Pertemuan Ceira dengan Protogonis dan Antagonis wanita.

Semingguu kemudian, aula utama Kediaman Sterling disulap menjadi tempat jamuan teh privat yang sangat elegan. Kilau perak dari peralatan teh bangsawan memantulkan cahaya siang yang lembut.

​Hari ini adalah hari kedatangan keluarga Audrey—sang Pemeran Utama Wanita dalam novel asli yang secara resmi telah dijodohkan dan ditunangkan dengan Sterling bersaudara melalui perjanjian bisnis keluarga besar mereka.

​Ceira duduk di salah satu sofa tunggal berlapis beludru. Ia mengenakan gaun terusan berwarna krem yang simpel namun anggun. Di seberangnya, duduk dua gadis kecil seusianya. Audrey, si gadis berambut pirang ikal dengan mata biru jernih yang memancarkan kepolosan, dan Clara, putri keluarga bangsawan lain yang dalam alur novel memegang peran sebagai sang Antagonis.

​"Ceira... aku benar-benar minta maaf atas kejadian di kolam renang waktu itu," ucap Audrey dengan nada suara bergetar, matanya berkaca-kaca menatap Ceira. "Aku tidak sengaja tersenggol Clara dan malah mendorongmu..."

​"Iya, Ceira! Itu murni kecelakaan, aku tidak bermaksud mendorong Audrey!" sela Clara cepat, raut wajahnya panik karena takut disalahkan oleh keluarga Sterling.

​Ceira menatap kedua gadis di hadapannya dengan raut tenang.

​Sebagai mantan anak panti asuhan yang kenyang dengan tipu daya jalanan, Ceira bisa membaca dengan jelas ekspresi mereka. Audrey memang terlihat polos di luar sebagai tunangan resmi si kembar, sementara Clara memendam rasa iri sekaligus ketakutan besar pada status keluarga Sterling.

​"Tidak apa-apa, Audrey. Clara. Aku sudah sembuh total," jawab Ceira pendek, mengulas senyum tipis yang sopan.

​Ia sengaja memutar cangkir tehnya, tidak ingin memperpanjang drama anak-anak ini. Di dalam benaknya, Ceira hanya ingin acara jamuan teh ini cepat selesai agar ia bisa kembali ke kamarnya untuk memeriksa transaksi aset kripto hasil hacking semalam.

​"Kamu... beneran tidak marah pada kami?" tanya Audrey ragu, matanya berbinar melihat kepasrahan Ceira.

​"Sama sekali tidak," balasan Ceira datar.

​Namun, sebelum Audrey sempat membalas, langkah kaki yang mantap dan teratur bergema di koridor marmer. Suasana santai di aula utama seketika membeku.

​Aura dingin yang sangat familier menyeruak masuk ke ruangan, membuat bulu kuduk ketiga gadis itu berdiri.

​Kaiser dan King melangkah masuk. Kedekatan usia mereka yang baru menginjak belas kasihan tidak mengurangi aura dominasi yang memancar dari tubuh keduanya. Setelan kemeja formal tanpa cela dan tatapan mata mereka yang tajam langsung mengunci atmosfer ruangan.

​"Wah, kelihatannya pesta teh kalian sangat menyenangkan," sapa King dengan senyuman miring di bibirnya.

​Langkah kaki King terhenti di samping kursi Ceira. Tanpa ragu, tangan kanan King terulur, jemarinya mengusap puncak kepala Ceira dengan gerakan yang terkesan mengayomi—namun cengkeramannya pada helai rambut Ceira terasa sedikit terlalu erat, seolah menandai wilayah.

​Di sisi lain, Kaiser berjalan tanpa suara hingga berdiri tepat di belakang sofa tempat Ceira duduk.

Bayangan tubuh tinggi Kaiser menutupi tubuh mungil Ceira dari cahaya matahari siang.

​Mata biru Audrey berbinar saat menatap dua pangeran kembar Sterling yang merupakan tunangannya tersebut. Sesuai perjanjian keluarga, Audrey merasa berhak atas perhatian kedua bocah kembar itu.

​"Tuan Muda Kaiser, Tuan Muda King... aku baru saja meminta maaf pada Ceira," ucap Audrey lembut, mencoba menarik perhatian tunangannya dengan senyuman manis.

​Namun, Kaiser sama sekali tidak melirik ke arah Audrey. Mata hitam pekatnya hanya tertuju lurus pada Ceira dari atas sofa.

