GADIS BARBAR DAN PIL PENYEMBUH

​WUUUHHHH... CRAKKK!

​Angin malam menjerit saat Harimau Tanduk Purba meluncur deras di udara.

​Dua cakar depannya yang berukuran raksasa dan setajam bilah pedang menebas lurus, mengincar dada Tian Xue dengan kecepatan yang mematikan.

​Tian Xue sama sekali tidak mundur.

​Ia menyilangkan kedua lengannya yang telah dilapisi sisik naga kusam tepat di depan dada, memasang kuda-kuda pertahanan paling kokoh yang bisa ditopang oleh fisiknya.

​BAM!

​Benturan keras itu menghentak permukaan tanah berpasir di bawah kakinya.

​Daya hancur dari Beast Peringkat 4 itu memaksa kaki Tian Xue terdorong mundur hingga menciptakan dua parit kecil di tanah, tetapi tubuh pemuda itu tetap berdiri tegap tanpa goyah sedikit pun.

​"Hanya inikah kekuatan murni dari Peringkat 4, hah?" bisik Tian Xue sedingin es.

​Tanpa memberikan jeda sedetik pun bagi sang Beast untuk menarik kembali cakarnya, tangan kiri Tian Xue meluncur cepat.

​Ia melayangkan tinju mentah berlapis kekuatan penuh yang mengincar rahang bawah monster tersebut.

​BAM!

​Dampak pukulan itu memicu dentuman udara yang nyaring.

​Namun, rahang Harimau Tanduk Purba itu ternyata begitu tebal, sekeras batu gunung purba. Beast itu hanya menyeringai liar, sama sekali tidak terpengaruh oleh pukulan fisik Peringkat 3.

​ROAARRR!

​Taring panjang bertabur racun hijau pekat mendadak terbuka lebar dari jarak yang sangat dekat, hendak meremukkan lengan dan kepala Tian Xue sekaligus.

​Refleks tempur Tian Xue yang ditempa di dasar tambang bekerja secara instan.

​Dalam hitungan milidetik, ia memiringkan tubuhnya, memutar tumpuan kakinya secara presisi, dan lolos dari gigitan maut tersebut hanya dengan selisih sehelai rambut.

​‘Menarik... Kau bukan hanya mengandalkan otot, tapi insting berburumu sangat tajam,’ batin Tian Xue menganalisis.

​Bentrokan kedua tidak terelakkan.

​Merasa mangsanya terlalu licin, Harimau Tanduk Purba itu kembali melompat, kali ini menumpahkan seluruh bobot tubuh raksasanya untuk menindih dan mengunci pergerakan Tian Xue.

​Tian Xue menatap tajam ke arah bayangan raksasa yang menutupi cahaya bulan di atasnya.

​Gelombang energi kusam Peringkat 3 bergejolak hebat, memadat di kedua lengannya yang kini menghitam pekat oleh sisik naga.

​BRAKKK!

​Di tengah hempasan angin yang brutal, jemari cakar Tian Xue melesat ke atas, berhasil mencengkeram erat leher tebal sang Beast dan menahan laju serangannya tepat di udara!

​Namun, bahaya sejati dari Beast Peringkat 4 baru saja dimulai.

​Meski lehernya tertahan, cakar belakang Harimau Tanduk Purba yang tersembunyi bergerak liar menendang ke depan, menggores dalam di sepanjang bahu dan lengan atas Tian Xue.

​SRRR-CRACH!

​"Ukh!" Tian Xue meringis pelan saat rasa sakit yang menusuk menembus jaringan dagingnya.

​Darah segar seketika merembes membasahi pakaian kasarnya, sementara sensasi panas mulai menjalar dari titik luka tersebut.

​Meski begitu, mundur tidak pernah ada dalam kamus pertarungannya.

​Rasa sakit fisik tidak akan pernah sanggup menghentikan target yang telah ia kunci matanya. Menggunakan rasa sakit itu sebagai bahan bakar, Tian Xue memusatkan seluruh sisa daya dorong fisik Peringkat 3 ke ujung cakar naganya.

