Bab 5: Cincin Penyimpanan dan Kesepakatan Dingin

​Udara malam yang membeku seketika terasa mencekam. Gadis kecil itu gemetar hebat hingga gigi-giginya bergemeretak. Di matanya, pemuda yang baru saja turun dari langit ini jauh lebih mengerikan daripada kultivator Sekte Iblis Darah.

​Bagaimana tidak? Ia baru saja melihat pemuda itu membunuh seorang ahli Alam Pembentukan Fondasi dengan satu pukulan tangan kosong, lalu menyedot mayatnya hingga menjadi mumi kering! Teknik macam apa itu jika bukan teknik iblis yang paling keji?

​"J-jangan mendekat..." Gadis itu merintih mundur, memeluk kotak gioknya erat-erat. Wajah cantiknya pias bak kertas, namun sepasang mata jernihnya memancarkan tekad yang keras kepala. Jika pemuda ini berniat merebut Teratai Jiwa Es-nya, ia lebih memilih menghancurkan kotak itu bersamanya.

​Namun, Ye Xuan tidak langsung mempedulikannya.

​Tiba-tiba, wajah Ye Xuan memerah. Urat-urat di leher dan dahinya menonjol keluar. Energi esensi dari ahli Pembentukan Fondasi yang baru saja ia hisap terlalu besar dan buas! Meskipun kultivator iblis itu sudah terluka parah dan Qi-nya hampir habis, fondasinya tetaplah fondasi tingkat tinggi.

​"Duduk bersila, sekarang!" bentak Master Naga di dalam benaknya. "Jangan biarkan energi itu mengamuk dan menghancurkan meridian barumu! Gunakan Sutra Naga Pelahap Langit untuk mengompresnya!"

​Ye Xuan langsung menjatuhkan diri ke tanah dan bersila. Pusaran hitam di dantian-nya berputar dengan kecepatan gila-gilaan, mengeluarkan suara dengungan pelan. Energi merah darah yang kotor disaring paksa, memisahkan niat membunuh kultivator iblis itu dari Qi murni.

​Keringat dingin membasahi punggung Ye Xuan. Proses ini terasa seperti menelan bara api. Namun, ia menggertakkan giginya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

​BZZZTT!

​Gelombang kejut transparan meledak dari tubuh Ye Xuan, menyapu debu dan dedaunan kering di sekitarnya.

​Alam Kondensasi Qi Tingkat 6!

​Belum berhenti di situ, sisa energi esensi terus mendorong batas meridiannya. Tulang-tulangnya berderak nyaring, otot-ototnya semakin padat.

​BZZZTT!

​Ledakan kedua terjadi. Aura Ye Xuan berangsur-angsur tenang dan stabil.

​Alam Kondensasi Qi Tingkat 7!

​Mata Ye Xuan terbuka, memancarkan seberkas cahaya emas yang tajam sebelum kembali menyembunyikan auranya. Hanya dengan menyerap satu kultivator Pembentukan Fondasi yang sekarat, ia melompati dua tingkat sekaligus. Kekuatan fisiknya sekarang telah mencapai angka mengerikan: Dua Puluh Ribu Kati!

​Ia bangkit berdiri, menghela napas panjang yang membentuk uap putih di udara dingin. Pandangannya kemudian beralih ke mayat kultivator iblis di dekatnya. Ye Xuan berjongkok, lalu menarik sebuah cincin perak usang dari jari manis mumi tersebut.

​"Cincin Penyimpanan?" Mata Ye Xuan sedikit berbinar. Di Kota Daun Gugur, hanya tetua inti yang memiliki artefak ruang semacam ini.

​Ia mengirimkan secuil Qi-nya untuk menghancurkan segel spiritual pada cincin tersebut—yang sangat mudah dilakukan karena pemilik aslinya sudah mati. Di dalamnya, terdapat ruang sebesar lemari kecil. Sayangnya, isinya cukup mengecewakan: hanya ada sekitar seratus Batu Spiritual tingkat rendah, beberapa keping emas, dan setumpuk pakaian kotor. Pria ini rupanya telah menghabiskan sebagian besar kekayaannya atau tidak membawanya.

