MENGHADAP KAISAR

Pengawal itu melangkah masuk dengan cepat, lalu menunduk hormat di depan Luis dan Elisabeth.

"Salam Yang Mulia Pangeran."

"Ada apa? Kenapa mengganggu waktuku malam-malam begini?" tanya Luis nada ketus.

"Maaf mengganggu, Pangeran. Saya baru saja menerima kabar bahwa Tuan Nico, asisten pribadi Yang Mulia Kaisar, baru saja mengirimkan pesan," lapor pengawal itu panik.

"Pesan dari Nico? Ada apa?" tanya Luis, mengerutkan keningnya.

"Yang Mulia Kaisar memerintahkan Pangeran untuk menghadap beliau besok pagi-pagi sekali di ruang kerja nya," jawab pengawal itu jujur.

Mendengar hal itu, Elisabeth mendadak menegang.

"Pangeran... apakah Kaisar sudah tahu tentang kejadian malam ini?" bisik Elisabeth, menatap Luis dengan wajah agak pucat.

Luis sempat terkejut, tapi dia cepat-cepat menguasai dirinya dan terkekeh pelan untuk menenangkan Elisabeth.

"Tenanglah, Elisabeth, kaisar mana mungkin peduli dengan urusan kecil seperti ini," ucap Luis menenangkan.

"Paling-paling Beliau hanya ingin membahas persiapan pesta ulang tahunnya tiga hari lagi," lanjut Luis, percaya diri.

"Tapi Pangeran, kenapa harus pagi-pagi sekali?" tanya Elisabeth masih cemas.

"Kaisar memang selalu gila kerja dan memanggil orang sesuka hatinya, kamu tidak perlu panik," ucap Luis berdiri dari sofanya, membetulkan jubah mewahnya dengan angkuh.

"Aku akan datang tepat waktu besok pagi," ucap Pangeran Luis, Luis, menatap pengawalnya dengan dingin.

"Baik, Pangeran! Saya permisi dulu," jawab pengawal itu lalu membungkuk dan keluar dari kamar.

Setelah pengawal itu pergi, Luis menggenggam kedua tangan Elisabeth yang terasa agak dingin.

"Kamu pulanglah sekarang lewat pintu belakang sebelum ada pelayan yang melihat," perintah Luis lembut.

"Jangan memperlihatkan wajah cemas seperti itu, semua rencana kita sudah berjalan sempurna. Aura sudah mati di dasar danau, dan tidak akan ada yang bisa menggagalkan posisi kita," lanjut Luis, yakin.

"Baiklah, Pangeran. Aku percaya padamu," ucap Elisabeth mengangguk pelan, mencoba memercayai ucapan pria di depannya.

Setelah menyuruh Elisabeth pergi secara diam-diam, Luis kembali menuang anggur ke gelasnya, dia menyesapnya perlahan sembari menatap kegelapan di balik jendela kediamannya.

"Aura Luminar sudah mati, dan besok aku tinggal berpura-pura sedih di hadapan Kaisar," batin Luis tersenyum penuh kemenangan.

Sama sekali tidak terlintas di otak tumpulnya, bahwa Aura yang dia kira sudah membusuk di dasar danau justru sedang menyusun perangkap mematikan untuk menghancurkan hidupnya.

     ✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨

Keesokan paginya, matahari baru saja muncul tipis-tipis di balik awan, tapi suasana di istana kerajaan Caliber sudah terasa sangat tegang.

Luis berjalan di sepanjang lorong istana menuju ruang kerja ayahnya dengan langkah santai, bajunya rapi, dada nya di busung kan angkuh, dan wajahnya dipasang seolah-olah dia adalah Pangeran paling berbakti di kekaisaran.

Di depan pintu ruang kerja Kaisar, Nico sudah berdiri tegap menyambut kedatangannya.

