KAISAR ZANE CALIBER

Point yang menyatakan bahwa pertunangan hanya bisa dibatalkan secara sepihak oleh Pihak Kekaisaran jika salah satu pihak terbukti melakukan tindak kejahatan berat.

"Percobaan pembunuhan sudah lebih dari cukup untuk membuat nama Luis hancur," bisik Aura dingin.

Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk pelan dari luar.

Tok

Tok

Tok

"Aura, ini Ibu, Sayang," suara Duchess Clara terdengar lembut di balik pintu.

Aura segera menyimpan dokumen itu kembali ke laci, lalu berjalan membuka pintu.

Ceklekk

"Masuklah, Ibu," ucap Aura.

Duchess Clara masuk membawa nampan berisi semangkuk sup hangat dan segelas teh, beliau meletakkannya di atas meja kecil di dekat tempat tidur Aura.

"Makanlah sedikit, Sayang, tubuhmu masih sangat pucat," ucap Duchess Clara sembari mengusap lembut pipi Aura.

Aura duduk di tepi ranjang dan menerima mangkuk sup yang disodorkan ibunya.

"Terima kasih, Ibu," ucap Aura, hati nya merasa menghangat.

"Aura... jujur pada Ibu. Apa kamu benar-benar yakin dengan rencanamu untuk hadir di pesta Ulang Tahun Kaisar?" tanya Duchess Clara menatap putrinya dengan mata berkaca-kaca.

"Tentu saja aku yakin, Ibu," jawab Aura tenang sebelum menyesap sup hangat itu perlahan.

"Tapi Nak, Kaisar Zane itu pria yang sangat berbahaya," bisik Duchess Clara khawatir.

"Beliau sangat kejam dan tidak ragu menghabisi siapa saja yang berani mengacaukan ketenangan nya. Ibu takut kamu malah masuk ke dalam bahaya yang lebih besar," ucap Duches Clara khawatir.

"Biarkan Ayah mu yang menyelesaikan ini semua sayang, kalau kamu memang ingin pertunangan dengan pangeran Luis di batal kan," lanjut Duches Clara, menggenggam lembut tangan Aura.

Aura menyunggingkan senyum tipis, menatap ibunya dengan tatapan penuh percaya diri yang belum pernah diperlihatkan oleh Aura yang dulu.

"Ibu tenang saja, pria seperti Kaisar Zane tidak bisa dipengaruhi oleh tangisan atau godaan murahan," ucap Aura santai.

"Tapi dia adalah seorang penguasa sejati, dia hanya tertarik pada keuntungan dan penawaran yang masuk akal," lanjut Aura tersenyum penuh rencana.

"Penawaran apa yang mau kamu berikan pada Kaisar?" tanya Duchess Clara mengerutkan keningnya heran.

"Sebuah alasan untuk menyingkirkan Pangeran Luis tanpa harus mengotori tangannya sendiri," jawab Aura tegas.

Duchess Clara terpaku mendengar ucapan tajam dari putri tunggalnya itu, rasanya benar-benar aneh melihat perubahan sifat Aura yang mendadak menjadi begitu dewasa dan penuh perhitungan.

"Kamu... benar-benar sudah berubah ya, Aura," gumam Duchess Clara pelan.

Aura meletakkan mangkuk sup nya yang sudah kosong di atas meja, lalu menatap ibunya hangat.

"Aku hanya belajar dari kesalahanku, Ibu, maaf karena selama ini Aura selalu membuat ibu dan Ayah malu," ucap Aura, mengingat kelakukan Aura asli yang tidak tahu malu.

"Apapun yang mau kamu lakukan, Ibu dan Ayahmu akan selalu berdiri di belakangmu," ucap Duchess Clara menghela napas panjang, lalu memeluk putrinya erat.

"Terima kasih, Ibu," jawab Aura, membalas pelukan hangat itu.

"Yasudah sekarang kamu tidur, istirahat, ibu keluar dulu," ucap Duches Clara, berdiri.

Setelah ibunya keluar dari kamar untuk membiarkannya beristirahat, Aura berjalan mendekati jendela besar kamarnya, dia menatap langit malam yang ditaburi bintang-bintang, membayangkan wajah Pangeran Luis dan Elisabeth yang saat ini mungkin sedang merayakan kematiannya.

"Tertawa lah mumpung kalian masih bisa tertawa," gumam Aura dingin, mengusap kaca jendela yang berembun.

"Karena saat itu tiba, aku sendiri yang akan mencabut semua senyuman dari wajah kalian," lanjut Aura tersenyum miring.

Di waktu yang sama di istana kerajaan Caliber, Kaisar Zeno masih ada di ruang kerja nya, masih fokus dengan beberapa laporan.

"Yang Mulia, ini laporan dari wilayah timur, tahun ini hasil panen, tiga kali lipat dari tahun lalu," ucap Nico, tangan kanan sekaligus asisten pribadi sang Kaisar

Kaisar Zane Caliber hanya melirik sekilas berkas yang disodorkan Nico di atas meja kerjanya, jarinya yang panjang dan tegas mengetuk-ngetuk permukaan meja kayu mahoni yang dipoles mengilap.