​Ye Xuan menyimpan cincin itu ke saku jubahnya. Barulah kemudian ia berjalan perlahan mendekati gadis yang masih duduk meringkuk di tanah.

​Melihat Ye Xuan mendekat, gadis itu memejamkan mata, bersiap menyambut kematian.

​"Aku bukan bagian dari Sekte Iblis Darah," suara Ye Xuan terdengar dingin dan datar, tanpa sedikit pun nada ancaman maupun rasa iba yang berlebihan. "Jika aku ingin membunuhmu, kau sudah menjadi mayat sejak tadi."

​Gadis itu perlahan membuka satu matanya. Ia menatap wajah Ye Xuan. Pemuda di hadapannya memiliki garis wajah yang tegas dan tampan, dengan mata sedalam malam tanpa bintang. Berbeda dengan kultivator iblis yang menatapnya dengan penuh nafsu dan keserakahan, pandangan Ye Xuan sangat jernih dan tenang.

​"K-kau... kau benar-benar tidak akan membunuhku?" cicit gadis itu ragu.

​"Nama." Ye Xuan tidak menjawab pertanyaannya dan langsung menuntut.

​"Mu... Mu Xue'er," jawabnya pelan.

​"Dengar, Mu Xue'er. Kakek pelindungmu sudah mati, dan tempat ini sebentar lagi akan dibanjiri oleh Binatang Iblis yang mencium bau darah," ucap Ye Xuan pragmatis. "Kau memiliki dua pilihan. Pertama, kau berlari sendirian ke dalam kegelapan hutan ini dan menjadi makan malam Serigala Mata Darah. Kedua, kau ikut denganku keluar dari pinggiran hutan ini hidup-hidup."

​Mu Xue'er menelan ludah. Ia tahu persis seberapa berbahaya Hutan Binatang Iblis. "Jika aku memilih pilihan kedua... apa yang kau inginkan sebagai imbalan? Aku... aku tidak akan menyerahkan Teratai Jiwa Es ini! Ini adalah obat untuk menyelamatkan ibuku!"

​Mendengar itu, Ye Xuan sedikit terkejut. Jadi bukan untuk mengobati fisiknya yang membeku, tapi untuk ibunya?

​"Bocah, jangan serakah," suara Master Naga kembali menggema. "Teratai Jiwa Es memang harta yang bagus, tapi tidak cocok dengan fondasi atribut Yang dari Sutra Naga-mu. Sebaliknya, gadis ini memiliki Garis Keturunan Yin Murni. Di masa depan, ketika kau mencapai alam yang lebih tinggi, panas dari teknik nagamu bisa membuatmu meledak. Kau akan membutuhkan energinya untuk menyeimbangkan kultivasimu. Buatlah ikatan baik dengannya sekarang."

​Ye Xuan mendengus pelan dalam hati. Ia bukanlah orang suci, tapi ia juga punya prinsip. Menginjak-injak mereka yang menghinanya adalah keharusan, tapi merampok gadis kecil yang sedang berjuang menyembuhkan ibunya adalah perbuatan rendahan.

​"Aku tidak butuh Teratai Jiwa Es-mu," jawab Ye Xuan datar. Ia menunjuk ke arah mayat Penatua Bai. "Tapi sebagai bayaran untuk melindungimu keluar dari hutan ini, cincin penyimpanan kakek itu menjadi milikku."

​Mu Xue'er tertegun. Hanya itu? Ia segera mengangguk cepat. "Ambillah! Kakek Bai pasti tidak akan keberatan jika itu bisa menyelamatkanku."

​Ye Xuan melangkah ke arah Penatua Bai. Ia membungkuk sedikit sebagai tanda hormat kecil kepada lelaki tua yang rela berkorban nyawa demi melindungi tuannya, lalu mengambil cincin penyimpanannya. Saat ia memindai isi cincin Penatua Bai, sudut bibir Ye Xuan berkedut samar.

​Tiga ratus Batu Spiritual tingkat menengah, sepuluh botol Pil Penyembuh tingkat dua, dan sebuah peta Hutan Binatang Iblis!

​Kekayaan ini cukup untuk membeli setengah dari aset Klan Ye di Kota Daun Gugur! Benar saja, pertempuran tingkat tinggi selalu menjanjikan rampasan perang yang luar biasa.

