Bab 4: Teratai Jiwa Es dan Bayangan Kematian

​Ye Xuan menekan auranya hingga ke titik terendah. Sutra Naga Pelahap Langit secara alami memiliki kemampuan untuk menyembunyikan fluktuasi Qi, membuatnya benar-benar menyatu dengan kegelapan hutan.

​Ia bertengger di atas dahan pohon beringin raksasa, mengintip melalui celah dedaunan lebat. Di bawahnya, sebuah area selebar ratusan meter telah berubah menjadi tanah lapang yang hancur berantakan. Pepohonan tumbang, tanah hangus, dan retakan memanjang seperti sarang laba-laba.

​Di tengah kawah buatan itu, berdiri tiga sosok yang memancarkan aura mengerikan.

​Dua pria mengenakan jubah merah darah dengan lambang tengkorak menatap sinis ke depan. Keduanya memegang golok melengkung yang memancarkan kabut merah berbau anyir. Di seberang mereka, seorang lelaki tua berjubah putih bersandar pada pedangnya yang telah patah setengah. Rambut putihnya acak-acakan, dan dadanya bersimbah darah akibat luka sayatan yang sangat dalam.

​Di belakang lelaki tua itu, bersembunyi seorang gadis remaja berusia sekitar empat belas tahun. Wajahnya sangat cantik namun pucat pasi bak kertas. Ia memeluk sebuah kotak giok putih erat-erat di dadanya, tubuh mungilnya gemetar menahan hawa dingin yang luar biasa dari kotak tersebut.

​"Menyerahlah, Tua Bangka Bai!" Salah satu pria berjubah merah tertawa serak. "Meskipun kau membakar esensi darahmu untuk menahan kami, kau hanyalah kultivator Alam Pembentukan Fondasi Awal. Kami berdua berada di tingkat yang sama denganmu. Serahkan Nona Mudamu beserta Teratai Jiwa Es itu, dan kami akan menyisakan mayat yang utuh untukmu!"

​Lelaki tua bermarga Bai itu memuntahkan seteguk darah hitam. Matanya menyala penuh tekad. "Kalian anjing-anjing dari Sekte Iblis Darah jangan bermimpi! Nona Muda adalah permata dari Klan Suci. Jika kalian menyentuh sehelai rambutnya saja, klan kami akan meratakan sekte kalian hingga ke akar-akarnya!"

​Di atas pohon, alis Ye Xuan sedikit berkedut. Sekte Iblis Darah? Ia pernah membaca tentang mereka di perpustakaan Klan Ye. Mereka adalah sekte aliran sesat yang sangat kejam, membunuh orang untuk menggunakan darah mereka sebagai sumber kultivasi.

​"Bocah, perhatikan baik-baik," suara Master Naga tiba-tiba bergema di benak Ye Xuan. "Gadis kecil di bawah sana... dia bukan manusia biasa. Tubuhnya memiliki Garis Keturunan Yin Murni tingkat tinggi, sayangnya itu bocor dan membekukan organ dalamnya sendiri. Kotak giok yang dia bawa berisi ramuan elemen es yang sangat langka, bernilai setidaknya puluhan ribu Batu Spiritual tingkat menengah!"

​Napas Ye Xuan sedikit memburu mendengar nilai harta tersebut, namun ia tetap tenang seperti air yang tak beriak. Maju sekarang sama saja dengan mencari mati.

​Di bawah sana, pertarungan kembali pecah.

​"Karena kau ingin mati, kami akan mengabulkannya!" Kedua kultivator iblis itu melesat bersamaan, golok mereka membentuk jaring darah yang menyapu ke arah lelaki tua itu.

​"Nona, larilah sejauh mungkin!" Teriak Penatua Bai.

​Tiba-tiba, tubuh Penatua Bai memancarkan cahaya putih yang menyilaukan. Ia mengorbankan sisa umur dan fondasi kultivasinya untuk satu serangan terakhir. Sisa pedang di tangannya meledak menjadi badai pedang Qi yang menyapu segalanya.

