Bangkitnya Lima Elemen yang Terpendam

Aura kematian yang pekat berhembus kencang, membawa serta bau anyir darah dan busuk yang menusuk hidung. Puluhan bayangan berbalut jubah hitam pekat dengan topeng iblis bermata merah menyala kini memenuhi setiap jengkal dahan pohon bambu. Mereka mengepung kami rapat-rapat, membentuk lingkaran maut tanpa celah.

Syuu... syuu... syuu!

Suara desingan puluhan jarum beracun ungu melesat tajam menembus kegelapan malam, mengarah langsung ke titik-titik vital di tubuh kami.

(Batin Diah / Han So-Bin): “Wah, gila! Ini benar-benar serangan mendadak tanpa salam perkenalan! Kalau di game online, ini tuh tipe raid boss musuh level tinggi yang muncul di luar jadwal!”

Kang Hyu-Jin bergerak pertama kali. Tanpa aba-aba, pria itu menarikku merapat ke balik punggungnya, lalu mengibaskan lengan jubah putihnya dengan mengerahkan Naegong tingkat puncak.

Bum!

Gelombang Qi es yang luar biasa dingin meledak seketika, membentuk perisai transparan berkilau kristal di sekeliling kami. Puluhan jarum beracun yang tadinya melesat ganas langsung membeku di udara, lalu berjatuhan berkeping-keping menghantam tanah.

Lee Do-Yun dan Choi Min-Hyuk tidak tinggal diam. Keduanya kompak menghunus pedang pusaka masing-masing. Kilatan cahaya biru safir dan emas menyibak kegelapan malam, menebas beberapa bayangan musuh yang melompat turun hendak menyergap dari atas.

"Aliran Sesat Darah Hitam..." desis Choi Min-Hyuk tajam, rahangnya mengeras menahan amarah. "Untuk apa tikus-tikus comberan seperti kalian berani menampakkan diri di wilayah perbatasan Sekte Pedang Langit Biru?!"

Pemimpin pasukan bayangan hitam itu tertawa sinis, suara tawanya terdengar parau dan mengerikan bagai gesekan logam berkarat.

"Keluarga Choi dan para pendekar sombong Sekte Pedang Langit Biru..." geram sang pemimpin iblis, menunjuk langsung ke arah kami dengan pedang berlumur darah hitam. "Tujuan kami malam ini bukan hanya menghancurkan sekte kalian, tapi juga merenggut gadis kecil di belakang Pendekar Es itu. Darah dan energi murni dari Han So-Bin adalah kunci untuk membangkitkan master kami!"

Deg!

Jantungku berdegup kencang hingga rasanya mau loncat keluar dari rongga dada.

(Batin Diah / Han So-Bin): “Tunggu sebentar... Apa katanya?! Darah dan energi murniku adalah kunci kebangkitan master mereka?! Jangan bilang... di balik tubuh figuran umpan meriam ini, raga Han So-Bin sebenarnya menyimpan rahasia besar yang bahkan tidak disadarinya di novel asli?!”

Seketika, kepingan memori samar-samar berkelebat di dalam benakku. Di dalam novel Cheon-Ji-In, Han So-Bin memang diceritakan mati dengan mengenaskan di awal cerita. Namun, penulis aslinya tidak pernah menggali lebih dalam siapa sebenarnya latar belakang keluarga Han So-Bin yang sesungguhnya.

Sebelum aku sempat mencerna informasi mengejutkan itu lebih jauh, situasi berubah semakin runyam.

Puluhan anggota Aliran Sesat Darah Hitam kembali melompat secara bersamaan, melepaskan teknik terlarang: Formasi Pembantaian Darah Neraka. Langit malam yang tadinya diterangi cahaya rembulan tiba-tiba berubah menjadi kelam kemerahan, tertutup kabut darah yang menyerap habis energi vital di sekitar kami.

Tekanan Qi yang luar biasa berat menghantam dadaku. Lututku terasa lemas, napas mendadak sesak, dan pandanganku mulai kabur.

Bruk!

Lee Do-Yun terpental ke belakang setelah menahan hantaman telak dari tiga petinggi aliran sesat sekaligus, setetes darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Di sisi lain, Choi Min-Hyuk kewalahan menghadapi kepungan musuh yang jumlahnya seperti tidak ada habisnya.

Bahkan Kang Hyu-Jin, sang pendekar es yang terkenal tak terkalahkan, mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan karena harus bertarung mati-matian sambil melindungiku di tengah badai kabut darah tersebut.

"Hyu-Jin..." cicitku lirih, tubuhku gemetar hebat karena kehilangan oksigen.