​AWOOO! ROAAARR!

​Tiba-tiba, lolongan mengerikan bersahut-sahutan dari kedalaman hutan. Suaranya menggetarkan udara, menandakan bahwa sekawanan Binatang Iblis Tingkat 2 sedang menuju ke arah mereka dengan kecepatan tinggi.

​Wajah Mu Xue'er semakin pucat. Kakinya lemas karena hawa dingin dari tubuhnya sendiri dan ketakutan yang mendera. Ia mencoba berdiri namun langsung terjatuh.

​Tanpa membuang waktu sedetik pun, Ye Xuan melangkah maju. Ia meraih lengan Mu Xue'er, mengangkat tubuh ringan gadis itu, dan menyampirkannya di bahunya layaknya karung beras.

​"Hei! A-apa yang kau lakukan?!" Mu Xue'er berseru kaget.

​"Tutup mulutmu dan jangan bergerak jika tidak mau kepalamu ditebas ranting pohon," potong Ye Xuan dingin.

​Kaki Ye Xuan menolak tanah dengan keras. Kekuatan fisik dua puluh ribu kati meledak seketika, membuat tanah di bawahnya retak.

Terpopuler

Comments

yos helmi

yos helmi

😄😄😄😄😄

2026-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kejatuhan Sang Jenius
2 Bab 2: Kekuatan Sutra Naga
3 Bab 3: Hukum Rimba dan Darah Serigala
4 Bab 4: Teratai Jiwa Es dan Bayangan Kematian
5 Bab 5: Cincin Penyimpanan dan Kesepakatan Dingin
6 Bab 6: Gua Tersembunyi dan Penawar Hawa Yin
7 Bab 7: Kepulangan Sang Sampah
8 Bab 8: Turnamen Dimulai dan Keangkuhan Klan Su
9 Bab 9: Pukulan Penghancur Kesombongan
10 Bab 10: Hutang Darah Dibayar Darah
11 Bab 11: Benturan Fondasi dan Utusan dari Awan
12 Bab 12: Kesombongan Semut dan Jalan Darah
13 Bab 13: Lelang Gelap dan Darah Gagak Emas
14 Bab 14: Pembantaian di Hutan Mati dan Api Gagak Emas
15 Bab 15: Penempaan Tulang Emas dan Terobosan Fondasi
16 Bab 16: Gerbang Awan Azure dan Tangga Kematian
17 Bab 17: Menghancurkan Formasi dan Pembuktian di Puncak Awan
18 Bab 18: Tunduknya Sang Penatua
19 Bab 19: Puncak Inti dan Kedengkian yang Terselubung
20 Bab 20: Pusaka Rongsokan dan Kemarahan Naga
21 Bab 21: Beban Kekuatan dan Batas Sang Naga
22 Bab 22: Aula Sumber Daya dan Intimidasi Tanpa Suara
23 Bab 23: Lembah Celah Vulkanik dan Ayunan Sempurna
24 Bab 24: Api Hitam Keemasan
25 Bab 25: Tengkorak Ular dan Langkah Guntur Sembilan Bayangan
26 Bab 26: Badai di Arena dan Bayangan Guntur
27 Bab 27: Inti Emas Palsu dan Terbukanya Sang Tombak Kematian
28 Bab 28: Keadilan Puncak Awan dan Runtuhnya Sang Penguasa
29 Bab 29: Pecahan Benua Kuno dan Pertemuan Tiga Sekte
30 Bab 30: Gravitasi Purba dan Ujian Pertama
31 Bab 31: Teratai Darah Purba dan Taktik Sang Nelayan
32 Bab 32: Pemurnian Teratai Darah dan Arogansi Sekte Pedang
33 Bab 33: Pembantaian di Bawah Kabut dan Pedang yang Patah
34 Bab 34: Kuil Darah Purba dan Ritual Pengorbanan
35 Bab 35: Pembantaian di Altar
36 Bab 36: Kuil Yin-Yang dan Penjaga Elemen Kembar
