Bab 5: Razia Dadakan dan Penemuan Ajaib

Ternyata drama di awal minggu ini tidak berakhir di kantin saja. Masih ada kelanjutan aksi kocak dari dua gadis manja itu.

Sepulang dari kantin, aku berkumpul bersama seluruh pengurus OSIS di ruang organisasi. Kami berdiskusi singkat dan sepakat untuk menggelar razia dadakan ke setiap kelas. Langkah ini diambil untuk menertibkan barang-barang terlarang yang kerap diselundupkan siswa ke dalam lingkungan sekolah.

Didampingi beberapa guru pembina, kami menyisir kelas demi kelas. Dan benar saja, hasil razia hari itu benar-benar di luar nalar. Kami menemukan beragam barang aneh dari dalam tas para siswa: mulai dari rokok, minuman beralkohol, paku, pisau lipat, hingga yang paling parah dan membuat geleng-geleng kepala—alat kontrasepsi merek Sutra. Untuk apa coba benda seperti itu dibawa ke sekolah? Bagi murid-murid yang kedapatan membawa barang terlarang tersebut, nama mereka langsung dicatat untuk dipanggil orang tuanya ke sekolah besok.

Setelah menyisir kelas 11 dan 12, giliran area kelas 10 yang kami datangi. Aku melangkah masuk ke kelas 10-A dengan gaya kepemimpinan yang wibawa, berdiri tegak di depan papan tulis seraya menatap seluruh siswa yang mendadak tegang.

"Jujur, Adik-adik, saya sebagai Ketua OSIS di sekolah ini merasa sang..."

Kalimatku terhenti seketika. Kata-kataku tertahan di tenggorokan saat pandanganku tertuju pada barisan meja tengah.

Di saat siswa-siswi lain duduk tegang mengkhawatirkan isi tas mereka, dua gadis cantik tapi bodoh itu—Clara dan Diana—malah asyik tertidur lelap! Kepala mereka bersandar santai di atas tumpukan buku, sama sekali tidak mempedulikan guru pengajar yang berdiri kaku di depan kelas maupun rombongan OSIS yang baru datang.

"Bisa-bisanya mereka tidur nyenyak di situasi seperti ini..." gumamku dalam hati, menahan gemas.

Aku melangkah perlahan mendekati meja mereka, diikuti pandangan heran dari pengurus OSIS lainnya. Aku mengetuk meja Clara dengan agak keras.

Brak! Brak!

"Bangun! Ada razia!" gertakku tepat di samping telinganya.

Clara mengucek matanya yang sembap, perlahan mendongak dengan wajah bantalnya yang menggemaskan sekaligus menyebalkan. Diana di sebelahnya ikut terbangun kaget, mengerjap-kerjakan mata dengan linglung.

"Apasih, Kak Arkan? Ganggu orang tidur aja!" sungut Clara dengan suara serak khas bangun tidur, sama sekali tidak merasa bersalah.

"Kamu pikir ini kamar hotel?" balasku tegas. "Ganti posisi, buka tas kalian berdua sekarang! Kami mau periksa!"

Dengan wajah cemberut maksimal dan bibir dipanyunkan,

Clara dan Diana merogoh tas mahal mereka lalu menuangkan isinya ke atas meja.

Jika murid lain menyembunyikan barang berbahaya, isi tas dua anak kaya ini justru makin membuatku prihatin. Di atas meja melimpah bermacam-macam jenis lipstik, cermin berbingkai emas, camilan impor, perlengkapan skincare, hingga alat catok rambut portabel yang masih terhubung dengan powerbank.

"Kalian mau sekolah atau mau buka salon?" tanyaku heran sambil memegang alat catok rambut milik Clara.

"Terserah kami dong! Biar tetap cantik pas sekolah!" balas Clara tak mau kalah, mencoba merebut catokan dari tanganku.

"Semua barang kosmetik dan alat elektronik non-pelajaran saya sita sampai jam pulang sekolah," kataku dingin sambil memasukkan semua barang-barang hiasan itu ke dalam kantong razia.

"Kak Arkan jahat! Kembalikan enggak?!" jerit Clara dan Diana kompak, melayangkan tatapan mata merah penuh dendam yang sudah menjadi ciri khas mereka setiap kali berhadapan denganku.

Aku hanya tersenyum tipis, berbalik badan, dan melanjutkan pemeriksaan kelas dengan perasaan puas.

