Bab 2: Kekuatan Sutra Naga

​Malam semakin larut. Hujan telah sepenuhnya berhenti, menyisakan hawa dingin yang menusuk tulang di udara Kota Daun Gugur.

​Ye Xuan berjalan tertatih namun dengan punggung yang tegak lurus menuju kediamannya. Tempat itu terletak di sudut paling terpencil di wilayah Klan Ye. Sebuah halaman kecil yang dipenuhi gulma dan pondok kayu reyot—sangat kontras dengan paviliun mewah yang ia tempati tiga tahun lalu saat masih menjadi "Jenius Nomor Satu".

​Begitu menutup pintu kayu yang berderit, Ye Xuan duduk bersila di atas ranjang usangnya. Ia menutup mata dan memfokuskan pikirannya ke dalam tubuh.

​Di tempat dantian-nya yang dulu hancur, kini terdapat sebuah pusaran hitam kecil yang berputar perlahan. Setiap kali pusaran itu berputar, energi spiritual (Qi) dari udara sekitarnya ditarik masuk, memperkuat meridian dan organ dalamnya.

​"Sutra Naga Pelahap Langit..." gumam Ye Xuan takjub.

​Di Benua Langit Azure, seorang kultivator di Alam Kondensasi Qi Tingkat 4 biasanya hanya memiliki kekuatan fisik sekitar seribu kati (sekitar 500 kg). Namun, Ye Xuan merasa tubuhnya dipenuhi tenaga yang meledak-ledak.

​Ia tiba-tiba membuka mata, bangkit, dan melemparkan sebuah pukulan lurus ke udara kosong.

​ZAAASH!

​Udara di depannya bergetar hebat, menghasilkan suara ledakan kecil seperti cambuk yang dilecutkan.

​"Lima ribu kati!" Mata Ye Xuan berbinar tajam. "Kekuatan fisikku saat ini setara dengan kultivator Alam Kondensasi Qi Tingkat 7! Jika aku menggunakan teknik bela diri, bahkan Tingkat 8 pun bisa kubunuh dalam satu pukulan!"

​Inilah kengerian sejati dari teknik primordial. Tubuhnya sedang dibentuk ulang menjadi fisik seekor naga sejati. Namun, suara berat dari Master Naga di dalam liontinnya tiba-tiba menyela pikirannya.

​"Jangan cepat berpuas diri, Bocah. Sutra Naga Pelahap Langit memang sangat kuat, tapi kekurangannya sangat mematikan: teknik ini membutuhkan sumber daya energi sepuluh hingga dua puluh kali lipat lebih banyak daripada teknik kultivasi biasa. Hanya dengan mengandalkan Qi tipis di udara, kau tidak akan pernah mencapai Alam Pembentukan Fondasi."

​Ye Xuan mengangguk paham. Ia mengambil sebuah kotak kayu kecil dari bawah bantalnya. Di dalamnya terdapat sebuah Batu Spiritual Tingkat Rendah yang kusam—jatah bulanannya dari klan yang dipotong habis-habisan oleh para tetua.

​Baru saja ia hendak menyerap batu tersebut, sebuah suara keras memecah kesunyian malam.

​BRAK!

​Pintu pondok kayunya ditendang hingga engselnya lepas dan hancur berkeping-keping.

​Seorang pria bertubuh gempal dengan wajah arogan melangkah masuk, mengibaskan debu dari pakaian pelayannya yang mewah. Di tangannya terdapat sebuah lampion. Ia adalah Ye Gou, salah satu pelayan pribadi sekaligus "anjing penjilat" setia Ye Lang.

​"Ck, ck, ck. Tuan Muda Ye Lang bilang kau pasti sudah mati kedinginan di pelataran batu. Ternyata nyawamu setebal kecoak, Ye Xuan!" ejek Ye Gou sambil meludah ke lantai.

​Ye Xuan tidak bergerak dari ranjangnya. Tatapannya sedingin es saat ia menatap pelayan itu. "Siapa yang mengizinkanmu masuk ke kamarku, Anjing?"

​Mendengar sebutan 'Anjing', wajah Ye Gou memerah karena marah. "Beraninya kau, Sampah! Kau pikir kau masih Tuan Muda yang dulu?! Sekarang, serahkan jatah Batu Spiritual bulananmu padaku! Tuan Muda Ye Lang akan menggunakannya sebagai makanan burung peliharaannya besok."

​Ye Gou melepaskan auranya. Alam Kondensasi Qi Tingkat 3. Untuk seorang pelayan, tingkat kultivasi ini cukup lumayan. Dulu, ia bahkan tidak berani menatap mata Ye Xuan, namun sekarang ia berani merampoknya terang-terangan.

​Melihat Ye Xuan diam saja, Ye Gou tersenyum sinis dan melangkah maju, tangannya menjulur untuk mencengkeram kerah baju Ye Xuan. "Karena kau tidak mau memberikannya baik-baik, aku akan mematahkan kakimu sekalian dan mengambilnya sendi—"

​WUSSH!

​Sebelum tangan gemuk Ye Gou sempat menyentuh pakaiannya, Ye Xuan bergerak. Kecepatannya seperti kilat. Tangan kanannya melesat dan mencengkeram pergelangan tangan Ye Gou layaknya catut besi.

​"A-apa yang—" Mata Ye Gou terbelalak ngeri. Ia mencoba menarik tangannya, namun cengkeraman Ye Xuan tidak bergeming sedikit pun, seolah tangannya dijepit oleh sebuah gunung.

​"Kau sangat suka mematahkan kaki orang lain?" bisik Ye Xuan dengan nada mematikan.

​Tanpa memberikan kesempatan Ye Gou untuk merespons, pusaran hitam di dantian Ye Xuan berputar cepat. Sutra Naga Pelahap Langit aktif secara naluriah!

​Ssss!

​"AAARRRGGHH!"

​Ye Gou menjerit histeris. Ia merasakan energi spiritual di dalam dantian-nya tersedot keluar secara paksa melalui pergelangan tangannya, mengalir deras ke dalam tubuh Ye Xuan. Otot-ototnya menyusut, dan wajahnya menjadi pucat pasi.

​Hanya dalam tiga detik, seluruh kultivasi Tingkat 3 milik Ye Gou habis dihisap tak bersisa!

​"T-tolong... ampuni aku... Tuan Muda Ye Xuan... ampun!" Ye Gou jatuh berlutut di lantai, tubuhnya gemetar hebat. Ia kini hanyalah manusia biasa yang cacat tanpa Qi. Tatapannya ke arah Ye Xuan bukan lagi ejekan, melainkan ketakutan layaknya melihat iblis dari neraka.

​Ye Xuan melepaskan tangannya dengan jijik. Qi milik Ye Gou terlalu kotor dan tidak murni, pusaran naganya secara otomatis menyaring kotoran itu dan hanya menyerap secuil energi murni, nyaris tidak meningkatkan kultivasi Ye Xuan sama sekali.

​"Kembali dan beri tahu majikanmu," ucap Ye Xuan sambil menendang tubuh Ye Gou hingga terlempar keluar dari pintu yang hancur. "Turnamen Bela Diri Kota Daun Gugur tinggal satu bulan lagi. Suruh dia mencuci lehernya bersih-bersih, karena aku sendiri yang akan memenggalnya di atas arena."

​Ye Gou terbatuk darah, tidak berani mengucapkan sepatah kata pun, lalu merangkak pergi menjauh dalam kegelapan malam dengan panik.

​Kembali ke dalam kamarnya, Ye Xuan menggenggam Batu Spiritual Tingkat Rendah di tangannya. Ia mengaktifkan pusaran di tubuhnya, dan dalam sekejap mata, batu spiritual itu hancur menjadi debu putih.

​Energinya telah habis dihisap, namun itu seperti setetes air di lautan bagi dantian Ye Xuan. Ia belum bisa menembus ke Tingkat 5.

​"Tampaknya jatah bulanan klan maupun Qi dari sampah tingkat rendah tidak akan cukup untuk menopang pelatihanku," gumam Ye Xuan sambil menatap debu di telapak tangannya.

​Ia menoleh ke arah jendela yang terbuka. Di kejauhan, di luar tembok Kota Daun Gugur, terlihat siluet pegunungan gelap yang menjulang tinggi, diselimuti kabut tebal yang misterius.

​Itu adalah Hutan Binatang Iblis. Tempat di mana kematian dan kekayaan hidup berdampingan. Di sana terdapat banyak ramuan spiritual kuno dan Binatang Iblis tingkat tinggi yang memiliki Inti Iblis—sumber energi yang jauh lebih kaya dan brutal daripada Batu Spiritual biasa.

​"Satu bulan menuju turnamen. Hutan Binatang Iblis adalah satu-satunya tempat bagiku untuk berlatih dan mengumpulkan sumber daya," putus Ye Xuan.

Episodes
1 Bab 1: Kejatuhan Sang Jenius
2 Bab 2: Kekuatan Sutra Naga
3 Bab 3: Hukum Rimba dan Darah Serigala
4 Bab 4: Teratai Jiwa Es dan Bayangan Kematian
5 Bab 5: Cincin Penyimpanan dan Kesepakatan Dingin
6 Bab 6: Gua Tersembunyi dan Penawar Hawa Yin
7 Bab 7: Kepulangan Sang Sampah
8 Bab 8: Turnamen Dimulai dan Keangkuhan Klan Su
9 Bab 9: Pukulan Penghancur Kesombongan
10 Bab 10: Hutang Darah Dibayar Darah
11 Bab 11: Benturan Fondasi dan Utusan dari Awan
12 Bab 12: Kesombongan Semut dan Jalan Darah
13 Bab 13: Lelang Gelap dan Darah Gagak Emas
14 Bab 14: Pembantaian di Hutan Mati dan Api Gagak Emas
15 Bab 15: Penempaan Tulang Emas dan Terobosan Fondasi
16 Bab 16: Gerbang Awan Azure dan Tangga Kematian
17 Bab 17: Menghancurkan Formasi dan Pembuktian di Puncak Awan
18 Bab 18: Tunduknya Sang Penatua
19 Bab 19: Puncak Inti dan Kedengkian yang Terselubung
20 Bab 20: Pusaka Rongsokan dan Kemarahan Naga
21 Bab 21: Beban Kekuatan dan Batas Sang Naga
22 Bab 22: Aula Sumber Daya dan Intimidasi Tanpa Suara
23 Bab 23: Lembah Celah Vulkanik dan Ayunan Sempurna
24 Bab 24: Api Hitam Keemasan
25 Bab 25: Tengkorak Ular dan Langkah Guntur Sembilan Bayangan
26 Bab 26: Badai di Arena dan Bayangan Guntur
27 Bab 27: Inti Emas Palsu dan Terbukanya Sang Tombak Kematian
28 Bab 28: Keadilan Puncak Awan dan Runtuhnya Sang Penguasa
29 Bab 29: Pecahan Benua Kuno dan Pertemuan Tiga Sekte
30 Bab 30: Gravitasi Purba dan Ujian Pertama
31 Bab 31: Teratai Darah Purba dan Taktik Sang Nelayan
32 Bab 32: Pemurnian Teratai Darah dan Arogansi Sekte Pedang
33 Bab 33: Pembantaian di Bawah Kabut dan Pedang yang Patah
34 Bab 34: Kuil Darah Purba dan Ritual Pengorbanan
35 Bab 35: Pembantaian di Altar
36 Bab 36: Kuil Yin-Yang dan Penjaga Elemen Kembar
37 Bab 37: Pilar Emas Kuno dan Turunnya Sang Penguasa Pedang
38 Bab 38: Hati Pedang yang Retak dan Api Kemutlakan
39 Bab 39: Tekanan Takhta Kuno dan Peringatan Sang Sisa Jiwa
40 Bab 40: Murka Dua Sekte dan Pelindung Langit Azure
41 Bab 41: Puncak Renungan Surgawi
42 Bab 42: Ukiran Tulang Iblis
43 Bab 43: Pemanasan Berdarah dan Ujian Array Sisik Bintang
44 Bab 44: Tarian Kematian dan Penguasa Medan Perang
45 Bab 45: Kota Bintang Jatuh dan Gerbang Darah
46 Bab 46: Badai di Paviliun Bintang
47 Bab 47: Dekrit Penguasa Kota
48 Bab 48: Arena Puncak
49 Bab 49: Taktik Kelelahan
50 Bab 50: Mayat Darah Besi
51 Bab 51: Turunnya Sang Putra Darah
52 Bab 52: Inkarnasi Asura Darah
53 Bab 53: Benturan Dua Puncak
54 Bab 54: Satu Pedang Pemutus Cakrawala
55 Bab 55: Ujian Tekad
56 Bab 56: Malam Pemulihan
57 Bab 57: Pengkhianatan di Bawah Bulan
58 Bab 58: Misteri Pangeran Ketiga
59 Bab 59: Paradoks Yin-Yang
60 Bab 60: Runtuhnya Nyali
61 Bab 61: Kepulangan Sang Penakluk
62 Bab 62: Gua Inti Naga
63 Bab 63: Memadatkan Fondasi
64 Hujan Darah di Perbatasan
65 Cangkang Inti Emas
66 Bantuan Berdarah
67 Bayangan Serigala di Bawah Badai Magnetik
68 Gurun yang Membisu
69 Kutukan Tulang dan Api yang Membara
70 Tekanan Raja Serigala
71 Anomali Inti Magnetik dan Tarian Kematian
72 Benang Pengendali dan Tarian Api di Tengah Tulang
73 Kebangkitan Sang Totem Kuno
74 Akhir dari Serigala dan Gerbang Kota Pasir Berdarah
75 Perjanjian di Atas Cangkir Teh
76 Tikaman Bayangan dan Amukan Tombak Hitam
77 Paviliun Kematian Emas dan Penyatuan Peta Purba
78 Pelelangan Darah dan Ancaman Tetua Bayangan
79 Malam Perburuan dan Teror Inti Emas Sejati
80 Domain Bayangan Mutlak
81 Rampasan Tetua Bayangan
82 Terjun ke Dalam Kehampaan
83 Gerbang Perunggu Kuno
84 Hutan Gravitasi Mutlak dan Amukan Kera Lengan Baja
85 Tempat Suci Akar Raksasa
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1: Kejatuhan Sang Jenius
2
Bab 2: Kekuatan Sutra Naga
3
Bab 3: Hukum Rimba dan Darah Serigala
4
Bab 4: Teratai Jiwa Es dan Bayangan Kematian
5
Bab 5: Cincin Penyimpanan dan Kesepakatan Dingin
6
Bab 6: Gua Tersembunyi dan Penawar Hawa Yin
7
Bab 7: Kepulangan Sang Sampah
8
Bab 8: Turnamen Dimulai dan Keangkuhan Klan Su
9
Bab 9: Pukulan Penghancur Kesombongan
10
Bab 10: Hutang Darah Dibayar Darah
11
Bab 11: Benturan Fondasi dan Utusan dari Awan
12
Bab 12: Kesombongan Semut dan Jalan Darah
13
Bab 13: Lelang Gelap dan Darah Gagak Emas
14
Bab 14: Pembantaian di Hutan Mati dan Api Gagak Emas
15
Bab 15: Penempaan Tulang Emas dan Terobosan Fondasi
16
Bab 16: Gerbang Awan Azure dan Tangga Kematian
17
Bab 17: Menghancurkan Formasi dan Pembuktian di Puncak Awan
18
Bab 18: Tunduknya Sang Penatua
19
Bab 19: Puncak Inti dan Kedengkian yang Terselubung
20
Bab 20: Pusaka Rongsokan dan Kemarahan Naga
21
Bab 21: Beban Kekuatan dan Batas Sang Naga
22
Bab 22: Aula Sumber Daya dan Intimidasi Tanpa Suara
23
Bab 23: Lembah Celah Vulkanik dan Ayunan Sempurna
24
Bab 24: Api Hitam Keemasan
25
Bab 25: Tengkorak Ular dan Langkah Guntur Sembilan Bayangan
26
Bab 26: Badai di Arena dan Bayangan Guntur
27
Bab 27: Inti Emas Palsu dan Terbukanya Sang Tombak Kematian
28
Bab 28: Keadilan Puncak Awan dan Runtuhnya Sang Penguasa
29
Bab 29: Pecahan Benua Kuno dan Pertemuan Tiga Sekte
30
Bab 30: Gravitasi Purba dan Ujian Pertama
31
Bab 31: Teratai Darah Purba dan Taktik Sang Nelayan
32
Bab 32: Pemurnian Teratai Darah dan Arogansi Sekte Pedang
33
Bab 33: Pembantaian di Bawah Kabut dan Pedang yang Patah
34
Bab 34: Kuil Darah Purba dan Ritual Pengorbanan
35
Bab 35: Pembantaian di Altar
36
Bab 36: Kuil Yin-Yang dan Penjaga Elemen Kembar
37
Bab 37: Pilar Emas Kuno dan Turunnya Sang Penguasa Pedang
38
Bab 38: Hati Pedang yang Retak dan Api Kemutlakan
39
Bab 39: Tekanan Takhta Kuno dan Peringatan Sang Sisa Jiwa
40
Bab 40: Murka Dua Sekte dan Pelindung Langit Azure
41
Bab 41: Puncak Renungan Surgawi
42
Bab 42: Ukiran Tulang Iblis
43
Bab 43: Pemanasan Berdarah dan Ujian Array Sisik Bintang
44
Bab 44: Tarian Kematian dan Penguasa Medan Perang
45
Bab 45: Kota Bintang Jatuh dan Gerbang Darah
46
Bab 46: Badai di Paviliun Bintang
47
Bab 47: Dekrit Penguasa Kota
48
Bab 48: Arena Puncak
49
Bab 49: Taktik Kelelahan
50
Bab 50: Mayat Darah Besi
51
Bab 51: Turunnya Sang Putra Darah
52
Bab 52: Inkarnasi Asura Darah
53
Bab 53: Benturan Dua Puncak
54
Bab 54: Satu Pedang Pemutus Cakrawala
55
Bab 55: Ujian Tekad
56
Bab 56: Malam Pemulihan
57
Bab 57: Pengkhianatan di Bawah Bulan
58
Bab 58: Misteri Pangeran Ketiga
59
Bab 59: Paradoks Yin-Yang
60
Bab 60: Runtuhnya Nyali
61
Bab 61: Kepulangan Sang Penakluk
62
Bab 62: Gua Inti Naga
63
Bab 63: Memadatkan Fondasi
64
Hujan Darah di Perbatasan
65
Cangkang Inti Emas
66
Bantuan Berdarah
67
Bayangan Serigala di Bawah Badai Magnetik
68
Gurun yang Membisu
69
Kutukan Tulang dan Api yang Membara
70
Tekanan Raja Serigala
71
Anomali Inti Magnetik dan Tarian Kematian
72
Benang Pengendali dan Tarian Api di Tengah Tulang
73
Kebangkitan Sang Totem Kuno
74
Akhir dari Serigala dan Gerbang Kota Pasir Berdarah
75
Perjanjian di Atas Cangkir Teh
76
Tikaman Bayangan dan Amukan Tombak Hitam
77
Paviliun Kematian Emas dan Penyatuan Peta Purba
78
Pelelangan Darah dan Ancaman Tetua Bayangan
79
Malam Perburuan dan Teror Inti Emas Sejati
80
Domain Bayangan Mutlak
81
Rampasan Tetua Bayangan
82
Terjun ke Dalam Kehampaan
83
Gerbang Perunggu Kuno
84
Hutan Gravitasi Mutlak dan Amukan Kera Lengan Baja
85
Tempat Suci Akar Raksasa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!