37 Bab 37: Pilar Emas Kuno dan Turunnya Sang Penguasa Pedang
38 Bab 38: Hati Pedang yang Retak dan Api Kemutlakan
39 Bab 39: Tekanan Takhta Kuno dan Peringatan Sang Sisa Jiwa
40 Bab 40: Murka Dua Sekte dan Pelindung Langit Azure
41 Bab 41: Puncak Renungan Surgawi
42 Bab 42: Ukiran Tulang Iblis
43 Bab 43: Pemanasan Berdarah dan Ujian Array Sisik Bintang
44 Bab 44: Tarian Kematian dan Penguasa Medan Perang
45 Bab 45: Kota Bintang Jatuh dan Gerbang Darah
46 Bab 46: Badai di Paviliun Bintang
47 Bab 47: Dekrit Penguasa Kota
48 Bab 48: Arena Puncak
49 Bab 49: Taktik Kelelahan
50 Bab 50: Mayat Darah Besi
51 Bab 51: Turunnya Sang Putra Darah
52 Bab 52: Inkarnasi Asura Darah
53 Bab 53: Benturan Dua Puncak
54 Bab 54: Satu Pedang Pemutus Cakrawala
55 Bab 55: Ujian Tekad
56 Bab 56: Malam Pemulihan
57 Bab 57: Pengkhianatan di Bawah Bulan
58 Bab 58: Misteri Pangeran Ketiga
59 Bab 59: Paradoks Yin-Yang
60 Bab 60: Runtuhnya Nyali
61 Bab 61: Kepulangan Sang Penakluk
62 Bab 62: Gua Inti Naga
63 Bab 63: Memadatkan Fondasi
64 Hujan Darah di Perbatasan
65 Cangkang Inti Emas
66 Bantuan Berdarah
67 Bayangan Serigala di Bawah Badai Magnetik
68 Gurun yang Membisu
69 Kutukan Tulang dan Api yang Membara
70 Tekanan Raja Serigala
71 Anomali Inti Magnetik dan Tarian Kematian
72 Benang Pengendali dan Tarian Api di Tengah Tulang
73 Kebangkitan Sang Totem Kuno
74 Akhir dari Serigala dan Gerbang Kota Pasir Berdarah
75 Perjanjian di Atas Cangkir Teh
76 Tikaman Bayangan dan Amukan Tombak Hitam
77 Paviliun Kematian Emas dan Penyatuan Peta Purba
78 Pelelangan Darah dan Ancaman Tetua Bayangan
79 Malam Perburuan dan Teror Inti Emas Sejati
80 Domain Bayangan Mutlak
81 Rampasan Tetua Bayangan
82 Terjun ke Dalam Kehampaan
83 Gerbang Perunggu Kuno
84 Hutan Gravitasi Mutlak dan Amukan Kera Lengan Baja
85 Tempat Suci Akar Raksasa
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1: Kejatuhan Sang Jenius
2
Bab 2: Kekuatan Sutra Naga
3
Bab 3: Hukum Rimba dan Darah Serigala
4
Bab 4: Teratai Jiwa Es dan Bayangan Kematian
5
Bab 5: Cincin Penyimpanan dan Kesepakatan Dingin
6
Bab 6: Gua Tersembunyi dan Penawar Hawa Yin
7
Bab 7: Kepulangan Sang Sampah
8
Bab 8: Turnamen Dimulai dan Keangkuhan Klan Su
9
Bab 9: Pukulan Penghancur Kesombongan
10
Bab 10: Hutang Darah Dibayar Darah
11
Bab 11: Benturan Fondasi dan Utusan dari Awan
12
Bab 12: Kesombongan Semut dan Jalan Darah
13
Bab 13: Lelang Gelap dan Darah Gagak Emas
14
Bab 14: Pembantaian di Hutan Mati dan Api Gagak Emas
15
Bab 15: Penempaan Tulang Emas dan Terobosan Fondasi
16
Bab 16: Gerbang Awan Azure dan Tangga Kematian
17
Bab 17: Menghancurkan Formasi dan Pembuktian di Puncak Awan
18
Bab 18: Tunduknya Sang Penatua
19
Bab 19: Puncak Inti dan Kedengkian yang Terselubung
20
Bab 20: Pusaka Rongsokan dan Kemarahan Naga
