Terlahir Kembali, Menggulingkan Kaisar

Terlahir Kembali, Menggulingkan Kaisar

Istana Dingin

“Kenapa? Aku mencintaimu…Kenapa kamu jadi seperti ini?” Seorang wanita yang memuntahkan darah segar dari mulutnya. Mahkota Phoenix masih menghiasi rambutnya. Namun bukan pakaian sutra yang kini dikenakan, hanya pakaian putih biasa.

Darah segar yang terus mengalir dari mulutnya. Menatap ke arah pria yang dicintainya. Pria yang menggunakan jubah naga.

“Seluruh anggota keluarga Lin sudah dieksekusi. Atas tuduhan melakukan pemberontakan.” Itulah yang diucapkan oleh sang Kaisar penuh senyuman arogan. 

“Pemberontakan? Ayah…adik…mereka tidak mungkin—” kalimat dari permaisuri Lin Krisan terhenti.

Suara tawa Kaisar menggema, pria itu menatapnya penuh senyuman. Kemudian mendekat dan berbisik di telinganya.”Benar-benar kotor dan menyedihkan, biar aku katakan satu rahasia padamu. Mereka memang tidak melakukan pemberontakan, aku yang melakukannya. Aku yang meletakkan bukti-bukti palsu di kediaman Lin.”

“Brengsek! Ayahku sudah sepenuh hati untuk mendukungmu…kamu tidak ingat? Bagaimana saat kamu terkepung di medan perang, ketika menjadi pangeran yang tidak diperhitungkan. Ayah dan adikku yang datang untuk menyelamatkanmu!” Suara teriakan darinya, wanita yang kembali memegangi dadanya memuntahkan darah dari mulutnya.

Tubuhnya sudah rusak, mengalami keracunan. Lebih tepatnya diracuni sedikit demi sedikit. 

“Dia hanya orang tua yang serakah. Jendral Lin hanya pejabat yang serakah. Jenderal yang memiliki kekuasaan yang lebih besar daripada aku. Seluruh rakyat di kekaisaran ini memujinya. Sementara aku? Aku adalah seorang Kaisar! Kematian memang pantas untuknya, yang selalu ingin menginjakku…” kalimat penuh senyuman yang diucapkan oleh pria itu. 

Pupil mata sang permaisuri bergetar penuh kekecewaan. Perlahan wanita itu tertawa, sebuah tawa yang sumbang dan aneh. Air matanya mengalir.”Jadi ini adalah alasan Kenapa bahkan setelah belasan tahun menikah kamu tidak menyentuhku? Kamu takut akan kekuasaan keluarga Lin. Jika aku melahirkan anak untukmu, maka anak itu kemungkinan besar akan menjadi Kaisar berikutnya. Kamu takut dengan keluarga Lin. Aku mencintaimu…ayahku benar-benar tulus padamu…ha…ha…ha…” wanita yang kembali tertawa sumbang. Benar-benar penuh dengan kekecewaan dan rasa sakit. 

Selir agung yang dari tadi berada di samping Kaisar, bergelayut manja, kemudian sedikit bersembunyi. Wanita itu berucap pelan.”Yang mulia Erlin takut…kak Krisan terlihat begitu menyeramkan dan menjijikan. Nanti akan membawa sial bagi anak kita.”

Wanita yang merupakan selir kesayangan Kaisar tersebut tersenyum. Membelai perutnya yang membuncit, sudah 5 anak yang dilahirkan olehnya untuk Kaisar. Dan ini adalah kehamilan keenam baginya.

Sedangkan Krisan tidak melahirkan seorang anak pun. Wanita yang hanya dapat menangis sembari tertawa, menatap ke arah darahnya yang terus mengalir dari mulutnya, menetes ke lantai istana dingin ini. 

Bertahun-tahun dirinya mengharapkan cinta Kaisar. Mengharapkan sedikit saja perhatian, seperti yang diberikan oleh pemuda itu saat sebelum menikahinya. Tapi bagaikan satupun tidak didapatkan olehnya. 

