Ibu

Anak yang begitu kurus dengan pakaian yang begitu lusuh. Mungkin baru berusia sekitar 4 atau 5 tahun. Hanya gemetar ketika berhadapan dengan wanita ini. Wajahnya terlihat begitu kejam, tapi di sisi lain juga begitu anggun. Permaisuri yang hanya bisa dilihatnya dari kejauhan, kini berada di sampingnya menggenggam jemari tangannya. 

“Namamu siapa?” Pertanyaan dari sang permaisuri kepadanya.

“Hwang Lian…” anak itu berucap pelan, wajahnya benar-benar tertunduk ketakutan. 

“Hwang Lian, apa statusmu saat ini?” Pertanyaan kembali diucapkan oleh sang permaisuri.

Anak itu tertunduk tidak berani menjawab. Bagaikan gemetar ketakutan, melihat ke arah dayang yang menyiksanya, kini berlutut menunduk memberi hormat di hadapan permaisuri. 

“Kamu adalah pangeran kelima. Seseorang yang memiliki darah naga. Bagaimana bisa putra kaisar seperti ini, Jika dayang ini berani menindasmu, perintahkan kepada para penjaga untuk memenggal kepalanya.” Permaisuri dapat berucap begitu pelan, memberikan hukuman mati dengan begitu mudah. 

“Ampuni hamba yang mulia permaisuri! Ini adalah kesalahan hamba! Mohon ampuni hamba!” Suara teriakan sang pelayan menggema. 

Sang permaisuri melirik ke arah anak kecil yang berada di sampingnya. Anak ini adalah anak seorang dayang, yang bahkan belum naik status menjadi selir. Pada akhirnya mati ketika melahirkan. Semua orang mengucilkannya. Tidak ada yang menganggap statusnya sebagai pangeran. Padahal darah naga jelas-jelas mengalir dalam tubuhnya. 

Dalam artian, Kaisar brengsek itu menebarkan benih kemana-mana. Membuat anak yang tidak memiliki status keluarga ini, dijadikan bagaikan pelayan.

Pangeran kecil itu menggeleng.”Dia sudah berbaik hati memberikanku roti kukus. Jika tidak ada dayang Shu maka aku akan kelaparan. Mohon yang mulia permaisuri untuk mengampuninya. Hamba tidak ingin mati kelaparan.”

Anehnya anak kecil itu malah ikut berlutut di samping sang dayang. 

Permaisuri menghela nafas kasar, melirik ke arah ember kayu yang jatuh, menyebabkan isinya tumpah ke mana-mana. Terdapat pakaian dan selimut tebal di sana. Bagaimana bisa seorang anak sekecil ini…

“Bocah…” permaisuri berusaha memendam amarahnya, menarik kerah bagian belakang pakaian anak laki-laki kecil yang begitu lucu itu. Kemudian meletakkannya di belakangnya.”Aku yang akan memberimu makan! Makanan yang lebih enak daripada roti kukus.” 

Pangeran kecil itu hanya menunduk sembari mengangguk. 

Sang permaisuri berucap dengan begitu anggun.”Di mana dayang yang bertugas mengurus pangeran kelima!?” 

Kalimat yang begitu tegas dengan penuh penekanan. Salah seorang dayang yang berada di sana, segera melangkah mencari keberadaan pengurus yang dimaksud. 

Tidak lama kemudian seorang wanita melangkah menghampiri mereka. Jika tidak salah, orang ini merupakan salah satu dari pengikut selir Wen. 

“Hamba memberi hormat kepada yang mulia permaisuri—” baru saja wanita itu menunduk. 

Plak!

Dengan cepat tamparan mengenai wajahnya. Permaisuri tersenyum arogan.”Penjaga, tangkap wanita ini. Bawa ke penjara bawah tanah kemudian lakukan eksekusi padanya.”

“Yang mulia! Apa salah hamba? Tolong ampuni hamba!” teriak, wanita yang berperan sebagai ibu asuh, sekaligus pengasuh pangeran kelima itu meronta-ronta.

“Kesalahanmu? Setiap bulannya pengaturan anggaran dari istana selir maupun untuk para pangeran sampai ke meja kerjaku. Semuanya aku perlakukan begitu adil, bahkan terdapat banyak catatan pengeluaran tiba-tiba dari pangeran kelima. Tapi kamu lihat pakaiannya. Adakah pangeran yang tidak menggunakan pakaian sutra!?” Suara bentakan dari wanita itu, benar-benar aura kekejaman yang terasa. 

Pangeran kelima hanya dapat bersembunyi di belakangnya. Mengagumi betapa menyeramkannya dan sekaligus betapa kerennya wanita ini. 

“I…itu…karena pangeran kelima memang menyukai hidup sederhana. Hamba hanya ingin mendidiknya, agar tidak menjadi sombong. Karena beliau berasal dari darah rendah—” 

Kalimatnya terhenti, ketika sang permaisuri mengulurkan tangan ke samping. Dayang yang berada di sampingnya mengeluarkan cambuk. 

Plak!

