2 - RASANYA INGIN KUUSAP

Di balik keputusan Kirana untuk menerima pinangan Danendra Prasaja, tersimpan serentetan alasan yang cukup panjang dan rumit, yang sebagian besar berkaitan erat dengan masa lalunya sendiri yang tak banyak orang ketahui.

Ia terbaring begitu lama di dalam Peti Kaca Rembulan, dan ketika akhirnya terbangun, kepalanya dibanjiri terlalu banyak kenangan dari masa-masa di Alam Kuna. Semua kenangan itu bercampur aduk, membuatnya kesulitan menyesuaikan diri, persis seperti orang yang baru menyeberangi zaman yang sama sekali berbeda.

Terlebih lagi, tubuhnya baru saja pulih dan masih terasa sangat lemah, sehingga ia belum mampu melakukan aktivitas yang berat. Dokter yang merawatnya bahkan berpesan agar ia tidak memaksakan diri berlebihan.

Selama hampir dua tahun setelah terbangun, ia nyaris tidak pernah meninggalkan kediaman Wijaya. Kegiatannya hanya berkisar di dalam rumah, berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain, sesekali menyinggahi jaringan Gema untuk membaca kabar atau sekadar membuang waktu bersama pelayan yang setia menemaninya.

Setelah terbangun, ia hampir tidak pernah berhubungan dengan lawan jenis yang bukan kerabat dekatnya sendiri, dan itu pun sudah menjadi kebiasaannya sejak lama.

Terlebih lagi, Kirana dan Danendra telah dipertunangkan oleh kedua kakek mereka sejak keduanya masih kecil, jauh sebelum Kirana mengerti arti sebuah kata yang bernama cinta, bahkan sebelum ia bisa membedakan mana perasaan dan mana kewajiban.

Mereka dianggap sepadan, dan bisa dikatakan seperti sepasang kekasih yang tumbuh bersama sejak kecil. Tahun ini, keduanya bahkan sama-sama diterima di jurusan Peracikan Ramu Akademi Militer Kekaisaran, sebuah pencapaian yang membanggakan kedua keluarga.

Dengan begitu, pernikahan di antara mereka menjadi hal yang wajar-wajar saja, hampir seperti kewajiban yang tinggal dijalankan.

Kekaisaran Cakrawala memiliki aturan yang sangat tegas: setiap perempuan biasa wajib memiliki pasangan sah di usia dua puluh tahun, dan aturan itu sama sekali tidak bisa ditawar-tawar oleh siapa pun, termasuk oleh anak dari keluarga bangsawan sekalipun.

Jika tidak, Arsip Agung akan menunjuk seorang suami sebagai "hadiah ulang tahun" pada hari ia genap berusia dua puluh tahun, tepat setelah tengah malam berlalu.

Ketidakpastian penunjukan acak itu terlalu besar. Siapa yang tahu suami seperti apa yang akan ditentukan oleh Arsip Agung untuk dirinya nanti, apakah ia tampan atau tidak, baik hati atau jahat, muda atau tua, semua bergantung pada keberuntungan belaka.

Bagi Kirana, menikahi Danendra yang segalanya sudah ia kenal jauh lebih baik daripada harus menerima orang asing yang tidak dikenal sama sekali.

Namun siapa sangka, pada detik-detik terakhir menjelang pernikahan, Sekar berhasil menggunakan tipu muslihat untuk membujuk Danendra pergi, membuatnya mustahil untuk menikahi Kirana!

Kirana menghela napas panjang. Ia tahu bahwa Sekar mengingini Danendra, dan Danendra sendiri juga menyimpan perasaan kepada Sekar. Keduanya memang sudah saling menyukai, meskipun berusaha ditutup-tutupi dari orang lain.

Bukan berarti Danendra itu tak tergantikan bagi Kirana.

Namun kini tinggal beberapa jam menuju tengah malam. Dari mana ia bisa mencari pria yang menarik hatinya untuk segera dinikahi dalam waktu sesingkat itu, sementara semua tamu sedang menunggu di balai jamuan?

Apakah ia harus pasrah dan menunggu keputusan Arsip Agung yang serba tidak pasti itu?

