Putra Permaisuri

Kaisar mengepalkan tangannya, dekrit kosong itu diberikan olehnya dulu, itu hanya untuk merebut kepercayaan keluarga Lin dan para bangsawan pendukungnya. Tidak disangka itu akan digunakan oleh permaisuri untuk…

mengadopsi seorang pangeran? 

Wanita itu begitu bodoh dan mencintainya. Sudah pasti mengadopsi pangeran, hanya untuk menghapus rasa kesepiannya. Akan berbahaya jika memiliki anak dari permaisuri. Karena itu, pewaris tahta sebaiknya dilahirkan oleh selir. 

Nanti akan tiba saatnya dirinya menghancurkan kekuasaan keluarga Lin dan permaisuri. 

“Yang mulia, Kakak Lin begitu berani menentang yang mulia. Apa tidak sebaiknya yang mulia memberikan pelajaran? Hamba hanya takut, nanti suatu saat nanti keluarga Lin akan semakin berani.” Selir Wen berucap pelan, sembari memeluk Kaisar dari samping. Bagaikan perutnya yang sedikit membuncit tidak menghalanginya sama sekali. 

“Apa yang dapat seorang wanita lakukan? Dia hanya seorang wanita yang seharusnya takluk oleh kaisar. Aku adalah suaminya, adalah langitnya. Jika dia berani melawanku, hanya kematian yang akan didapatkan olehnya.” Sang Kaisar tersenyum, menyentuh dagu selir Wen, kemudian melangkah meninggalkan tempat tersebut. 

Pria yang terlalu memanjakan selir-selirnya. Bahkan perhiasan yang digunakan oleh para selir lebih mewah daripada permaisuri. 

Sejatinya itu karena, beberapa perhiasan permaisuri dianugerahkan kepada para selir kesayangan Kaisar. Sedangkan anggaran untuk istana permaisuri diperketat, untuk istana selir semuanya mendapatkan yang terbaik.

Lin Krisan, tetap saja melangkah. Walaupun dayangnya terlihat begitu cemas.”Yang mulia Kaisar terlihat membenci anda. Kenapa anda memberikan hak untuk menghabiskan malam di setiap tanggal 15 kepada selir Wen?” 

Sang permaisuri memandang ke arah langit.”Dulu aku menganggap, Kaisar benar-benar mencintaiku. Hingga bahkan takut aku hamil, takut aku melahirkan putranya. Aku yang terlalu terobsesi memiliki keturunan, itulah kesalahanku. Tapi ternyata setelah aku sadari, itu adalah kesalahan Kaisar anjing itu.”

Sang permaisuri lagi lagi menghela nafas, kembali melangkah menuju istana belakang. Sang dayang hanya mengangkat sebelah alisnya. Tidak mengerti dengan jalan pemikiran majikannya. 

Satu-satunya cara untuk mempertahankan kekuasaan di istana ini, tentu saja memperebutkan perhatian Kaisar. Apalagi yang dapat dilakukan? 

“Tapi selir agung belakangan ini begitu dicintai oleh kaisar. Dia bahkan sudah melahirkan sepasang anak kembar untuk Kaisar.” Itulah yang diucapkan oleh sang dayang. Meyakinkan majikannya, bahwa cara paling tepat adalah menggoda Kaisar dengan kecantikan, budi luhur, dan kecakapan.

“Kamu ingin aku mengemis di ranjang seperti wanita penghibur yang tinggal di rumah bordil? Kamu gila!? Aku adalah Putri tunggal dari Jenderal besar Lin. Tidak mungkin aku melakukan hal hina, seperti menggoda seorang pria di ranjang. Terlebih seorang pria itu adalah barang bekas. Sungguh memuakkan dan menjijikan…betapa bodohnya Aku dulu.” Keluh sang permaisuri. 

“Lalu apa yang akan anda lakukan selanjutnya? Kaisar bisa saja—” kalimat sang dayang dihentikan, sang permaisuri meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya sendiri. 