“Ha…ha…ha…ha…” wanita itu tertawa miris, lebih tepatnya menertawakan dirinya sendiri. Terlihat begitu menyedihkan saat ini, dirinya dulunya adalah Nona muda pertama dari keluarga Lin. Keluarga Jenderal yang paling dihormati. Wanita paling berbakat di ibukota, terpikat oleh salah satu pangeran. Kemudian menikahinya dan menjadikannya Kaisar. 

Tapi inilah akhir nasibnya.

“Sebaiknya kamu mati…” Kaisar melirik ke arah dayang, wajahnya menyeringai. Tatapan matanya terlihat begitu dingin, dayang yang mengerti akan isyaratnya memegangi sang permaisuri. 

Memaksanya untuk meminum semangkok racun. Dirinya berusaha melawan, tapi hampir tidak memiliki tenaga. Membiarkan cairan itu merusak tubuhnya. 

Pada akhirnya dirinya berbaring di lantai yang dingin. Beberapa kali memuntahkan darah lagi. Menatap ke arah Kaisar, yang pergi dengan merangkul pinggang selir kesayangannya. 

Seorang wanita yang mati dengan penuh penyesalan. Seharusnya dirinya mendengarkan ayahnya. Seharusnya dirinya menuruti keinginan terakhir ibunya. 

Seharusnya dirinya tidak terpikat akan cinta. Wanita yang bergumam dengan sisa tenaga terakhirnya. 

Tangannya terangkat, seakan-akan mencoba untuk meraih kaisar yang pergi melalui pintu depan istana dingin. 

Hujan salju yang turun, dirinya perlahan berucap. Saat dingin merasuk ke dalam kulitnya.”Jika ada kehidupan kedua aku tidak ingin cintamu. Aku akan lebih memilih merebut tahta…”

Perlahan sinar mata itu memudar. Mengantarnya ke dalam kematian, tangannya masih terulur ke arah pintu keluar. 

Tempat seseorang pada akhirnya masuk, menerobos ke dalam istana dingin. Seorang pria, yang kemudian mendekati dan memeluknya. Lebih tepatnya memeluk jasadnya, seseorang pria yang menangis untuknya.”Yang mulia permaisuri…yang mulia...”

***

Namun ada yang aneh, ketika dirinya berpikir kematian telah menjemputnya. Ketika dirinya berpikir akan melihat kedua orang tuanya dan kakaknya di akhirat.

Dirinya terbangun, menatap ke arah sekitarnya. Seharusnya ini adalah musim dingin. Tapi kenapa udara terasa hangat? Lalu kenapa dirinya tidak mati?

“Yang mulia, sudah aku bilang, lebih baik mengadukan ini kepada ayah anda. Bagaimana bisa yang mulia Kaisar begitu tidak adil. Seharusnya tanggal 15 tepat pada saat pertengahan bulan, menghabiskan malam dengan anda.” Shi Riri (dayang kepercayaan permaisuri) berada di sampingnya, tengah menggosokkan tinta untuknya.

Matanya melirik ke arah sekitar. Ini bukan istana dingin, ini adalah istana Phoenix. Istana yang ditempati oleh permaisuri, sang permaisuri menatap ke arah jemari tangannya sendiri. 

Bukankah Shi Riri seharusnya sudah meninggal karena dihukum mati oleh kaisar? 

Pelayannya yang paling setia, Kenapa masih hidup? Apakah ini akhirat? 

“Kaisar bahkan memiliki lebih banyak anak lagi dari selir lainnya. Seperti seekor kelinci jantan yang terus kawin.” Komat kami pelayan itu mengomel. 

Kalimat ini, tempat ini…dirinya segera bangkit dari tempatnya duduk.”Riri, ini tanggal berapa?”

“Musim semi, tahun ke 564. Kenapa?” Tanya sang pelayan tidak mengerti. 

“Aku kembali ke 15 tahun lalu…” pada akhirnya sang permaisuri tersenyum, perlahan tertawa. Tawa yang begitu kencang menatap ke arah cermin kuningan yang ada di hadapannya. Wajahnya terlihat jauh lebih muda, tubuhnya juga terasa jauh lebih sehat. 

