BERPISAH DEMI KESELAMATAN

​Di balik rimbunnya semak belukar yang berjarak seratus meter dari gerbang kota, napas Sun'an tertahan di tenggorokan.

​Jari-jemari wanita paruh baya itu mencengkeram erat lengan baju kasar Tian Xue. Matanya menatap panik ke arah pilar batu kristal biru yang memancarkan pendar sihir di tengah-tengah gerbang penjagaan.

​Batu Pendeteksi Energi.

​Sebuah artefak sihir tingkat tinggi buatan para tetua klan Naga Murni, dirancang khusus untuk melacak sisa aura pembunuhan, fluktuasi energi yang tidak stabil, hingga jejak garis darah asing.

​"Tian'er... bagaimana kita bisa lewat?" bisik Sun'an dengan suara bergetar hebat. Keringat dingin mulai merembes membasahi dahinya.

​"Lihat penjagaan itu. Siapa pun yang membawa bau darah pasti akan langsung diseret dan dieksekusi di tempat."

​Berbeda dengan kepanikan ibunya, Tian Xue tetap berdiri setenang air di danau beku.

​Dari balik bayangan pohon raksasa, sepasang matanya yang analitis memindai setiap sudut pos pemeriksaan, menghitung jumlah prajurit Half-Dragon, dan mencari titik buta dari pantauan artefak tersebut.

​"Ibu jangan khawatir," jawab Tian Xue dengan suara pelan yang sangat menenangkan.

​Pemuda itu merogoh saku pakaiannya, menarik keluar sebuah Kantong Semesta milik pengawas yang dibunuhnya tadi.

​Ia memegang tangan ibunya yang gemetar, lalu meletakkan kantong berharga itu tepat di atas telapak tangan Sun'an. Di dalamnya, tersimpan puluhan kristal naga dan lencana pengawas resmi kota.

​"Pegang kristal ini, Bu. Masuklah ke kota dan hiduplah dengan layak. Gunakan penginapan terbaik dan jangan pernah kelaparan lagi."

​Tian Xue menatap lurus ke arah antrean warga yang sedang diperiksa satu per satu.

​"Aku tidak bisa masuk bersamamu malam ini."

​Mata Sun'an membelalak kaget. Rasa panik yang baru saja mereda seketika tergantikan oleh keterkejutan yang menyesakkan dada.

​"Tapi Tian... kenapa?! Jika kau tidak masuk, kita bisa pergi dari sini bersama-sama! Kita tidak perlu masuk ke kota gila ini!" bantah Sun'an dengan mata berkaca-kaca.

​Tian Xue memegang kedua bahu ibunya, menatap sepasang mata renta itu dengan kehangatan dan ketegasan yang amat dalam.

​"Dengar, Bu. Jika kita terus berjalan bersama, bahaya akan selalu mengikuti langkah kita."

​Tian Xue menghela napas pelan, merangkai kata-katanya agar wanita itu mengerti realitas kejam di luar sana.

​"Otoritas kota pasti akan menyebar anjing pelacak dan pemburu untuk mencari tiga pengawas yang hilang. Jika aku tetap bersamamu, dengan bau darah yang masih menempel di pori-poriku, mereka akan dengan mudah menemukan kita berdua."

​Pemuda itu menyunggingkan senyum tipis untuk mengusir kabut kegelisahan di dada ibunya.

​"Ibu tidak perlu takut. Tiga bulan lagi, saat Turnamen Generasi Muda dimulai, aku pasti akan datang menemui Ibu. Selama Ibu percaya padaku, berpisah untuk sementara adalah jalan terbaik demi keselamatan kita."

​Dada Sun'an terasa amat sesak. Beban berat seolah menimpa kedua bahunya.

​Di satu sisi, insting keibuannya meronta, tidak ingin berpisah dari anak angkat yang paling dicintainya. Namun di sisi lain, realitas menamparnya dengan keras.

​Sebagai seorang Half-Dragon kasta pekerja tanpa kekuatan bertarung, keberadaannya di samping Tian Xue saat ini hanyalah menjadi beban mati dan celah empuk bagi musuh.

​Dua tangan kasar Sun'an terangkat, mengusap pelan pipi Tian Xue yang masih menyisakan sedikit debu belerang.

​"Tian'er... baiklah, jika itu memang keputusanmu yang sudah matang," ucap Sun'an seraya menahan air mata yang akhirnya menetes membasahi kerutan di wajahnya.