"Selamat pagi, Pangeran Luis," sapa Nico sopan, tapi matanya menatap datar tanpa senyum sedikit pun.

"Pagi, Nico," jawab Luis angkuh.

"Ayahku sudah menunggu di dalam?" tanya Luis, percaya diri.

"Sudah, Pangeran, beliau sudah menunggu Anda sejak satu jam yang lalu. Silakan masuk," jawab Nico sembari membukakan pintu ruang kerja Kaisar Zane.

Ceklekk

Luis melangkah masuk ke dalam ruang kerja yang bernuansa dingin itu.

Di ujung ruangan, Kaisar Zane sedang duduk tenang di kursi kebesarannya sembari menyesap kopi hitam, tanpa melirik sedikit pun ke arah pintu.

"Hormat saya pada Yang Mulia Kaisar Zane Caliber," ucap Luis membungkuk dalam-dalam dengan nada penuh penghormatan yang dibuat-buat.

Tak

Kaisar Zane meletakkan cangkirnya perlahan. Suara denting porselen di atas meja terdengar begitu nyaring di ruangan yang sunyi itu.

"Duduk," perintah Kaisar Zane dingin, suaranya yang berat langsung menekan udara di dalam ruangan.

Luis mengangguk cepat lalu duduk di kursi di depan meja kerja ayahnya.

"Ada hal penting apa sampai Anda memanggil saya sepagi ini, Yang Mulia?" tanya Luis, pura-pura tidak tahu apa-apa.

Kaisar Zane menyandarkan punggungnya, menatap lurus ke dalam mata Luis dengan tatapan yang sangat tajam, membuat Luis refleks menegakkan posisi duduknya karena agak merinding.

"Kemarin malam kamu dari mana?" tanya Kaisar Zane singkat, tanpa basa-basi.

Jantung Luis sempat berdesir pelan, tapi dia berusaha tetap bersikap tenang dan menyunggingkan senyum tipisnya.

"Saya hanya berkeliling di luar istana untuk mengecek beberapa hal, Yang Mulia," jawab Luis lancar, seolah sudah menghafal kebohongan itu di luar kepala.

"Sama siapa?" cecar Kaisar Zane lagi, suaranya masih sangat datar.

"Sendirian, Yang Mulia. Saya hanya ingin mencari udara segar," jawab Luis tanpa berkedip sedikit pun.

Kaisar Zane menyunggingkan senyum miring yang amat dingin, dia memajukan tubuhnya, menopang dagu dengan kedua tangannya yang tertaut di atas meja.

"Sendirian? Lalu bagaimana dengan rumor yang beredar pagi ini kalau kamu pergi bersama putri Duke Luminar kemarin sore?" tanya Kaisar Zane, menaikkan satu alisnya.

Luis berpura-pura terkejut, matanya membelalak kaget seolah baru pertama kali mendengar kabar itu.

"A-apa?! Rumor apa itu, Yang Mulia?!" seru Luis, suaranya dibuat-buat agak panik.

"Saya memang sempat bertemu sebentar dengan Lady Aura kemarin sore, tapi setelah itu kami langsung berpisah!" jawab Luis, penuh kebohongan.

"Oh... begitu?" gumam Kaisar Zane pelan, mengangguk-angguk kecil sembari terus memperhatikan raut wajah putranya.

"Benar, Yang Mulia! Saya berani bersumpah!" tegak Luis makin gencar berbohong.

"Saya juga kaget saat mendengar kabar dari pengawal tadi pagi kalau Lady Aura belum pulang ke kediamannya. Saya rasa, mungkin Lady Aura sedang emosi dan melakukan hal nekat," ucap Luis, semakin menjadi-jadi.

"Hal nekat apa maksudmu?" tanya Kaisar Zane dingin.

Luis menghela napas panjang, memasang raut wajah prihatin dan sedih.