---

Dengan perasaan enggan menyerah, Kirana melangkah menyusuri koridor panjang sambil mengangkat ujung gaunnya dengan tangan. Tiba-tiba, sesuatu yang berbulu melintas cepat di hadapan penglihatannya, nyaris membuatnya berhenti melangkah.

Ia yang mengenakan sepatu hak tinggi setinggi sepuluh sentimeter itu tersentak, nyaris kehilangan keseimbangan, lalu mundur selangkah untuk menenangkan diri.

Begitu pandangannya pulih, Kirana melihat sepasang mata basah yang besar sedang menatapnya dari kejauhan, dengan sorot yang campur aduk antara bingung dan penuh harap.

Pemuda itu sangat tampan, dengan fitur wajah yang halus dan tegas, serta kulit yang begitu putih hingga nyaris tidak terlihat pori-porinya sama sekali. Bulu matanya panjang, dan wajahnya tampak begitu bersih seperti belum pernah tersentuh debu, dengan alis yang tegas namun tetap meninggalkan kesan lugu di setiap sudutnya.

Rambutnya berwarna keperakan dengan ujung yang acak-acakan, dan sepasang tanduk kecil dengan warna yang sama bergetar pelan seolah-olah ia sedang takut, persis seperti gambaran manusia naga dalam cerita rakyat yang selama ini ia dengar, sosok yang setengah manusia dan setengah binatang suci.

Hati Kirana ikut bergetar oleh pemandangan yang begitu menakjubkan itu, seolah ada sesuatu yang hangat mengalir di dadanya.

Astaga! Wajah mungilnya! Rasanya ia ingin segera mengusap dan membelai pipi itu sepuas-puasnya!

Tiba-tiba punggung kakinya terasa geli. Ia menunduk dan melihat seutas ekor naga keperakan yang halus sedang meliuk-liuk pelan di atas punggung kakinya, seolah-olah sedang menyapa dengan takzim.

Kirana bertanya, "Siapa kau?"

Manusia naga secantik ini, jika ia pernah melihatnya sebelumnya, pasti ia tidak akan pernah melupakannya seumur hidup!

Namun ia baru saja melewatkan lima tahun tidur, dan hampir dua tahun setelah terbangun, Kirana nyaris tidak mengenal satu pun lawan jenis yang bukan kerabatnya.

Pemuda besar itu memonyongkan bibirnya yang tipis lalu berkata dengan suara pelan dan sedikit canggung, "Namaku Rangga."

Hanya nama panggilan.

Meskipun pemuda besar ini benar-benar sesuai dengan selera Kirana di segala hal, prioritas utamanya saat ini adalah mencari pengganti pengantin pria yang baru saja kabur.

Urusan yang paling sulit di hadapannya, biarlah ia selesaikan terlebih dahulu sebelum memikirkan hal lain.

Kirana hendak pergi sambil mengangkat ujung gaunnya, tetapi betisnya tiba-tiba terjerat oleh ekor naga yang besar dan lentur itu.

Ia mengangkat kepala dan mendapati pemuda itu menatapnya dengan mata berkaca-kaca, bertanya dengan suara lirih, "Mau ke mana kau?"

Karena pihak lain begitu tampan dan menggemaskan, kesabaran Kirana pun tetap terpelihara, meskipun sebenarnya ia sedang tergesa-gesa sekali.

Ia berkata dengan lembut, "Kakak sedang buru-buru. Kakak harus mencari pria untuk dinikahi. Nanti kakak kembali ke sini menemui kamu, ya?"

"Jangan, jangan dulu." Pemuda besar itu menggigit sudut bibirnya dengan wajah yang sangat sedih dan tertekan. Matanya yang gelap berkabut air, tetapi ekor naganya tetap erat melilit pergelangan kaki Kirana, seolah takut ia akan kabur secepat kedatangannya. Semburat keperakan di ujung ekor itu berkilau redup, menambah kesan polos yang tidak bisa ia tolak. "Jangan pergi, ya?"

Kirana memegangi dadanya, dadanya yang tiba-tiba berdebar-debar tidak karuan.

Siapa yang tega pergi meninggalkan pemandangan seperti itu?

Terpaksa ia berkata setengah bercanda setengah serius, "Hei, kakak benar-benar sedang buru-buru sekarang dan sangat butuh pengantin pria. Alangkah baiknya jika kamu sudah berusia lebih dari dua puluh tahun, supaya bisa membantu kakak menyelesaikan urusan yang mendesak ini."