“Sttt…Aku sedang memilih-milih bahan makanan mana yang paling berkualitas.” Mata permaisuri menatap ke arah, beberapa anak selir yang berada di tempat tersebut. 

“Apa yang akan Anda lakukan?” Sang dayang bertambah tidak mengerti. 

“Apalagi? Aku ingin memiliki darah naga, tapi aku terlalu malas untuk berhubungan dengan Kaisar anjing itu. Karena itu lebih baik, adopsi saja salah satu anak selir keparat itu…ha…ha…ha….” Wanita yang tertawa kecil, mengamati pangeran satu persatu. 

“Pangeran pertama, sudah berusia 10 tahun. Dia begitu cerdas dan pintar, lebih baik anda mengadopsinya. Itu adalah sebuah pilihan yang bagus…” sang dayang merekomendasikan, lagi pula ini mungkin merupakan langkah dari majikannya yang ingin menghapuskan kebosanan. 

“Terlalu tua, ibunya juga masih hidup. Suatu hari nanti dia akan membunuhku, kemudian mengangkat status ibunya sendiri. Benar-benar akan menjadi anak durhaka. Tidak! Tidak! Tidak!” Sang permaisuri mengeluarkan apel dari balik lengan bajunya, sembari menggeleng. 

“Baik kalau begitu, pangeran ke-11. Dia adalah bayi yang begitu mungil. Tidak akan mungkin mengingat ibunya sendiri. Anda tinggal merebutnya dari selir Yun, dijamin akan berbakti!” Sang dayang mengacungkan jari jempol. Meyakinkan kepada permaisurinya sendiri. 

“Terlalu muda, itu bukan anakku sendiri. Aku tidak bisa terlalu memanjakan bayi, aku benar-benar tidak sabaran mengasuh bayi. Kamu dapat membayangkan bagaimana jubah sutraku berbau pesing? Kalau anak yang aku lahirkan sendiri aku masih rela. Ini adalah anak adopsi, aku harus memupuk rasa cinta dan kasih diantara kami. Dengan sungguh-sungguh, tanpa saling membentak…” kalimat yang diucapkan oleh permaisuri, dengan mulut yang dipenuhi oleh apel.

“Bagaimana dengan pangeran ketujuh? Dia terlihat amat sangat sehat! Ibunya selir An meninggal ketika melahirkan. Kakeknya juga adalah merupakan pejabat tingkat 4. Anda bukan hanya memiliki anak angkat, tapi juga dukungan baru untuk Kaisar.” Sang dayang berucap bersungguh-sungguh. 

“Dia adalah putra kesayangan Kaisar. Kamu coba tebak dia akan memilih mana antara ibu angkat dan ayahnya. Sudah pasti ayahnya…aku bilang, ingin anak yang berbakti kepada ibunya. Bukan anak yang berbakti kepada ayahnya!” Sang permaisuri terdiam sesaat, menghentikan kunyahannya. 

Di antara para pangeran yang tengah bermain. Terlihat seorang anak kecil berpakaian lusuh. Tubuhnya begitu kurus, bagaikan sama sekali tidak terurus. 

Dirinya mengerutkan kening, di kehidupan sebelumnya. Sang permaisuri masih benar-benar mengingat, bagaimana para pangeran dan putri ini begitu membencinya. Berusaha untuk membunuhnya, hanya untuk meningkatkan status dari ibu mereka masing-masing. Atau jika tidak, menginjak keluarga Lin, untuk kepentingan keluarga ibunya. 

Tapi, anak ini tidak terlihat di masa depan. Dirinya mencoba mengingat lebih banyak. Dari ke semua pangeran yang ada. Mengingat suaminya memang hobi menebarkan benih kemana-mana. 

“Pangeran kelima?” Gumamnya pada akhirnya teringat dengan seseorang. Pria yang juga mungkin membenci Kaisar? Yang jelas pangeran kelima, pada akhirnya pergi ke medan perang sejak usia ke-12 tahun. Sama sekali tidak pernah memandang hormat kepada kaisar. 

