47 Opini
48 Saling Tikam
49 Saling Menggigit
50 Kematian
51 Pion Benteng
52 Pengusaha
53 Pemeran Utama Pria Kedua
54 Sudah Biasa
55 Menyingkirkan
56 Masa Depan
57 Adik
58 Krim Wajah
59 Komposisi
60 Pasangan
61 Efek Samping
62 Berubah Haluan
63 Arogan
64 Topeng Monyet
65 Dilema
66 Kembali
67 Melahirkan Pangeran
68 Cantik
69 Pelakor
70 Kekuatan Istri Sah
71 Anak Pintar
72 Cepat Hamil
73 Pelajaran Mendasar
74 Rasa Hormat
75 Titah
76 Saran Untuk Menghindar
77 Monyet Berulah
78 Kecurigaan
79 Bertemu Kekasih
80 Perselingkuhan
81 Mati
82 Bisa Dimakan
83 Hidangan
84 Hidangan Utama
85 Perangkap
86 Suara Aneh
87 Terlihat Jelas
88 Terperangkap
89 Jin Peter
90 Dunia Lain
91 Kesepakatan
92 Terlalu Dekat
93 Bukan Update
94 Yang Mana
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Istana Dingin
2
Perubahan
3
Menjadi Berbeda
4
Putra Permaisuri
5
Ibu
6
Memotong
7
Bawa Sial
8
Putraku
9
Berhemat Dana
10
Etika
11
Anak Kecil
12
Tidak Memahami
13
Persiapan Tahta Naga
14
Minta Adik
15
Drama
16
Sekuat Tenaga
17
Perbedaan
18
Ibu Suri
19
Pilihan
20
Melepaskan Tanggung Jawab
21
Hadiah Penyambutan
22
Tertarik
23
Rasa Kesal
24
Untuk Ibu
25
Didikan
26
Kebohongan
27
Kebenaran
28
Memanjakan
29
Ibu Dan Anak
30
Bunga Yang Akan Dipetik
31
Melucuti Hubungan
32
Hadiah
33
Iri
34
Busuk
35
Pelajaran Pertama
36
Arak
37
Hadiah
38
Penanggung Jawab
39
Pion
40
Aroma
41
Korupsi
42
Hukuman
43
Kata Kramat
44
Nona Kelima
45
Memakan Atau Dimakan
46
Cemburu
47
Opini
48
Saling Tikam
49
Saling Menggigit
50
Kematian
51
Pion Benteng
52
Pengusaha
53
Pemeran Utama Pria Kedua
54
Sudah Biasa
55
Menyingkirkan
56
Masa Depan
57
Adik
58
Krim Wajah
59
Komposisi
60
Pasangan
61
Efek Samping
62
Berubah Haluan
63
Arogan
64
Topeng Monyet
65
Dilema
66
Kembali
67
Melahirkan Pangeran
68
Cantik
69
Pelakor
70
Kekuatan Istri Sah
71
Anak Pintar
72
Cepat Hamil
73
Pelajaran Mendasar
74
Rasa Hormat
75
Titah
76
Saran Untuk Menghindar
77
Monyet Berulah
78
Kecurigaan
79
Bertemu Kekasih
80
Perselingkuhan
81
Mati
82
Bisa Dimakan
83
Hidangan
84
Hidangan Utama
85
Perangkap
86
Suara Aneh
87
Terlihat Jelas
88
Terperangkap
89
Jin Peter
90
Dunia Lain
91
Kesepakatan
92
Terlalu Dekat
93
Bukan Update
94
Yang Mana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!