​BOOM!

​Ledakan dahsyat terjadi, menerbangkan debu dan batu-batu besar ke udara. Gelombang kejutnya bahkan membuat pohon tempat Ye Xuan bersembunyi bergetar hebat.

​Ketika debu mereda, pemandangan tragis tersaji. Penatua Bai berdiri kaku, matanya kehilangan cahaya kehidupan, mati dalam keadaan berdiri.

​Namun, serangannya tidak sia-sia. Salah satu kultivator iblis terbelah dua dan tewas seketika. Kultivator iblis yang tersisa, pria dengan bekas luka di pipi, selamat berkat artefak perisainya, namun tangan kirinya putus dan seluruh tubuhnya dipenuhi luka menganga. Fluktuasi Qi-nya sangat kacau dan anjlok drastis.

​"Kakek Bai!!" Gadis kecil itu menjerit histeris, air mata mengalir deras dari mata jernihnya. Ia tersandung dan jatuh saat mencoba berlari.

​Kultivator iblis yang tersisa batuk darah dengan hebat, namun tawanya terdengar semakin gila. "Hahaha! Tua bangka sialan, hampir saja kau membunuhku! Tapi pada akhirnya, akulah yang menang!"

​Ia melangkah gontai mendekati gadis itu, matanya penuh dengan keserakahan cabul. "Garis Keturunan Yin Murni... Jika aku menghisap darah perawanmu, lukaku bukan hanya akan sembuh, aku bahkan bisa menerobos ke Alam Pembentukan Fondasi Menengah!"

​Gadis itu memundurkan tubuhnya dengan panik, memeluk kotak gioknya erat-erat, wajahnya penuh keputusasaan.

​Tepat pada detik itu, di saat pertahanan dan kewaspadaan si kultivator iblis berada di titik terendah...

​SWUUUSH!

​Dari atas tajuk pohon raksasa, sebuah bayangan hitam meluncur turun dengan kecepatan kilat, senyap tanpa suara angin sedikit pun.

​Kultivator iblis itu adalah seorang ahli Pembentukan Fondasi, insting bertahannya masih ada. Merasakan hawa dingin di tengkuknya, ia segera berbalik dan mengangkat goloknya secara naluriah. "Siapa—?!"

​Namun, yang menyambutnya adalah sebuah tinju sekeras baja yang diselimuti pusaran energi hitam pekat.

​"Mati."

​Suara dingin itu terdengar layaknya vonis dari dewa kematian. Ye Xuan tidak menggunakan senjata, hanya kekuatan fisik murni seberat sepuluh ribu kati yang digerakkan oleh Sutra Naga Pelahap Langit.

​Meskipun kultivator iblis itu berada di Pembentukan Fondasi, saat ini Qi-nya telah habis, fisiknya hancur karena serangan Penatua Bai, dan ia tertangkap basah. Di mata Ye Xuan, pria ini sekarang tak lebih dari ayam yang siap disembelih.

​KRAAAK!

​Tinju Ye Xuan menabrak dada kultivator iblis itu, menghancurkan tulang rusuknya hingga melesak ke dalam. Momentum pukulan itu begitu besar hingga menembus punggung pria tersebut, meremukkan jantungnya seketika.

​Mata pria berjubah merah itu melotot seakan mau melompat keluar dari rongganya. Ia tidak bisa mempercayai bahwa dirinya, seorang ahli Pembentukan Fondasi, dibunuh oleh seorang bocah yang hanya berada di Alam Kondensasi Qi Tingkat 5!

​Sebelum tubuh pria itu jatuh ke tanah, pusaran di dantian Ye Xuan berputar gila-gilaan. Tangan Ye Xuan yang menempel di dada pria itu bertindak sebagai penyedot debu raksasa.

​Ssss!