​Ia menancapkan jemarinya lebih dalam, menembus kulit tebal sang Beast!

​KREKKKK!

​Cakar naga pemuda itu merobek leher Harimau Tanduk Purba secara paksa!

​ROOOOOORRRRRR!

​Raungan kesakitan menggelegar memecah keheningan Hutan Purba. Darah hitam beracun menyembur keluar seperti air mancur dari leher monster raksasa itu.

​Melihat celah maut akhirnya terbuka lebar, Tian Xue memanfaatkan tolakan tubuh sang Beast yang sedang meronta untuk melompat tinggi ke udara.

​Kedua tangannya terkepal rapat, menyatukan seluruh bobot kekuatan puncak yang ia miliki.

​Hantaman Gempa Naga!

​BOOOOOOM!

​Tengkorak Harimau Tanduk Purba itu hancur berantakan dihantam dari atas.

​Ledakan debu membubung tinggi saat tubuh raksasa Beast itu menghantam tanah berpasir, tewas seketika dengan kepala yang melesak ke dalam tanah.

​Pertarungan usai. Namun, bayaran dari kemenangan itu datang dengan sangat cepat.

​Bruk!

​Tian Xue ambruk berlutut. Racun hijau dari cakar belakang Beast tadi telah merembes masuk ke dalam aliran darahnya melalui luka robek di bahunya.

​Urat-urat di lehernya mulai menghitam. Rasa panas yang merajam membakar nadinya, membuat pandangan matanya perlahan gelap dan berputar.

​‘Sial... Racun ini bereaksi terlalu cepat...’ batin Tian Xue ringis, kesadarannya mulai menipis bak tertiup angin.

​‘Apa aku akan mati semudah ini di sini? Maafkan aku, Bu...’

​Sebelum sepasang matanya terpejam sepenuhnya ke dalam kegelapan, dari balik samar-samar pandangannya, bayangan seorang wanita melangkah mendekat dari sela-sela pepohonan.

​Langkah wanita itu anggun. Siluet wajahnya di bawah temaram cahaya bulan tampak sangat cantik dan mempesona.

​‘Aaaaah... Malaikat maut pun terlihat sangat cantik saat aku hendak mati,’ pikir Tian Xue dengan sisa kesadarannya yang linglung.

​BRAKKK!

​Namun bukannya sentuhan lembut seorang malaikat, sebuah tendangan keras mendadak menghantam lambung Tian Xue tanpa ampun!

​Tubuh pemuda itu terpelanting deras menyapu tanah hingga punggungnya menabrak batang pohon besar.

​"Apa kau bodoh?! Bertarung dengan ceroboh dan mengorbankan tubuh seperti itu!"

​Sebuah suara nyaring, merdu namun bernada sangat ketus dan kasar, menggema menembus telinga Tian Xue.

​Gadis berparas anggun yang mengenakan pakaian ringkas khas pengembara itu berjalan santai mendekati tubuh Tian Xue yang tak berdaya.

​Tanpa basa-basi atau belas kasihan sedikit pun, jemari lentiknya mencengkeram rahang Tian Xue secara kasar, memaksa mulut pemuda itu terbuka lebar.

​"Telan ini!"

​Gadis itu menjejalkan sebutir pil merah menyala ke dalam tenggorokan Tian Xue, mendorongnya masuk secara paksa tanpa memedulikan pemuda itu yang tersedak hebat.

​SLUUP!

​Sebuah sensasi hangat yang instan langsung menyebar, membungkus jantung dan menetralkan racun ganas di dalam dada Tian Xue.

​Namun, keletihan fisik yang ekstrem dan benturan keras dari tendangan tadi membuat kesadaran Tian Xue akhirnya padam total.

​Saat sinar matahari pagi yang hangat menembus celah-celah dedaunan raksasa Hutan Purba, Tian Xue perlahan membuka sepasang matanya.

