Udara di dalam lorong batu yang menembus perut gunung mendadak berubah sangat pekat dan berat. Setiap kali Marno menarik napas, ada rasa panas membakar yang merayap di tenggorokannya, beradu dengan hawa dingin yang memancar dari dinding-dinding lorong. Di tempat ini, batu cadas hitam tidak lagi berdiri dingin; dinding-dinding itu dialiri oleh garis-garis lelehan kristal es dan magma merah yang membeku bergantian—sebuah bukti pemaksaan dua elemen alam yang saling bertolak belakang.
Empu Raka memimpin di depan dengan langkah lambat namun pasti. Tongkat cadasnya berketuk teratur di atas lantai batu yang licin. "Di balik dinding ini adalah Laboratorium Penempaan Bawah Tanah. Tempat ini dirancang di atas tiga simpul magma dan dua alur es purba yang sengaja dibelokkan oleh para empu terlarang," bisik Empu Raka seraya menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu besi ganda raksasa setinggi tiga jangkauan manusia.
Pintu besi itu tidak memiliki selak atau kunci biasa. Di permukaannya, terukir relief Matahari Terbelah Perunggu yang dikelilingi oleh tujuh cekungan melingkar. Tiga dari cekungan tersebut sudah terisi oleh batu permata yang membara—merah api vulkanik, hijau racun, dan biru es purba. Dari celah paking pintu besi tersebut, membual asap tipis berwarna keperakan yang berbau tembaga terbakar.
"Tiga elemen telah menyatu," gumam Sari dengan nada cemas seraya menyentuh dinding batu di samping pintu. Tangan halus ahli pengobatan itu merespons getaran yang sangat kasar. "Energi tanah di tempat ini terasa seperti diperas hingga kering, Marno. Jika mereka berhasil menyatukan empat elemen tersisa, struktur pegunungan ini bisa runtuh sebelum pedang itu selesai."
Si Mbah yang bertengger di bahu Marno mendesis pelan, telinganya bergerak-gerak menagkap suara benturan keras yang bergema dari balik pintu besi.
DHUMMM... DHUMMM... DHUMMM...
Dentangan tempaan itu tidak terdengar seperti dentang besi biasa. Setiap kali pukulan mendarat, gema getarannya membuat debu-debu cadas runtuh…
Sujud Terakhir Sang Pemikat
BAB 42 : Dalam Perut Benteng Gempa Hitam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 47 Episodes
Comments