KEMENANGAN SEMENTARA

"Tapi Yang Mulia, berkat ketulusan Lady Aura, Duke Daren selalu memberikan dukungan militer penuh untuk kekaisaran," ucap Nico pelan.

"Itu karena Duke Daren terlalu memanjakan putri nya," ucap Kaisar Zane cepat.

"Jika gadis itu terus bertingkah konyol, aku sendiri yang akan membatalkan pertunangan bodoh itu sebelum mereka berdua makin mempermalukan nama kerajaan Caliber," lanjut Kaisar Zane, dingin.

"Tapi Yang Mulia, jika Anda membatalkan pertunangan itu secara sepihak, bukankah Duke Daren akan tersinggung?" tanya Nico ragu.

Kaisar Zane tersenyum miring, tatapannya berkilat tajam penuh keangkuhan.

"Biarkan saja, aku tidak peduli," jawab Kaisar Zane santai.

"Lagipula, aku sudah muak melihat kelakuan Luis. Anak itu merasa posisinya sebagai Pangeran sudah sangat aman, sampai lupa siapa yang memegang kekuasaan tertinggi di kekaisaran ini," lanjut Kaisar Zane, sinis.

Nico hanya bisa menelan ludah secara diam-diam, dia tahu betul jika Kaisar Zane sudah mengeluarkan nada bicara seperti itu, artinya batas kesabaran penguasa kekaisaran ini sudah benar-benar habis.

"Nico," panggil Kaisar Zane tiba-tiba.

"Saya, Yang Mulia?" sahut Nico sigap.

"Perketat penjagaan di area pesta perayaan tiga hari lagi," perintah Kaisar Zane tegas.

"Aku tidak mau ada drama murahan yang dibuat oleh Luis atau wanita simpanannya itu di hadapan para tamu undangan!" lanjut Kaisar Zane, penuh penekanan.

"Baik, Yang Mulia! Saya akan mengatur pasukan pengawal terbaik untuk menjaga aula utama," jawab Nico tegas.

Kaisar Zane kembali mengalihkan pandangannya ke luar jendela, menatap kegelapan malam.

"Pesta ulang tahun kali ini... mari kita lihat sampai mana Luis bisa bermain-main dengan kesabaran ku," batin Kaisar Zane dingin.

Tiba-tiba, ketukan pintu yang agak tergesa-gesa memecah keheningan di ruang kerja Kaisar Zane.

Tok

Tok

Tok

"Masuk," perintah Kaisar Zane dengan nada beratnya.

Ceklekk

Seorang pengawal pribadi istana melangkah masuk dengan cepat, lalu berlutut di hadapan sang Kaisar dengan wajah penuh ketegangan.

"Lapor, Yang Mulia! Ada informasi mendadak dari mata-mata kita di luar area istana," ucap pengawal itu, suaranya sedikit bergetar.

Kaisar Zane menaikkan satu alisnya, menatap pengawal itu datar.

"Bicara yang jelas. Ada apa?" tanya Kaisar Zane dingin.

"Lady Aura Luminar dikabarkan tidak kembali ke kediaman Duke sejak sore tadi, Yang Mulia, beliau terakhir terlihat berjalan bersama Pangeran Luis," lapor pengawal itu dengan kepala tetap menunduk.

Nico yang berdiri di samping meja langsung terkejut, dia melirik ke arah Kaisar Zane yang ekspresinya mendadak mengeras.

"Lalu? Apa Luis membawanya pulang ke kediaman nya?" tanya Nico penasaran.

"Tidak, Tuan Nico. Pangeran Luis kembali ke istana seorang diri beberapa waktu lalu, sementara para prajurit kediaman Duke Luminar saat ini sedang bergerak panik mencari keberadaan Lady Aura," jawab pengawal itu jujur.

Kaisar Zane tertawa sinis, suara tawanya terdengar sangat dingin dan mengintimidasi ruangan.

"Anak itu... benar-benar sudah hilang akal," gumam Kaisar Zane, mengepalkan tangannya kuat.

"Yang Mulia, apakah Pangeran Luis berani berbuat nekat pada Lady Aura?" bisik Nico cemas, membayangkan dampak politiknya jika putri tunggal Duke Daren sampai kenapa-napa.

"Apalagi yang ada di otak tumpulnya itu selain menyingkirkan hambatan demi wanita simpanannya?" jawab Kaisar Zane sinis.

Kaisar Zane berdiri dari kursi kebesarannya, berjalan perlahan mendekati jendela besar, tingginya yang menjulang dan bahunya yang tegap membuat aura dominannya makin terasa menekan.

"Kirim beberapa orang kepercayaan mu untuk memantau kediaman Duke Luminar secara diam-diam," perintah Kaisar Zane tanpa menoleh.

"Baik, Yang Mulia. Apakah saya perlu menyuruh mereka membantu pencarian Lady Aura?" tanya Nico memastikan.

"Tidak perlu," jawab Kaisar Zane cepat.

"Duke Daren bukan orang bodoh, dia punya prajuritnya sendiri, aku hanya tidak ingin lengah," lanjut Kaisar Zane.