​Wanita paruh baya itu menarik napas dalam-dalam, menatap anak angkatnya dengan keteguhan hati yang luar biasa.

​"Ibu hanya punya satu pesan penting untukmu di dunia yang kejam ini, Nak."

​Tatapan Sun'an menajam, memancarkan kebijaksanaan jalanan yang menopangnya hidup selama puluhan tahun.

​"Jika seseorang memberimu satu buah, beri mereka dua buah. Begitu pun sebaliknya."

​Tian Xue mengangguk mantap. Matanya berkilat memahami kedalaman makna tersebut.

​Ia sangat paham kiasan kuno itu. Jika seseorang menghormati dan menolongnya, ia akan membalasnya dua kali lipat. Namun jika seseorang menghina atau berniat mengambil nyawanya...

​Jangan pernah beri orang itu kesempatan kedua. Bantai mereka hingga ke akar-akarnya.

​"Pergilah, Nak. Jaga dirimu baik-baik di luar sana," bisik Sun'an dengan senyum haru. "Tiga bulan lagi, di panggung kompetisi itu, Ibu akan menunggu nama Tian Xue mengguncang seluruh benua ini."

​Tian Xue tidak menjawab dengan kata-kata.

​Ia membalikkan badan, mengepalkan tangannya kuat-kuat, lalu melangkah cepat melompati semak belukar. Dalam hitungan detik, bayangannya lenyap ditelan pekatnya malam tanpa menoleh ke belakang.

​Melihat punggung anaknya telah menghilang, Sun'an mengusap air matanya dengan kasar.

​Ia merapikan pakaiannya, menyembunyikan Kantong Semesta itu di balik jubahnya, lalu berjalan dengan kepala tegak masuk ke dalam barisan antrean gerbang.

​Mengandalkan lencana pengawas besi hitam dan bersikap setenang mungkin, Sun'an sukses melewati pemeriksaan ketat Batu Pendeteksi Energi tanpa memicu kecurigaan para penjaga.

​Sementara itu, jauh di balik rimbunnya pepohonan purba yang membelakangi kota, sosok bayangan hitam bergerak secepat kilat.

​Langkah kaki Tian Xue makin dalam menembus batas terluar menuju jantung Hutan Purba.

​Wilayah ini adalah zona terlarang absolut, sebuah mimpi buruk hidup yang selalu dihindari oleh kaum Low-Blood maupun para pengawas Half-Dragon sekalipun.

​Hutan ini adalah sarang sejati bagi para Beast bermutasi, tanaman beracun, dan bahaya abadi yang telah bersemayam selama ribuan tahun.

​Semakin dalam ia melangkah, cahaya bulan kian sulit menembus lebatnya kanopi daun raksasa. Udara di sekelilingnya terasa sangat pekat, berat, dan dipenuhi tekanan spiritual yang mencekik paru-paru.

​Namun, bagi seorang Tian Xue, tempat paling mematikan adalah arena latihan paling sempurna.

​Di dunia persilatan dan kasta garis darah, setiap risiko kematian selalu berbanding lurus dengan peluang kebangkitan yang besar.

​CRACK!

​Langkah Tian Xue mendadak terhenti di tengah sebuah area lapang yang dikelilingi pohon-pohon raksasa berdiameter belasan meter.

​Bau anyir darah busuk dan hawa dingin yang sangat pekat langsung menusuk indra penciumannya. Insting bertarungnya yang terasah di dasar tambang berdering hebat, mengirimkan sinyal marabahaya ke seluruh jaringan sarafnya.

​Ada sesuatu yang sedang mengintainya.

​ROAARRR!

​Sebuah raungan berat dan parau menggelegar dahsyat dari balik kegelapan malam!

​Gelombang suara itu begitu kuat hingga membuat dedaunan di sekeliling area lapang berguguran. Tanah tempat Tian Xue berpijak ikut bergetar hebat.

​Dari balik semak belukar setinggi manusia, sepasang mata merah menyala berukuran sebesar mangkuk perlahan terangkat, mengunci keberadaan Tian Xue dengan tatapan kelaparan.

​Sosok monster itu merayap keluar.

​Tubuhnya berukuran raksasa, membentang sepanjang lima meter dengan bulu hitam lebat yang setajam jarum. Di atas dahinya, melengkung sepasang tanduk ganda berbahan tulang yang sangat tajam.