Mata basah Rangga yang seperti anak rusa itu langsung membelalak penuh keterkejutan.

Terpopuler

Comments

Filan

Filan

waduh jurusan apa ini? 🤣

2026-08-19

3

Myz Pena

Myz Pena

tapi danendra sepertinya nggak cinta nih 🫣

2026-08-19

1

Myz Pena

Myz Pena

untung naga bukan lipan .. auto loncat 🤭🤣

2026-08-19

1

lihat semua
Episodes
1 1 - PERNIKAHAN TETAP BERLANGSUNG
2 2 - RASANYA INGIN KUUSAP
3 3 - NIKAHI AKU
4 4 - SEOLAH KITA PERNAH BERTEMU
5 5 - PANGLIMA KABUT YANG MENGHILANG
6 6 - KRISIS API DARAH
7 7 - RAMU SEJIWA
8 8 - EKOR YANG MELILIT
9 9 - BAGINDA ADALAH KEPONAKANMU
10 10 - SUMPAH YANG TELAH TERIKAT
11 11 - APA NYONYA INI MALU?
12 12 - BAGINDA YANG MELULUSKAN PENGAJUAN PERNIKAHAN
13 13 - KALAU DIA BERANI, PASANG ZIRAHMU
14 14 - KEK, KELUARGA KITA TAK MAMPU MENGHIDUPINYA
15 15 - SIAPA NAMA PRIA ITU SEBENARNYA?
16 16 - TERIMA KASIH TELAH MEMBAWAKU PADA CINTA SEJATI
17 17 - MIMPI DICEKIK EKOR
18 18 - KALAU BAGUS, TIDAK AKAN KULEPASKAN
19 19 - APAKAH KAU KENAL PANGLIMA RANGGA?
20 20 - PANGLIMA RANGGA BERBOHONG PADA ISTRINYA?
21 21 - LEBIH TEH DARI TEH HIJAU
22 22 - SIAPA KINANTI ITU?
23 23 - HASRAT HIDUP MACAN PUTIH
24 24 - PANGLIMA YANG MENDADAK TANPA TOPENG
25 25 - SUAMIMU TAMPAKNYA PANGLIMA PERTAMA
26 26 - YANG DISAYANG SELALU PERCAYA DIRI
27 27 - IDOLA MENDADAK JADI IPAR
28 28 - CUEK NAMUN SENSITIF
29 29 - KAU AKAN MENYURAT CERAI AKU?
30 30 - TUAN TIDAK GEGABAH, ARSIP AGUNG YANG GEGABAH
31 31 - RAMU SEJIWA YANG TAK MEMPAN LAGI
32 32 - BERMALAM DI SARANG NAGA
33 33 - SIAPA YANG MENGGALI TEMBOK SIAPA
34 34 - PANGLIMA YANG BERPURA-PURA TIDAK ADA
35 35 - RESEP MEMBUJUK SEORANG ISTRI
36 36 - MERAH MENYALA MELAWAN MERAH MUDA
37 37 - JAMUAN MALAM UNTUK KELUARGA BESAR
38 38 - DAPUR PANGLIMA YANG BELUM PERNAH MENYALA
39 39 - KARENA KAULAH YANG MEMILIH AKU
40 40 - DINGIN DI LUAR, SAYANG DI DALAM
41 41 - TAMU BESAR DAN SEORANG TEMAN
42 42 - KIDUNG YANG TAK BOLEH TERDENGAR
43 43 - KETIKA KINANTI BERSUARA
44 44 - PERJAMUAN AGUNG DARI ALAM KUNA
45 45 - MANTEL DINGIN DI PELATARAN
46 46 - LECET YANG DIOBATI
47 47 - DUA NAMA, SATU ISTRI
48 48 - PERKATAAN SANG PEWARIS
49 49 - TERLELAP DALAM PELUK EKOR NAGA
50 50 - BUBUR TENGAH MALAM
51 51 - KABUT YANG MENYELIMUTI LESTARI
52 52 - SI MANIS DAN SI DINGIN
53 53 - UNDANGAN LAGA DI LEMBAH PADASARI
54 54 - MERAK YANG AKHIRNYA TERBANG
55 55 - KETIKA PANGLIMA TURUN KE DAPUR
56 56 - RUANG BERSANTAI DI JANTUNG KAPAL
57 57 - AIR MATA DI UJUNG GEMA
58 58 - TERLALU MUDAH MENGANTUK
59 59 - BEBAN SERATUS KATI
Episodes

