PERUBAHAN AURA LUMINAR

"N-Nona Muda... maafkan saya! Ini semua salah saya karena membiarkan Nona pergi sendirian!" ucap Sora langsung berlutut di depan kaki Aura, menangis sesenggukan sembari memegang gaun basah majikannya.

Aura melirik pelayan pribadinya itu dengan tatapan tenang, lalu memegang pundak Sora untuk menyuruhnya berdiri.

"Berdirilah, Sora. Ini bukan salahmu," ucap Aura datar.

Duke Daren menatap putrinya dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Ada yang aneh dari cara bicaranya, Aura yang dia kenal biasanya akan menangis atau menjerit panik jika berada di situasi seperti ini, tapi gadis di depannya sekarang terlihat begitu tenang.

"Jawab Ayah, Aura. Apa yang dilakukan Pangeran Luis padamu sampai kamu pulang dalam keadaan seperti ini?!" tanya Duke Daren lagi, dengan nada menekan, rahangnya mengeras menahan amarah.

Aura menatap lurus ke dalam mata ayahnya. Tatapan matanya yang tajam dan tak gentar membuat Duke Daren sempat tertegun beberapa saat.

"Luis mendorongku ke danau," jawab Aura santai.

"APA?!"

Pekik Duchess Clara sampai menutup mulutnya dengan kedua tangan, hampir saja pingsan kalau tidak ditahan oleh Sora.

"Pria bajingan itu... berani-beraninya dia!" teriak Duke Daren murka.

"Prajurit! Siapkan kuda sekarang juga! Aku sendiri yang akan memenggal kepala Pangeran bajingan itu malam ini!" teriak Duke Daren, pada para pengawal.

"Tunggu, Ayah," ucap Aura tegas, memotong langkah sang Duke.

"Aura! Pria itu hampir membunuhmu! Apa kamu masih mau membelanya hah?!" tanya Duke Daren, geram.

Aura menyunggingkan senyum tipis yang amat dingin, membuat orang-orang di ruangan itu merinding.

"Membelanya? Tentu saja tidak," jawab Aura pelan namun penuh penekanan.

"Tapi memenggal kepalanya malam ini hanya akan membuat keluarga kita disalahkan atas tuduhan pemberontakan," lanjut Aura, menatap Ayah nya.

Duke Daren menyipitkan matanya, kaget mendengar ucapan yang keluar dari mulut putri tunggalnya yang biasanya cuma tahu soal gaun dan pesta.

"Lalu kamu mau Ayah diam saja setelah dia mencoba membunuhmu?!" tanya Duke Daren tidak sabar.

"Sabar, Ayah. Permainan ini baru saja dimulai," jawab Aura sembari melangkah maju dengan tenang, mengabaikan gaunnya yang terus meneteskan air ke lantai.

"Bagi Luis dan selingkuhannya, aku sudah mati malam ini, biarkan mereka berpesta di atas kabar kematianku untuk sementara waktu," ucap Aura, tersenyum miring.

"Maksudmu bagaimana, Sayang? Selingkuhan? Siapa selingkuhan Pangeran Luis?" tanya Duchess Clara menatap putrinya bingung.

"Siapa lagi kalau bukan Lady Elisabeth Velis," jawab Aura tenang.

"Wanita bermuka dua itu?!" ucap Sora emosi, lupa akan tata kramanya karena terlalu kesal.

"Pantas saja selama ini dia selalu mendekati Nona Aura dengan pura-pura baik!" lanjut Sora, kesal.

"Benar," sela Aura singkat.

"Tiga hari lagi adalah perayaan ulang tahun Kaisar Zane, di saat itulah aku akan muncul dan membongkar semuanya di depan seluruh bangsawan kekaisaran, sekaligus untuk membatalkan perjodohan ini," ucap Aura, menatap Ayah dan Ibunya bergantian

Duke Daren tercengang, dia memandangi putrinya dari atas ke bawah, merasa seolah gadis di depannya ini bukanlah Aura yang sama yang selama ini dia rawat.

"Kamu... benar-benar ingin melakukan itu, Aura? Kamu tidak takut bertindak sejauh itu? Dan apa kata mu tadi, kamu ingin membatalkan perjodohan mu dengan Pangeran Luis?" tanya Duke Daren ingin memastikan.

"Kenapa harus takut?" ulang Aura menaikkan satu alisnya, tersenyum miring.

"Mereka yang seharusnya takut, karena ini akan menjadi awal dari kehancuran mereka," ucap Aura tersenyum miring.

"Dan ya untuk perjodohan bodoh ini, aku akan membatalkan nya," lanjut Aura, dengan dendam yang berkobar di depan hati nya.

Duchess Clara yang masih cemas memegang tangan dingin putrinya.

"Tapi Aura, kesehatanmu-"

"Aku tidak apa-apa ibu, aku hanya butuh mandi air hangat dan istirahat," potong Aura lembut.

"Sora, siapkan air hangat di kamarku sekarang," perintah Aura, pada pelayan pribadi nya.