​"Kamu terlalu baik, Kucing kecil," suara Kaiser terdengar dingin dan berat, menggema tepat di atas kepala Ceira. "Orang yang membuatmu jatuh ke kolam tidak pantas dimaafkan hanya dengan sepatah kata."

​Deg.

​Tubuh Clara gemetar hebat mendengar sindiran dingin Kaiser, sementara wajah Audrey memucat kaku. Ada kilatan rasa tidak terima dan cemburu yang mulai bertunas di mata biru Audrey saat melihat tunangannya justru mengabaikannya demi membela adik angkat mereka.

​Ceira menelan ludah dengan susah payah. Sentuhan tangan King di kepalanya dan keberadaan Kaiser yang berdiri tepat di belakang punggungnya membuat seluruh saraf tubuh Ceira menegang otomatis.

​Naluri petinjunya berteriak panik. Keberaniannya yang biasa luntur seketika. Tubuh Ceira mendadak ciut, kaku seperti patung di antara jepitan dua penguasa ini.

​Tunggu... bukankah di alur novel asli posesif si kembar, seharunya si kembar sangat posesif dan terobsesi pada Audrey sebagai tunangan mereka? Kenapa mereka malah mengabaikan Audrey begitu saja? batin Ceira penuh pertanyaan.

​King menundukkan badannya, menyejajarkan wajah tampannya di samping telinga Ceira. "Adik kecil kita ini terlalu rapuh, Kaiser. Jika tidak kita awasi, dia bisa dimanfaatkan oleh orang asing lagi."

​Napas hangat King yang menerpa leher Ceira membuat gadis itu merinding ketakutan. Ceira mengepalkan jemarinya di atas pangkuan, berusaha mati-matian menahan tubuhnya agar tidak gemetar secara kentara.

kenapa seakan-akan mereka posesif kepadaku? batinnya kembali berkecamuk.

​"Permisi... Tuan Muda Sterling," sela pelayan pribadi yang tiba-tiba mendekat dengan wajah pucat. "Tuan Besar meminta Anda berdua ke ruang kerja sekarang. Ada dokumen penting terkait aset almarhum Kakek dari luar negeri yang harus ditandatangani."

​Mendengar kata Kakek dan luar negeri, mata perak King memicing tajam. Sementara itu, aura di sekitar Kaiser seketika mengeras—sebuah respon otomatis dari Zero dan Lucid yang mulai mengendus takhta kekuasaan besar di depan mata mereka.

​Kaiser akhirnya menarik pandangannya dari Ceira. Tangannya menyentuh bahu Ceira sejenak, meremasnya pelan namun penuh ancaman pelak.

​"Kami harus pergi sebentar, Kucing kecil," bisik Kaiser dingin. "Jangan pergi ke mana-mana tanpa izin kami."

​"I-iya, Kak Kaiser," jawab Ceira patuh dengan nada suara terhalus yang bisa ia keluarkan, menundukkan kepalanya dalam-dalam sampai kedua kembar itu berbalik dan melangkah pergi meninggalkan aula.

​Begitu figur Kaiser dan King menghilang di balik pintu besar, Ceira menghela napas panjang yang sejak tadi tertahan di tenggorokannya. Keringat dingin membasahi pelipisnya.

​Di seberangnya, Audrey menatap Ceira dengan tatapan yang tak lagi polos. Ada gurat kecemburuan mendalam dari seorang tunangan yang merasa posisinya terancam. "Ceira... kakak-kakakmu sangat protektif padamu, ya?"

​Ceira mengusap tengkuknya yang terasa dingin, lalu mengulas senyum tipis yang penuh kepahitan.

Protektif? batin Ceira sinis. Ini bukan protektif. Ini adalah sangkar.

​Namun di balik ketakutannya, otak jenius Ceira menangkap celah besar dari pembicaraan pelayan tadi. Aset kakek dari luar negeri.

​Artinya, momen yang ia tunggu-tunggu—saat di mana si kembar harus meninggalkan negara ini untuk memegang kendali perusahaan mendiang kakek mereka—sudah semakin dekat.

​Pergilah ke luar negeri secepatnya. Doa Ceira dalam hati dengan penuh harap. Pergi dan biarkan aku menghirup udara bebas. Ceira tersenyum tipis.

Terpopuler

Comments

Restu

Restu

lanjut........