Pada akhirnya pangeran kelima mati untuk membela negara di medan perang. 

Sang permaisuri perlahan tersenyum. Orang itu merupakan seorang anak tanpa ibu, tanpa status, tapi berhasil menduduki posisi sebagai Jenderal termuda. 

Tentu saja putranya harus kuat dan berani. Apa bisa menjadi anak yang berbakti? 

Dirinya menyipitkan matanya, menatap ke arah anak yang tengah membawa ember besar berisikan cucian. Mungkin itu dari istana selir lain. 

“Pangeran kelima, Anda berjalan terlalu lambat! Ingat! Selaku pengasuh anda, saya hanya ingin melatih anda.” Itulah yang diucapkan oleh seorang dayang. 

Tapi tangan yang begitu kecil, anak itu mungkin seusia 4 tahun. Tapi harus membawa ember kayu yang dipenuhi dengan pakaian basah. 

Dan benar saja, akhirnya dirinya dan ember kayu itu terjatuh. Luka terlihat di lututnya. 

“Apa yang Anda lakukan!? Anda seharusnya paham dengan status anda! Ibu anda hanya seorang dayang yang merangkak keranjang Kaisar! Benar-benar hina!” Dayang itu hendak memukulnya. 

Anak yang menahan tangisan, menutup matanya. 

Tapi.

Brak!

Suara benturan yang keras terdengar. Sang dayang jatuh tersungkur. 

“Dalam tubuh anak ini mengalir darah naga. Berani-beraninya darah kotor rendahan sepertimu, membuat tangan halus seperti kelopak teratai ini menjadi membiru karena kedinginan.” 

Benar sekali! Sang permaisuri yang menendangnya. Pangeran kecil itu menatap ke arah permaisuri. Wajahnya memang cantik, tapi terlihat arogan dan menyeramkan. Pada awalnya dirinya gemetar, tapi ketika melihat dayang yang sering menyiksanya tersungkur. 

Anak itu mulai menatap penuh harap kepada sang permaisuri. Entah apa harapannya…

“Bangunlah! Aku tidak menyukai seorang putra yang dengan mudah dapat menangis. Karena, suatu hari nanti kamu yang akan menduduki tahta putra mahkota…” wanita itu tersenyum bagaikan iblis kepadanya. 

Tapi tidak ada yang baik di istana ini, pangeran kecil menelan ludah. Pada akhirnya menerima uluran tangan sang permaisuri.

Terpopuler

Comments

mimief

mimief

wah... akhirnya
ketemu juga berlian yg udah lama ketutup debu penghinaan

2026-07-21

3

dome🌬️🌀🌀🌀

dome🌬️🌀🌀🌀

benar pangeran lebih baik kau berpihak dengan ratu iblis, jadi bisa menginjak orng2 yg dahulu merendahkanmu. karna statusmu ikut tinggi 😈😈😈😈

2026-08-27

0

Nur Wahyuni

Nur Wahyuni

ternyata ada juga anak yg benci bapaknya sendiri... ayo lin rawat dia dengan cinta kasih..

