Episode 3

Bab 3: Nyonya Besar

Tiga hari masa percobaan.

Kalimat itu terus menempel di kepala Keira bahkan setelah aula mulai kosong. Pelamar yang gagal berjalan keluar dengan wajah kusut. Beberapa masih menoleh ke arahnya, membawa tatapan tidak rela, seolah keberhasilan Keira adalah kesalahan sistem yang belum sempat diperbaiki.

Keira tidak punya tenaga untuk peduli.

Ia hanya menatap map di tangannya, lalu mengingat wajah Kiara di layar ponsel. Tiga hari berarti tiga malam. Tiga malam berarti ia harus cukup kuat untuk tidak membuat satu pun kesalahan.

"Suster Keira."

Keira mengangkat wajah.

Bi Sari berdiri di sampingnya. Sikapnya tetap rapi seperti tadi, tetapi nada suaranya tidak setajam saat seleksi. "Ikut saya. Nyonya Besar ingin bertemu."

Nama itu membuat beberapa pelamar yang tersisa langsung berhenti berbisik.

Nyonya Besar.

Di rumah sebesar Kediaman Ciu, gelar itu tidak terdengar seperti panggilan istri. Lebih seperti kunci yang menentukan pintu mana boleh dibuka dan pintu mana bisa menelan orang hidup-hidup.

Keira menggenggam kopernya. "Baik, Bi."

Mereka meninggalkan aula utama. Langkah Bi Sari cepat, tetapi tidak terburu-buru. Keira mengikutinya melewati koridor panjang dengan lantai marmer yang lebih dingin dari aula. Di dinding, lukisan keluarga tergantung dalam bingkai emas, namun tidak ada satu pun foto yang terlihat hangat. Semua wajah tertata, semua senyum seperti sudah dilatih.

Koper Keira kembali berbunyi pelan.

Di tempat seperti ini, bahkan suara roda koper tua bisa terasa kurang ajar.

Bi Sari membawanya ke sebuah ruang duduk di sisi timur. Tirai tinggi setengah terbuka, membiarkan cahaya siang jatuh di atas meja kayu gelap. Aroma teh melati dan parfum mahal bercampur tipis di udara.

Seorang perempuan duduk di sofa.

Usianya mungkin mendekati lima puluh, tetapi tubuhnya tegak dan wajahnya terawat seperti tidak pernah disentuh tergesa-gesa. Ia memakai blouse sutra warna gading, kalung mutiara kecil, dan senyum yang cukup lembut untuk menenangkan orang yang tidak paham bahaya.

Bi Sari menunduk. "Nyonya Besar, ini Keira Lo."

Perempuan itu mengangkat mata. "Keira."

"Nyonya Besar," sapa Keira.

"Duduk."

Keira duduk di tepi kursi. Ia meletakkan map di pangkuan, tidak bersandar, tidak juga terlalu kaku. Di hadapan orang seperti Vivienne Sim, salah sedikit bisa dibaca sebagai kurang ajar atau terlalu takut.

Vivienne tidak langsung bertanya. Ia menatap Keira dari wajah, bahu, tangan, lalu berhenti pada bekas luka di punggung tangan kanannya.

"Tanganmu sering bekerja," ucapnya.

"Iya, Nyonya Besar."

"Bukan hanya dari pelatihan."

Keira tidak menjawab terlalu cepat. "Sejak kecil saya terbiasa mengurus banyak hal sendiri."

Vivienne mengulurkan tangan. "Boleh?"

Keira ragu setengah detik, lalu meletakkan tangan kanannya di atas telapak Vivienne.

Jari perempuan itu dingin. Sentuhannya ringan, tetapi Keira merasa seperti sedang diperiksa lebih dalam dari sekadar kulit. Vivienne melihat bekas luka bakar, kapalan kecil di pangkal jari, dan garis tipis yang muncul dari pekerjaan berulang.

"Kau pernah merawat keluarga sendiri?"

Pertanyaan itu lembut.

Justru karena lembut, Keira hampir lengah.

Ia menarik tangannya pelan. "Pernah, Nyonya."

"Siapa?"

"Orang yang perlu saya rawat."

Senyum Vivienne tidak berubah, tetapi matanya bergerak sedikit. "Kau pandai menyimpan batas."

"Saya hanya tidak ingin membawa urusan rumah ke pekerjaan."

"Ko Ethan tidak suka orang menyembunyikan sesuatu."

"Kalau itu memengaruhi pekerjaan, saya akan lapor. Kalau tidak, saya akan bekerja sebaik mungkin."

Ruang duduk menjadi hening.

Bi Sari berdiri di dekat pintu, wajahnya tetap datar, tetapi matanya sempat turun ke map di tangan Keira.

Vivienne akhirnya menarik napas pelan. "Gaji lima puluh juta rupiah per bulan. Selama masa percobaan, kau tinggal di paviliun belakang. Setelah tiga hari, kalau tidak ada masalah, kontrak resmi akan disiapkan."

Keira mendengar angka itu dengan jelas.

Tetap saja, dadanya bergetar.

Lima puluh juta bukan lagi tulisan di pesan yayasan. Bukan janji yang bisa hilang begitu saja. Angka itu baru saja keluar dari mulut Nyonya Besar Keluarga Ciu.

Ia menunduk sedikit agar wajahnya tidak terlalu banyak bicara. "Terima kasih, Nyonya Besar."

"Jangan berterima kasih terlalu cepat." Vivienne mengambil cangkir teh. "Rumah ini membayar mahal karena pekerjaan di sini juga mahal risikonya."

"Saya mengerti."