​Mulutnya menyeringai lebar, memamerkan deretan taring panjang yang meneteskan air liur beracun berwarna hijau pekat ke atas tanah.

​Harimau Tanduk Purba.

​Seekor Beast mematikan tingkat tinggi yang murni mengandalkan daya hancur fisik, dengan kekuatan setara praktisi Peringkat 4!

​Napas Tian Xue tetap teratur. Otaknya bekerja dengan sangat dingin bagaikan mesin pembunuh, menghitung setiap kemungkinan pergerakan dalam hitungan milidetik.

​Bertarung dengan manusia Peringkat 3 sangat berbeda dengan menghadapi Beast liar Peringkat 4. Insting liar monster tidak memiliki keraguan, dan daya hancur murni mereka bisa merobek tubuh praktisi hanya dengan satu tebasan ceroboh.

​Harimau Tanduk Purba itu menggeram rendah.

​Insting purbanya menangkap anomali bahaya dari pemuda kecil di hadapannya. Meskipun manusia itu terlihat rapuh tanpa aura sihir yang mencolok, ada tekanan garis darah agung yang samar-samar membuat bulu kuduk binatang itu berdiri tegak.

​Namun, rasa lapar mengalahkan insting kewaspadaannya.

​ROAARRR!

​Tidak ingin diintimidasi lebih lama, Beast Peringkat 4 itu melompat maju dengan kekuatan penuh!

​Dua cakar depannya yang berukuran raksasa dan mematikan mengayun deras menghantam udara, membelah angin malam dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata telanjang.

​WUSH!

​Tian Xue tidak berniat mundur walau selangkah. Matanya berkilat kejam di bawah remangnya kegelapan Hutan Purba.

​Otot-otot di lengan kanannya mengembang secara ekstrem. Sisik naga berwarna hitam kusam kembali menjalar cepat dari pori-porinya, melingkupi jemari hingga ke siku, mengeras sempurna membentuk cakar pembantai yang sangat kokoh.

​Energi fisik Peringkat 3 miliknya bergejolak mencapai batas maksimal.

​"Kemarilah," bisik Tian Xue dingin.

​Ia memasang kuda-kuda, siap menyambut hantaman maut dari sang penguasa hutan.

Terpopuler

Comments

Septiana Athorid

Septiana Athorid

keputusan uang tepan tian xue, masa bawa bawa ibu kan repot juga kalau ada musuh 🫢

2026-07-27

1

Arni Arlinawati pratiwi

Arni Arlinawati pratiwi

di danau beku mah di mana mana wae ge milu beku sateh.. komo anclum mah, beku kabeh jng siki siki na sateh, kahim.. /Curse//Curse//Curse/

2026-08-02

0

Arni Arlinawati pratiwi

Arni Arlinawati pratiwi

heueuh atuh geus cicing we silaing mah, indung heula nanaon ge.. piomongeun wae silaing mah! /NosePick/