"Baik, Yang Mulia, paham," ucap Nico menunduk patuh.

"Dan satu lagi, panggil Luis menghadap ku besok pagi!" perintah Kaisar Zane, memutarkan tubuhnya menatap Nico dengan iris mata yang berkilat tajam.

"Apakah Anda akan langsung menegurnya besok, Yang Mulia?" tanya Nico sempat tertegun sejenak.

"Menegur?" ulang Kaisar Zane menyunggingkan senyum miringnya.

"Aku cuma ingin melihat seberapa pandai Luis berbohong di hadapanku," ucap Kaisar Zane, sinis.

"Baik, Yang Mulia, akan saya sampaikan perintah ini pada Pangeran Luis besok pagi-pagi sekali," jawab Nico sigap.

"Bagus! Sekarang keluar, aku ingin sendiri," ucap Kaisar Zane melambaikan tangannya pelan.

"Saya permisi, Yang Mulia," ucap Nico dan pengawal tadi serempak, lalu membungkuk hormat sebelum melangkah mundur keluar dari ruang kerja Kaisar.

Ceklekk

Pintu ruang kerja nya itu kembali tertutup rapat, kaisar Zane kembali menatap ke luar jendela.

"Luis... kamu benar-benar menggali kuburanmu sendiri," gumam Kaisar Zane dingin.

Dia menyunggingkan senyum tipis, membayangkan betapa bahagianya dia bisa menyingkirkan parasit dalam hidup nya itu dari takhtanya jika bukti kejahatan Luis benar-benar ada di tangannya nanti.

Sementara itu di kediaman Pangeran Luis, suasana tampak jauh lebih santai.

Luis sedang duduk di sofa empuknya sembari menyesap segelas anggur berkualitas tinggi, ditemani oleh Elisabeth yang bersandar manja di dadanya.

"Pangeran, bagaimana kalau keluarga Duke Luminar curiga padamu?" tanya Elisabeth, pura-pura cemas sembari mengusap dada Luis pelan.

"Curiga? Biarkan saja, lagian tidak ada bukti sama sekali kalau aku yang mendorongnya ke danau," ucap Luis tertawa remeh, meletakkan gelas anggurnya di meja.

"Tapi bagaimana kalau jasad si bodoh Aura itu ditemukan oleh prajurit ayahnya?" tanya Elisabeth lagi, menatap Luis.

"Lalu kenapa?" ucap Luis tersenyum miring, menangkup pipi Elisabeth dengan mengusapnya lembut.

"Besok seluruh ibu kota hanya akan tahu kalau Lady Aura bunuh diri karena stres menanggung tekanan sebagai calon istriku. Lagi pula, siapa yang berani menuduh Pangeran Mahkota tanpa bukti?" lanjut Pangeran Luis, tersenyum miring.

Elisabeth tersenyum puas mendengar jawaban itu, dia menyandarkan kepalanya di bahu Luis sembari membayangkan dirinya yang sebentar lagi akan menggantikan posisi Aura, sebagai tunangan sang Pangeran Mahkota.

"Aku tidak sabar menunggu pesta perayaan ulang tahun Yang Mulia Kaisar tiga hari lagi," gumam Elisabeth manja.

"Saat itu, semua orang akhirnya akan melihat siapa wanita yang pantas bersanding di sisimu," lanjut Elisabeth diam-diam tersenyum licik.

"Tentu saja kamu, Sayang," ucap Luis bangga.

 "Hanya kamu yang pantas menjadi permaisuriku nanti, bukan gadis bodoh dan membosankan seperti Aura," lanjut Luis, sinis.

Tiba-tiba, suara ketukan pintu di luar kediaman Pangeran menghentikan kemesraan mereka.

Tok

Tok

Tok

"Pangeran Luis, ini saya, pengawal pribadi Anda," panggil sebuah suara dari balik pintu.

Luis menggeram kesal karena momen indahnya dengan sang kekasih terganggu.

"Masuk!"