​Sisa-sisa energi esensi dan kultivasi Pembentukan Fondasi di dalam tubuh pria itu ditarik paksa, disaring oleh kekuatan Naga Primordial, dan diubah menjadi Qi murni yang membanjiri meridian Ye Xuan.

​Mayat pria berjubah merah itu layu dengan cepat, menyerupai mumi kering, lalu jatuh ke tanah dengan suara berdebum pelan.

Terpopuler

Comments

yos helmi

yos helmi

😍😍😍😍😍😍

2026-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kejatuhan Sang Jenius
2 Bab 2: Kekuatan Sutra Naga
3 Bab 3: Hukum Rimba dan Darah Serigala
4 Bab 4: Teratai Jiwa Es dan Bayangan Kematian
5 Bab 5: Cincin Penyimpanan dan Kesepakatan Dingin
6 Bab 6: Gua Tersembunyi dan Penawar Hawa Yin
7 Bab 7: Kepulangan Sang Sampah
8 Bab 8: Turnamen Dimulai dan Keangkuhan Klan Su
9 Bab 9: Pukulan Penghancur Kesombongan
10 Bab 10: Hutang Darah Dibayar Darah
11 Bab 11: Benturan Fondasi dan Utusan dari Awan
12 Bab 12: Kesombongan Semut dan Jalan Darah
13 Bab 13: Lelang Gelap dan Darah Gagak Emas
14 Bab 14: Pembantaian di Hutan Mati dan Api Gagak Emas
15 Bab 15: Penempaan Tulang Emas dan Terobosan Fondasi
16 Bab 16: Gerbang Awan Azure dan Tangga Kematian
17 Bab 17: Menghancurkan Formasi dan Pembuktian di Puncak Awan
18 Bab 18: Tunduknya Sang Penatua
19 Bab 19: Puncak Inti dan Kedengkian yang Terselubung
20 Bab 20: Pusaka Rongsokan dan Kemarahan Naga
21 Bab 21: Beban Kekuatan dan Batas Sang Naga
22 Bab 22: Aula Sumber Daya dan Intimidasi Tanpa Suara
23 Bab 23: Lembah Celah Vulkanik dan Ayunan Sempurna
24 Bab 24: Api Hitam Keemasan
25 Bab 25: Tengkorak Ular dan Langkah Guntur Sembilan Bayangan
26 Bab 26: Badai di Arena dan Bayangan Guntur
27 Bab 27: Inti Emas Palsu dan Terbukanya Sang Tombak Kematian
28 Bab 28: Keadilan Puncak Awan dan Runtuhnya Sang Penguasa
29 Bab 29: Pecahan Benua Kuno dan Pertemuan Tiga Sekte
30 Bab 30: Gravitasi Purba dan Ujian Pertama
31 Bab 31: Teratai Darah Purba dan Taktik Sang Nelayan
32 Bab 32: Pemurnian Teratai Darah dan Arogansi Sekte Pedang
33 Bab 33: Pembantaian di Bawah Kabut dan Pedang yang Patah
34 Bab 34: Kuil Darah Purba dan Ritual Pengorbanan
35 Bab 35: Pembantaian di Altar
36 Bab 36: Kuil Yin-Yang dan Penjaga Elemen Kembar
37 Bab 37: Pilar Emas Kuno dan Turunnya Sang Penguasa Pedang
38 Bab 38: Hati Pedang yang Retak dan Api Kemutlakan
39 Bab 39: Tekanan Takhta Kuno dan Peringatan Sang Sisa Jiwa
40 Bab 40: Murka Dua Sekte dan Pelindung Langit Azure
41 Bab 41: Puncak Renungan Surgawi
42 Bab 42: Ukiran Tulang Iblis
43 Bab 43: Pemanasan Berdarah dan Ujian Array Sisik Bintang
44 Bab 44: Tarian Kematian dan Penguasa Medan Perang
