SANG NAGA PURBA

SANG NAGA PURBA

PREDATOR DI KEDALAMAN DAN NAMA YANG MATI

​KREK!

​Bunyi patahan tulang leher yang renyah menggema di dasar jurang tambang belerang yang gelap gulita.

​Seekor Beast bawah tanah seukuran serigala, yang kulitnya dipenuhi sisik batu beracun, kejang sesaat sebelum akhirnya mati. Mata merah binatang buas itu mendelik ngeri, menatap sosok manusia yang baru saja meremukkan lehernya hanya dengan satu tangan.

​Di dalam kegelapan pekat yang tidak berani dijamah oleh para pengawas kota, sosok pemuda bernama Tian Xue berdiri dengan napas teratur.

​Tangan kanannya yang menembus leher Beast tersebut tidak terlihat seperti tangan manusia.

​Kulit lengannya telah dilapisi oleh sisik-sisik hitam kusam. Ujung jemarinya mengeras menjadi cakar naga purba yang meneteskan darah panas sang monster.

​Tanpa rasa jijik sedikit pun, Tian Xue merobek dada Beast tersebut.

​Ia memusatkan insting purbanya, menyerap esensi darah murni dari jantung binatang buas itu. Darah segar itu langsung bereaksi, mendidih dan membakar sumsum tulangnya, memperkokoh kekuatan fisik Peringkat 3 yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat.

​‘Masih belum cukup... Darah Beast bermutasi kotor ini terlalu lemah untuk memicu evolusi Garis Darah Naga Purbaku ke tingkat selanjutnya,’ batin Tian Xue dingin.

​Dua belas tahun menjadi budak tambang kaum Low-Blood telah mengajarkan Tian Xue satu hal: Dunia ini adalah neraka, dan hanya iblis yang bisa selamat.

​Di Benua Canglan, kasta garis darah adalah hukum absolut.

​Klan Naga Murni berdiri pongah di puncak rantai makanan. Kaum Half-Dragon menjadi lintah darat berwujud pengawas kota. Sementara kaum Low-Blood dibiarkan membusuk di dasar tambang sebagai budak seumur hidup.

​Tujuh belas tahun lalu, altar suci Klan Chi menolak Tian Xue sewaktu bayi.

​Mereka membuangnya layaknya sampah, mengira darahnya mati. Mereka tidak pernah tahu bahwa altar rendahan buatan manusia pencuri darah itu mendadak membisu karena tidak sanggup menahan keagungan mutlak dari Garis Darah Naga Purba miliknya!

​Srrr...

​Dalam sekejap mata, cakar dan sisik naga di lengan Tian Xue menyusut kembali ke balik pori-pori kulitnya.

​Ia mengusap sisa darah di tangannya menggunakan debu belerang, menyembunyikan hawa membunuhnya, lalu merayap naik ke permukaan tambang.

​Di bawah terpaan cahaya bulan yang redup, Tian Xue kembali memasang topengnya.

​Ia berjalan menyusuri pemukiman kumuh Low-Blood dengan langkah gontai, bahu yang sedikit membungkuk, dan pakaian lusuh yang dipenuhi debu batu. Sama persis seperti ribuan kuli tambang tak berguna lainnya.

​Tidak ada satu pun pengawas yang menyadari bahwa pemuda gembel yang baru saja melewati pos penjagaan mereka adalah petarung mematikan setingkat Peringkat 3.

​Langkah kaki Tian Xue akhirnya berhenti di halaman belakang sebuah rumah panggung kayu yang reyot.

​"Tian'er..."

​Sebuah suara serak dan sarat kelelahan menyambutnya dari ambang pintu.

​Seorang wanita paruh baya bernama Sun'an melangkah pelan. Di pelipisnya terdapat sepasang tanduk kecil yang kusam, penanda bahwa ia adalah mantan Half-Dragon kasta pekerja yang telah kehilangan segalanya.

​Di tangannya, terpangku sebuah nampan kayu berisikan semangkuk sup hangat dan segelas teh herbal.