Hyu-Jin menoleh sekilas ke arahku, napasnya memburu, namun tatapannya tetap memancarkan tekad baja. "Jangan takut, So-Bin. Selama aku masih bernapas, tidak ada seorang pun yang bisa menyentuhmu."

Pemimpin aliran sesat itu terbahak keras melihat kondisi kami yang mulai terdesak. Ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, mengalirkan energi hitam pekat yang siap menghujam ke arah kami untuk memberikan serangan pemungkas.

"Mati kalian semua!" teriaknya penuh kemenangan.

Melihat Hyu-Jin, Do-Yun, dan Min-Hyuk yang sudah berada di ambang batas kekuatan mereka, sesuatu di dalam diriku tiba-tiba terpancing. Rasa takut yang sejak tadi mencekam seketika berubah menjadi amarah yang membara.

(Batin Diah / Han So-Bin): “Sialan... Sialan! Aku baru saja reinkarnasi ke dunia novel ini, dan aku harus mati lagi di sini?! Enggak! Aku menolak mati muda di tangan sekte ecek-ecek ini!”

Seketika, sebuah sensasi panas yang luar biasa meledak dari titik meridian utama di dalam tubuhku.

Selama ini, Han So-Bin yang asli dikenal sebagai murid yang lemah dan tidak berbakat karena ia sengaja menyegel seluruh potensi fisiknya demi hidup tenang. Namun, jiwa Diah yang masuk ke dalam raga ini tidak tahu cara menyegel kekuatan tersebut. Dan kini, segel kuno itu hancur berkeping-keping!

Dug! Dug! Dug!

Detak jantungku bergemuruh kencang. Lima jenis cahaya yang berbeda warna tiba-tiba berpendar terang dari telapak tanganku, memancarkan silau yang membelah kegelapan malam.

Cahaya Merah Api yang membakar, Biru Air yang menyejukkan, Hijau Angin yang berhembus tajam, Kuning Tanah yang kokoh, dan Putih Logam yang mematikan—kelima elemen agung itu berputar selaras mengelilingi tubuhku dalam wujud pilar cahaya raksasa.

Suhu di Hutan Bambu Kabut Putih berfluktuasi secara ekstrem dalam sepersekian detik: dari panas membara, membeku menjadi es, hingga tersapu angin badai yang menghancurkan pepohonan di sekitar kami.

Hyu-Jin, Do-Yun, dan Min-Hyuk seketika mematung dengan mata terbelalak lebar. Ketiga pendekar terkuat di dataran tengah itu menatapku tidak percaya, seolah mereka sedang melihat hantu di siang bolong.

"Kekuatan... Lima Elemen Sempurna?" gemetar suara Min-Hyuk, pedangnya hampir lepas dari genggaman karena terkejut luar biasa.

Lee Do-Yun bahkan menganga lebar, kipas lipatnya jatuh begitu saja ke tanah tanpa ia sadari.

Dan Kang Hyu-Jin, pria yang selama ini dikenal paling tenang dan dingin, menatapku dengan napas tertahan. Ia akhirnya menyadari alasan kenapa selama ini Han So-Bin selalu menjadi incaran rahasia para petinggi dunia persilatan—bukan karena dia lemah, melainkan karena raga gadis itu menyimpan kekuatan legendaris yang bisa mengguncang seluruh tatanan Gangho.

Aku mengepalkan kedua tanganku. Energi Lima Elemen bergemuruh hebat di bawah kendaliku, menyatu dalam aliran Naegong yang begitu dahsyat hingga membuat tanah di bawah kaki kami bergetar hebat.

(Batin Diah / Han So-Bin): “Wah... Ternyata raga yang aku masuki ini bukan sembarang umpan meriam. Kalau tahu punya kekuatan sekuat ini dari kemarin, aku nggak perlu capek-capek kabur!”

Aku mengangkat wajahku, menatap tajam ke arah pemimpin Aliran Sesat Darah Hitam yang kini wajahnya sepucat mayat karena ketakutan yang luar biasa.

"Kalian bilang aku adalah kunci?" ucapku dingin, suaraku menggema kuat, membelah angkasa dengan wibawa mutlak seorang penguasa elemen. "Kalau begitu, mari kita lihat apakah kalian sanggup menanggung akibatnya!"