"Belum," jawab Vivienne tenang. "Tapi kau akan segera mengerti."

Setelah itu, Bi Sari membawa Keira keluar.

Kali ini mereka melewati bagian belakang rumah utama. Karpet tebal berganti lantai keramik bersih. Aroma parfum mahal memudar, digantikan bau sabun lantai dan masakan dari dapur besar. Suara langkah staf lebih cepat di area ini. Orang-orang tidak berjalan, mereka bergerak seperti jarum jam.

"Ini jalur staf," kata Bi Sari. "Jangan sembarang lewat koridor depan kecuali dipanggil."

"Baik, Bi."

"Kamar pengasuh ada di paviliun belakang. Kecil, tapi bersih. Kau makan di ruang makan staf. Jadwalmu akan berubah sesuai kebutuhan bayi dan Nyonya Stephanie."

Nama baru itu membuat Keira menoleh. "Nyonya Stephanie?"

Bi Sari hanya berkata, "Kau akan tahu."

Kamar pengasuh berada di bangunan belakang yang lebih sederhana. Ada ranjang sempit, lemari satu pintu, meja kecil, dan jendela menghadap taman samping. Tidak mewah. Tapi kering, bersih, dan tidak berbau lembap.

Keira menyentuh ujung kasur.

Di Sriwedari, ranjangnya dan Kiara bahkan harus diberi papan tambahan agar tidak melengkung. Di sini, kamar seorang pengasuh saja punya seprai putih dan lampu baca kecil.

"Taruh barangmu. Setelah makan siang, ikut saya lagi," kata Bi Sari.

Makan siang staf disajikan di ruangan panjang dekat dapur. Keira mengambil nasi, sayur bening, ayam kecap, tumis buncis, dan semangkuk sup kecil. Porsinya sederhana untuk Kediaman Ciu, tetapi bagi Keira, itu seperti makanan hari raya.

Ia menyuap pelan.

Rasa hangat sup turun ke perutnya, dan matanya tiba-tiba perih.

Ia teringat Kiara yang sering menyisihkan lauk terbaik untuknya, padahal lauk itu hanya sepotong tempe goreng. Kakaknya akan berkata, "Kei kerja pakai otak, makan yang banyak."

Keira menelan cepat sebelum air matanya jatuh.

Bi Sari pura-pura tidak melihat. "Di rumah ini ada aturan yang tidak tertulis di kontrak."

Keira meletakkan sendok. "Saya dengarkan, Bi."

"Lantai tiga adalah wilayah Ko Ethan. Kau tidak naik kecuali dipanggil."

"Baik."

"Lantai empat lebih terlarang lagi. Itu wilayah Ko Reynard. Bahkan staf lama tidak naik tanpa izin langsung."

Ko Reynard.

Nama itu diucapkan Bi Sari lebih pelan daripada nama Ethan, seolah lantai empat punya udara sendiri.

"Kalau ada yang menyuruhmu mengambil sesuatu ke sana?"

"Saya konfirmasi dulu ke Bi Sari."

"Pintar."

Untuk pertama kalinya, Bi Sari memberi sesuatu yang hampir mirip persetujuan.

Sore mulai turun ketika mereka kembali ke bagian utama rumah. Kali ini Bi Sari membawa Keira ke koridor yang lebih sepi. Karpetnya tebal, pintu-pintunya tinggi, dan di ujung lorong ada dua staf berdiri dengan wajah tegang.

Dari balik salah satu pintu, terdengar suara benda pecah.

Keira berhenti.

Jeritan perempuan menyusul, parau dan penuh amarah.

"Keluar! Aku bilang keluar!"

Tangis bayi terdengar setelahnya, kecil, tersendat, lalu semakin keras.

Bi Sari menatap Keira. "Itu Nyonya Stephanie. Sembilan pengasuh sebelum kau tidak bertahan."

Keira memandang pintu itu.

Tangannya masih lelah dari membawa koper. Perutnya masih hangat oleh sup. Tetapi suara bayi di balik pintu membuat seluruh tubuhnya langsung siaga.

"Tugas pertamamu," kata Bi Sari, "buat dia mengizinkanmu masuk."

Di dalam, sesuatu kembali terbanting.

Keira menarik napas dalam, mengangkat tangan, lalu mendorong pintu.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 166
167 Episode 167
168 Episode 168
169 Episode 169
170 Episode 170
171 Episode 171
172 Episode 172
173 Episode 173
174 Episode 174
175 Episode 175
176 Episode 176
177 Episode 177
178 Episode 178
179 Episode 179
180 Episode 180
181 Episode 181
182 Episode 182
183 Episode 183
184 Episode 184
185 Episode 185
186 Episode 186
187 Episode 187
188 Episode 188
189 Episode 189
190 Episode 190
191 Episode 191
192 Episode 192
193 Episode 193
194 Episode 194
195 Episode 195
196 Episode 196
197 Episode 197
198 Episode 198
199 Episode 199
200 Episode 200
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 166
167
Episode 167
168
Episode 168
169
Episode 169
170
Episode 170
171
Episode 171
172
Episode 172
173
Episode 173
174
Episode 174
175
Episode 175
176
Episode 176
177
Episode 177
178
Episode 178
179
Episode 179
180
Episode 180
181
Episode 181
182
Episode 182
183
Episode 183
184
Episode 184
185
Episode 185
186
Episode 186
187
Episode 187
188
Episode 188
189
Episode 189
190
Episode 190
191
Episode 191
192
Episode 192
193
Episode 193
194
Episode 194
195
Episode 195
196
Episode 196
197
Episode 197
198
Episode 198
199
Episode 199
200
Episode 200

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!