​"Ibu bawakan makanan kesukaanmu. Istirahatlah, Nak," ucap Sun'an seraya menyunggingkan senyum tulus yang memilukan.

​Tian Xue menatap wanita tua itu. Tatapan matanya yang tadi di dasar tambang sedingin pembunuh bayaran, seketika melunak dan memancarkan kehangatan.

​"Ya, Bu," jawab Tian Xue pelan.

​Meskipun tidak ada setetes pun darah yang sama mengalir di antara mereka, Sun'an adalah satu-satunya alasan mengapa Tian Xue belum meratakan kota pengawas ini dengan tanah.

​Sun'an meletakkan nampan di atas meja bambu. Namun, tangan kasarnya tampak gemetar. Raut wajahnya diliputi kecemasan yang teramat dalam.

​"Tian..." panggil Sun'an pelan. Ia menggigit bibir bawahnya. "Tiga bulan lagi... kompetisi generasi muda Benua Canglan akan diadakan di wilayah luar gunung."

​Sun'an tahu betul bahaya dari ajang akbar tersebut.

​Kompetisi itu adalah panggung unjuk gigi bagi para keturunan Klan Naga Murni. Tempat di mana ras Half-Dragon dan Low-Blood hanya dijadikan samsak hidup, bahan cemoohan, atau daging giling untuk memuaskan ego para tuan muda klan.

​Tian Xue melangkah mendekat. Ia meraih cangkir teh herbal, menyesapnya perlahan untuk membersihkan kerongkongannya dari debu belerang.

​"Apa Ibu khawatir mereka akan menghinaku lagi?" tanyanya lugas, suaranya teramat tenang.

​Sebelum Sun'an sempat menjawab, Tian Xue menurunkan cangkirnya, meraih jemari kasar wanita tersebut, dan menggenggamnya erat.

​"Jangan khawatirkan apa pun, Bu. Hinaan orang-orang itu tidak akan pernah bisa menembus kulitku. Aku sudah terbiasa dengan darah dan rasa sakit."

​Sun'an menatap sepasang mata anak angkatnya. Di sana tidak ada ketakutan, hanya ada sebuah telaga hitam yang tidak berujung.

​"Ibu tahu... Ibu selalu percaya padamu, Tian'er."

​Namun, Sun'an tidak akan pernah bisa membayangkan rencana gila apa yang sedang disusun oleh pemuda ini.

​Tian Xue tidak berniat pergi ke panggung kompetisi itu untuk memohon pengakuan. Ia tidak akan pernah sujud di depan Klan Chi agar diterima kembali.

​Tujuannya melangkah ke arena itu hanya satu:

​Menginjak-injak harga diri seluruh klan teratas, membongkar kebusukan mereka, dan membungkam setiap mulut yang pernah menertawakan penderitaan ibunya!

​Tian Xue menghela napas pelan. Ia melepaskan genggaman tangannya, menatap lurus menembus kegelapan malam, lalu kembali menatap Sun'an dengan binar mata yang amat serius.

​"Bu... mulai sekarang, jangan pernah lagi memanggilku Tian'er."

​Pemuda itu menghentikan kalimatnya sejenak.

​"Panggil aku Xue Tian."

​Jleb!

​Kata itu terucap dengan nada pelan, tetapi dampaknya bagaikan godam besi yang menghantam dada Sun'an!

​Wajah wanita tua itu seketika pucat pasi bagaikan mayat. Tubuhnya mematung kaku, napasnya tertahan erat, dan kakinya nyaris lemas.

​Marga Xue.

​Di seluruh penjuru Benua Canglan, di bawah kekuasaan absolut Empat Klan Naga Murni, marga itu adalah tabu terlarang paling berdarah!

​Sebuah rahasia kelam tentang Penguasa Purba masa lalu yang sejarahnya telah dihapus secara paksa, dan keturunannya diburu hingga musnah. Menyebut nama itu secara terbuka sama saja dengan mengundang pembantaian massal!

​"Tian'er!" bisik Sun'an dengan suara gemetar hebat. Matanya liar memindai sekeliling halaman belakang yang gelap. "Apa kau gila?! Apakah kau sadar apa yang baru saja kau ucapkan?!"