"Simpan saja di sana," ucap Kaisar Zane dingin, suaranya yang berat memecah keheningan ruangan.

"Baik, Yang Mulia," jawab Nico sembari menaruh berkas itu dengan rapi di sudut meja.

Zane menyandarkan punggungnya ke kursi kebesarannya, menatap keluar jendela besar ruang kerjanya yang memperlihatkan pemandangan malam ibu kota. Wajahnya yang tegas dan tampan tampak begitu datar, tak tersentuh oleh emosi apa pun.

"Bagaimana dengan persiapan pesta tiga hari lagi?" tanya Kaisar Zane tanpa beralih pandang.

"Semua berjalan sesuai rencana, Yang Mulia. Seluruh pangeran dan bangsawan dari berbagai wilayah sudah mengonfirmasi kehadiran mereka," jawab Nico sigap, berdiri tegap di samping meja.

"Pesta yang membosankan, mereka semua datang hanya untuk bermuka dua dan mencari muka di hadapanku," ucap Kaisar Zane terkekeh sinis.

Nico hanya diam, dan menundukkan kepalanya, tidak berani berkomentar apa-apa, karena itu memang kenyataan nya.

"Yang Mulia, mata-mata kita melaporkan bahwa malam ini Pangeran Luis kembali menemui Lady Elisabeth, bahkan mereka terang-terangan bermesraan di depan umum," ucap Nico, hati-hati.

Pangeran Zane mengeram rendah, dengan aura membunuh yang begitu pekat.

"Anak itu!" geram Kaisar Zane.

"Awasi anak itu, jangan biarkan kelakuan bodoh nya, mempermalukan kerajaan," ucap Kaisar Zane, mengepalkan tangannya kuat.

"Baik Yang Mulia," jawab Nico, sopan.

Kaisar Zane menyenderkan kepalanya, memijit pelipisnya yang terasa berdenyut, ingatan nya kembali ke kejadian delapan belas tahun yang lalu, saat dirinya masih menjadi seorang pangeran Mahkota, seorang wanita tiba-tiba datang dan mengaku mengandungnya anak nya.

Waktu itu dirinya sudah menyangkal nya dengan keras, bahwa dirinya tidak mengenal wanita itu, tapi mendiang Ayah nya memaksa nya untuk bertanggung jawab, dengan tegas tentu saja Kaisar Zane menolak, hingga akhir nya, wanita itu melahirkan.

Kaisar Zane dengan terpaksa membawa bayi itu ke istana nya, tapi tidak dengan wanita itu.

Kaisar Zane menghela napas kasar, mengingat betapa menyebalkannya situasi delapan belas tahun lalu itu.

Bayi yang terpaksa dia akui sebagai anaknya sekaligus dibesarkannya di istana itu kini tumbuh menjadi pria tidak tahu diri seperti Luis.

"Harusnya sejak awal aku tidak perlu kasihan dan membiarkan anak itu hidup nyaman di istana," gumam Kaisar Zane sinis.

"Yang Mulia, Pangeran Luis masih muda dan emosinya belum stabil, tapi tindakan beliau yang terus-terusan mengabaikan Lady Aura demi Lady Elisabeth memang sudah sangat keterlaluan," ucap Nico dengan hati-hati.

Kaisar Zane mendengus pelan, menatap Nico dengan tatapan dinginnya.

"Gadis dari keluarga Luminar itu juga sama bodohnya," ucap Kaisar Zane datar.

"Sudah tahu Luis memanfaatkan posisinya, tapi dia masih saja mengejar-ngejar anak itu seperti orang tidak punya harga diri," lanjut Kaisar Zane, sinis.