"B-baik, Nona Muda! Segera saya siapkan!" jawab Sora sigap dan langsung berlari cepat.

Aura berbalik menatap Duke Daren yang masih berdiri terpaku menatapnya.

"Ayah, sembunyikan keberadaan ku selama tiga hari ke depan, jangan biarkan ada satu orang pun di luar kediaman ini tahu kalau aku masih hidup," ucap Aura, tegas.

Duke Daren mengangguk pelan, menyunggingkan senyum tipis karena bangga melihat keberanian baru putrinya.

"Baik, Ayah akan pastikan tidak akan ada yang bisa membocorkan keberadaan mu," jawab Duke Daren, menepuk lembut pucuk kepala putri nya.

"Bagus," bisik Aura puas.

Aura melangkah pergi menuju kamarnya, menyunggingkan senyum dingin nya.

Setibanya di dalam kamar, Sora, pelayan setia nya itu, lansung sibuk menyiapkan air hangat dan juga pakaian tidur Aura.

"Nona, air hangatnya sudah siap, mari saya bantu melepaskan gaun Anda," ucap Sora cemas, menyentuh lengan Aura.

"Terima kasih, Sora, tapi biarkan aku sendiri di sini. Kamu boleh keluar," jawab Aura pelan, melepas jepitan rambutnya.

"Nona serius tidak mau dibantu? Biasanya Nona selalu minta saya menemani," ucap Sora menatap majikannya heran.

"Aku cuma ingin tenang sebentar, Sora," ucap Aura, menatap lurus ke mata pelayannya.

"Tolong jaga di depan pintu dan pastikan tidak ada pelayan lain yang masuk," lanjut Aura tegas.

"Baik, Nona. Saya akan jaga pintu di luar," jawab Sora menundukkan kepala dan mengangguk pelan.

Begitu pintu kamar tertutup rapat, Aura segera menanggalkan gaun mewahnya yang terasa berat dan dingin, lalu dia melangkah masuk ke dalam kamar mandi, untuk berendam, membiarkan air hangat meresap ke seluruh pori-pori kulitnya yang hampir membeku.

"Ah... lega sekali," gumam Aura sembari menyandarkan kepalanya di tepi bak mandi.

Sambil memejamkan mata, ingatan milik Aura yang asli dan pengetahuan Ester sebagai pengacara mulai beradu di kepalanya, dia harus menyusun rencana yang benar-benar rapi.

"Kalau cuma mengandalkan amarah Duke Daren, Luis paling hanya kena teguran dari Kaisar," batin Aura, menyunggingkan senyum miring.

"Tapi kalau aku memainkan kartu hukum dan posisi politik, aku bisa meruntuhkan posisinya sebagai Pangeran Mahkota," lanjut Aura, dengan rencana licik yang sudah tersusun rapi di otak kecil nya.

Setelah cukup berendam nya, Aura membilas tubuhnya dengan cepat, dan keluar dari dalam kamar mandi, tidak ingin membuang-buang waktu.

Setelah selesai, dia mengeringkan badan dan memakai gaun tidur sutra berwarna krem yang longgar dan nyaman.

Dia berjalan menuju meja kerjanya yang dipenuhi oleh tumpukan surat dan buku-buku catatan milik Aura yang asli, tangan lentiknya memilah-milah kertas tersebut hingga menemukan sebuah dokumen dengan stempel kerajaan.

"Surat perjanjian pertunangan," gumam Aura sembari membaca lembaran itu secara teliti.

Bibirnya tersenyum puas saat menemukan satu poin penting di dalam dokumen itu.

Terpopuler

Comments

Osie

Osie

tak sengaja aku mampir dimari..baca sipnosis n awal bab sepertinya menarik...dan moga aura punya ruang dimensi

