Rencana Rahasia Ceira

Seminggu telah berlalu sejak insiden tenggelamnya Ceira di kolam renang mansion.

​Kini, tubuh mungil berusia tiga belas tahun itu sudah diperbolehkan pulang ke Kediaman Utama Sterling—sebuah kastel megah bergaya Neoklasik yang berdiri kokoh di atas bukit pribadi. Tempat yang dari luar terlihat seperti istana megah, namun bagi Ceira, tempat ini tak ubahnya sangkar emas yang dipenuhi pemangsa.

​Tok. Tok.

​Suara ketukan pintu memecahkan lamunan Ceira.

​"Nona Muda Ceira, Tuan Besar dan Nyonya Besar menunggu Anda di ruang makan utama untuk makan malam," ucap suara pelayan wanita dari balik pintu kayu mahoni yang tebal.

​"Baik, aku turun sebentar lagi," jawab Ceira datar. "Hmm... bisa makan enak... tapi tubuh ini..."

​Setelah mendengar langkah kaki pelayan menjauh, Ceira langsung beranjak dari tempat duduknya. Ia berjalan menuju cermin berukir emas di sudut kamar, menatap pantulan dirinya sendiri.

​Wajah mungil berumur tiga belas tahun dengan mata bundar yang jernih dan kulit putih porselen. Secara fisik, Ceira figuran tampak seperti boneka rapuh yang mudah dihancurkan. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, ada ketajaman yang tak biasa di balik sorot matanya.

​"Tubuh ini terlalu lemah, Ceira kamu lemah sekali." gumam Ceira seraya mengepalkan tangannya.

​Sebagai mantan petinju yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan refleks, Ceira merasa sangat frustrasi dengan stamina tubuh barunya. Ia harus mulai melatih fisik ini secara sembunyi-sembunyi—melakukan latihan beban dasar dan gerakan shadow boxing setiap malam di kamarnya agar buku-buku jarinya kembali mengeras.

​Bukan cuma itu. Tadi malam, menggunakan komputer rahasia yang ia rakit sendiri dari komponen bekas yang ia minta secara halus pada teknisi mansion, jiwa hacker Ceira sudah mulai beraksi. Ia berhasil menyusup ke pasar uang kripto rahasia dan membuat rekening anonim.

​Aku butuh modal besar. Begitu umurku delapan belas tahun lebih, aku harus punya cukup uang dan identitas palsu untuk menghilang dari keluarga ini. batin Ceira bertekad.

​Setelah memastikan penampilannya rapi, Ceira menghela napas panjang, menetralkan raut wajahnya, lalu melangkah keluar kamar.

​Ruang makan keluarga Sterling terlihat sangat megah dengan lampu kristal gantung yang memancarkan cahaya keemasan. Di ujung meja makan yang panjang, duduk Tuan Besar Edward Sterling dan istrinya, Nyonya Helena Sterling.

​Dan di sisi kiri meja makan, duduk dua anak kembar mereka: Kaiser Sterling dan King Sterling.

​Kedua bocah itu mengenakan kemeja rapi tanpa cela. Mereka duduk tegak dengan etika makan bangsawan yang sempurna. Namun, suasana di sekitar meja makan terasa sangat menekan.

​"Oh, putri kecilku sudah datang! Ayo duduk, Sayang," Ucap Nyonya Helena dengan senyuman hangat begitu melihat Ceira masuk.

​Nyonya Helena sangat menyayangi Ceira karena rasa duka mendalam atas kematian sahabat kembarnya—ibu kandung Ceira. Bagi Helena, Ceira adalah putri bungsu yang harus dilindungi.

​"Terima kasih, bunda," jawab Ceira pelan, menarik kursi di sisi kanan meja makan—berhadapan langsung dengan si kembar.

​Saat Ceira duduk, secara refleks matanya beradu dengan mata perak milik King. Bocah tujuh belas tahun itu menyunggingkan senyum manis yang sangat menawan, tetapi sorot matanya penuh kilatan intrik yang tajam.

​"Bagaimana keadaan kepalamu, Adik kecil? Tidak pusing lagi?" tanya King dengan nada suara yang terdengar sangat perhatian di depan orang tua mereka.

​"Sudah jauh lebih baik, Kak King," balas Ceira formal. Ia memotong daging steak di piringnya dengan gerakan yang sangat berhati-hati.