Episodes
1 Bayang-Bayang Pedang Es di Bawah Rembulan Gangho
2 Debat Kusir di Tengah Kepungan Pendekar
3 Guntur di Hutan Bambu dan Keputusan Mutlak
4 Bangkitnya Lima Elemen yang Terpendam
5 Badai Lima Elemen dan Kekacauan di Dataran Tengah
6 Memilih Jalan Berbeda di Persimpangan Gangho
7 Fajar Baru di Gerbang Sekte dan Janji di Bawah Langit Pucat
8 Sesi Sidang Para Tetua dan Kepribadian Asli Sang Figuran
9 Kemunculan Sang Pendekar Es di Tengah Sidang Dewan Tetua
10 Suara Mutlak Sang Figuran
11 Kemunculan Sang Pemeran Utama Wanita dan Pertemuan Tak Terduga
12 Langkah Keluar Menuju Dunia Luar
13 Candaan Terakhir Sebelum Perpisahan
14 Denyut Asing di Balik Jubah Hitam
15 Keputusan Dua Pendekar dan Awal Pengejaran
16 Pertanyaan di Bawah Temaram Senja
17 Bayangan di Balik Malam dan Janji yang Diuji
18 Pengakuan di Bawah Cahaya Bara Api
19 Proyeksi Konyol di Tengah Hutan
20 Batasan Tegas di Tengah Hutan
21 Godaan sang Pendekar Es di Pagi Buta
22 Perjalanan Lintas Provinsi dan Gangguan di Kedai Kecil
23 Abu Es dan Teh yang Nyaris Dingin
24 Pertanyaan di Bawah Naungan Pohon Pinus
25 Bayangan Choi Seo-Yeon yang Terlupakan
26 Lingkar Hangat di Sekitar Bara Api
27 Pengakuan di Balik Bara Api
28 Tiga Calon Menantu di Hadapan Ayah
29 Salah Alamat di Ujung Peta
30 Jejak Masa Lalu di Kota Batu Putih
31 Sesi Latihan Darurat di Tepi Jurang
32 Sumpah di Atas Jurang Batu Putih
33 Ujian Tersembunyi di Tengah Hutan Berkabut
34 Bilah Kristal di Bawah Kanopi Hutan
35 Candaan Ringan di Tengah Embun Beku
36 Kejujuran di Bawah Langit Senja
37 Impian di Atas Debu Kota Batu Putih
38 Bayangan di Balik Tembok Batu Putih
39 Bayangan di Balik Lorong Sempit
40 Darah di Atas Salju Kristal
41 Pertemuan di Balik Pintu Besi
42 Debat Sengit di Ruang Bawah Tanah
43 Badai di Gerbang Timur
44 Fajar Baru di Atas Reruntuhan
45 Di Bawah Langit Pegunungan Awan Biru
46 Harga Sebuah Kesetiaan
47 Di Bawah Rembulan yang Berbisik
48 Cahaya di Balik Pintu Gerbang Langit
49 Labirin Bayangan dan Kejujuran Hati
50 Protes Manis di Ambang Kemenangan
51 Di Bawah Langit yang Menjanjikan
52 Dilema Usia dan Rencana yang Terpangkas
53 Bayangan Masa Lalu dan Badai di Ambang Pintu
54 Ketegangan di Balik Bayang-Bayang
55 Strategi Terbalik di Bawah Sinar Rembulan
56 Kejaran di Bawah Cahaya Bulan
57 Simpul Janji di Ujung Es
58 Keputusan di Meja Bundar
59 Debat Hanbok dan Sentuhan Modern Sang Transmigran
60 Kejutan di Hari Resepsi dan Reaksi Tiga Suami
61 Badai Kelembutan di Balik Pintu Tertutup
62 Pagi yang Kacau dan Protes Sang Istri
63 Puisi, Anggur, dan Kunci Rahasia Hati
64 Pelukan Sunyi dan Fajar Ketiga di Sisi Min-Hyuk
65 Rahasia Masa Lalu dan Pengakuan di Balik Dinding Bambu
66 Pikiran Panik di Tengah Hari yang Tenang
67 Pertanyaan di Bawah Pohon Persik dan Keputusan Tak Terelakkan
68 Badai Pagi dan Kenyataan yang Tak Terelakkan
69 Senyum Manis di Balik Racun Mematikan
70 Langit Runtuh di Kediaman Han
71 Pertemuan Dua Jiwa di Ambang Batas Kematian
72 Kembalinya Sang Pemilik Asli dan Keajaiban di Ujung Maut
73 Bau Rumah Sakit dan Tiga Pemuda Misterius
74 Pertemuan di Dunia Nyata dan Tiga Wajah yang Dirindukan
75 Babak Baru di Dua Dunia yang Berbeda
76 Quotes karakter