Terpopuler

Comments

kaylla salsabella

kaylla salsabella

nanti Zane kamu bakal kepincut lo🤭🤭🤭

2026-07-23

3

UMMI HABIBAH

UMMI HABIBAH

lanjut thooor😆

2026-07-21

1

lihat semua
Episodes
1 JIWA BARU
2 PERUBAHAN AURA LUMINAR
3 KAISAR ZANE CALIBER
4 KEMENANGAN SEMENTARA
5 MENGHADAP KAISAR
6 RUMOR KEMATIAN
7 HANGAT
8 DUKUNGAN ORANG TUA
9 KEJUATAN DI TENGAH PESTA
10 KEDATANGAN AURA LUMINAR
11 MEMBATALKAN PERTUNANGAN
12 HUKUMAN UNTUK LUIS
13 MENYINGKIRKAN SAMPAH
14 UNDANGAN KAISAR
15 AWAL KEHANCURAN
16 DENDAM ELISABETH
17 BERTEMU KAISAR
18 KESEPAKATAN
19 PARA PENJILAT
20 LAHIRKAN KETURUNAN UNTUKKU
21 KAISAR GILA
22 TIDAK FOKUS
23 MULAI TUMBUH
24 HUKUMAN ELISABETH
25 HADIAH DARI KAISAR
26 SANGAT BERANI
27 FAKTA MENARIK
28 PENYUSUP YANG MANIS
29 SANGAT PUAS
30 PENGUNTIT
31 MENYEBALKAN
32 PRIA MASA LALU
33 JADI PASANGAN JENDRAL
34 PUSAT PERHATIAN
35 CALON PERMAISURI
36 DANSA BERSAMA KAISAR
37 RESTU
38 RENCANA PERNIKAHAN
39 TIDAK BISA MENOLAK
40 ADA DITANGAN KU
41 MENYEBAR DENGAN CEPAT
42 DENDAM LUIS
43 TIDAK SABAR
44 SERANGAN MUSUH
45 PEMBUNUHAN
46 KEKESALAN AURA
47 TIDAK TERIMA
48 BOSAN
49 SUKA TAPI GENGSI
50 PERNIKAHAN
51 MENUNGGU EKSEKUSI
52 MANUSIA BODOH
53 MENYATU
54 SIDANG EKSEKUSI
55 TERBONGKAR
56 HUKUMAN
57 BERDUA
58 HAMIL
59 KAMU BAU
60 BERKUNJUNG
61 GALAU DAN FRUSTASI
62 TIDAK TERIMA
63 KALAH DENGAN NICO
64 PELUK ISTRI
65 GAK MAU JAUH-JAUH
66 CEMBURU
67 KALAH TAMPAN
68 PERHATIAN SUAMI
69 BERUNTUNG
70 SEMAKIN POSESIF
71 SANGAT DICINTAI
72 GELOMBANG CINTA
73 PERJUANGAN
74 KEMBAR
75 KEBAHAGIAAN
76 PANGERAN DAN PUTRI
77 FIRASAT BURUK
78 BERSIMBAH DARAH
79 TIDAK BERNYAWA
80 HANCUR
81 MIMPI BURUK
82 TIDAK INGIN LENGAH
83 KEMARAHAN KAISAR
84 KEMATIAN LUIS
85 SEMPURNA (END)
86 CERITA YANG ADA RUANG DIMENSI NYA
Episodes

Updated 86 Episodes

1
JIWA BARU
2
PERUBAHAN AURA LUMINAR
3
KAISAR ZANE CALIBER
4
KEMENANGAN SEMENTARA
5
MENGHADAP KAISAR
6
RUMOR KEMATIAN
7
HANGAT
8
DUKUNGAN ORANG TUA
9
KEJUATAN DI TENGAH PESTA
10
KEDATANGAN AURA LUMINAR
11
MEMBATALKAN PERTUNANGAN
12
HUKUMAN UNTUK LUIS
13
MENYINGKIRKAN SAMPAH
14
UNDANGAN KAISAR
15
AWAL KEHANCURAN
16
DENDAM ELISABETH
17
BERTEMU KAISAR
18
KESEPAKATAN
19
PARA PENJILAT
20
LAHIRKAN KETURUNAN UNTUKKU
21
KAISAR GILA
22
TIDAK FOKUS
23
MULAI TUMBUH
24
HUKUMAN ELISABETH
25
HADIAH DARI KAISAR
26
SANGAT BERANI
27
FAKTA MENARIK
28
PENYUSUP YANG MANIS
29
SANGAT PUAS
30
PENGUNTIT
31
MENYEBALKAN
32
PRIA MASA LALU
33
JADI PASANGAN JENDRAL
34
PUSAT PERHATIAN
35
CALON PERMAISURI
36
DANSA BERSAMA KAISAR
37
RESTU
38
RENCANA PERNIKAHAN
39
TIDAK BISA MENOLAK
40
ADA DITANGAN KU
41
MENYEBAR DENGAN CEPAT
42
DENDAM LUIS
43
TIDAK SABAR
44
SERANGAN MUSUH
45
PEMBUNUHAN
46
KEKESALAN AURA
47
TIDAK TERIMA
48
BOSAN
49
SUKA TAPI GENGSI
50
PERNIKAHAN
51
MENUNGGU EKSEKUSI
52
MANUSIA BODOH
53
MENYATU
54
SIDANG EKSEKUSI
55
TERBONGKAR
56
HUKUMAN
57
BERDUA
58
HAMIL
59
KAMU BAU
60
BERKUNJUNG
61
GALAU DAN FRUSTASI
62
TIDAK TERIMA
63
KALAH DENGAN NICO
64
PELUK ISTRI
65
GAK MAU JAUH-JAUH
66
CEMBURU
67
KALAH TAMPAN
68
PERHATIAN SUAMI
69
BERUNTUNG
70
SEMAKIN POSESIF
71
SANGAT DICINTAI
72
GELOMBANG CINTA
73
PERJUANGAN
74
KEMBAR
75
KEBAHAGIAAN
76
PANGERAN DAN PUTRI
77
FIRASAT BURUK
78
BERSIMBAH DARAH
79
TIDAK BERNYAWA
80
HANCUR
81
MIMPI BURUK
82
TIDAK INGIN LENGAH
83
KEMARAHAN KAISAR
84
KEMATIAN LUIS
85
SEMPURNA (END)
86
CERITA YANG ADA RUANG DIMENSI NYA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!