​"Baguslah," sela Tuan Edward Sterling, suaranya terdengar tegas dan berwibawa. "Mulai minggu depan, keluarga keluarga sahabat Ibu akan berkunjung. Putri mereka, Audrey, ingin meminta maaf secara langsung padamu atas insiden di kolam renang."

​Deg.

​Tangan Ceira yang memegang garpu sempat terhenti sejenak.

​Audrey.

​Nama itu langsung memicu ingatan novel di kepala Ceira. Audrey adalah sang Pemeran Utama Wanita di novel asli! Anak dari keluarga konglomerat yang dalam alur aslinya dijodohkan dengan si kembar Sterling.

​Di alur novel asli, insiden kolam renang itulah yang menjadi awal mula Kaiser dan King mulai memperhatikan Audrey. Si kembar terobsesi pada kepolosan dan kebaikan Audrey yang dianggap sebagai cahaya di tengah kegelapan mereka.

​Bagus, pikir Ceira dalam hati, rasa lega membuncah di dadanya. Kalau Audrey datang, perhatian si kembar pasti bakal teralih penuh padanya. Aku cuma perlu jadi figuran tak terlihat di sudut ruangan. batinnya penuh rencana.

​Namun, lamunan Ceira buyar saat merasakan sebuah tatapan yang sangat dingin menusuk kulit wajahnya.

​Ceira mendongak perlahan.

​Di depannya, Kaiser Sterling sedang menatapnya tanpa mengedip. Bocah kembar tertua itu belum menyentuh makanannya sama sekali. Jemari tangannya yang mungil menopang dagu, sementara mata hitam pekatnya mengunci Ceira dengan intensitas yang mengerikan.

​Aura di sekitar Kaiser mendadak berubah sangat pekat. Ini adalah sinyal dari Zero—sisi gelap Kaiser yang mendominasi sejak dini.

​"Kenapa kamu kelihatan senang, Kucing kecil?" tanya Kaiser. Suaranya tidak keras, tetapi sanggup membuat kliring pisau dan garpu di meja makan seketika berhenti. ​Tuan Edward dan Nyonya Helena sampai menoleh terkejut pada putra sulung mereka.

​Ceira menelan ludahnya dengan susah payah. Jantungnya berdegup kencang secara otomatis. Keberanian dan rencana cerdik yang baru saja ia susun di kepala seketika luntur di bawah intimidasi dingin Kaiser.

Kenapa Kaiser bisa membaca ekspresiku?! teriak Ceira panik dalam hati.

​"A-aku tidak senang, Kak Kaiser. Aku cuma... berpikir kalau insiden itu sudah berlalu," jawab Ceira, suaranya sedikit gemetar meski ia sudah berusaha sekuat tenaga menahannya. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, menatap piring porselen di depannya, menolak bertatap mata dengan Kaiser.

​Kaiser memperhatikan gerakan leher Ceira yang menegang dan jemarinya yang menyengkeram pisau makan dengan erat—sebuah kuda-kuda bertahan yang aneh bagi seorang anak kecil.

​Bibir Kaiser terangkat sangat tipis. Sebuah reaksi kepatuhan dan ketakutan dari Ceira yang mendadak terasa begitu memuaskan bagi insting gelapnya.

​"Audrey tidak perlu meminta maaf," ucap Kaiser dingin, memecahkan kesunyian meja makan. "Karena di rumah ini, tidak ada yang boleh menyentuh milik keluarga Sterling tanpa izin dariku."

​King yang duduk di sebelah Kaiser tertawa kecil, melirik kembarannya dengan sudut mata. "Kaiser benar, Ayah. Lagi pula, Ceira adalah adik kita. Siapa pun yang membuatnya celaka, harus membayar harganya."

​Nyonya Helena tersenyum terharu mendengar ucapan kedua putra kembarnya. "Kalian berdua memang kakak yang sangat menyayangi adiknya."

Penyayang dari mananya? yang ada terlihat obsesi di mata mereka, bagaikan predator. gumam batin Ceira dalam hati, keringat dingin mulai membasahi punggungnya.

​Ceira bisa merasakan dengan sangat jelas, baik

Kaiser maupun King sama sekali tidak menganggapnya sebagai adik yang harus dilindungi, melainkan sebagai barang milik yang tidak boleh diganggu oleh siapa pun.