“Jadi apa yang mulia akan mengadukan ini kepada jenderal?” Tanya sang pelayan kepada majikannya. 

Permaisuri Lin Krisan tersenyum, di kehidupan lalu dirinya mengadukan ini kepada ayahnya. Pada akhirnya Kaisar memang menghabiskan malam dengannya. Bersedia menghabiskan malam, tapi malah menyuruhnya tidur di lantai yang dingin. Sedangkan Kaisar pada akhirnya tidur di atas tempat tidur yang hangat. Semua hanya formalitas agar tidak mengundang kemarahan dari jenderal Lin.

“Tidak…” wanita itu meraih kuasnya. Tangannya bergerak begitu lihai, menuliskan sebuah surat untuk ayahnya. 

“Yang mulia, apa yang Anda tulis? Jika tidak membuat tentang keluhan mengenai kaisar yang melanggar aturan, untuk menghabiskan malam dengan anda, maka---” Sang pelayan terlihat penasaran. 

“Aku hanya menulis keluh kesahku sebagai permaisuri. Sekaligus sebagai Putri tunggal kediaman Jendral.” Wanita yang menggoreskan kuasnya di atas kertas. 

Sang pelayan yang penasaran perlahan mengintip. Wanita yang tiba-tiba saja membulatkan matanya.

“Yang mulai akan menghentikan bantuan bencana atas nama Kaisar? Tapi bukankah Kaisar akan murka pada yang mulia…” langkah demi langkah yang tidak dimengerti oleh sang pelayan. Seharusnya permaisuri menarik perhatian Kaisar hingga bersedia menghabiskan malam dengannya.

“Uang adalah uang keluargaku. Bukan uangnya, Lalu kenapa aku harus keluar uang atas nama Kaisar. Lebih baik nikmati bukan? Aku juga harus membeli beberapa kain sutera, permata dan batu giok baru.” Sang permaisuri tersenyum, bahkan tertawa. 

Dirinya dulu begitu bodoh menggunakan harta keluarga Lin untuk kepentingan suaminya. 

Tapi kali ini tidak lagi. Wajah sang permaisuri terlihat begitu cerah.”Antar surat ini, dan sampaikan kepada ayahku. Ada banyak pengungsi di luar kota, lebih baik bagikan bubur atas nama keluarga Lin. Ingat! Harus atas nama keluarga Lin, bukan atas nama Kaisar lagi.” 

Kecantikan, uang, kekuasaan, bahkan relasi di bidang politik. Dirinya memiliki semuanya, menginjak Kaisar sialan itu bukan hal yang sulit bagi keluarga Lin.

"Aku akan menarik pelan-pelan dukungan politikku. Jika tidak bisa melahirkan darah naga. Maka aku tinggal mengadopsinya..." Permaisuri yang menyeringai, mulai menggunakan satu persatu perhiasan miliknya.

Terpopuler

Comments

Mey Rianna

Mey Rianna

hai,hai sayang aku aku datang untuk komentar pertama 🤣

2026-07-20

1

Muzaata Alenmiyu

Muzaata Alenmiyu

baru tau ada judul baru lagi thor 🙏🏼 hadir lagi utk kesekian kali 🤗 sehat, sukses selalu dan tetap semangat thor 💪💪💪