Ceklekk

Terpopuler

Comments

kaylla salsabella

kaylla salsabella

ada apa

2026-07-25

3

lihat semua
Episodes
1 JIWA BARU
2 PERUBAHAN AURA LUMINAR
3 KAISAR ZANE CALIBER
4 KEMENANGAN SEMENTARA
5 MENGHADAP KAISAR
6 RUMOR KEMATIAN
7 HANGAT
8 DUKUNGAN ORANG TUA
9 KEJUATAN DI TENGAH PESTA
10 KEDATANGAN AURA LUMINAR
11 MEMBATALKAN PERTUNANGAN
12 HUKUMAN UNTUK LUIS
13 MENYINGKIRKAN SAMPAH
14 UNDANGAN KAISAR
15 AWAL KEHANCURAN
16 DENDAM ELISABETH
17 BERTEMU KAISAR
18 KESEPAKATAN
19 PARA PENJILAT
20 LAHIRKAN KETURUNAN UNTUKKU
21 KAISAR GILA
22 TIDAK FOKUS
23 MULAI TUMBUH
24 HUKUMAN ELISABETH
25 HADIAH DARI KAISAR
26 SANGAT BERANI
27 FAKTA MENARIK
28 PENYUSUP YANG MANIS
29 SANGAT PUAS
30 PENGUNTIT
31 MENYEBALKAN
32 PRIA MASA LALU
33 JADI PASANGAN JENDRAL
34 PUSAT PERHATIAN
35 CALON PERMAISURI
36 DANSA BERSAMA KAISAR
37 RESTU
38 RENCANA PERNIKAHAN
39 TIDAK BISA MENOLAK
40 ADA DITANGAN KU
41 MENYEBAR DENGAN CEPAT
42 DENDAM LUIS
43 TIDAK SABAR
44 SERANGAN MUSUH
45 PEMBUNUHAN
46 KEKESALAN AURA
47 TIDAK TERIMA
48 BOSAN
49 SUKA TAPI GENGSI
50 PERNIKAHAN
51 MENUNGGU EKSEKUSI
52 MANUSIA BODOH
53 MENYATU
54 SIDANG EKSEKUSI
55 TERBONGKAR
56 HUKUMAN
57 BERDUA
58 HAMIL
59 KAMU BAU
60 BERKUNJUNG
61 GALAU DAN FRUSTASI
62 TIDAK TERIMA
63 KALAH DENGAN NICO
64 PELUK ISTRI
65 GAK MAU JAUH-JAUH
66 CEMBURU
67 KALAH TAMPAN
68 PERHATIAN SUAMI
69 BERUNTUNG
70 SEMAKIN POSESIF
71 SANGAT DICINTAI
72 GELOMBANG CINTA
73 PERJUANGAN
74 KEMBAR
75 KEBAHAGIAAN
76 PANGERAN DAN PUTRI
77 FIRASAT BURUK
78 BERSIMBAH DARAH
79 TIDAK BERNYAWA
80 HANCUR
81 MIMPI BURUK
82 TIDAK INGIN LENGAH
83 KEMARAHAN KAISAR
84 KEMATIAN LUIS
85 SEMPURNA (END)
86 CERITA YANG ADA RUANG DIMENSI NYA
Episodes

Updated 86 Episodes

1
JIWA BARU
2
PERUBAHAN AURA LUMINAR
3
KAISAR ZANE CALIBER
4
KEMENANGAN SEMENTARA
5
MENGHADAP KAISAR
6
RUMOR KEMATIAN
7
HANGAT
8
DUKUNGAN ORANG TUA
9
KEJUATAN DI TENGAH PESTA
10
KEDATANGAN AURA LUMINAR
11
MEMBATALKAN PERTUNANGAN
12
HUKUMAN UNTUK LUIS
13
MENYINGKIRKAN SAMPAH
14
UNDANGAN KAISAR
15
AWAL KEHANCURAN
16
DENDAM ELISABETH
17
BERTEMU KAISAR
18
KESEPAKATAN
19
PARA PENJILAT
20
LAHIRKAN KETURUNAN UNTUKKU
21
KAISAR GILA
22
TIDAK FOKUS
23
MULAI TUMBUH
24
HUKUMAN ELISABETH
25
HADIAH DARI KAISAR
26
SANGAT BERANI
27
FAKTA MENARIK
28
PENYUSUP YANG MANIS
29
SANGAT PUAS
30
PENGUNTIT
31
MENYEBALKAN
32
PRIA MASA LALU
33
JADI PASANGAN JENDRAL
34
PUSAT PERHATIAN
35
CALON PERMAISURI
36
DANSA BERSAMA KAISAR
37
RESTU
38
RENCANA PERNIKAHAN
39
TIDAK BISA MENOLAK
40
ADA DITANGAN KU
41
MENYEBAR DENGAN CEPAT
42
DENDAM LUIS
43
TIDAK SABAR
44
SERANGAN MUSUH
45
PEMBUNUHAN
46
KEKESALAN AURA
47
TIDAK TERIMA
48
BOSAN
49
SUKA TAPI GENGSI
50
PERNIKAHAN
51
MENUNGGU EKSEKUSI
52
MANUSIA BODOH
53
MENYATU
54
SIDANG EKSEKUSI
55
TERBONGKAR
56
HUKUMAN
57
BERDUA
58
HAMIL
59
KAMU BAU
60
BERKUNJUNG
61
GALAU DAN FRUSTASI
62
TIDAK TERIMA
63
KALAH DENGAN NICO
64
PELUK ISTRI
65
GAK MAU JAUH-JAUH
66
CEMBURU
67
KALAH TAMPAN
68
PERHATIAN SUAMI
69
BERUNTUNG
70
SEMAKIN POSESIF
71
SANGAT DICINTAI
72
GELOMBANG CINTA
73
PERJUANGAN
74
KEMBAR
75
KEBAHAGIAAN
76
PANGERAN DAN PUTRI
77
FIRASAT BURUK
78
BERSIMBAH DARAH
79
TIDAK BERNYAWA
80
HANCUR
81
MIMPI BURUK
82
TIDAK INGIN LENGAH
83
KEMARAHAN KAISAR
84
KEMATIAN LUIS
85
SEMPURNA (END)
86
CERITA YANG ADA RUANG DIMENSI NYA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!