45 Bab 45: Kota Bintang Jatuh dan Gerbang Darah
46 Bab 46: Badai di Paviliun Bintang
47 Bab 47: Dekrit Penguasa Kota
48 Bab 48: Arena Puncak
49 Bab 49: Taktik Kelelahan
50 Bab 50: Mayat Darah Besi
51 Bab 51: Turunnya Sang Putra Darah
52 Bab 52: Inkarnasi Asura Darah
53 Bab 53: Benturan Dua Puncak
54 Bab 54: Satu Pedang Pemutus Cakrawala
55 Bab 55: Ujian Tekad
56 Bab 56: Malam Pemulihan
57 Bab 57: Pengkhianatan di Bawah Bulan
58 Bab 58: Misteri Pangeran Ketiga
59 Bab 59: Paradoks Yin-Yang
60 Bab 60: Runtuhnya Nyali
61 Bab 61: Kepulangan Sang Penakluk
62 Bab 62: Gua Inti Naga
63 Bab 63: Memadatkan Fondasi
64 Hujan Darah di Perbatasan
65 Cangkang Inti Emas
66 Bantuan Berdarah
67 Bayangan Serigala di Bawah Badai Magnetik
68 Gurun yang Membisu
69 Kutukan Tulang dan Api yang Membara
70 Tekanan Raja Serigala
71 Anomali Inti Magnetik dan Tarian Kematian
72 Benang Pengendali dan Tarian Api di Tengah Tulang
73 Kebangkitan Sang Totem Kuno
74 Akhir dari Serigala dan Gerbang Kota Pasir Berdarah
75 Perjanjian di Atas Cangkir Teh
76 Tikaman Bayangan dan Amukan Tombak Hitam
77 Paviliun Kematian Emas dan Penyatuan Peta Purba
78 Pelelangan Darah dan Ancaman Tetua Bayangan
79 Malam Perburuan dan Teror Inti Emas Sejati
80 Domain Bayangan Mutlak
81 Rampasan Tetua Bayangan
82 Terjun ke Dalam Kehampaan
83 Gerbang Perunggu Kuno
84 Hutan Gravitasi Mutlak dan Amukan Kera Lengan Baja
85 Tempat Suci Akar Raksasa
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1: Kejatuhan Sang Jenius
2
Bab 2: Kekuatan Sutra Naga
3
Bab 3: Hukum Rimba dan Darah Serigala
4
Bab 4: Teratai Jiwa Es dan Bayangan Kematian
5
Bab 5: Cincin Penyimpanan dan Kesepakatan Dingin
6
Bab 6: Gua Tersembunyi dan Penawar Hawa Yin
7
Bab 7: Kepulangan Sang Sampah
8
Bab 8: Turnamen Dimulai dan Keangkuhan Klan Su
9
Bab 9: Pukulan Penghancur Kesombongan
10
Bab 10: Hutang Darah Dibayar Darah
11
Bab 11: Benturan Fondasi dan Utusan dari Awan
12
Bab 12: Kesombongan Semut dan Jalan Darah
13
Bab 13: Lelang Gelap dan Darah Gagak Emas
14
Bab 14: Pembantaian di Hutan Mati dan Api Gagak Emas
15
Bab 15: Penempaan Tulang Emas dan Terobosan Fondasi
16
Bab 16: Gerbang Awan Azure dan Tangga Kematian
17
Bab 17: Menghancurkan Formasi dan Pembuktian di Puncak Awan
18
Bab 18: Tunduknya Sang Penatua
19
Bab 19: Puncak Inti dan Kedengkian yang Terselubung
20
Bab 20: Pusaka Rongsokan dan Kemarahan Naga
21
Bab 21: Beban Kekuatan dan Batas Sang Naga
22
Bab 22: Aula Sumber Daya dan Intimidasi Tanpa Suara
23
Bab 23: Lembah Celah Vulkanik dan Ayunan Sempurna
24