​Xue Tian tidak sedikit pun panik melihat reaksi ketakutan ibunya.

​Pemuda itu justru menyunggingkan sebuah senyuman tipis—senyuman iblis yang memancarkan tekad membaja dan kekejaman absolut.

​"Ya, Bu. Aku tahu betul," jawabnya sangat tenang. "Aku tahu bahwa Marga Xue adalah tabu dan ancaman terbesar bagi para penguasa benua ini."

​Xue Tian mendongak, menatap bulan sabit merah di atas langit Hutan Purba.

​"Di luar sana, di hadapan anjing-anjing pengawas kota, aku akan membalikkan namanya menjadi Tian Xue..."

​Tatapan mata pemuda itu mengeras, sedingin es abadi.

​"...Sampai tiba harinya di mana aku memiliki kekuatan untuk menyandangkan marga sejati itu di atas langit benua ini, dan membuat para klan murni itu berlutut di bawah kakiku."

​Xue Tian menatap lurus ke arah pintu panggung depan.

​"Karena bagi diriku... Marga Chi sudah lama mati."

******

​📌 Catatan Author:

​Halo semuanya! Terima kasih banyak sudah membaca sampai bab ini! 🐉✨

​Biar Author makin membara dan makin semangat gempur UPDATE 2 BAB PER HARI, jangan lupa tinggalkan LIKE, KOMENTAR, dan masukkan novel ini ke RUMAH/RAK BUKU kalian ya!

​Satu Like dan Komentar dari kalian sangat berarti banget buat kelangsungan perjalanan Tian Xue dan Lu Shi! Menurut kalian gimana bab kali ini? Yuk, cerita di kolom komentar! 🚀🔥