2026-07-21

0

lihat semua
Episodes
1 Istana Dingin
2 Perubahan
3 Menjadi Berbeda
4 Putra Permaisuri
5 Ibu
6 Memotong
7 Bawa Sial
8 Putraku
9 Berhemat Dana
10 Etika
11 Anak Kecil
12 Tidak Memahami
13 Persiapan Tahta Naga
14 Minta Adik
15 Drama
16 Sekuat Tenaga
17 Perbedaan
18 Ibu Suri
19 Pilihan
20 Melepaskan Tanggung Jawab
21 Hadiah Penyambutan
22 Tertarik
23 Rasa Kesal
24 Untuk Ibu
25 Didikan
26 Kebohongan
27 Kebenaran
28 Memanjakan
29 Ibu Dan Anak
30 Bunga Yang Akan Dipetik
31 Melucuti Hubungan
32 Hadiah
33 Iri
34 Busuk
35 Pelajaran Pertama
36 Arak
37 Hadiah
38 Penanggung Jawab
39 Pion
40 Aroma
41 Korupsi
42 Hukuman
43 Kata Kramat
44 Nona Kelima
45 Memakan Atau Dimakan
46 Cemburu
47 Opini
48 Saling Tikam
49 Saling Menggigit
50 Kematian
51 Pion Benteng
52 Pengusaha
53 Pemeran Utama Pria Kedua
54 Sudah Biasa
55 Menyingkirkan
56 Masa Depan
57 Adik
58 Krim Wajah
59 Komposisi
60 Pasangan
61 Efek Samping
62 Berubah Haluan
63 Arogan
64 Topeng Monyet
65 Dilema
66 Kembali
67 Melahirkan Pangeran
68 Cantik
69 Pelakor
70 Kekuatan Istri Sah
71 Anak Pintar
72 Cepat Hamil
73 Pelajaran Mendasar
74 Rasa Hormat
75 Titah
76 Saran Untuk Menghindar
77 Monyet Berulah
78 Kecurigaan
79 Bertemu Kekasih
80 Perselingkuhan
81 Mati
82 Bisa Dimakan
83 Hidangan
84 Hidangan Utama
85 Perangkap
86 Suara Aneh
87 Terlihat Jelas
88 Terperangkap
89 Jin Peter
90 Dunia Lain
91 Kesepakatan
92 Terlalu Dekat
93 Bukan Update
94 Yang Mana
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Istana Dingin
2
Perubahan
3
Menjadi Berbeda
4
Putra Permaisuri
5
Ibu
6
Memotong
7
Bawa Sial
8
Putraku
9
Berhemat Dana
10
Etika
11
Anak Kecil
12
Tidak Memahami
13
Persiapan Tahta Naga
14
Minta Adik
15
Drama
16
Sekuat Tenaga
17
Perbedaan
18
Ibu Suri
19
Pilihan
20
Melepaskan Tanggung Jawab
21
Hadiah Penyambutan
22
Tertarik
23
Rasa Kesal
24
Untuk Ibu
25
Didikan
26
Kebohongan
27
Kebenaran
28
Memanjakan
29
Ibu Dan Anak
30
Bunga Yang Akan Dipetik
31
Melucuti Hubungan
32
Hadiah
33
Iri
34
Busuk
35
Pelajaran Pertama
36
Arak
37
Hadiah
38
Penanggung Jawab
39
Pion
40
Aroma
41
Korupsi
42
Hukuman
43
Kata Kramat
44
Nona Kelima
45
Memakan Atau Dimakan
46
Cemburu
47
Opini
48
Saling Tikam
49
Saling Menggigit
50
Kematian
51
Pion Benteng
52
Pengusaha
53
Pemeran Utama Pria Kedua
54
Sudah Biasa
55
Menyingkirkan
56
Masa Depan
57
Adik
58
Krim Wajah
59
Komposisi
60
Pasangan
61
Efek Samping
62
Berubah Haluan
63
Arogan
64
Topeng Monyet
65
Dilema
66
Kembali
67
Melahirkan Pangeran
68
Cantik
69
Pelakor
70
Kekuatan Istri Sah
71
Anak Pintar
72
Cepat Hamil
73
Pelajaran Mendasar
74
Rasa Hormat
75
Titah
76
Saran Untuk Menghindar
77
Monyet Berulah
78
Kecurigaan
79
Bertemu Kekasih
80
Perselingkuhan
81
Mati
82
Bisa Dimakan
83
Hidangan
84
Hidangan Utama
85
Perangkap
86
Suara Aneh
87
Terlihat Jelas
88
Terperangkap
89
Jin Peter
90
Dunia Lain
91
Kesepakatan
92
Terlalu Dekat
93
Bukan Update
94
Yang Mana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!