Sutra Naga Pembelah Surga

Sutra Naga Pembelah Surga

Bab 1: Kejatuhan Sang Jenius

​Hujan turun rintik-rintik, membasahi pelataran batu Klan Ye yang dingin. Di tengah genangan air bercampur lumpur, seorang pemuda terbaring dengan napas tersengal-sengal. Pakaiannya compang-camping, dan noda darah segar mewarnai sudut bibirnya.

​Pemuda itu adalah Ye Xuan.

​"Hahaha! Lihatlah dirimu sekarang, Ye Xuan! Tuan Muda yang dulu diagung-agungkan, jenius nomor satu di Kota Daun Gugur, kini tak lebih dari seekor anjing lumpuh yang menyedihkan!"

​Seorang pemuda berbalut jubah sutra mewah, Ye Lang, menatap rendah dengan tatapan penuh ejekan. Kakinya yang berlapis sepatu bot kulit menginjak dada Ye Xuan tanpa belas kasihan. Di belakang Ye Lang, beberapa pelayan klan ikut tertawa sinis.

​Tiga tahun lalu, Ye Xuan adalah kebanggaan mutlak Klan Ye. Di usia lima belas tahun, ia telah menembus Alam Kondensasi Qi Tingkat 9, selangkah lagi menuju Alam Pembentukan Fondasi. Masa depannya bersinar terang. Namun, sebuah konspirasi keji merenggut segalanya. Ia diracun dalam sebuah ekspedisi, menyebabkan dantian-nya retak dan seluruh kultivasinya bocor tak tersisa.

​Dari seorang jenius di atas awan, ia jatuh menjadi "sampah" yang tak bisa mengumpulkan setitik pun energi spiritual (Qi). Puncaknya terjadi pagi ini, ketika keluarga tunangannya, Klan Su, datang secara sepihak untuk membatalkan pertunangan dan mempermalukan Klan Ye.

​"Menyingkirlah dari dadaku..." suara Ye Xuan terdengar serak, menahan rasa sakit yang menusuk tulang. Sepasang matanya menatap tajam bak serigala yang terluka, menolak untuk tunduk.

​"Oh? Masih berani menatapku seperti itu?!" Ye Lang mendengus dingin. Ia mengangkat kakinya dan menendang tulang rusuk Ye Xuan dengan keras.

​KRAK!

​Terdengar bunyi tulang yang retak. Ye Xuan terlempar beberapa meter, memuntahkan seteguk darah kental. Kesadarannya mulai kabur.

​Darah segar dari mulutnya mengalir turun, membasahi sebuah liontin batu hitam kuno berbentuk naga yang melingkar di lehernya. Itu adalah satu-satunya barang peninggalan sang ibu yang tidak pernah ia lepaskan.

​"Ayo pergi. Berada di dekat sampah ini hanya akan mengotori sepatuku," ludah Ye Lang. Ia berbalik dan pergi, meninggalkan Ye Xuan yang sekarat di tengah guyuran hujan.

​Di ambang batas antara hidup dan mati, kegelapan menyelimuti pandangan Ye Xuan. Kesadarannya seolah tersedot ke dalam sebuah pusaran tanpa ujung.

​Ketika ia membuka mata kembali, hujan dan lumpur telah menghilang. Ia mendapati dirinya berdiri di sebuah ruang hampa yang dipenuhi bintang-bintang redup. Di hadapannya, sebuah siluet raksasa meliuk-liuk di tengah kabut kosmik.

​Tiba-tiba, dua bola mata emas raksasa, seukuran gunung, terbuka di balik kabut. Tekanan kuno dan mengerikan seketika menyapu ruang hampa tersebut, membuat jiwa Ye Xuan bergetar.

​Itu adalah seekor Naga Hitam raksasa!

​"Bocah dengan garis keturunan yang menyedihkan... namun memiliki tekad yang cukup keras." Suara berat dan bergema itu seolah datang dari segala penjuru, mengguncang gendang telinga Ye Xuan.

