Wajah kelelahan terlihat jelas dalam diri Pak Satrio, selepas magrib beliau langsung rehat hingga melewatkan jadwal makan malam. Bagaimana tidak kelelahan, hampir separuh dihari ini dilewati dengan naik angkot bersamaku. Dan separuh lagi beliau bekerja serius dengan rekan setimnya di kantor lahan beliau.
Flash black
" Aku mau rehat sejenak, hari ini aku sangat capek," pamit Pak Satrio sebelum merebahkan dirinya di ranjang kamar kami.
" Apa mas marah karena aku mengajak mas berkeliling naik angkot ?" tanyaku merasa tidak nyaman karena Pak Satrio terlihat kelelahan.
" Tidak.....hanya aku tidak pernah naik angkot sebelumnya, jadi ini pengalaman baru untukku," jawab Pak Satrio sedikit gugup padaku.
" Jangan dimasukkan ke hati, sekarang ini kita masih dalam proses pengenalan dan penyesuaian. Aku harap kita saling bersabar menghadapi sikap dan kebiasaan masing-masing. Kau mau kan melakukan itu ? untuk rumah tangga kita. Untuk kebahagiaan kita dan anak - anak kita,"
Pak Satrio mencium keningku, kemudian merebahkan badan sambil memelukku.
Flash off
Berkali - kali telepon Pak Satrio bergetar tanda panggilan masuk. Dari Adrian dan kadang berganti Adry. Sengaja tidak ku terima, karena aku merasa Handphone milik pribadi, walau aku istri beliau aku tidak berhak menerima panggilan untuk beliau.
Ku tekan nomor milik Adry, sengaja aku pilih milik Adry karena aku merasa kurang nyaman dengan Adrian. Sikapnya yang selalu dingin membuat aku ragu untuk meneleponnya.
" Halo ma.....Apa papa ada ? Dari tadi kami menelepon papa tdk dihiraukan," kata Adry.
" Papa sedang rehat, apa ada pesan ? nanti mama Arin sampaikan," ujarku pada Adry.
Terdengar suara handphone berpindah tangan. Kali ini bukan Adry yang berbicara tapi Adrian.
" Apa kau tak punya hati ? Mama kami sedang dalam perawatan tapi kau dan papa pergi. Apa hatimu terbuat dari batu ? hilang rasa kemanusiaannya ? Aku sudah memintamu baik - baik agar kau berbelas kasih pada lawan yang sudah kalah. Tapi kau mengacuhkannya !'
" Adrian…
Hanya Sebuah Pernikahan
Bab 97
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments
Siti Komariah
selesaikan dulu dengan kluarga asri,,,,setelh itu pindah yg jauh,,,,mungkin bisa hidup tenang Arin dgn pak satrio
2022-04-03
1