21
Bab 21: Beban Kekuatan dan Batas Sang Naga
22
Bab 22: Aula Sumber Daya dan Intimidasi Tanpa Suara
23
Bab 23: Lembah Celah Vulkanik dan Ayunan Sempurna
24
Bab 24: Api Hitam Keemasan
25
Bab 25: Tengkorak Ular dan Langkah Guntur Sembilan Bayangan
26
Bab 26: Badai di Arena dan Bayangan Guntur
27
Bab 27: Inti Emas Palsu dan Terbukanya Sang Tombak Kematian
28
Bab 28: Keadilan Puncak Awan dan Runtuhnya Sang Penguasa
29
Bab 29: Pecahan Benua Kuno dan Pertemuan Tiga Sekte
30
Bab 30: Gravitasi Purba dan Ujian Pertama
31
Bab 31: Teratai Darah Purba dan Taktik Sang Nelayan
32
Bab 32: Pemurnian Teratai Darah dan Arogansi Sekte Pedang
33
Bab 33: Pembantaian di Bawah Kabut dan Pedang yang Patah
34
Bab 34: Kuil Darah Purba dan Ritual Pengorbanan
35
Bab 35: Pembantaian di Altar
36
Bab 36: Kuil Yin-Yang dan Penjaga Elemen Kembar
37
Bab 37: Pilar Emas Kuno dan Turunnya Sang Penguasa Pedang
38
Bab 38: Hati Pedang yang Retak dan Api Kemutlakan
39
Bab 39: Tekanan Takhta Kuno dan Peringatan Sang Sisa Jiwa
40
Bab 40: Murka Dua Sekte dan Pelindung Langit Azure
41
Bab 41: Puncak Renungan Surgawi
42
Bab 42: Ukiran Tulang Iblis
43
Bab 43: Pemanasan Berdarah dan Ujian Array Sisik Bintang
44
Bab 44: Tarian Kematian dan Penguasa Medan Perang
45
Bab 45: Kota Bintang Jatuh dan Gerbang Darah
46
Bab 46: Badai di Paviliun Bintang
47
Bab 47: Dekrit Penguasa Kota
48
Bab 48: Arena Puncak
49
Bab 49: Taktik Kelelahan
50
Bab 50: Mayat Darah Besi
51
Bab 51: Turunnya Sang Putra Darah
52
Bab 52: Inkarnasi Asura Darah
53
Bab 53: Benturan Dua Puncak
54
Bab 54: Satu Pedang Pemutus Cakrawala
55
Bab 55: Ujian Tekad
56
Bab 56: Malam Pemulihan
57
Bab 57: Pengkhianatan di Bawah Bulan
58
Bab 58: Misteri Pangeran Ketiga
59
Bab 59: Paradoks Yin-Yang
60
Bab 60: Runtuhnya Nyali
61
Bab 61: Kepulangan Sang Penakluk
62
Bab 62: Gua Inti Naga
63
Bab 63: Memadatkan Fondasi
64
Hujan Darah di Perbatasan
65
Cangkang Inti Emas
66
Bantuan Berdarah
67
Bayangan Serigala di Bawah Badai Magnetik
68
Gurun yang Membisu
69
Kutukan Tulang dan Api yang Membara
70
Tekanan Raja Serigala
71
Anomali Inti Magnetik dan Tarian Kematian
72
Benang Pengendali dan Tarian Api di Tengah Tulang
73
Kebangkitan Sang Totem Kuno
74
Akhir dari Serigala dan Gerbang Kota Pasir Berdarah
75
Perjanjian di Atas Cangkir Teh
76
Tikaman Bayangan dan Amukan Tombak Hitam
77
Paviliun Kematian Emas dan Penyatuan Peta Purba
78
Pelelangan Darah dan Ancaman Tetua Bayangan
79
Malam Perburuan dan Teror Inti Emas Sejati
80
Domain Bayangan Mutlak
81
Rampasan Tetua Bayangan
82
Terjun ke Dalam Kehampaan
83
Gerbang Perunggu Kuno
84
Hutan Gravitasi Mutlak dan Amukan Kera Lengan Baja
85
Tempat Suci Akar Raksasa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!