​"Siapa kau? Di mana aku?" Ye Xuan memaksakan dirinya untuk tetap berdiri tegak meski tekanan spiritual naga itu seolah ingin meremukkan jiwanya.

​"Aku adalah Jiwa Primordial yang tersegel di dalam liontin yang kau kenakan. Selama tiga tahun ini, racun di tubuhmu hampir membunuhmu. Untuk menjaga nyawamu dan membuka sebagian segelku, liontin ini terpaksa menghisap sisa-sisa Qi di tubuhmu, membuatmu terlihat seperti sampah yang tak bisa berkultivasi."

​Mata Ye Xuan melebar. Jadi, ketidakmampuannya berkultivasi selama tiga tahun ini bukan murni karena racun, melainkan karena liontin ibunya sedang menyelamatkan nyawanya dan mencoba bangkit?

​"Sekarang, darah dari kebencian dan kehendak pantang menyerahmu telah sepenuhnya membangunkanku," lanjut Naga Hitam itu. "Dengar, bocah! Ibumu bukan orang sembarangan, dan darah yang mengalir di nadimu, meski tipis, adalah milik ras penakluk surga! Apakah kau ingin tetap menjadi sampah dan mati dalam kehinaan, atau kau ingin menginjak-injak langit dan membalas semua penderitaanmu?!"

​"Aku ingin kekuatan!" Ye Xuan mengepalkan tinjunya hingga kuku-kukunya menancap ke telapak tangan. "Aku ingin mereka yang menginjakku merasakan keputusasaan ribuan kali lipat! Aku ingin memegang kendali atas takdirku sendiri!"

​"Bagus! Kalau begitu, terimalah warisan sejati ini!"

​Naga Hitam itu mengaum. Sebuah pilar cahaya emas melesat dari dahi sang naga dan langsung menembus ruang di antara alis Ye Xuan.

​Tiba-tiba, lautan informasi meledak di dalam benak Ye Xuan. Karakter-karakter emas kuno berputar-putar di kepalanya, membentuk sebuah kitab rahasia yang memancarkan aura arogan dan tak tertandingi.

​"Sutra Naga Pelahap Langit!"

​"Sutra ini tidak bergantung pada dantian yang lemah untuk menyerap Qi secara pasif. Sutra ini akan mengubah tubuhmu menjadi tungku primordial. Kau akan menelan Qi langit dan bumi, menelan esensi iblis, menelan segalanya untuk memperkuat dirimu! Sekarang, kembali dan bangun kembali tubuhmu!"

​Di dunia nyata, tubuh Ye Xuan yang terbaring kaku di tengah genangan air tiba-tiba memancarkan pendar cahaya keemasan yang redup. Hujan yang turun di sekitarnya menguap sebelum sempat menyentuh kulitnya.

​Di dalam tubuhnya, sebuah keajaiban sedang terjadi.

​Energi misterius dari Liontin Naga Primordial mengalir masuk ke pembuluh darahnya. Dantian-nya yang hancur karena racun tidak diperbaiki secara normal, melainkan dihancurkan sepenuhnya dan dibentuk ulang menjadi sebuah pusaran energi kecil yang berputar bagai lubang hitam.

​Ye Xuan secara naluriah menjalankan putaran pertama dari Sutra Naga Pelahap Langit.

​Ssss!

​Energi spiritual di udara malam yang dingin tersedot secara paksa ke dalam tubuhnya. Meridian-meridian yang putus tersambung kembali, diperlebar, dan diperkuat menjadi sekeras baja. Rasa sakit luar biasa dari tulang rusuknya yang patah berangsur-angsur menghilang, digantikan oleh rasa hangat yang mengalir deras.

​Alam Kondensasi Qi Tingkat 1!

Alam Kondensasi Qi Tingkat 2!

Alam Kondensasi Qi Tingkat 3!

​Hanya dalam kurun waktu satu dupa (sekitar 15 menit), kultivasinya yang hilang selama tiga tahun kembali melonjak secara brutal, berhenti tepat di Alam Kondensasi Qi Tingkat 4. Meskipun belum kembali ke puncaknya, kekuatan fisiknya sekarang terasa sepuluh kali lipat lebih buas dari sebelumnya.