Bab 24: Api Hitam Keemasan
25
Bab 25: Tengkorak Ular dan Langkah Guntur Sembilan Bayangan
26
Bab 26: Badai di Arena dan Bayangan Guntur
27
Bab 27: Inti Emas Palsu dan Terbukanya Sang Tombak Kematian
28
Bab 28: Keadilan Puncak Awan dan Runtuhnya Sang Penguasa
29
Bab 29: Pecahan Benua Kuno dan Pertemuan Tiga Sekte
30
Bab 30: Gravitasi Purba dan Ujian Pertama
31
Bab 31: Teratai Darah Purba dan Taktik Sang Nelayan
32
Bab 32: Pemurnian Teratai Darah dan Arogansi Sekte Pedang
33
Bab 33: Pembantaian di Bawah Kabut dan Pedang yang Patah
34
Bab 34: Kuil Darah Purba dan Ritual Pengorbanan
35
Bab 35: Pembantaian di Altar
36
Bab 36: Kuil Yin-Yang dan Penjaga Elemen Kembar
37
Bab 37: Pilar Emas Kuno dan Turunnya Sang Penguasa Pedang
38
Bab 38: Hati Pedang yang Retak dan Api Kemutlakan
39
Bab 39: Tekanan Takhta Kuno dan Peringatan Sang Sisa Jiwa
40
Bab 40: Murka Dua Sekte dan Pelindung Langit Azure
41
Bab 41: Puncak Renungan Surgawi
42
Bab 42: Ukiran Tulang Iblis
43
Bab 43: Pemanasan Berdarah dan Ujian Array Sisik Bintang
44
Bab 44: Tarian Kematian dan Penguasa Medan Perang
45
Bab 45: Kota Bintang Jatuh dan Gerbang Darah
46
Bab 46: Badai di Paviliun Bintang
47
Bab 47: Dekrit Penguasa Kota
48
Bab 48: Arena Puncak
49
Bab 49: Taktik Kelelahan
50
Bab 50: Mayat Darah Besi
51
Bab 51: Turunnya Sang Putra Darah
52
Bab 52: Inkarnasi Asura Darah
53
Bab 53: Benturan Dua Puncak
54
Bab 54: Satu Pedang Pemutus Cakrawala
55
Bab 55: Ujian Tekad
56
Bab 56: Malam Pemulihan
57
Bab 57: Pengkhianatan di Bawah Bulan
58
Bab 58: Misteri Pangeran Ketiga
59
Bab 59: Paradoks Yin-Yang
60
Bab 60: Runtuhnya Nyali
61
Bab 61: Kepulangan Sang Penakluk
62
Bab 62: Gua Inti Naga
63
Bab 63: Memadatkan Fondasi
64
Hujan Darah di Perbatasan
65
Cangkang Inti Emas
66
Bantuan Berdarah
67
Bayangan Serigala di Bawah Badai Magnetik
68
Gurun yang Membisu
69
Kutukan Tulang dan Api yang Membara
70
Tekanan Raja Serigala
71
Anomali Inti Magnetik dan Tarian Kematian
72
Benang Pengendali dan Tarian Api di Tengah Tulang
73
Kebangkitan Sang Totem Kuno
74
Akhir dari Serigala dan Gerbang Kota Pasir Berdarah
75
Perjanjian di Atas Cangkir Teh
76
Tikaman Bayangan dan Amukan Tombak Hitam
77
Paviliun Kematian Emas dan Penyatuan Peta Purba
78
Pelelangan Darah dan Ancaman Tetua Bayangan
79
Malam Perburuan dan Teror Inti Emas Sejati
80
Domain Bayangan Mutlak
81
Rampasan Tetua Bayangan
82
Terjun ke Dalam Kehampaan
83
Gerbang Perunggu Kuno
84
Hutan Gravitasi Mutlak dan Amukan Kera Lengan Baja
85
Tempat Suci Akar Raksasa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!