​Bau aroma daging panggang yang sangat gurih dan kaya akan energi spiritual menyeruak masuk ke dalam indra penciumannya, membangunkan perutnya yang keroncongan.

​Ia menoleh ke samping. Di hadapannya, tak jauh dari sebuah perapian kecil yang menyala terang, tampak sosok gadis semalam.

​Gadis itu sedang duduk santai dengan sebelah kaki diangkat, memutar tusukan kayu raksasa yang menancap pada potongan paha Harimau Tanduk Purba yang dibunuh Tian Xue semalam.

​Merasakan pergerakan dari arah pohon, gadis itu melirik dingin ke arahnya.

​"Kau sudah bangun, Lelaki Bodoh?"

​Usai mengucapkan sapaan kasar itu, ia kembali memfokuskan pandangannya pada daging panggangan seolah Tian Xue hanyalah tumpukan batu yang kebetulan bisa bernapas.

​"Bodoh...?"

​Tian Xue tertegun, mendudukkan tubuhnya perlahan.

​Sepanjang dua belas tahun hidupnya di tambang belerang, ia telah dipanggil dengan berbagai macam makian kotor.

​Tapi baru kali ini, setelah bertarung mati-matian, ia terbangun dan langsung dipanggil bodoh secara blak-blakan oleh seorang wanita asing yang tak dikenalnya.

​"Siapa kau...?" tanya Tian Xue seraya memegangi bahunya yang telah diperban dengan kain bersih.

​Gadis itu menoleh, menyunggingkan senyum sinis yang entah mengapa tetap terlihat menawan.

​"Siapa aku? Harusnya aku yang bertanya, siapa kau? Dengan bodohnya memicu pertarungan terbuka melawan Beast Peringkat 4 saat dirimu baru menyentuh Peringkat 3!"

​Gadis itu mengibaskan tangannya dengan gaya acuh tak acuh.

​"Apa kau begitu kebal dengan kematian? Beruntunglah Beast itu memang sudah terluka parah di bagian perutnya gara-gara bertarung dengan kelompok Beast lain sebelumnya. Kalau ia dalam kondisi prima, kau sudah jadi kotoran binatang itu pagi ini!"

​Tian Xue terdiam.

​Ia memutar kembali ingatan visualnya tentang pergerakan dan tumpuan kaki Harimau Tanduk Purba semalam.

​Otak analitisnya seketika menyadari bahwa pengamatan gadis ini sangat akurat. Beast liar Peringkat 4 tidak mungkin bisa dieksekusi secepat itu jika berada dalam kondisi utuh.

​"Namaku... Tian Xue," jawab pemuda itu pelan, sengaja menyebutkan nama penyamarannya.

​Gadis itu mendengus pelan. Ia tidak terlalu memedulikan dari mana asalnya atau apakah nama itu asli. Bagi para praktisi yang mengembara di Hutan Purba, menyembunyikan identitas adalah hal yang sangat lumrah.

​CRAK!

​Dengan menggunakan belati kecil, gadis itu memotong sepotong besar daging panggang bernutrisi tinggi yang masih mengepul panas.

​Tanpa aba-aba, ia melemparkannya lurus ke arah wajah Tian Xue.

​"Namaku Lu Shi," ucapnya lugas memperkenalkan diri. "Kau tidak perlu memaksakan diri memberi tahu asal-usulmu padaku jika memang tidak mau. Aku tidak peduli."

​Chet! Tangan Tian Xue melesat, menangkap potongan daging hangat tersebut tepat di udara. Tanpa ragu, ia langsung menyantapnya untuk memulihkan daya fisik dan asupan energinya.

​"Terima kasih atas bantuanmu semalam, Lu Shi," ujar Tian Xue tulus di sela-sela kunyahannya.

​"Hah? Terima kasih untuk apa, Bodoh?"