Terpopuler

Comments

Arni Arlinawati pratiwi

Arni Arlinawati pratiwi

waas eusi na ngaburial peujit hungkul.. /Sweat/

2026-07-30

0

Rosdianah 🌷

Rosdianah 🌷

hallo kak ijin mampir

2026-08-05

0

Day Chuk

Day Chuk

semoga menarik😁

2026-07-28

0

lihat semua
Episodes
1 PREDATOR DI KEDALAMAN DAN NAMA YANG MATI
2 BENTROKAN DENGAN TIGA PENGAWAS
3 ARAH BARU MENUJU GERBANG KOTA
4 BERPISAH DEMI KESELAMATAN
5 GADIS BARBAR DAN PIL PENYEMBUH
6 DUA BAYANGAN DI KEDALAMAN PURBA
7 HARGA SEBUAH KEMENANGAN
8 RAHASIA DI DALAM GUA PURBA
9 PINTU RAHASIA DAN JEJAK SEJARAH YANG TERHAPUS
10 UJIAN DI BALIK PINTU RUANG KECIL
11 INSTING PURBA DAN UJIAN KELAYAKAN
12 KECEPATAN MUTLAK DAN TANDUK DISTORSI
13 TAKTIK GILA DAN SERIGALA DARAH
14 MENUJU UJIAN TERAKHIR
15 SERIBU ANAK TANGGA MENUJU ISTANA LELUHUR
16 UJIAN TANPA AKHIR
17 ISTANA LELUHUR
18 Jejak Sejarah yang Terhapus
19 Warisan Para Leluhur
20 GARIS DARAH TINGKAT 4
21 HUTAN YANG TERLALU SUNYI
22 Amarah Rubah Ekor Sembilan
23 Tiga Cakar dan Bayangan Naga
24 Kekejaman Sang Pewaris
25 Pilihan Antara Kawan dan Bangkai
26 Jeratan di Balik Kegelapan
27 Penghuni Dunia Tersembunyi
28 Kengerian Tinju Kirin
29 Pengakuan sang Tetua
30 Jejak Kelam 1.000 Tahun Lalu
31 JEJAK KELAM SERIBU TAHUN LALU
32 BARISAN DEPAN DAN STRATEGI BERTAHAN
33 Ras tak terduga di celah selatan
34 Ancaman dari Kedalaman
35 Resonansi Inti Naga
36 Siasat di Balik Reruntuhan
37 Kecurigaan para tetua
38 PERINGATAN DI BALIK KEMENANGAN
39 JEJAK PEMIMPIN DI BALIK BAYANGAN
40 PUNCAK LELUHUR
41 BAB 41: KARTU TRUF DI BALIK KABUT
42 BAB 42: JEJAK AURA MANUSIA
43 BAYANG-BAYANG KECURIGAAN
44 TEMPAT KOSONG DI CELAH SUNGAI
45 TEORI DI BALIK KEGELAPAN
46 PENGKHIANAT DALAM BAYANGAN
47 PERMOHONAN SEORANG PUTRI KIRIN
48 LONCENG DARURAT
49 SINYAL DARI BAYANGAN
50 TOPENG PENGHIANATAN
51 GU YAN SANG KULTIVATOR IBLIS
52 PERHITUNGAN DINGIN DI ATAS KEHANCURAN
53 PENGORBANAN DAN CELAH YANG TERBUKA
54 LEDAKAN DARAH DAN PELUANG EMAS
55 CAKAR PEMBELAH LANGIT DAN DEBU PENGKHIANAT
56 KEHENINGAN DI ATAS DUKA
57 JEJAK YANG TERSISA
58 AKHIR SANG KULTIVATOR IBLIS
59 GERBANG DIMENSI DAN WAKTU YANG TERLEWAT
60 GURUN ANGIN TIMUR
61 BATAS DUA BENUA
62 PERJALANAN MENUJU KOTA BATU MERAH
63 KOTA BATU MERAH DAN DUA KEKUATAN
64 MENGGANGGU SELERA MAKAN
65 RUANG VIP DAN PEDANG TINGKAT LANGIT
66 PERHITUNGAN TIAN XUE
67 ARENA KEMATIAN DAN PENEKANAN SETENGAH KAISAR
68 Identitas Terancam
69 Umpan Maut dan Korosi Hukum Chaos
70 BISIKAN ANGIN DI BELAKANG DINDING
71 LELUHUR DIBALIK NAMA QIANLONG
72 BAYANG-BAYANG DI BALIK JENDELA
73 TIRAI PELELANGAN DAN PIL URAT NADI LANGIT
74 PERMAINAN DI BALIK FORMASI
75 PECAHAN PERANG SERIBU TAHUN
76 JAMINAN SANG MANAJER DAN WARISAN YANG TERLUPAKAN
77 RESONANSI DIAGRAM KUNO
78 KELIPATAN BERDARAH DAN TEKA-TEKI DIAGRAM PURBA
79 PERMAINAN HARGA DAN KEEGOAN DUA FAKSI
80 KEDATANGAN FAKSI RAKSASA
81 DOMINASI SALAH SATU PENGUASA BENUA TIANWU
82 Jejak Rahasia dan Amarah Sang Patriark
83 Pertarungan di Reruntuhan Kuno
84 Tiba di Benua Canglan
85 Tingkat 6 blodline
86 Pengumuman season 2
Episodes