2026-08-05

1

Syadza

Syadza

lanjut secepatnya dongs🥰
Semangat

2026-08-03

1

lihat semua
Episodes
1 Jiwa Baru dan Dua Gerhana
2 Rencana Rahasia Ceira
3 Pertemuan Ceira dengan Protogonis dan Antagonis wanita.
4 Benih Kecemburuan dan Ancaman Tersembunyi
5 Sangkar Tanpa Tuan
6 Jejak Rahasia Sang Merpati
7 Bayangan di Balik Layar
8 Tanda di Leher Sang Kucing Kecil
9 BAB 9: Kurungan Tanpa Celah
10 Sangkar Emas Tanpa Jalan Keluar
11 Malam Pertama di Kandang Sang Pemangsa
12 Jerat Rantai Tersembunyi
13 Ciuman di Balik Kaca Gelap dan Senyum Beracun di Kampus
14 Badai di Koridor Kampus, Tamparan Telak, dan Tiga Sekutu Tak Terduga
15 Pukulan Telak Sang Primadona dan Ujian di Tengah Malam
16 Bayang-Bayang di Balik Pintu, Sisi Lain Scarlett, dan Pertaruhan Tengah Malam
17 Jerat Sang Predator dan Sanksi Mutlak
18 Belenggu Candu dan Paksaan Sang Predator
19 Buku Nikah, Cemburu Buta, dan Badai Hasrat Pagi Hari
20 Pagi yang Beku dan Pertemuan di Koridor Kampus
21 Kepungan di Jam Istirahat dan Pesona Sang Alter Ego
22 Bayangan Pengintai dan Keputusan Sang Predator
23 Bayang-Bayang Menjelang Perjamuan Agung
24 Gaun Merah Darah dan Perangkap di Aula Megah
25 Tetesan Beracun di Balik Kekacauan
26 Permainan Balas Dendam Dimulai
27 Jeritan di Lorong Bawah Tanah
28 Bisikan di Balik Bayang-Bayang Gelap
29 Darah di Atas Semen Dingin
30 Bayangan di Ujung Fajar
31 Simfoni Kematian di Pelabuhan Utara
32 Runtuhnya Singgasana Sang Penguasa Palsu
33 Warisan Darah di Puing-Puing Kerajaan
34 Bayangan di Balik Pintu Besi
35 Malam Penjemputan di Pelabuhan Lama
Episodes

Updated 35 Episodes

1
Jiwa Baru dan Dua Gerhana
2
Rencana Rahasia Ceira
3
Pertemuan Ceira dengan Protogonis dan Antagonis wanita.
4
Benih Kecemburuan dan Ancaman Tersembunyi
5
Sangkar Tanpa Tuan
6
Jejak Rahasia Sang Merpati
7
Bayangan di Balik Layar
8
Tanda di Leher Sang Kucing Kecil
9
BAB 9: Kurungan Tanpa Celah
10
Sangkar Emas Tanpa Jalan Keluar
11
Malam Pertama di Kandang Sang Pemangsa
12
Jerat Rantai Tersembunyi
13
Ciuman di Balik Kaca Gelap dan Senyum Beracun di Kampus
14
Badai di Koridor Kampus, Tamparan Telak, dan Tiga Sekutu Tak Terduga
15
Pukulan Telak Sang Primadona dan Ujian di Tengah Malam
16
Bayang-Bayang di Balik Pintu, Sisi Lain Scarlett, dan Pertaruhan Tengah Malam
17
Jerat Sang Predator dan Sanksi Mutlak
18
Belenggu Candu dan Paksaan Sang Predator
19
Buku Nikah, Cemburu Buta, dan Badai Hasrat Pagi Hari
20
Pagi yang Beku dan Pertemuan di Koridor Kampus
21
Kepungan di Jam Istirahat dan Pesona Sang Alter Ego
22
Bayangan Pengintai dan Keputusan Sang Predator
23
Bayang-Bayang Menjelang Perjamuan Agung
24
Gaun Merah Darah dan Perangkap di Aula Megah
25
Tetesan Beracun di Balik Kekacauan
26
Permainan Balas Dendam Dimulai
27
Jeritan di Lorong Bawah Tanah
28
Bisikan di Balik Bayang-Bayang Gelap
29
Darah di Atas Semen Dingin
30
Bayangan di Ujung Fajar
31
Simfoni Kematian di Pelabuhan Utara
32
Runtuhnya Singgasana Sang Penguasa Palsu
33
Warisan Darah di Puing-Puing Kerajaan
34
Bayangan di Balik Pintu Besi
35
Malam Penjemputan di Pelabuhan Lama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!