Episodes
1 Bab 1: Awal dari Sebuah Pertemuan
2 Bab 2: Janji Bodoh di Hari Minggu
3 Bab 3: Preman, Pahlawan, dan Tatapan Mata Merah
4 Bab 4: Drama Kantin dan Balas Dendam Kecil
5 Bab 5: Razia Dadakan dan Penemuan Ajaib
6 Bab 6: Penantian Tiga Jam dan Makanan Penutup
7 Bab 7: Pasukan Kosmetik dan Misi Subuh
8 Bab 8: Kerja Sampingan dan Kemudi Galon
9 Bab 9: Pesanan untuk Rumah Sanjaya
10 Bab 10: Labirin Rumah Sanjaya
11 Bab 11: Jalur Potong dan Jalur Asmara
12 Bab 12: Mobil Asing dan Jejak Bahaya
13 Bab 13: Penyekapan dan Strategi Umpan
14 Bab 14: Penyelamatan dan Imbalan Tanpa Nama
15 Bab 15: Pengawal Baru dan Penggoda Kantin
16 Bab 16: Pengakuan Tak Terduga dan Air yang Tersedak
17 Bab 17: Tawaran Pak Frans dan Sikap Judes Clara
18 Bab 18: Rezeki Buat Egi dan Perjamuan Makan Malam
19 Bab 19: Kontrak Mewah dan Balas Dendam Ban Motor
20 Bab 20: Razia Balas Dendam dan Boneka Barbie
21 Bab 21: Pengaruh Uang dan Dendam yang Membara
22 Bab 22: Malam Pertama Egi dan Nona Muda yang Arogan
23 Bab 23: Kejutan di Mall dan Amarah Sang Pengawal
24 Bab 24: Ucapan Terima Kasih Nona Muda dan Laga Basket yang Membara
25 Bab 25: Curhat Malam dan Rahasia Nona Muda
26 Bab 26: Teka-teki Pembungkaman dan Kecurigaan Sang Tante
27 Bab 27: Keceplosan Tante Fani dan Senyum Tipis Sang Pengawal
28 Bab 28: Kabar Duka dan Prediksi Pengawal Baru
29 Bab 29: Penghormatan Terakhir dan Janji Masa Depan
30 Bab 30: Amanat Baru dan Langkah Awal Pengawal Muda
31 Bab 31: Hari Pertama Tugas dan Ujian Kesabaran Sang Pengawal
32 SEDIKIT SALAM DARI SAYA MARKARIO PUTRA
33 Bab 33: Ancaman Kepalan Tangan dan Awal Drama Sekolah
34 Bab 34: Berkas Rahasia dan Dua Bayangan Musuh Lama
35 Bab 35: Rahasia Lembaran Kuning dan Bayangan Masa Lalu
36 Bab 36: Sandiwara Pesan Suara dan Jejak Sang Nona Muda
37 Bab 37: Pengakuan Tak Terduga dan Jemputan Sang Pengawal
38 Bab 38: Topeng Pembelaan dan Rahasia yang Hampir Terbongkar
Episodes

Updated 38 Episodes

1
Bab 1: Awal dari Sebuah Pertemuan
2
Bab 2: Janji Bodoh di Hari Minggu
3
Bab 3: Preman, Pahlawan, dan Tatapan Mata Merah
4
Bab 4: Drama Kantin dan Balas Dendam Kecil
5
Bab 5: Razia Dadakan dan Penemuan Ajaib
6
Bab 6: Penantian Tiga Jam dan Makanan Penutup
7
Bab 7: Pasukan Kosmetik dan Misi Subuh
8
Bab 8: Kerja Sampingan dan Kemudi Galon
9
Bab 9: Pesanan untuk Rumah Sanjaya
10
Bab 10: Labirin Rumah Sanjaya
11
Bab 11: Jalur Potong dan Jalur Asmara
12
Bab 12: Mobil Asing dan Jejak Bahaya
13
Bab 13: Penyekapan dan Strategi Umpan
14
Bab 14: Penyelamatan dan Imbalan Tanpa Nama
15
Bab 15: Pengawal Baru dan Penggoda Kantin
16
Bab 16: Pengakuan Tak Terduga dan Air yang Tersedak
17
Bab 17: Tawaran Pak Frans dan Sikap Judes Clara
18
Bab 18: Rezeki Buat Egi dan Perjamuan Makan Malam
19
Bab 19: Kontrak Mewah dan Balas Dendam Ban Motor
20
Bab 20: Razia Balas Dendam dan Boneka Barbie
21
Bab 21: Pengaruh Uang dan Dendam yang Membara
22
Bab 22: Malam Pertama Egi dan Nona Muda yang Arogan
23
Bab 23: Kejutan di Mall dan Amarah Sang Pengawal
24
Bab 24: Ucapan Terima Kasih Nona Muda dan Laga Basket yang Membara
25
Bab 25: Curhat Malam dan Rahasia Nona Muda
26
Bab 26: Teka-teki Pembungkaman dan Kecurigaan Sang Tante
27
Bab 27: Keceplosan Tante Fani dan Senyum Tipis Sang Pengawal
28
Bab 28: Kabar Duka dan Prediksi Pengawal Baru
29
Bab 29: Penghormatan Terakhir dan Janji Masa Depan
30
Bab 30: Amanat Baru dan Langkah Awal Pengawal Muda
31
Bab 31: Hari Pertama Tugas dan Ujian Kesabaran Sang Pengawal
32
SEDIKIT SALAM DARI SAYA MARKARIO PUTRA
33
Bab 33: Ancaman Kepalan Tangan dan Awal Drama Sekolah
34
Bab 34: Berkas Rahasia dan Dua Bayangan Musuh Lama
35
Bab 35: Rahasia Lembaran Kuning dan Bayangan Masa Lalu
36
Bab 36: Sandiwara Pesan Suara dan Jejak Sang Nona Muda
37
Bab 37: Pengakuan Tak Terduga dan Jemputan Sang Pengawal
38
Bab 38: Topeng Pembelaan dan Rahasia yang Hampir Terbongkar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!