​Lu Shi mendadak terkekeh nyaring. Suara tawanya renyah namun bergema liar.

​"Kau yang membunuh Beast ini dengan susah payah, seharusnya aku yang berterima kasih! Karena bagian paling besar, paling empuk, dan paling bernutrisi dari Beast Peringkat 4 ini jadi milikku semua! Hahaha!"

​Tanpa memedulikan keanggunan wajahnya, Lu Shi langsung menggigit sepotong daging raksasa di tangannya dengan sangat rakus. Minyak daging membasahi sudut bibir dan jemarinya.

​Tian Xue menggelengkan kepalanya pelan, hampir tidak percaya dengan pemandangan absurd di depannya.

​Wajah dan penampilan gadis di hadapannya ini begitu anggun, sejelita putri dari klan agung, namun sifatnya kasar, ceplas-ceplos, dan cara makannya jauh lebih barbar dari para kuli tambang.

​"Ya, terserah apa katamu," Tian Xue mengembuskan napas pelan.

​Pemuda itu menghentikan kunyahannya, lalu menatap Lu Shi dengan binar mata yang amat serius.

​"Tapi aku tetap harus berterima kasih karena pil penyembuhmu yang mahal itu. Jangan khawatir... aku pasti akan membalas budi ini suatu saat nanti. Karena aku... tidak pernah suka berutang nyawa pada siapa pun