2026-08-02

0

lihat semua
Episodes
1 PREDATOR DI KEDALAMAN DAN NAMA YANG MATI
2 BENTROKAN DENGAN TIGA PENGAWAS
3 ARAH BARU MENUJU GERBANG KOTA
4 BERPISAH DEMI KESELAMATAN
5 GADIS BARBAR DAN PIL PENYEMBUH
6 DUA BAYANGAN DI KEDALAMAN PURBA
7 HARGA SEBUAH KEMENANGAN
8 RAHASIA DI DALAM GUA PURBA
9 PINTU RAHASIA DAN JEJAK SEJARAH YANG TERHAPUS
10 UJIAN DI BALIK PINTU RUANG KECIL
11 INSTING PURBA DAN UJIAN KELAYAKAN
12 KECEPATAN MUTLAK DAN TANDUK DISTORSI
13 TAKTIK GILA DAN SERIGALA DARAH
14 MENUJU UJIAN TERAKHIR
15 SERIBU ANAK TANGGA MENUJU ISTANA LELUHUR
16 UJIAN TANPA AKHIR
17 ISTANA LELUHUR
18 Jejak Sejarah yang Terhapus
19 Warisan Para Leluhur
20 GARIS DARAH TINGKAT 4
21 HUTAN YANG TERLALU SUNYI
22 Amarah Rubah Ekor Sembilan
23 Tiga Cakar dan Bayangan Naga
24 Kekejaman Sang Pewaris
25 Pilihan Antara Kawan dan Bangkai
26 Jeratan di Balik Kegelapan
27 Penghuni Dunia Tersembunyi
28 Kengerian Tinju Kirin
29 Pengakuan sang Tetua
30 Jejak Kelam 1.000 Tahun Lalu
31 JEJAK KELAM SERIBU TAHUN LALU
32 BARISAN DEPAN DAN STRATEGI BERTAHAN
33 Ras tak terduga di celah selatan
34 Ancaman dari Kedalaman
35 Resonansi Inti Naga
36 Siasat di Balik Reruntuhan
37 Kecurigaan para tetua
38 PERINGATAN DI BALIK KEMENANGAN
39 JEJAK PEMIMPIN DI BALIK BAYANGAN
40 PUNCAK LELUHUR
41 BAB 41: KARTU TRUF DI BALIK KABUT
42 BAB 42: JEJAK AURA MANUSIA
43 BAYANG-BAYANG KECURIGAAN
44 TEMPAT KOSONG DI CELAH SUNGAI
45 TEORI DI BALIK KEGELAPAN
46 PENGKHIANAT DALAM BAYANGAN
47 PERMOHONAN SEORANG PUTRI KIRIN
48 LONCENG DARURAT
49 SINYAL DARI BAYANGAN
50 TOPENG PENGHIANATAN
51 GU YAN SANG KULTIVATOR IBLIS
52 PERHITUNGAN DINGIN DI ATAS KEHANCURAN
53 PENGORBANAN DAN CELAH YANG TERBUKA
54 LEDAKAN DARAH DAN PELUANG EMAS
55 CAKAR PEMBELAH LANGIT DAN DEBU PENGKHIANAT
56 KEHENINGAN DI ATAS DUKA
57 JEJAK YANG TERSISA
58 AKHIR SANG KULTIVATOR IBLIS
59 GERBANG DIMENSI DAN WAKTU YANG TERLEWAT
60 GURUN ANGIN TIMUR
61 BATAS DUA BENUA
62 PERJALANAN MENUJU KOTA BATU MERAH
63 KOTA BATU MERAH DAN DUA KEKUATAN
64 MENGGANGGU SELERA MAKAN
65 RUANG VIP DAN PEDANG TINGKAT LANGIT
66 PERHITUNGAN TIAN XUE
67 ARENA KEMATIAN DAN PENEKANAN SETENGAH KAISAR
68 Identitas Terancam
69 Umpan Maut dan Korosi Hukum Chaos
70 BISIKAN ANGIN DI BELAKANG DINDING
71 LELUHUR DIBALIK NAMA QIANLONG
72 BAYANG-BAYANG DI BALIK JENDELA
73 TIRAI PELELANGAN DAN PIL URAT NADI LANGIT
74 PERMAINAN DI BALIK FORMASI
75 PECAHAN PERANG SERIBU TAHUN
76 JAMINAN SANG MANAJER DAN WARISAN YANG TERLUPAKAN
77 RESONANSI DIAGRAM KUNO
78 KELIPATAN BERDARAH DAN TEKA-TEKI DIAGRAM PURBA
79 PERMAINAN HARGA DAN KEEGOAN DUA FAKSI
80 KEDATANGAN FAKSI RAKSASA
81 DOMINASI SALAH SATU PENGUASA BENUA TIANWU
82 Jejak Rahasia dan Amarah Sang Patriark
83 Pertarungan di Reruntuhan Kuno
84 Tiba di Benua Canglan
85 Tingkat 6 blodline
86 Pengumuman season 2
Episodes