“Kamu bilang apa!? Darah naga adalah darah rendah!? Berani beraninya kamu menghina keluarga Kerajaan!” 

Permaisuri mencambuknya beberapa kali. Dayang itu hanya dapat meringis kesakitan. Wanita yang benar-benar menjadikan sang dayang sebagai sasaran amarahnya. 

“Hukum mati, orang ini atas tuduhan menghina keluarga Kerajaan. Aku sudah berbaik hati tidak memberikan hukuman eksekusi 9 generasi keluarga…” sang permaisuri berbalik, ketika dua orang pengawal menyeret dayang tersebut. 

“Yang mulia permaisuri! Tolong ampuni hamba! Tolong ampuni hamba!” Teriaknya berkali-kali meronta-ronta, sebelum pada akhirnya dapat dibawa pergi oleh dua orang pengawal. 

Anak berpakaian lusuh itu hanya dapat menunduk, mengikuti wanita anggun yang menggunakan mahkota Phoenix ini.

“Sudah berapa lama tidak makan?” Pertanyaan darinya kepada sang pangeran. 

“Hari ini hamba hanya memakan setengah potong roti kukus.” Kalimat yang diucapkan olehnya begitu jujur. 

“Apa kamu membenci Kaisar?” Pertanyaan yang diucapkan oleh permaisuri, melirik ke arah anak kecil yang melangkah di sampingnya. 

“Hanya saja, hamba ingin menarik sedikit saja perhatian ayahanda. Karena ayahanda hanya ingin bermain dan memikirkan kakak-kakak. Hamba hanya…” Anak itu tidak mengatakan apalagi. 

Ini benar-benar membuat sang permaisuri memijit pelipisnya sendiri. Benar-benar Kaisar anjing, Bagaimana bisa pria itu dengan tidak tahu malunya melecehkan seorang dayang ketika mabuk. Segera setelahnya tidak memperhatikan dayang itu lagi, karena tidak memiliki status sosial yang cukup dan kekuatan politik. 

Membiarkan ibu kandung anak ini, pada akhirnya mati karena perbuatan para selir lainnya. Tentu saja selir-selir berpangkat tinggi itu tidak ingin jumlah saingan wanita di istana harem bertambah. 

Karena itu, saingan yang paling lemah adalah yang harus pertama disingkirkan. Ibu dari anak ini, kemungkinan besar diracuni ketika hendak melahirkan. 

Sungguh malang sekali, sungguh naif sekali menginginkan cinta dari ayah kandungnya. Tak semakin kecewa seorang anak, maka akan semakin membenci Ayah kandungnya.

“Untuk selanjutnya kamu akan tinggal di istana Phoenix. Apa pangeran kelima bersedia?” Pertanyaan dari sang permaisuri. Pangeran kecil yang masih menggandeng jemari tangannya begitu erat. 

“Apa di sana ada banyak makanan?” Tanya sang pangeran kecil menelan ludahnya. 

“Ada banyak sekali makanan, ada banyak pakaian sutra, juga mungkin akan ada banyak mainan.” Jawaban dari permaisuri kepada anak ini. 

Seorang anak yang mengangguk penuh kesungguhan. Hanya mendapatkan makanan saja sudah begitu senang. Tidak disangka anak ini begitu mudah untuk dibujuk.

“Yang mulia, pangeran yang ingin anda adopsi ini, tidak memiliki status yang kuat. Ibu kandungnya hanya seorang dayang, tidak akan ada keuntungan untuk memungutnya. Lebih baik pangeran ke—” kalimat yang diucapkan oleh sang dayang di sela. 

“Entah kenapa, tiba-tiba saat dia dianiaya aku merasakan naluri seorang ibu. Bagaimana seorang ibu terdorong untuk menyelamatkan anaknya. Bagaimana seorang ibu yang akan—” kali ini kalimat majikannya yang disela.

“Yang mulia permaisuri tidak memiliki naluri seorang ibu.” Sang dayang berucap begitu jujur. 

Tapi di luar dugaan, Lin Krisan menggendong pangeran kelima. Kemudian berucap kepadanya, mulai dari sekarang kamu adalah putra satu-satunya dari permaisuri. Pangeran kebanggaan keluarga Lin.”Sekarang kamu harus memanggilku ibu.”

“I…ibu…” anak itu pada akhirnya memberanikan diri berucap. 

“Anak manis, anak pintar kesayangan ibu. Setelah ini ibu akan mengajarimu, bagaimana mekanisme, untuk mengendalikan para budak.” kalimat yang diucapkan oleh permaisuri, membuat anak itu mengangguk dengan cepat.

”Apa itu sebuah permainan?”