"Jujur, Yang Mulia, belakangan ini Lady Aura sering tertekan karena merasa tidak pantas menjadi calon istri saya. Saya takut, dia nekat mengakhiri hidupnya sendiri," jawab Luis, terlihat khawatir.

Nico yang berdiri di dekat pintu sampai harus menahan napas mendengar kebohongan Luis yang begitu lancar dan tanpa rasa bersalah sama sekali.

Kaisar Zane terkekeh sinis, suara tawanya membuat bulu kuduk Luis berdiri mendadak.

"Jadi maksudmu, gadis dari keluarga Luminar itu bunuh diri karena stres menanggung beban status sebagai calon istri dari Pangeran sepertimu?" tanya Kaisar Zane mengulang kalimat Luis dengan nada penuh penghinaan.

"S-saya hanya menduga, Yang Mulia, karena tidak ada alasan lain bagi Lady Aura untuk menghilang," jawab Luis cepat, sedikit gugup karena menyadari tatapan ayahnya yang makin mendingin.

Kaisar Zane berdiri dari kursinya, tingginya yang menjulang membuat bayangannya menutupi tubuh Luis yang duduk di depannya.

"Bagus sekali analisismu, Luis," ucap Kaisar Zane sembari melangkah mengitari meja kerjanya dan berhenti tepat di samping kursi Luis.

Terpopuler

Comments

Septi Wijaya

Septi Wijaya

Luis kamu ga bisa bohong sama kaisar ckckck

2026-07-22

4

kaylla salsabella

kaylla salsabella

🤣🤣🤣🤣🤣 luis🤭🤭🤭

2026-07-25

3

lihat semua
Episodes
1 JIWA BARU
2 PERUBAHAN AURA LUMINAR
3 KAISAR ZANE CALIBER
4 KEMENANGAN SEMENTARA
5 MENGHADAP KAISAR
6 RUMOR KEMATIAN
7 HANGAT
8 DUKUNGAN ORANG TUA
9 KEJUATAN DI TENGAH PESTA
10 KEDATANGAN AURA LUMINAR
11 MEMBATALKAN PERTUNANGAN
12 HUKUMAN UNTUK LUIS
13 MENYINGKIRKAN SAMPAH
14 UNDANGAN KAISAR
15 AWAL KEHANCURAN
16 DENDAM ELISABETH
17 BERTEMU KAISAR
18 KESEPAKATAN
19 PARA PENJILAT
20 LAHIRKAN KETURUNAN UNTUKKU
21 KAISAR GILA
22 TIDAK FOKUS
23 MULAI TUMBUH
24 HUKUMAN ELISABETH
25 HADIAH DARI KAISAR
26 SANGAT BERANI
27 FAKTA MENARIK
28 PENYUSUP YANG MANIS
29 SANGAT PUAS
30 PENGUNTIT
31 MENYEBALKAN
32 PRIA MASA LALU
33 JADI PASANGAN JENDRAL
34 PUSAT PERHATIAN
35 CALON PERMAISURI
36 DANSA BERSAMA KAISAR
37 RESTU
38 RENCANA PERNIKAHAN
39 TIDAK BISA MENOLAK
40 ADA DITANGAN KU
41 MENYEBAR DENGAN CEPAT
42 DENDAM LUIS
43 TIDAK SABAR
44 SERANGAN MUSUH
45 PEMBUNUHAN
46 KEKESALAN AURA
47 TIDAK TERIMA
48 BOSAN
49 SUKA TAPI GENGSI
50 PERNIKAHAN
51 MENUNGGU EKSEKUSI
52 MANUSIA BODOH
53 MENYATU
54 SIDANG EKSEKUSI
55 TERBONGKAR
56 HUKUMAN
57 BERDUA
58 HAMIL
59 KAMU BAU
60 BERKUNJUNG
61 GALAU DAN FRUSTASI
62 TIDAK TERIMA
63 KALAH DENGAN NICO
64 PELUK ISTRI
65 GAK MAU JAUH-JAUH
66 CEMBURU
67 KALAH TAMPAN
68 PERHATIAN SUAMI
69 BERUNTUNG
70 SEMAKIN POSESIF
71 SANGAT DICINTAI
72 GELOMBANG CINTA
73 PERJUANGAN
74 KEMBAR
75 KEBAHAGIAAN
76 PANGERAN DAN PUTRI
77 FIRASAT BURUK
78 BERSIMBAH DARAH
79 TIDAK BERNYAWA
80 HANCUR
81 MIMPI BURUK
82 TIDAK INGIN LENGAH
83 KEMARAHAN KAISAR
84 KEMATIAN LUIS
85 SEMPURNA (END)
86 CERITA YANG ADA RUANG DIMENSI NYA
Episodes