Updated 59 Episodes

1
1 - PERNIKAHAN TETAP BERLANGSUNG
2
2 - RASANYA INGIN KUUSAP
3
3 - NIKAHI AKU
4
4 - SEOLAH KITA PERNAH BERTEMU
5
5 - PANGLIMA KABUT YANG MENGHILANG
6
6 - KRISIS API DARAH
7
7 - RAMU SEJIWA
8
8 - EKOR YANG MELILIT
9
9 - BAGINDA ADALAH KEPONAKANMU
10
10 - SUMPAH YANG TELAH TERIKAT
11
11 - APA NYONYA INI MALU?
12
12 - BAGINDA YANG MELULUSKAN PENGAJUAN PERNIKAHAN
13
13 - KALAU DIA BERANI, PASANG ZIRAHMU
14
14 - KEK, KELUARGA KITA TAK MAMPU MENGHIDUPINYA
15
15 - SIAPA NAMA PRIA ITU SEBENARNYA?
16
16 - TERIMA KASIH TELAH MEMBAWAKU PADA CINTA SEJATI
17
17 - MIMPI DICEKIK EKOR
18
18 - KALAU BAGUS, TIDAK AKAN KULEPASKAN
19
19 - APAKAH KAU KENAL PANGLIMA RANGGA?
20
20 - PANGLIMA RANGGA BERBOHONG PADA ISTRINYA?
21
21 - LEBIH TEH DARI TEH HIJAU
22
22 - SIAPA KINANTI ITU?
23
23 - HASRAT HIDUP MACAN PUTIH
24
24 - PANGLIMA YANG MENDADAK TANPA TOPENG
25
25 - SUAMIMU TAMPAKNYA PANGLIMA PERTAMA
26
26 - YANG DISAYANG SELALU PERCAYA DIRI
27
27 - IDOLA MENDADAK JADI IPAR
28
28 - CUEK NAMUN SENSITIF
29
29 - KAU AKAN MENYURAT CERAI AKU?
30
30 - TUAN TIDAK GEGABAH, ARSIP AGUNG YANG GEGABAH
31
31 - RAMU SEJIWA YANG TAK MEMPAN LAGI
32
32 - BERMALAM DI SARANG NAGA
33
33 - SIAPA YANG MENGGALI TEMBOK SIAPA
34
34 - PANGLIMA YANG BERPURA-PURA TIDAK ADA
35
35 - RESEP MEMBUJUK SEORANG ISTRI
36
36 - MERAH MENYALA MELAWAN MERAH MUDA
37
37 - JAMUAN MALAM UNTUK KELUARGA BESAR
38
38 - DAPUR PANGLIMA YANG BELUM PERNAH MENYALA
39
39 - KARENA KAULAH YANG MEMILIH AKU
40
40 - DINGIN DI LUAR, SAYANG DI DALAM
41
41 - TAMU BESAR DAN SEORANG TEMAN
42
42 - KIDUNG YANG TAK BOLEH TERDENGAR
43
43 - KETIKA KINANTI BERSUARA
44
44 - PERJAMUAN AGUNG DARI ALAM KUNA
45
45 - MANTEL DINGIN DI PELATARAN
46
46 - LECET YANG DIOBATI
47
47 - DUA NAMA, SATU ISTRI
48
48 - PERKATAAN SANG PEWARIS
49
49 - TERLELAP DALAM PELUK EKOR NAGA
50
50 - BUBUR TENGAH MALAM
51
51 - KABUT YANG MENYELIMUTI LESTARI
52
52 - SI MANIS DAN SI DINGIN
53
53 - UNDANGAN LAGA DI LEMBAH PADASARI
54
54 - MERAK YANG AKHIRNYA TERBANG
55
55 - KETIKA PANGLIMA TURUN KE DAPUR
56
56 - RUANG BERSANTAI DI JANTUNG KAPAL
57
57 - AIR MATA DI UJUNG GEMA
58
58 - TERLALU MUDAH MENGANTUK
59
59 - BEBAN SERATUS KATI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!