2026-07-21

0

Indar

Indar

ditunggu lanjutnya kak, tetap semangat 💪💪

2026-07-20

2

lihat semua
Episodes
1 Istana Dingin
2 Perubahan
3 Menjadi Berbeda
4 Putra Permaisuri
5 Ibu
6 Memotong
7 Bawa Sial
8 Putraku
9 Berhemat Dana
10 Etika
11 Anak Kecil
12 Tidak Memahami
13 Persiapan Tahta Naga
14 Minta Adik
15 Drama
16 Sekuat Tenaga
17 Perbedaan
18 Ibu Suri
19 Pilihan
20 Melepaskan Tanggung Jawab
21 Hadiah Penyambutan
22 Tertarik
23 Rasa Kesal
24 Untuk Ibu
25 Didikan
26 Kebohongan
27 Kebenaran
28 Memanjakan
29 Ibu Dan Anak
30 Bunga Yang Akan Dipetik
31 Melucuti Hubungan
32 Hadiah
33 Iri
34 Busuk
35 Pelajaran Pertama
36 Arak
37 Hadiah
38 Penanggung Jawab
39 Pion
40 Aroma
41 Korupsi
42 Hukuman
43 Kata Kramat
44 Nona Kelima
45 Memakan Atau Dimakan
46 Cemburu
47 Opini
48 Saling Tikam
49 Saling Menggigit
50 Kematian
51 Pion Benteng
52 Pengusaha
53 Pemeran Utama Pria Kedua
54 Sudah Biasa
55 Menyingkirkan
56 Masa Depan
57 Adik
58 Krim Wajah
59 Komposisi
60 Pasangan
61 Efek Samping
62 Berubah Haluan
63 Arogan
64 Topeng Monyet
65 Dilema
66 Kembali
67 Melahirkan Pangeran
68 Cantik
69 Pelakor
70 Kekuatan Istri Sah
71 Anak Pintar
72 Cepat Hamil
73 Pelajaran Mendasar
74 Rasa Hormat
75 Titah
76 Saran Untuk Menghindar
77 Monyet Berulah
78 Kecurigaan
79 Bertemu Kekasih
80 Perselingkuhan
81 Mati
82 Bisa Dimakan
83 Hidangan
84 Hidangan Utama
85 Perangkap
86 Suara Aneh
87 Terlihat Jelas
88 Terperangkap
89 Jin Peter
90 Dunia Lain
91 Kesepakatan
92 Terlalu Dekat
93 Bukan Update
94 Yang Mana
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Istana Dingin
2
Perubahan
3
Menjadi Berbeda
4
Putra Permaisuri
5
Ibu
6
Memotong
7
Bawa Sial
8
Putraku
9
Berhemat Dana
10
Etika
11
Anak Kecil
12
Tidak Memahami
13
Persiapan Tahta Naga
14
Minta Adik
15
Drama
16
Sekuat Tenaga
17
Perbedaan
18
Ibu Suri
19
Pilihan
20
Melepaskan Tanggung Jawab
21
Hadiah Penyambutan
22
Tertarik
23
Rasa Kesal
24
Untuk Ibu
25
Didikan
26
Kebohongan
27
Kebenaran
28
Memanjakan
29
Ibu Dan Anak
30
Bunga Yang Akan Dipetik
31
Melucuti Hubungan
32
Hadiah
33
Iri
34
Busuk
35
Pelajaran Pertama
36
Arak
37
Hadiah
38
Penanggung Jawab
39
Pion
40
Aroma
41
Korupsi
42
Hukuman
43
Kata Kramat
44
Nona Kelima
45
Memakan Atau Dimakan
46
Cemburu
47
Opini
48
Saling Tikam
49
Saling Menggigit
50
Kematian
51
Pion Benteng
52
Pengusaha
53
Pemeran Utama Pria Kedua
54
Sudah Biasa
55
Menyingkirkan
56
Masa Depan
57
Adik
58
Krim Wajah
59
Komposisi
60
Pasangan
61
Efek Samping
62
Berubah Haluan
63
Arogan
64
Topeng Monyet
65
Dilema
66
Kembali
67
Melahirkan Pangeran
68
Cantik
69
Pelakor
70
Kekuatan Istri Sah
71
Anak Pintar
72
Cepat Hamil
73
Pelajaran Mendasar
74
Rasa Hormat
75
Titah
76
Saran Untuk Menghindar
77
Monyet Berulah
78
Kecurigaan
79
Bertemu Kekasih
80
Perselingkuhan
81
Mati
82
Bisa Dimakan
83
Hidangan
84
Hidangan Utama
85
Perangkap
86
Suara Aneh
87
Terlihat Jelas
88
Terperangkap
89
Jin Peter
90
Dunia Lain
91
Kesepakatan
92
Terlalu Dekat
93
Bukan Update
94
Yang Mana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!