Terpopuler

Comments

Arni Arlinawati pratiwi

Arni Arlinawati pratiwi

kabayang abrag na si lu shi!/Facepalm/

2026-08-03

0

Arni Arlinawati pratiwi

Arni Arlinawati pratiwi

yah peran utama na KO.. /Facepalm/

2026-08-03

0

Arni Arlinawati pratiwi

Arni Arlinawati pratiwi

belewe silaing mah tian xue! /Facepalm/

2026-08-03

0

lihat semua
Episodes
1 PREDATOR DI KEDALAMAN DAN NAMA YANG MATI
2 BENTROKAN DENGAN TIGA PENGAWAS
3 ARAH BARU MENUJU GERBANG KOTA
4 BERPISAH DEMI KESELAMATAN
5 GADIS BARBAR DAN PIL PENYEMBUH
6 DUA BAYANGAN DI KEDALAMAN PURBA
7 HARGA SEBUAH KEMENANGAN
8 RAHASIA DI DALAM GUA PURBA
9 PINTU RAHASIA DAN JEJAK SEJARAH YANG TERHAPUS
10 UJIAN DI BALIK PINTU RUANG KECIL
11 INSTING PURBA DAN UJIAN KELAYAKAN
12 KECEPATAN MUTLAK DAN TANDUK DISTORSI
13 TAKTIK GILA DAN SERIGALA DARAH
14 MENUJU UJIAN TERAKHIR
15 SERIBU ANAK TANGGA MENUJU ISTANA LELUHUR
16 UJIAN TANPA AKHIR
17 ISTANA LELUHUR
18 Jejak Sejarah yang Terhapus
19 Warisan Para Leluhur
20 GARIS DARAH TINGKAT 4
21 HUTAN YANG TERLALU SUNYI
22 Amarah Rubah Ekor Sembilan
23 Tiga Cakar dan Bayangan Naga
24 Kekejaman Sang Pewaris
25 Pilihan Antara Kawan dan Bangkai
26 Jeratan di Balik Kegelapan
27 Penghuni Dunia Tersembunyi
28 Kengerian Tinju Kirin
29 Pengakuan sang Tetua
30 Jejak Kelam 1.000 Tahun Lalu
31 JEJAK KELAM SERIBU TAHUN LALU
32 BARISAN DEPAN DAN STRATEGI BERTAHAN
33 Ras tak terduga di celah selatan
34 Ancaman dari Kedalaman
35 Resonansi Inti Naga
36 Siasat di Balik Reruntuhan
37 Kecurigaan para tetua
38 PERINGATAN DI BALIK KEMENANGAN
39 JEJAK PEMIMPIN DI BALIK BAYANGAN
40 PUNCAK LELUHUR
41 BAB 41: KARTU TRUF DI BALIK KABUT
42 BAB 42: JEJAK AURA MANUSIA
43 BAYANG-BAYANG KECURIGAAN
44 TEMPAT KOSONG DI CELAH SUNGAI
45 TEORI DI BALIK KEGELAPAN
46 PENGKHIANAT DALAM BAYANGAN
47 PERMOHONAN SEORANG PUTRI KIRIN
48 LONCENG DARURAT
49 SINYAL DARI BAYANGAN
50 TOPENG PENGHIANATAN
51 GU YAN SANG KULTIVATOR IBLIS
52 PERHITUNGAN DINGIN DI ATAS KEHANCURAN
53 PENGORBANAN DAN CELAH YANG TERBUKA
54 LEDAKAN DARAH DAN PELUANG EMAS
55 CAKAR PEMBELAH LANGIT DAN DEBU PENGKHIANAT
56 KEHENINGAN DI ATAS DUKA
57 JEJAK YANG TERSISA
58 AKHIR SANG KULTIVATOR IBLIS
59 GERBANG DIMENSI DAN WAKTU YANG TERLEWAT
60 GURUN ANGIN TIMUR
61 BATAS DUA BENUA
62 PERJALANAN MENUJU KOTA BATU MERAH
63 KOTA BATU MERAH DAN DUA KEKUATAN
64 MENGGANGGU SELERA MAKAN
65 RUANG VIP DAN PEDANG TINGKAT LANGIT
66 PERHITUNGAN TIAN XUE
67 ARENA KEMATIAN DAN PENEKANAN SETENGAH KAISAR
68 Identitas Terancam
69 Umpan Maut dan Korosi Hukum Chaos
70 BISIKAN ANGIN DI BELAKANG DINDING
71 LELUHUR DIBALIK NAMA QIANLONG
72 BAYANG-BAYANG DI BALIK JENDELA
73 TIRAI PELELANGAN DAN PIL URAT NADI LANGIT
74 PERMAINAN DI BALIK FORMASI
75 PECAHAN PERANG SERIBU TAHUN
76 JAMINAN SANG MANAJER DAN WARISAN YANG TERLUPAKAN
77 RESONANSI DIAGRAM KUNO
78 KELIPATAN BERDARAH DAN TEKA-TEKI DIAGRAM PURBA
79 PERMAINAN HARGA DAN KEEGOAN DUA FAKSI
80 KEDATANGAN FAKSI RAKSASA
81 DOMINASI SALAH SATU PENGUASA BENUA TIANWU
82 Jejak Rahasia dan Amarah Sang Patriark
83 Pertarungan di Reruntuhan Kuno
84 Tiba di Benua Canglan
85 Tingkat 6 blodline
86 Pengumuman season 2
Episodes