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bayang-Bayang Pedang Es di Bawah Rembulan Gangho
2
Debat Kusir di Tengah Kepungan Pendekar
3
Guntur di Hutan Bambu dan Keputusan Mutlak
4
Bangkitnya Lima Elemen yang Terpendam
5
Badai Lima Elemen dan Kekacauan di Dataran Tengah
6
Memilih Jalan Berbeda di Persimpangan Gangho
7
Fajar Baru di Gerbang Sekte dan Janji di Bawah Langit Pucat
8
Sesi Sidang Para Tetua dan Kepribadian Asli Sang Figuran
9
Kemunculan Sang Pendekar Es di Tengah Sidang Dewan Tetua
10
Suara Mutlak Sang Figuran
11
Kemunculan Sang Pemeran Utama Wanita dan Pertemuan Tak Terduga
12
Langkah Keluar Menuju Dunia Luar
13
Candaan Terakhir Sebelum Perpisahan
14
Denyut Asing di Balik Jubah Hitam
15
Keputusan Dua Pendekar dan Awal Pengejaran
16
Pertanyaan di Bawah Temaram Senja
17
Bayangan di Balik Malam dan Janji yang Diuji
18
Pengakuan di Bawah Cahaya Bara Api
19
Proyeksi Konyol di Tengah Hutan
20
Batasan Tegas di Tengah Hutan
21
Godaan sang Pendekar Es di Pagi Buta
22
Perjalanan Lintas Provinsi dan Gangguan di Kedai Kecil
23
Abu Es dan Teh yang Nyaris Dingin
24
Pertanyaan di Bawah Naungan Pohon Pinus
25
Bayangan Choi Seo-Yeon yang Terlupakan
26
Lingkar Hangat di Sekitar Bara Api
27
Pengakuan di Balik Bara Api
28
Tiga Calon Menantu di Hadapan Ayah
29
Salah Alamat di Ujung Peta
30
Jejak Masa Lalu di Kota Batu Putih
31
Sesi Latihan Darurat di Tepi Jurang
32
Sumpah di Atas Jurang Batu Putih
33
Ujian Tersembunyi di Tengah Hutan Berkabut
34
Bilah Kristal di Bawah Kanopi Hutan
35
Candaan Ringan di Tengah Embun Beku
36
Kejujuran di Bawah Langit Senja
37
Impian di Atas Debu Kota Batu Putih
38
Bayangan di Balik Tembok Batu Putih
39
Bayangan di Balik Lorong Sempit
40
Darah di Atas Salju Kristal
41
Pertemuan di Balik Pintu Besi
42
Debat Sengit di Ruang Bawah Tanah
43
Badai di Gerbang Timur
44
Fajar Baru di Atas Reruntuhan
45
Di Bawah Langit Pegunungan Awan Biru
46
Harga Sebuah Kesetiaan
47
Di Bawah Rembulan yang Berbisik
48
Cahaya di Balik Pintu Gerbang Langit
49
Labirin Bayangan dan Kejujuran Hati
50
Protes Manis di Ambang Kemenangan
51
Di Bawah Langit yang Menjanjikan
52
Dilema Usia dan Rencana yang Terpangkas
53
Bayangan Masa Lalu dan Badai di Ambang Pintu
54
Ketegangan di Balik Bayang-Bayang
55
Strategi Terbalik di Bawah Sinar Rembulan
56
Kejaran di Bawah Cahaya Bulan
57
Simpul Janji di Ujung Es
58
Keputusan di Meja Bundar
59
Debat Hanbok dan Sentuhan Modern Sang Transmigran
60
Kejutan di Hari Resepsi dan Reaksi Tiga Suami
61
Badai Kelembutan di Balik Pintu Tertutup
62
Pagi yang Kacau dan Protes Sang Istri
63
Puisi, Anggur, dan Kunci Rahasia Hati
64
Pelukan Sunyi dan Fajar Ketiga di Sisi Min-Hyuk
65
Rahasia Masa Lalu dan Pengakuan di Balik Dinding Bambu
66
Pikiran Panik di Tengah Hari yang Tenang
67
Pertanyaan di Bawah Pohon Persik dan Keputusan Tak Terelakkan
68
Badai Pagi dan Kenyataan yang Tak Terelakkan
69
Senyum Manis di Balik Racun Mematikan
70
Langit Runtuh di Kediaman Han
71
Pertemuan Dua Jiwa di Ambang Batas Kematian
72
Kembalinya Sang Pemilik Asli dan Keajaiban di Ujung Maut
73
Bau Rumah Sakit dan Tiga Pemuda Misterius
74
Pertemuan di Dunia Nyata dan Tiga Wajah yang Dirindukan
75
Babak Baru di Dua Dunia yang Berbeda
76
Quotes karakter

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!