Updated 86 Episodes

1
PREDATOR DI KEDALAMAN DAN NAMA YANG MATI
2
BENTROKAN DENGAN TIGA PENGAWAS
3
ARAH BARU MENUJU GERBANG KOTA
4
BERPISAH DEMI KESELAMATAN
5
GADIS BARBAR DAN PIL PENYEMBUH
6
DUA BAYANGAN DI KEDALAMAN PURBA
7
HARGA SEBUAH KEMENANGAN
8
RAHASIA DI DALAM GUA PURBA
9
PINTU RAHASIA DAN JEJAK SEJARAH YANG TERHAPUS
10
UJIAN DI BALIK PINTU RUANG KECIL
11
INSTING PURBA DAN UJIAN KELAYAKAN
12
KECEPATAN MUTLAK DAN TANDUK DISTORSI
13
TAKTIK GILA DAN SERIGALA DARAH
14
MENUJU UJIAN TERAKHIR
15
SERIBU ANAK TANGGA MENUJU ISTANA LELUHUR
16
UJIAN TANPA AKHIR
17
ISTANA LELUHUR
18
Jejak Sejarah yang Terhapus
19
Warisan Para Leluhur
20
GARIS DARAH TINGKAT 4
21
HUTAN YANG TERLALU SUNYI
22
Amarah Rubah Ekor Sembilan
23
Tiga Cakar dan Bayangan Naga
24
Kekejaman Sang Pewaris
25
Pilihan Antara Kawan dan Bangkai
26
Jeratan di Balik Kegelapan
27
Penghuni Dunia Tersembunyi
28
Kengerian Tinju Kirin
29
Pengakuan sang Tetua
30
Jejak Kelam 1.000 Tahun Lalu
31
JEJAK KELAM SERIBU TAHUN LALU
32
BARISAN DEPAN DAN STRATEGI BERTAHAN
33
Ras tak terduga di celah selatan
34
Ancaman dari Kedalaman
35
Resonansi Inti Naga
36
Siasat di Balik Reruntuhan
37
Kecurigaan para tetua
38
PERINGATAN DI BALIK KEMENANGAN
39
JEJAK PEMIMPIN DI BALIK BAYANGAN
40
PUNCAK LELUHUR
41
BAB 41: KARTU TRUF DI BALIK KABUT
42
BAB 42: JEJAK AURA MANUSIA
43
BAYANG-BAYANG KECURIGAAN
44
TEMPAT KOSONG DI CELAH SUNGAI
45
TEORI DI BALIK KEGELAPAN
46
PENGKHIANAT DALAM BAYANGAN
47
PERMOHONAN SEORANG PUTRI KIRIN
48
LONCENG DARURAT
49
SINYAL DARI BAYANGAN
50
TOPENG PENGHIANATAN
51
GU YAN SANG KULTIVATOR IBLIS
52
PERHITUNGAN DINGIN DI ATAS KEHANCURAN
53
PENGORBANAN DAN CELAH YANG TERBUKA
54
LEDAKAN DARAH DAN PELUANG EMAS
55
CAKAR PEMBELAH LANGIT DAN DEBU PENGKHIANAT
56
KEHENINGAN DI ATAS DUKA
57
JEJAK YANG TERSISA
58
AKHIR SANG KULTIVATOR IBLIS
59
GERBANG DIMENSI DAN WAKTU YANG TERLEWAT
60
GURUN ANGIN TIMUR
61
BATAS DUA BENUA
62
PERJALANAN MENUJU KOTA BATU MERAH
63
KOTA BATU MERAH DAN DUA KEKUATAN
64
MENGGANGGU SELERA MAKAN
65
RUANG VIP DAN PEDANG TINGKAT LANGIT
66
PERHITUNGAN TIAN XUE
67
ARENA KEMATIAN DAN PENEKANAN SETENGAH KAISAR
68
Identitas Terancam
69
Umpan Maut dan Korosi Hukum Chaos
70
BISIKAN ANGIN DI BELAKANG DINDING
71
LELUHUR DIBALIK NAMA QIANLONG
72
BAYANG-BAYANG DI BALIK JENDELA
73
TIRAI PELELANGAN DAN PIL URAT NADI LANGIT
74
PERMAINAN DI BALIK FORMASI
75
PECAHAN PERANG SERIBU TAHUN
76
JAMINAN SANG MANAJER DAN WARISAN YANG TERLUPAKAN
77
RESONANSI DIAGRAM KUNO
78
KELIPATAN BERDARAH DAN TEKA-TEKI DIAGRAM PURBA
79
PERMAINAN HARGA DAN KEEGOAN DUA FAKSI
80
KEDATANGAN FAKSI RAKSASA
81
DOMINASI SALAH SATU PENGUASA BENUA TIANWU
82
Jejak Rahasia dan Amarah Sang Patriark
83
Pertarungan di Reruntuhan Kuno
84
Tiba di Benua Canglan
85
Tingkat 6 blodline
86
Pengumuman season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!