Updated 86 Episodes

1
PREDATOR DI KEDALAMAN DAN NAMA YANG MATI
2
BENTROKAN DENGAN TIGA PENGAWAS
3
ARAH BARU MENUJU GERBANG KOTA
4
BERPISAH DEMI KESELAMATAN
5
GADIS BARBAR DAN PIL PENYEMBUH
6
DUA BAYANGAN DI KEDALAMAN PURBA
7
HARGA SEBUAH KEMENANGAN
8
RAHASIA DI DALAM GUA PURBA
9
PINTU RAHASIA DAN JEJAK SEJARAH YANG TERHAPUS
10
UJIAN DI BALIK PINTU RUANG KECIL
11
INSTING PURBA DAN UJIAN KELAYAKAN
12
KECEPATAN MUTLAK DAN TANDUK DISTORSI
13
TAKTIK GILA DAN SERIGALA DARAH
14
MENUJU UJIAN TERAKHIR
15
SERIBU ANAK TANGGA MENUJU ISTANA LELUHUR
16
UJIAN TANPA AKHIR
17
ISTANA LELUHUR
18
Jejak Sejarah yang Terhapus
19
Warisan Para Leluhur
20
GARIS DARAH TINGKAT 4
21
HUTAN YANG TERLALU SUNYI
22
Amarah Rubah Ekor Sembilan
23
Tiga Cakar dan Bayangan Naga
24
Kekejaman Sang Pewaris
25
Pilihan Antara Kawan dan Bangkai
26
Jeratan di Balik Kegelapan
27
Penghuni Dunia Tersembunyi
28
Kengerian Tinju Kirin
29
Pengakuan sang Tetua
30
Jejak Kelam 1.000 Tahun Lalu
31
JEJAK KELAM SERIBU TAHUN LALU
32
BARISAN DEPAN DAN STRATEGI BERTAHAN
33
Ras tak terduga di celah selatan
34
Ancaman dari Kedalaman
35
Resonansi Inti Naga
36
Siasat di Balik Reruntuhan
37
Kecurigaan para tetua
38
PERINGATAN DI BALIK KEMENANGAN
39
JEJAK PEMIMPIN DI BALIK BAYANGAN
40
PUNCAK LELUHUR
41
BAB 41: KARTU TRUF DI BALIK KABUT
42
BAB 42: JEJAK AURA MANUSIA
43
BAYANG-BAYANG KECURIGAAN
44
TEMPAT KOSONG DI CELAH SUNGAI
45
TEORI DI BALIK KEGELAPAN
46
PENGKHIANAT DALAM BAYANGAN
47
PERMOHONAN SEORANG PUTRI KIRIN
48
LONCENG DARURAT
49
SINYAL DARI BAYANGAN
50
TOPENG PENGHIANATAN
51
GU YAN SANG KULTIVATOR IBLIS
52
PERHITUNGAN DINGIN DI ATAS KEHANCURAN
53
PENGORBANAN DAN CELAH YANG TERBUKA
54
LEDAKAN DARAH DAN PELUANG EMAS
55
CAKAR PEMBELAH LANGIT DAN DEBU PENGKHIANAT
56
KEHENINGAN DI ATAS DUKA
57
JEJAK YANG TERSISA
58
AKHIR SANG KULTIVATOR IBLIS
59
GERBANG DIMENSI DAN WAKTU YANG TERLEWAT
60
GURUN ANGIN TIMUR
61
BATAS DUA BENUA
62
PERJALANAN MENUJU KOTA BATU MERAH
63
KOTA BATU MERAH DAN DUA KEKUATAN
64
MENGGANGGU SELERA MAKAN
65
RUANG VIP DAN PEDANG TINGKAT LANGIT
66
PERHITUNGAN TIAN XUE
67
ARENA KEMATIAN DAN PENEKANAN SETENGAH KAISAR
68
Identitas Terancam
69
Umpan Maut dan Korosi Hukum Chaos
70
BISIKAN ANGIN DI BELAKANG DINDING
71
LELUHUR DIBALIK NAMA QIANLONG
72
BAYANG-BAYANG DI BALIK JENDELA
73
TIRAI PELELANGAN DAN PIL URAT NADI LANGIT
74
PERMAINAN DI BALIK FORMASI
75
PECAHAN PERANG SERIBU TAHUN
76
JAMINAN SANG MANAJER DAN WARISAN YANG TERLUPAKAN
77
RESONANSI DIAGRAM KUNO
78
KELIPATAN BERDARAH DAN TEKA-TEKI DIAGRAM PURBA
79
PERMAINAN HARGA DAN KEEGOAN DUA FAKSI
80
KEDATANGAN FAKSI RAKSASA
81
DOMINASI SALAH SATU PENGUASA BENUA TIANWU
82
Jejak Rahasia dan Amarah Sang Patriark
83
Pertarungan di Reruntuhan Kuno
84
Tiba di Benua Canglan
85
Tingkat 6 blodline
86
Pengumuman season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!