​Ye Xuan perlahan membuka matanya. Tidak ada lagi keputusasaan di sana; yang tersisa hanyalah tatapan sedingin es yang menyembunyikan badai pembantaian.

​Ia perlahan bangkit berdiri. Tangannya menyentuh liontin hitam di dadanya yang kini terasa hangat.

​"Klan Su... Ye Lang... dan siapapun bajingan yang meracuniku di masa lalu," gumam Ye Xuan di bawah langit malam yang pekat. "Hutang darah kalian selama tiga tahun ini... akan kutagih satu per satu."

Terpopuler

Comments

BOIEL-POINT .........

BOIEL-POINT .........

very very very niCe Thor ..........

2026-08-26

0

yos helmi

yos helmi

bodaaat... bodaaat...

2026-08-15

0

Deutsch

Deutsch

mantap thor

2026-08-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kejatuhan Sang Jenius
2 Bab 2: Kekuatan Sutra Naga
3 Bab 3: Hukum Rimba dan Darah Serigala
4 Bab 4: Teratai Jiwa Es dan Bayangan Kematian
5 Bab 5: Cincin Penyimpanan dan Kesepakatan Dingin
6 Bab 6: Gua Tersembunyi dan Penawar Hawa Yin
7 Bab 7: Kepulangan Sang Sampah
8 Bab 8: Turnamen Dimulai dan Keangkuhan Klan Su
9 Bab 9: Pukulan Penghancur Kesombongan
10 Bab 10: Hutang Darah Dibayar Darah
11 Bab 11: Benturan Fondasi dan Utusan dari Awan
12 Bab 12: Kesombongan Semut dan Jalan Darah
13 Bab 13: Lelang Gelap dan Darah Gagak Emas
14 Bab 14: Pembantaian di Hutan Mati dan Api Gagak Emas
15 Bab 15: Penempaan Tulang Emas dan Terobosan Fondasi
16 Bab 16: Gerbang Awan Azure dan Tangga Kematian
17 Bab 17: Menghancurkan Formasi dan Pembuktian di Puncak Awan
18 Bab 18: Tunduknya Sang Penatua
19 Bab 19: Puncak Inti dan Kedengkian yang Terselubung
20 Bab 20: Pusaka Rongsokan dan Kemarahan Naga
21 Bab 21: Beban Kekuatan dan Batas Sang Naga
22 Bab 22: Aula Sumber Daya dan Intimidasi Tanpa Suara
23 Bab 23: Lembah Celah Vulkanik dan Ayunan Sempurna
24 Bab 24: Api Hitam Keemasan
25 Bab 25: Tengkorak Ular dan Langkah Guntur Sembilan Bayangan
26 Bab 26: Badai di Arena dan Bayangan Guntur
27 Bab 27: Inti Emas Palsu dan Terbukanya Sang Tombak Kematian
28 Bab 28: Keadilan Puncak Awan dan Runtuhnya Sang Penguasa
29 Bab 29: Pecahan Benua Kuno dan Pertemuan Tiga Sekte
30 Bab 30: Gravitasi Purba dan Ujian Pertama
31 Bab 31: Teratai Darah Purba dan Taktik Sang Nelayan
32 Bab 32: Pemurnian Teratai Darah dan Arogansi Sekte Pedang
33 Bab 33: Pembantaian di Bawah Kabut dan Pedang yang Patah
34 Bab 34: Kuil Darah Purba dan Ritual Pengorbanan
35 Bab 35: Pembantaian di Altar
36 Bab 36: Kuil Yin-Yang dan Penjaga Elemen Kembar
37 Bab 37: Pilar Emas Kuno dan Turunnya Sang Penguasa Pedang
38 Bab 38: Hati Pedang yang Retak dan Api Kemutlakan
39 Bab 39: Tekanan Takhta Kuno dan Peringatan Sang Sisa Jiwa