​Malam itu, di bawah temaram lampu kristal mewah mansion Sterling, Ceira sadar bahwa usahanya untuk kabur dari dua gerhana ini tidak akan pernah berjalan mudah

Terpopuler

Comments

Restu

Restu

semangat Thor......lanjut

2026-08-05

1

lihat semua
Episodes
1 Jiwa Baru dan Dua Gerhana
2 Rencana Rahasia Ceira
3 Pertemuan Ceira dengan Protogonis dan Antagonis wanita.
4 Benih Kecemburuan dan Ancaman Tersembunyi
5 Sangkar Tanpa Tuan
6 Jejak Rahasia Sang Merpati
7 Bayangan di Balik Layar
8 Tanda di Leher Sang Kucing Kecil
9 BAB 9: Kurungan Tanpa Celah
10 Sangkar Emas Tanpa Jalan Keluar
11 Malam Pertama di Kandang Sang Pemangsa
12 Jerat Rantai Tersembunyi
13 Ciuman di Balik Kaca Gelap dan Senyum Beracun di Kampus
14 Badai di Koridor Kampus, Tamparan Telak, dan Tiga Sekutu Tak Terduga
15 Pukulan Telak Sang Primadona dan Ujian di Tengah Malam
16 Bayang-Bayang di Balik Pintu, Sisi Lain Scarlett, dan Pertaruhan Tengah Malam
17 Jerat Sang Predator dan Sanksi Mutlak
18 Belenggu Candu dan Paksaan Sang Predator
19 Buku Nikah, Cemburu Buta, dan Badai Hasrat Pagi Hari
20 Pagi yang Beku dan Pertemuan di Koridor Kampus
21 Kepungan di Jam Istirahat dan Pesona Sang Alter Ego
22 Bayangan Pengintai dan Keputusan Sang Predator
23 Bayang-Bayang Menjelang Perjamuan Agung
24 Gaun Merah Darah dan Perangkap di Aula Megah
25 Tetesan Beracun di Balik Kekacauan
26 Permainan Balas Dendam Dimulai
27 Jeritan di Lorong Bawah Tanah
28 Bisikan di Balik Bayang-Bayang Gelap
29 Darah di Atas Semen Dingin
30 Bayangan di Ujung Fajar
31 Simfoni Kematian di Pelabuhan Utara
32 Runtuhnya Singgasana Sang Penguasa Palsu
33 Warisan Darah di Puing-Puing Kerajaan
34 Bayangan di Balik Pintu Besi
35 Malam Penjemputan di Pelabuhan Lama
Episodes

Updated 35 Episodes

1
Jiwa Baru dan Dua Gerhana
2
Rencana Rahasia Ceira
3
Pertemuan Ceira dengan Protogonis dan Antagonis wanita.
4
Benih Kecemburuan dan Ancaman Tersembunyi
5
Sangkar Tanpa Tuan
6
Jejak Rahasia Sang Merpati
7
Bayangan di Balik Layar
8
Tanda di Leher Sang Kucing Kecil
9
BAB 9: Kurungan Tanpa Celah
10
Sangkar Emas Tanpa Jalan Keluar
11
Malam Pertama di Kandang Sang Pemangsa
12
Jerat Rantai Tersembunyi
13
Ciuman di Balik Kaca Gelap dan Senyum Beracun di Kampus
14
Badai di Koridor Kampus, Tamparan Telak, dan Tiga Sekutu Tak Terduga
15
Pukulan Telak Sang Primadona dan Ujian di Tengah Malam
16
Bayang-Bayang di Balik Pintu, Sisi Lain Scarlett, dan Pertaruhan Tengah Malam
17
Jerat Sang Predator dan Sanksi Mutlak
18
Belenggu Candu dan Paksaan Sang Predator
19
Buku Nikah, Cemburu Buta, dan Badai Hasrat Pagi Hari
20
Pagi yang Beku dan Pertemuan di Koridor Kampus
21
Kepungan di Jam Istirahat dan Pesona Sang Alter Ego
22
Bayangan Pengintai dan Keputusan Sang Predator
23
Bayang-Bayang Menjelang Perjamuan Agung
24
Gaun Merah Darah dan Perangkap di Aula Megah
25
Tetesan Beracun di Balik Kekacauan
26
Permainan Balas Dendam Dimulai
27
Jeritan di Lorong Bawah Tanah
28
Bisikan di Balik Bayang-Bayang Gelap
29
Darah di Atas Semen Dingin
30
Bayangan di Ujung Fajar
31
Simfoni Kematian di Pelabuhan Utara
32
Runtuhnya Singgasana Sang Penguasa Palsu
33
Warisan Darah di Puing-Puing Kerajaan
34
Bayangan di Balik Pintu Besi
35
Malam Penjemputan di Pelabuhan Lama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!