“Benar sekali! Itu adalah sebuah permainan. Di mana para pengkhianat harus dimusnahkan. Ibu akan mengajarimu banyak hal…anak kesayangan ibu…” 

 

 

Terpopuler

Comments

Indar

Indar

permaisuri tahu mana anak yg akan selalu benar2 berpihak padanya 👍👍

2026-07-22

2

dome🌬️🌀🌀🌀

dome🌬️🌀🌀🌀

diarahkn sedari dini😂😂😂😂
bagus hwang lin, setidaknya kau mulai belajar menginjak orng sekitar mu yg meremehkan mu😁😁😁

2026-08-27

0

Pa Muhsid

Pa Muhsid

orang lain anak diajarin yang bae bae ini nih mau di didik jadi psikopat tiran emang laen dari yang laen 🤣🤣🤣

2026-08-14

0

lihat semua
Episodes
1 Istana Dingin
2 Perubahan
3 Menjadi Berbeda
4 Putra Permaisuri
5 Ibu
6 Memotong
7 Bawa Sial
8 Putraku
9 Berhemat Dana
10 Etika
11 Anak Kecil
12 Tidak Memahami
13 Persiapan Tahta Naga
14 Minta Adik
15 Drama
16 Sekuat Tenaga
17 Perbedaan
18 Ibu Suri
19 Pilihan
20 Melepaskan Tanggung Jawab
21 Hadiah Penyambutan
22 Tertarik
23 Rasa Kesal
24 Untuk Ibu
25 Didikan
26 Kebohongan
27 Kebenaran
28 Memanjakan
29 Ibu Dan Anak
30 Bunga Yang Akan Dipetik
31 Melucuti Hubungan
32 Hadiah
33 Iri
34 Busuk
35 Pelajaran Pertama
36 Arak
37 Hadiah
38 Penanggung Jawab
39 Pion
40 Aroma
41 Korupsi
42 Hukuman
43 Kata Kramat
44 Nona Kelima
45 Memakan Atau Dimakan
46 Cemburu
47 Opini
48 Saling Tikam
49 Saling Menggigit
50 Kematian
51 Pion Benteng
52 Pengusaha
53 Pemeran Utama Pria Kedua
54 Sudah Biasa
55 Menyingkirkan
56 Masa Depan
57 Adik
58 Krim Wajah
59 Komposisi
60 Pasangan
61 Efek Samping
62 Berubah Haluan
63 Arogan
64 Topeng Monyet
65 Dilema
66 Kembali
67 Melahirkan Pangeran
68 Cantik
69 Pelakor
70 Kekuatan Istri Sah
71 Anak Pintar
72 Cepat Hamil
73 Pelajaran Mendasar
74 Rasa Hormat
75 Titah
76 Saran Untuk Menghindar
77 Monyet Berulah
78 Kecurigaan
79 Bertemu Kekasih
80 Perselingkuhan
81 Mati
82 Bisa Dimakan
83 Hidangan
84 Hidangan Utama
85 Perangkap
86 Suara Aneh
87 Terlihat Jelas
88 Terperangkap
89 Jin Peter
90 Dunia Lain
91 Kesepakatan
92 Terlalu Dekat
93 Bukan Update
94 Yang Mana
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Istana Dingin
2
Perubahan
3
Menjadi Berbeda
4
Putra Permaisuri
5
Ibu
6
Memotong
7
Bawa Sial
8
Putraku
9
Berhemat Dana
10
Etika
11
Anak Kecil
12
Tidak Memahami
13
Persiapan Tahta Naga
14
Minta Adik
15
Drama
16
Sekuat Tenaga
17
Perbedaan
18
Ibu Suri
19
Pilihan
20
Melepaskan Tanggung Jawab
21
Hadiah Penyambutan
22
Tertarik
23
Rasa Kesal
24
Untuk Ibu
25
Didikan
26
Kebohongan
27
Kebenaran
28
Memanjakan
29
Ibu Dan Anak
30
Bunga Yang Akan Dipetik
31
Melucuti Hubungan
32
Hadiah
33
Iri
34
Busuk
35
Pelajaran Pertama
36
Arak
37
Hadiah
38
Penanggung Jawab
39
Pion
40
Aroma
41
Korupsi
42
Hukuman
43
Kata Kramat
44
Nona Kelima
45
Memakan Atau Dimakan
46
Cemburu
47
Opini
48
Saling Tikam
49
Saling Menggigit
50
Kematian
51
Pion Benteng
52
Pengusaha
53
Pemeran Utama Pria Kedua
54
Sudah Biasa
55
Menyingkirkan
56
Masa Depan
57
Adik
58
Krim Wajah
59
Komposisi
60
Pasangan
61
Efek Samping
62
Berubah Haluan
63
Arogan
64
Topeng Monyet
65
Dilema
66
Kembali
67
Melahirkan Pangeran
68
Cantik
69
Pelakor
70
Kekuatan Istri Sah
71
Anak Pintar
72
Cepat Hamil
73
Pelajaran Mendasar
74
Rasa Hormat
75
Titah
76
Saran Untuk Menghindar
77
Monyet Berulah
78
Kecurigaan
79
Bertemu Kekasih
80
Perselingkuhan
81
Mati
82
Bisa Dimakan
83
Hidangan
84
Hidangan Utama
85
Perangkap
86
Suara Aneh
87
Terlihat Jelas
88
Terperangkap
89
Jin Peter
90
Dunia Lain
91
Kesepakatan
92
Terlalu Dekat
93
Bukan Update
94
Yang Mana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!