40 Bab 40: Murka Dua Sekte dan Pelindung Langit Azure
41 Bab 41: Puncak Renungan Surgawi
42 Bab 42: Ukiran Tulang Iblis
43 Bab 43: Pemanasan Berdarah dan Ujian Array Sisik Bintang
44 Bab 44: Tarian Kematian dan Penguasa Medan Perang
45 Bab 45: Kota Bintang Jatuh dan Gerbang Darah
46 Bab 46: Badai di Paviliun Bintang
47 Bab 47: Dekrit Penguasa Kota
48 Bab 48: Arena Puncak
49 Bab 49: Taktik Kelelahan
50 Bab 50: Mayat Darah Besi
51 Bab 51: Turunnya Sang Putra Darah
52 Bab 52: Inkarnasi Asura Darah
53 Bab 53: Benturan Dua Puncak
54 Bab 54: Satu Pedang Pemutus Cakrawala
55 Bab 55: Ujian Tekad
56 Bab 56: Malam Pemulihan
57 Bab 57: Pengkhianatan di Bawah Bulan
58 Bab 58: Misteri Pangeran Ketiga
59 Bab 59: Paradoks Yin-Yang
60 Bab 60: Runtuhnya Nyali
61 Bab 61: Kepulangan Sang Penakluk
62 Bab 62: Gua Inti Naga
63 Bab 63: Memadatkan Fondasi
64 Hujan Darah di Perbatasan
65 Cangkang Inti Emas
66 Bantuan Berdarah
67 Bayangan Serigala di Bawah Badai Magnetik
68 Gurun yang Membisu
69 Kutukan Tulang dan Api yang Membara
70 Tekanan Raja Serigala
71 Anomali Inti Magnetik dan Tarian Kematian
72 Benang Pengendali dan Tarian Api di Tengah Tulang
73 Kebangkitan Sang Totem Kuno
74 Akhir dari Serigala dan Gerbang Kota Pasir Berdarah
75 Perjanjian di Atas Cangkir Teh
76 Tikaman Bayangan dan Amukan Tombak Hitam
77 Paviliun Kematian Emas dan Penyatuan Peta Purba
78 Pelelangan Darah dan Ancaman Tetua Bayangan
79 Malam Perburuan dan Teror Inti Emas Sejati
80 Domain Bayangan Mutlak
81 Rampasan Tetua Bayangan
82 Terjun ke Dalam Kehampaan
83 Gerbang Perunggu Kuno
84 Hutan Gravitasi Mutlak dan Amukan Kera Lengan Baja
85 Tempat Suci Akar Raksasa
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1: Kejatuhan Sang Jenius
2
Bab 2: Kekuatan Sutra Naga
3
Bab 3: Hukum Rimba dan Darah Serigala
4
Bab 4: Teratai Jiwa Es dan Bayangan Kematian
5
Bab 5: Cincin Penyimpanan dan Kesepakatan Dingin
6
Bab 6: Gua Tersembunyi dan Penawar Hawa Yin
7
Bab 7: Kepulangan Sang Sampah
8
Bab 8: Turnamen Dimulai dan Keangkuhan Klan Su
9
Bab 9: Pukulan Penghancur Kesombongan
10
Bab 10: Hutang Darah Dibayar Darah
11
Bab 11: Benturan Fondasi dan Utusan dari Awan
12
Bab 12: Kesombongan Semut dan Jalan Darah
13
Bab 13: Lelang Gelap dan Darah Gagak Emas
14
Bab 14: Pembantaian di Hutan Mati dan Api Gagak Emas
15
Bab 15: Penempaan Tulang Emas dan Terobosan Fondasi
16
Bab 16: Gerbang Awan Azure dan Tangga Kematian
17
Bab 17: Menghancurkan Formasi dan Pembuktian di Puncak Awan
18
Bab 18: Tunduknya Sang Penatua
19
Bab 19: Puncak Inti dan Kedengkian yang Terselubung
20
Bab 20: Pusaka Rongsokan dan Kemarahan Naga
21
Bab 21: Beban Kekuatan dan Batas Sang Naga
22