2026-08-08

2

kaylla salsabella

kaylla salsabella

la klu aura ngincar si kaisar berarti kaisar udah paru baya dong🤭🤭

2026-07-23

2

Ica Oca

Ica Oca

seru kayax

2026-08-23

0

lihat semua
Episodes
1 JIWA BARU
2 PERUBAHAN AURA LUMINAR
3 KAISAR ZANE CALIBER
4 KEMENANGAN SEMENTARA
5 MENGHADAP KAISAR
6 RUMOR KEMATIAN
7 HANGAT
8 DUKUNGAN ORANG TUA
9 KEJUATAN DI TENGAH PESTA
10 KEDATANGAN AURA LUMINAR
11 MEMBATALKAN PERTUNANGAN
12 HUKUMAN UNTUK LUIS
13 MENYINGKIRKAN SAMPAH
14 UNDANGAN KAISAR
15 AWAL KEHANCURAN
16 DENDAM ELISABETH
17 BERTEMU KAISAR
18 KESEPAKATAN
19 PARA PENJILAT
20 LAHIRKAN KETURUNAN UNTUKKU
21 KAISAR GILA
22 TIDAK FOKUS
23 MULAI TUMBUH
24 HUKUMAN ELISABETH
25 HADIAH DARI KAISAR
26 SANGAT BERANI
27 FAKTA MENARIK
28 PENYUSUP YANG MANIS
29 SANGAT PUAS
30 PENGUNTIT
31 MENYEBALKAN
32 PRIA MASA LALU
33 JADI PASANGAN JENDRAL
34 PUSAT PERHATIAN
35 CALON PERMAISURI
36 DANSA BERSAMA KAISAR
37 RESTU
38 RENCANA PERNIKAHAN
39 TIDAK BISA MENOLAK
40 ADA DITANGAN KU
41 MENYEBAR DENGAN CEPAT
42 DENDAM LUIS
43 TIDAK SABAR
44 SERANGAN MUSUH
45 PEMBUNUHAN
46 KEKESALAN AURA
47 TIDAK TERIMA
48 BOSAN
49 SUKA TAPI GENGSI
50 PERNIKAHAN
51 MENUNGGU EKSEKUSI
52 MANUSIA BODOH
53 MENYATU
54 SIDANG EKSEKUSI
55 TERBONGKAR
56 HUKUMAN
57 BERDUA
58 HAMIL
59 KAMU BAU
60 BERKUNJUNG
61 GALAU DAN FRUSTASI
62 TIDAK TERIMA
63 KALAH DENGAN NICO
64 PELUK ISTRI
65 GAK MAU JAUH-JAUH
66 CEMBURU
67 KALAH TAMPAN
68 PERHATIAN SUAMI
69 BERUNTUNG
70 SEMAKIN POSESIF
71 SANGAT DICINTAI
72 GELOMBANG CINTA
73 PERJUANGAN
74 KEMBAR
75 KEBAHAGIAAN
76 PANGERAN DAN PUTRI
77 FIRASAT BURUK
78 BERSIMBAH DARAH
79 TIDAK BERNYAWA
80 HANCUR
81 MIMPI BURUK
82 TIDAK INGIN LENGAH
83 KEMARAHAN KAISAR
84 KEMATIAN LUIS
85 SEMPURNA (END)
86 CERITA YANG ADA RUANG DIMENSI NYA
Episodes

Updated 86 Episodes

1
JIWA BARU
2
PERUBAHAN AURA LUMINAR
3
KAISAR ZANE CALIBER
4
KEMENANGAN SEMENTARA
5
MENGHADAP KAISAR
6
RUMOR KEMATIAN
7
HANGAT
8
DUKUNGAN ORANG TUA
9
KEJUATAN DI TENGAH PESTA
10
KEDATANGAN AURA LUMINAR
11
MEMBATALKAN PERTUNANGAN
12
HUKUMAN UNTUK LUIS
13
MENYINGKIRKAN SAMPAH
14
UNDANGAN KAISAR
15
AWAL KEHANCURAN
16
DENDAM ELISABETH
17
BERTEMU KAISAR
18
KESEPAKATAN
19
PARA PENJILAT
20
LAHIRKAN KETURUNAN UNTUKKU
21
KAISAR GILA
22
TIDAK FOKUS
23
MULAI TUMBUH
24
HUKUMAN ELISABETH
25
HADIAH DARI KAISAR
26
SANGAT BERANI
27
FAKTA MENARIK
28
PENYUSUP YANG MANIS
29
SANGAT PUAS
30
PENGUNTIT
31
MENYEBALKAN
32
PRIA MASA LALU
33
JADI PASANGAN JENDRAL
34
PUSAT PERHATIAN
35
CALON PERMAISURI
36
DANSA BERSAMA KAISAR
37
RESTU
38
RENCANA PERNIKAHAN
39
TIDAK BISA MENOLAK
40
ADA DITANGAN KU
41
MENYEBAR DENGAN CEPAT
42
DENDAM LUIS
43
TIDAK SABAR
44
SERANGAN MUSUH
45
PEMBUNUHAN
46
KEKESALAN AURA
47
TIDAK TERIMA
48
BOSAN
49
SUKA TAPI GENGSI
50
PERNIKAHAN
51
MENUNGGU EKSEKUSI
52
MANUSIA BODOH
53
MENYATU
54
SIDANG EKSEKUSI
55
TERBONGKAR
56
HUKUMAN
57
BERDUA
58
HAMIL
59
KAMU BAU
60
BERKUNJUNG
61
GALAU DAN FRUSTASI
62
TIDAK TERIMA
63
KALAH DENGAN NICO
64
PELUK ISTRI
65
GAK MAU JAUH-JAUH
66
CEMBURU
67
KALAH TAMPAN
68
PERHATIAN SUAMI
69
BERUNTUNG
70
SEMAKIN POSESIF
71
SANGAT DICINTAI
72
GELOMBANG CINTA
73
PERJUANGAN
74
KEMBAR
75
KEBAHAGIAAN
76
PANGERAN DAN PUTRI
77
FIRASAT BURUK
78
BERSIMBAH DARAH
79
TIDAK BERNYAWA
80
HANCUR
81
MIMPI BURUK
82
TIDAK INGIN LENGAH
83
KEMARAHAN KAISAR
84
KEMATIAN LUIS
85
SEMPURNA (END)
86
CERITA YANG ADA RUANG DIMENSI NYA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!