Updated 86 Episodes

1
JIWA BARU
2
PERUBAHAN AURA LUMINAR
3
KAISAR ZANE CALIBER
4
KEMENANGAN SEMENTARA
5
MENGHADAP KAISAR
6
RUMOR KEMATIAN
7
HANGAT
8
DUKUNGAN ORANG TUA
9
KEJUATAN DI TENGAH PESTA
10
KEDATANGAN AURA LUMINAR
11
MEMBATALKAN PERTUNANGAN
12
HUKUMAN UNTUK LUIS
13
MENYINGKIRKAN SAMPAH
14
UNDANGAN KAISAR
15
AWAL KEHANCURAN
16
DENDAM ELISABETH
17
BERTEMU KAISAR
18
KESEPAKATAN
19
PARA PENJILAT
20
LAHIRKAN KETURUNAN UNTUKKU
21
KAISAR GILA
22
TIDAK FOKUS
23
MULAI TUMBUH
24
HUKUMAN ELISABETH
25
HADIAH DARI KAISAR
26
SANGAT BERANI
27
FAKTA MENARIK
28
PENYUSUP YANG MANIS
29
SANGAT PUAS
30
PENGUNTIT
31
MENYEBALKAN
32
PRIA MASA LALU
33
JADI PASANGAN JENDRAL
34
PUSAT PERHATIAN
35
CALON PERMAISURI
36
DANSA BERSAMA KAISAR
37
RESTU
38
RENCANA PERNIKAHAN
39
TIDAK BISA MENOLAK
40
ADA DITANGAN KU
41
MENYEBAR DENGAN CEPAT
42
DENDAM LUIS
43
TIDAK SABAR
44
SERANGAN MUSUH
45
PEMBUNUHAN
46
KEKESALAN AURA
47
TIDAK TERIMA
48
BOSAN
49
SUKA TAPI GENGSI
50
PERNIKAHAN
51
MENUNGGU EKSEKUSI
52
MANUSIA BODOH
53
MENYATU
54
SIDANG EKSEKUSI
55
TERBONGKAR
56
HUKUMAN
57
BERDUA
58
HAMIL
59
KAMU BAU
60
BERKUNJUNG
61
GALAU DAN FRUSTASI
62
TIDAK TERIMA
63
KALAH DENGAN NICO
64
PELUK ISTRI
65
GAK MAU JAUH-JAUH
66
CEMBURU
67
KALAH TAMPAN
68
PERHATIAN SUAMI
69
BERUNTUNG
70
SEMAKIN POSESIF
71
SANGAT DICINTAI
72
GELOMBANG CINTA
73
PERJUANGAN
74
KEMBAR
75
KEBAHAGIAAN
76
PANGERAN DAN PUTRI
77
FIRASAT BURUK
78
BERSIMBAH DARAH
79
TIDAK BERNYAWA
80
HANCUR
81
MIMPI BURUK
82
TIDAK INGIN LENGAH
83
KEMARAHAN KAISAR
84
KEMATIAN LUIS
85
SEMPURNA (END)
86
CERITA YANG ADA RUANG DIMENSI NYA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!