Updated 86 Episodes

1
PREDATOR DI KEDALAMAN DAN NAMA YANG MATI
2
BENTROKAN DENGAN TIGA PENGAWAS
3
ARAH BARU MENUJU GERBANG KOTA
4
BERPISAH DEMI KESELAMATAN
5
GADIS BARBAR DAN PIL PENYEMBUH
6
DUA BAYANGAN DI KEDALAMAN PURBA
7
HARGA SEBUAH KEMENANGAN
8
RAHASIA DI DALAM GUA PURBA
9
PINTU RAHASIA DAN JEJAK SEJARAH YANG TERHAPUS
10
UJIAN DI BALIK PINTU RUANG KECIL
11
INSTING PURBA DAN UJIAN KELAYAKAN
12
KECEPATAN MUTLAK DAN TANDUK DISTORSI
13
TAKTIK GILA DAN SERIGALA DARAH
14
MENUJU UJIAN TERAKHIR
15
SERIBU ANAK TANGGA MENUJU ISTANA LELUHUR
16
UJIAN TANPA AKHIR
17
ISTANA LELUHUR
18
Jejak Sejarah yang Terhapus
19
Warisan Para Leluhur
20
GARIS DARAH TINGKAT 4
21
HUTAN YANG TERLALU SUNYI
22
Amarah Rubah Ekor Sembilan
23
Tiga Cakar dan Bayangan Naga
24
Kekejaman Sang Pewaris
25
Pilihan Antara Kawan dan Bangkai
26
Jeratan di Balik Kegelapan
27
Penghuni Dunia Tersembunyi
28
Kengerian Tinju Kirin
29
Pengakuan sang Tetua
30
Jejak Kelam 1.000 Tahun Lalu
31
JEJAK KELAM SERIBU TAHUN LALU
32
BARISAN DEPAN DAN STRATEGI BERTAHAN
33
Ras tak terduga di celah selatan
34
Ancaman dari Kedalaman
35
Resonansi Inti Naga
36
Siasat di Balik Reruntuhan
37
Kecurigaan para tetua
38
PERINGATAN DI BALIK KEMENANGAN
39
JEJAK PEMIMPIN DI BALIK BAYANGAN
40
PUNCAK LELUHUR
41
BAB 41: KARTU TRUF DI BALIK KABUT
42
BAB 42: JEJAK AURA MANUSIA
43
BAYANG-BAYANG KECURIGAAN
44
TEMPAT KOSONG DI CELAH SUNGAI
45
TEORI DI BALIK KEGELAPAN
46
PENGKHIANAT DALAM BAYANGAN
47
PERMOHONAN SEORANG PUTRI KIRIN
48
LONCENG DARURAT
49
SINYAL DARI BAYANGAN
50
TOPENG PENGHIANATAN
51
GU YAN SANG KULTIVATOR IBLIS
52
PERHITUNGAN DINGIN DI ATAS KEHANCURAN
53
PENGORBANAN DAN CELAH YANG TERBUKA
54
LEDAKAN DARAH DAN PELUANG EMAS
55
CAKAR PEMBELAH LANGIT DAN DEBU PENGKHIANAT
56
KEHENINGAN DI ATAS DUKA
57
JEJAK YANG TERSISA
58
AKHIR SANG KULTIVATOR IBLIS
59
GERBANG DIMENSI DAN WAKTU YANG TERLEWAT
60
GURUN ANGIN TIMUR
61
BATAS DUA BENUA
62
PERJALANAN MENUJU KOTA BATU MERAH
63
KOTA BATU MERAH DAN DUA KEKUATAN
64
MENGGANGGU SELERA MAKAN
65
RUANG VIP DAN PEDANG TINGKAT LANGIT
66
PERHITUNGAN TIAN XUE
67
ARENA KEMATIAN DAN PENEKANAN SETENGAH KAISAR
68
Identitas Terancam
69
Umpan Maut dan Korosi Hukum Chaos
70
BISIKAN ANGIN DI BELAKANG DINDING
71
LELUHUR DIBALIK NAMA QIANLONG
72
BAYANG-BAYANG DI BALIK JENDELA
73
TIRAI PELELANGAN DAN PIL URAT NADI LANGIT
74
PERMAINAN DI BALIK FORMASI
75
PECAHAN PERANG SERIBU TAHUN
76
JAMINAN SANG MANAJER DAN WARISAN YANG TERLUPAKAN
77
RESONANSI DIAGRAM KUNO
78
KELIPATAN BERDARAH DAN TEKA-TEKI DIAGRAM PURBA
79
PERMAINAN HARGA DAN KEEGOAN DUA FAKSI
80
KEDATANGAN FAKSI RAKSASA
81
DOMINASI SALAH SATU PENGUASA BENUA TIANWU
82
Jejak Rahasia dan Amarah Sang Patriark
83
Pertarungan di Reruntuhan Kuno
84
Tiba di Benua Canglan
85
Tingkat 6 blodline
86
Pengumuman season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!