" Apa kau suka suasana disini?" Pak Satrio membuka tirai putih bersih di kamar ini. Membiarkan aku melihat pemandangan di luar jendela. Suara burung saling bersahutan dengan ceria. Aku mengangguk tanda setuju kalau aku juga suka tempat ini. Pandanganku tetap tidak beranjak dari pemandangan di luar sana. Melihat burung yang terbang bebas sesuai dengan keinginan dan kemampuan mereka melayang. Melihat pohon - pohon Pinus dengan pucuk - pucuk dahan yang meliuk - liuk selaras irama dari hembusan angin. Serasa apa yang aku lihat menawarkan keindahan.
" Ketika dulu aku menikah dengan Dik Asri aku berbulan madu disini dan di kamar ini."
Beliau berjalan mendekat padaku yang berdiri menghadap jendela kaca kamar ini. Pak Satrio selalu mengaitkan semua....semua dengan Mbak Asri. Ingin aku lari....lari menjauh sekencang dan sejauh mungkin dari beliau yang sudah memberi banyak duka dalam hari- hari indah ku. Ingin aku berlari sekuat tenaga dan berbicara lantang....Aku juga ingin bahagia walau tanpa beliau sebagai suamiku. Aku sudah senang memiliki Tangguh sebagai anakku.
" Aku mengajakmu kemari agar kau juga merasa aku memperlakukanmu sama dengan Dik Asri. Tolong ijinkan aku menikah lagi secara resmi dengan Dik Asri.....," pinta Pak Satrio dengan nada suara yang rendah dan melunak. Wajah beliau tersapu ketidakpastian yang mendalam. Seakan ingin menerjang semua tapi tak kuasa karena mempunyai titik lemah. Ya.......titik lemah beliau adalah tidak berani menentang dengan keras kedua orang tua beliau. Sekarang beliau meminta ijinku agar memperoleh kemudahan mendapat restu kedua orang tua beliau.
" Ceraikan saya. Saya tidak akan kuat menjalani rumah tangga seperti itu."
" Bisa..... aku yakin kita bisa. Sekarang kau masih belum stabil."
" Mas mengantarkan saya pada pilihan yang sulit. Saya tidak bisa bertahan mas. Jika kemarin saya masih kuat. Lihat saya sekarang saya berada di titik nadir yang mas ciptakan."
"Itu hanya dugaanmu saja Dik....... Itu karena kau merasa yang paling di…
Hanya Sebuah Pernikahan
Bab 53
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments