Bab 3: Hukum Rimba dan Darah Serigala

​Angin berhembus membawa aroma busuk dedaunan mati dan karat darah. Hutan Binatang Iblis terbentang bagaikan raksasa purba yang sedang tertidur lelap, dengan pepohonan raksasa yang tajuknya menutupi hampir seluruh cahaya bulan.

​Hanya mereka yang memiliki nyawa rangkap atau keputusasaan mendalam yang berani memasuki hutan ini sendirian di malam hari. Bagi Ye Xuan, tempat ini adalah surga sekaligus neraka yang akan menempanya kembali.

​Tiga hari telah berlalu sejak Ye Xuan meninggalkan Kota Daun Gugur. Selama itu pula, ia terus menembus area pinggiran hutan, menghindari kelompok tentara bayaran dan mencari mangsa yang sepadan.

​KRETEK...

​Langkah kaki Ye Xuan mematahkan ranting kering di tanah. Tubuhnya menegang, insting bertarungnya seketika menyala.

​Dari balik semak belukar setinggi dada manusia, sepasang mata merah menyala menatapnya dengan penuh rasa lapar. Seekor binatang buas seukuran sapi anakan perlahan melangkah keluar, memperlihatkan taring-taringnya yang meneteskan liur beracun. Bulunya sekaku jarum baja, dan cakar-cakarnya menggores tanah berbatu hingga meninggalkan bekas dalam.

​"Serigala Mata Darah..." Ye Xuan menyipitkan matanya.

​Ini adalah Binatang Iblis Tingkat 1 kelas menengah. Kekuatannya setara dengan kultivator manusia di Alam Kondensasi Qi Tingkat 6. Binatang ini terkenal dengan kecepatannya yang gila dan kulitnya yang sangat keras. Bagi kultivator biasa di Tingkat 4 seperti Ye Xuan, bertemu monster ini sendirian berarti mati.

​Namun, tidak ada sedikit pun ketakutan di wajah Ye Xuan. Sebaliknya, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman buas.

​"Mangsa yang sempurna."

​AWOOO!

​Serigala Mata Darah melolong, menganggap senyuman Ye Xuan sebagai provokasi. Kaki belakangnya menolak tanah, melesat ke depan bagaikan bayangan merah. Udara berdesir saat cakar tajamnya menebas ke arah leher Ye Xuan.

​Terlalu cepat bagi mata telanjang!

​Namun, di mata Ye Xuan yang telah diperkuat oleh Sutra Naga Pelahap Langit, gerakan serigala itu tampak melambat. Bukannya mundur untuk menghindar, Ye Xuan justru memajukan kaki kirinya, menanamkan kuda-kudanya kuat-kuat ke tanah.

​Pusaran hitam di dantian-nya berputar cepat, mengalirkan kekuatan ledakan ke tangan kanannya. Otot-otot lengannya mengembang, urat-urat menonjol seperti cacing tanah.

​"Mati!"

​Ye Xuan melemparkan pukulan lurus, tanpa menggunakan teknik seni bela diri apa pun. Hanya mengandalkan lima ribu kati kekuatan fisik murni!

​BAM!

​Tinju Ye Xuan berbenturan langsung dengan cakar Serigala Mata Darah. Terdengar suara ledakan udara yang memekakkan telinga, diikuti oleh bunyi retakan tulang yang mengerikan.

​Serigala yang buas itu mengeluarkan pekikan tertahan. Cakar depannya hancur berkeping-keping. Kekuatan mengerikan dari tinju Ye Xuan tidak berhenti di situ; gelombang serangannya merambat ke tubuh serigala, menghancurkan organ dalamnya dalam hitungan detik.

​Tubuh besar serigala itu terlempar ke belakang, menabrak batang pohon raksasa hingga pohon itu bergetar hebat, lalu jatuh ke tanah tak bernyawa. Darah segar mengalir dari mulut, hidung, dan telinganya.

​Satu pukulan. Pembunuhan instan!

​Ye Xuan menarik napas perlahan, menenangkan aliran Qi di tubuhnya. Ia menatap tinjunya sendiri dengan sedikit takjub. "Tubuhku sekarang sekeras besi spiritual. Jika aku bertarung melawan kultivator Tingkat 7 dari klan, aku pasti bisa meremukkan senjata mereka dengan tangan kosong."

​"Hmph, baru membunuh anjing cacat saja kau sudah bangga," suara dengusan arogan Master Naga terdengar di benaknya. "Jangan buang waktu, Bocah. Belah kepalanya dan ambil Inti Iblisnya. Darah dan energinya akan menguap jika kau terlalu lama!"

​Ye Xuan tersadar. Ia segera mencabut sebilah belati berburu dari pinggangnya, melangkah mendekati bangkai serigala itu, dan dengan cekatan membelah tengkoraknya. Dari dalam otak yang berlumuran darah, ia mengambil sebuah kristal seukuran ibu jari yang memancarkan cahaya merah kusam.

​Inti Iblis Tingkat 1.

​Bagi kultivator biasa, menyerap Inti Iblis secara langsung adalah tindakan bunuh diri. Energi di dalam Inti Iblis sangat liar, brutal, dan penuh dengan niat membunuh dari binatang buas. Mereka harus menjualnya ke Alkemis untuk dimurnikan menjadi pil terlebih dahulu.

​Namun, Ye Xuan tidak membutuhkan Alkemis.

​Ia duduk bersila di samping bangkai serigala, menggenggam Inti Iblis itu dengan kedua tangan.

​"Sutra Naga Pelahap Langit... Telan!"

​Pusaran hitam di dantian-nya seketika meledak dengan daya hisap yang mengerikan. Aliran energi merah yang brutal dan panas mengalir dari tangannya, masuk ke meridiannya bagaikan magma mendidih.

​Jika itu meridian kultivator biasa, mereka pasti sudah menjerit kesakitan dan meledak karena tidak mampu menahan kebrutalan energi itu. Tapi meridian Ye Xuan telah dibentuk ulang oleh kekuatan naga. Saat energi liar itu mencoba merusak tubuhnya, pusaran naga langsung menghancurkannya, melucuti niat membunuhnya, dan mengubahnya menjadi Qi murni yang sejinak air.

​BZZT!

​Hanya dalam waktu sepuluh tarikan napas, Inti Iblis di tangannya berubah menjadi abu putih yang tertiup angin.

​Di saat yang sama, tulang-tulang Ye Xuan berderak nyaring. Aura yang memancar dari tubuhnya tiba-tiba melonjak naik, menyapu dedaunan kering di sekitarnya.

​Alam Kondensasi Qi Tingkat 5!

​Mata Ye Xuan terbuka, kilatan cahaya emas melintas di pupil matanya. Ia mengepalkan tangan, merasakan kekuatan sepuluh ribu kati mengalir di nadinya.

​"Akhirnya menerobos," gumamnya puas. Hanya butuh satu Inti Iblis untuk mendorongnya dari Tingkat 4 ke Tingkat 5. "Jika aku bisa memburu puluhan Binatang Iblis Tingkat 1 atau beberapa Tingkat 2, aku akan mencapai Tingkat 9 sebelum turnamen dimulai!"

​Baru saja ia hendak berdiri untuk melanjutkan perburuan, telinganya menangkap sebuah suara samar dari kejauhan.

​TRANG! CLASH! BOOM!

​Itu bukan suara pertarungan antar binatang buas. Itu adalah suara benturan senjata logam dan ledakan Qi yang sangat kuat. Ledakan itu cukup besar hingga menggetarkan tanah di bawah kaki Ye Xuan.

​"Arah jam dua dari posisimu, sekitar lima mil," ucap Master Naga. "Ada setidaknya tiga kultivator Alam Pembentukan Fondasi yang sedang bertarung habis-habisan. Auranya sangat tidak stabil."

​Alam Pembentukan Fondasi!

Di Kota Daun Gugur, seorang kultivator Alam Pembentukan Fondasi sudah cukup untuk menjadi Tetua Klan atau bahkan Patriark.

​Mata Ye Xuan menyipit. Hukum Hutan Binatang Iblis sangat sederhana: di mana ada pertempuran besar tingkat tinggi, di situ pasti ada harta karun yang sedang diperebutkan, atau ada pihak yang sedang sekarat dan siap dijarah.

​Menyadari peluang besar yang mungkin menunggunya, Ye Xuan menyembunyikan auranya hingga ke titik terendah.

Terpopuler

Comments

yos helmi

yos helmi

💪💪💪💪💪

2026-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kejatuhan Sang Jenius
2 Bab 2: Kekuatan Sutra Naga
3 Bab 3: Hukum Rimba dan Darah Serigala
4 Bab 4: Teratai Jiwa Es dan Bayangan Kematian
5 Bab 5: Cincin Penyimpanan dan Kesepakatan Dingin
6 Bab 6: Gua Tersembunyi dan Penawar Hawa Yin
7 Bab 7: Kepulangan Sang Sampah
8 Bab 8: Turnamen Dimulai dan Keangkuhan Klan Su
9 Bab 9: Pukulan Penghancur Kesombongan
10 Bab 10: Hutang Darah Dibayar Darah
11 Bab 11: Benturan Fondasi dan Utusan dari Awan
12 Bab 12: Kesombongan Semut dan Jalan Darah
13 Bab 13: Lelang Gelap dan Darah Gagak Emas
14 Bab 14: Pembantaian di Hutan Mati dan Api Gagak Emas
15 Bab 15: Penempaan Tulang Emas dan Terobosan Fondasi
16 Bab 16: Gerbang Awan Azure dan Tangga Kematian
17 Bab 17: Menghancurkan Formasi dan Pembuktian di Puncak Awan
18 Bab 18: Tunduknya Sang Penatua
19 Bab 19: Puncak Inti dan Kedengkian yang Terselubung
20 Bab 20: Pusaka Rongsokan dan Kemarahan Naga
21 Bab 21: Beban Kekuatan dan Batas Sang Naga
22 Bab 22: Aula Sumber Daya dan Intimidasi Tanpa Suara
23 Bab 23: Lembah Celah Vulkanik dan Ayunan Sempurna
24 Bab 24: Api Hitam Keemasan
25 Bab 25: Tengkorak Ular dan Langkah Guntur Sembilan Bayangan
26 Bab 26: Badai di Arena dan Bayangan Guntur
27 Bab 27: Inti Emas Palsu dan Terbukanya Sang Tombak Kematian
28 Bab 28: Keadilan Puncak Awan dan Runtuhnya Sang Penguasa
29 Bab 29: Pecahan Benua Kuno dan Pertemuan Tiga Sekte
30 Bab 30: Gravitasi Purba dan Ujian Pertama
31 Bab 31: Teratai Darah Purba dan Taktik Sang Nelayan
32 Bab 32: Pemurnian Teratai Darah dan Arogansi Sekte Pedang
33 Bab 33: Pembantaian di Bawah Kabut dan Pedang yang Patah
34 Bab 34: Kuil Darah Purba dan Ritual Pengorbanan
35 Bab 35: Pembantaian di Altar
36 Bab 36: Kuil Yin-Yang dan Penjaga Elemen Kembar
37 Bab 37: Pilar Emas Kuno dan Turunnya Sang Penguasa Pedang
38 Bab 38: Hati Pedang yang Retak dan Api Kemutlakan
39 Bab 39: Tekanan Takhta Kuno dan Peringatan Sang Sisa Jiwa
40 Bab 40: Murka Dua Sekte dan Pelindung Langit Azure
41 Bab 41: Puncak Renungan Surgawi
42 Bab 42: Ukiran Tulang Iblis
43 Bab 43: Pemanasan Berdarah dan Ujian Array Sisik Bintang
44 Bab 44: Tarian Kematian dan Penguasa Medan Perang
45 Bab 45: Kota Bintang Jatuh dan Gerbang Darah
46 Bab 46: Badai di Paviliun Bintang
47 Bab 47: Dekrit Penguasa Kota
48 Bab 48: Arena Puncak
49 Bab 49: Taktik Kelelahan
50 Bab 50: Mayat Darah Besi
51 Bab 51: Turunnya Sang Putra Darah
52 Bab 52: Inkarnasi Asura Darah
53 Bab 53: Benturan Dua Puncak
54 Bab 54: Satu Pedang Pemutus Cakrawala
55 Bab 55: Ujian Tekad
56 Bab 56: Malam Pemulihan
57 Bab 57: Pengkhianatan di Bawah Bulan
58 Bab 58: Misteri Pangeran Ketiga
59 Bab 59: Paradoks Yin-Yang
60 Bab 60: Runtuhnya Nyali
61 Bab 61: Kepulangan Sang Penakluk
62 Bab 62: Gua Inti Naga
63 Bab 63: Memadatkan Fondasi
64 Hujan Darah di Perbatasan
65 Cangkang Inti Emas
66 Bantuan Berdarah
67 Bayangan Serigala di Bawah Badai Magnetik
68 Gurun yang Membisu
69 Kutukan Tulang dan Api yang Membara
70 Tekanan Raja Serigala
71 Anomali Inti Magnetik dan Tarian Kematian
72 Benang Pengendali dan Tarian Api di Tengah Tulang
73 Kebangkitan Sang Totem Kuno
74 Akhir dari Serigala dan Gerbang Kota Pasir Berdarah
75 Perjanjian di Atas Cangkir Teh
76 Tikaman Bayangan dan Amukan Tombak Hitam
77 Paviliun Kematian Emas dan Penyatuan Peta Purba
78 Pelelangan Darah dan Ancaman Tetua Bayangan
79 Malam Perburuan dan Teror Inti Emas Sejati
80 Domain Bayangan Mutlak
81 Rampasan Tetua Bayangan
82 Terjun ke Dalam Kehampaan
83 Gerbang Perunggu Kuno
84 Hutan Gravitasi Mutlak dan Amukan Kera Lengan Baja
85 Tempat Suci Akar Raksasa
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1: Kejatuhan Sang Jenius
2
Bab 2: Kekuatan Sutra Naga
3
Bab 3: Hukum Rimba dan Darah Serigala
4
Bab 4: Teratai Jiwa Es dan Bayangan Kematian
5
Bab 5: Cincin Penyimpanan dan Kesepakatan Dingin
6
Bab 6: Gua Tersembunyi dan Penawar Hawa Yin
7
Bab 7: Kepulangan Sang Sampah
8
Bab 8: Turnamen Dimulai dan Keangkuhan Klan Su
9
Bab 9: Pukulan Penghancur Kesombongan
10
Bab 10: Hutang Darah Dibayar Darah
11
Bab 11: Benturan Fondasi dan Utusan dari Awan
12
Bab 12: Kesombongan Semut dan Jalan Darah
13
Bab 13: Lelang Gelap dan Darah Gagak Emas
14
Bab 14: Pembantaian di Hutan Mati dan Api Gagak Emas
15
Bab 15: Penempaan Tulang Emas dan Terobosan Fondasi
16
Bab 16: Gerbang Awan Azure dan Tangga Kematian
17
Bab 17: Menghancurkan Formasi dan Pembuktian di Puncak Awan
18
Bab 18: Tunduknya Sang Penatua
19
Bab 19: Puncak Inti dan Kedengkian yang Terselubung
20
Bab 20: Pusaka Rongsokan dan Kemarahan Naga
21
Bab 21: Beban Kekuatan dan Batas Sang Naga
22
Bab 22: Aula Sumber Daya dan Intimidasi Tanpa Suara
23
Bab 23: Lembah Celah Vulkanik dan Ayunan Sempurna
24
Bab 24: Api Hitam Keemasan
25
Bab 25: Tengkorak Ular dan Langkah Guntur Sembilan Bayangan
26
Bab 26: Badai di Arena dan Bayangan Guntur
27
Bab 27: Inti Emas Palsu dan Terbukanya Sang Tombak Kematian
28
Bab 28: Keadilan Puncak Awan dan Runtuhnya Sang Penguasa
29
Bab 29: Pecahan Benua Kuno dan Pertemuan Tiga Sekte
30
Bab 30: Gravitasi Purba dan Ujian Pertama
31
Bab 31: Teratai Darah Purba dan Taktik Sang Nelayan
32
Bab 32: Pemurnian Teratai Darah dan Arogansi Sekte Pedang
33
Bab 33: Pembantaian di Bawah Kabut dan Pedang yang Patah
34
Bab 34: Kuil Darah Purba dan Ritual Pengorbanan
35
Bab 35: Pembantaian di Altar
36
Bab 36: Kuil Yin-Yang dan Penjaga Elemen Kembar
37
Bab 37: Pilar Emas Kuno dan Turunnya Sang Penguasa Pedang
38
Bab 38: Hati Pedang yang Retak dan Api Kemutlakan
39
Bab 39: Tekanan Takhta Kuno dan Peringatan Sang Sisa Jiwa
40
Bab 40: Murka Dua Sekte dan Pelindung Langit Azure
41
Bab 41: Puncak Renungan Surgawi
42
Bab 42: Ukiran Tulang Iblis
43
Bab 43: Pemanasan Berdarah dan Ujian Array Sisik Bintang
44
Bab 44: Tarian Kematian dan Penguasa Medan Perang
45
Bab 45: Kota Bintang Jatuh dan Gerbang Darah
46
Bab 46: Badai di Paviliun Bintang
47
Bab 47: Dekrit Penguasa Kota
48
Bab 48: Arena Puncak
49
Bab 49: Taktik Kelelahan
50
Bab 50: Mayat Darah Besi
51
Bab 51: Turunnya Sang Putra Darah
52
Bab 52: Inkarnasi Asura Darah
53
Bab 53: Benturan Dua Puncak
54
Bab 54: Satu Pedang Pemutus Cakrawala
55
Bab 55: Ujian Tekad
56
Bab 56: Malam Pemulihan
57
Bab 57: Pengkhianatan di Bawah Bulan
58
Bab 58: Misteri Pangeran Ketiga
59
Bab 59: Paradoks Yin-Yang
60
Bab 60: Runtuhnya Nyali
61
Bab 61: Kepulangan Sang Penakluk
62
Bab 62: Gua Inti Naga
63
Bab 63: Memadatkan Fondasi
64
Hujan Darah di Perbatasan
65
Cangkang Inti Emas
66
Bantuan Berdarah
67
Bayangan Serigala di Bawah Badai Magnetik
68
Gurun yang Membisu
69
Kutukan Tulang dan Api yang Membara
70
Tekanan Raja Serigala
71
Anomali Inti Magnetik dan Tarian Kematian
72
Benang Pengendali dan Tarian Api di Tengah Tulang
73
Kebangkitan Sang Totem Kuno
74
Akhir dari Serigala dan Gerbang Kota Pasir Berdarah
75
Perjanjian di Atas Cangkir Teh
76
Tikaman Bayangan dan Amukan Tombak Hitam
77
Paviliun Kematian Emas dan Penyatuan Peta Purba
78
Pelelangan Darah dan Ancaman Tetua Bayangan
79
Malam Perburuan dan Teror Inti Emas Sejati
80
Domain Bayangan Mutlak
81
Rampasan Tetua Bayangan
82
Terjun ke Dalam Kehampaan
83
Gerbang Perunggu Kuno
84
Hutan Gravitasi Mutlak dan Amukan Kera Lengan Baja
85
Tempat Suci Akar Raksasa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!