Bab 22: Aula Sumber Daya dan Intimidasi Tanpa Suara
23
Bab 23: Lembah Celah Vulkanik dan Ayunan Sempurna
24
Bab 24: Api Hitam Keemasan
25
Bab 25: Tengkorak Ular dan Langkah Guntur Sembilan Bayangan
26
Bab 26: Badai di Arena dan Bayangan Guntur
27
Bab 27: Inti Emas Palsu dan Terbukanya Sang Tombak Kematian
28
Bab 28: Keadilan Puncak Awan dan Runtuhnya Sang Penguasa
29
Bab 29: Pecahan Benua Kuno dan Pertemuan Tiga Sekte
30
Bab 30: Gravitasi Purba dan Ujian Pertama
31
Bab 31: Teratai Darah Purba dan Taktik Sang Nelayan
32
Bab 32: Pemurnian Teratai Darah dan Arogansi Sekte Pedang
33
Bab 33: Pembantaian di Bawah Kabut dan Pedang yang Patah
34
Bab 34: Kuil Darah Purba dan Ritual Pengorbanan
35
Bab 35: Pembantaian di Altar
36
Bab 36: Kuil Yin-Yang dan Penjaga Elemen Kembar
37
Bab 37: Pilar Emas Kuno dan Turunnya Sang Penguasa Pedang
38
Bab 38: Hati Pedang yang Retak dan Api Kemutlakan
39
Bab 39: Tekanan Takhta Kuno dan Peringatan Sang Sisa Jiwa
40
Bab 40: Murka Dua Sekte dan Pelindung Langit Azure
41
Bab 41: Puncak Renungan Surgawi
42
Bab 42: Ukiran Tulang Iblis
43
Bab 43: Pemanasan Berdarah dan Ujian Array Sisik Bintang
44
Bab 44: Tarian Kematian dan Penguasa Medan Perang
45
Bab 45: Kota Bintang Jatuh dan Gerbang Darah
46
Bab 46: Badai di Paviliun Bintang
47
Bab 47: Dekrit Penguasa Kota
48
Bab 48: Arena Puncak
49
Bab 49: Taktik Kelelahan
50
Bab 50: Mayat Darah Besi
51
Bab 51: Turunnya Sang Putra Darah
52
Bab 52: Inkarnasi Asura Darah
53
Bab 53: Benturan Dua Puncak
54
Bab 54: Satu Pedang Pemutus Cakrawala
55
Bab 55: Ujian Tekad
56
Bab 56: Malam Pemulihan
57
Bab 57: Pengkhianatan di Bawah Bulan
58
Bab 58: Misteri Pangeran Ketiga
59
Bab 59: Paradoks Yin-Yang
60
Bab 60: Runtuhnya Nyali
61
Bab 61: Kepulangan Sang Penakluk
62
Bab 62: Gua Inti Naga
63
Bab 63: Memadatkan Fondasi
64
Hujan Darah di Perbatasan
65
Cangkang Inti Emas
66
Bantuan Berdarah
67
Bayangan Serigala di Bawah Badai Magnetik
68
Gurun yang Membisu
69
Kutukan Tulang dan Api yang Membara
70
Tekanan Raja Serigala
71
Anomali Inti Magnetik dan Tarian Kematian
72
Benang Pengendali dan Tarian Api di Tengah Tulang
73
Kebangkitan Sang Totem Kuno
74
Akhir dari Serigala dan Gerbang Kota Pasir Berdarah
75
Perjanjian di Atas Cangkir Teh
76
Tikaman Bayangan dan Amukan Tombak Hitam
77
Paviliun Kematian Emas dan Penyatuan Peta Purba
78
Pelelangan Darah dan Ancaman Tetua Bayangan
79
Malam Perburuan dan Teror Inti Emas Sejati
80
Domain Bayangan Mutlak
81
Rampasan Tetua Bayangan
82
Terjun ke Dalam Kehampaan
83
Gerbang Perunggu Kuno
84
Hutan Gravitasi Mutlak dan Amukan Kera Lengan Baja
85
Tempat Suci Akar Raksasa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!