KIDUNG KINANTI UNTUK PANGLIMA KABUT

KIDUNG KINANTI UNTUK PANGLIMA KABUT

1 - PERNIKAHAN TETAP BERLANGSUNG

Di bulan Januari tahun 2030, pagi itu langit Provinsi Seruni cerah tanpa awan, seolah-olah alam ikut merayakan hari besar dua keluarga bangsawan yang paling disegani di provinsi tersebut. Angin lembut mengusap puncak menara pusat yang menjulang, membawa wangi bunga serta harum suguhan yang sudah disiapkan sejak subuh.

Di beberapa sudut jalan, anak-anak berlarian sambil memungut kembang gula yang dibagikan para pelayan keluarga Wijaya.

Keluarga Wijaya dan keluarga Prasaja sama-sama bangsawan terpandang dengan pengaruh yang berimbang di kalangan masyarakat. Hari ini, kedua keluarga itu tengah merayakan pernikahan putra dan putri mereka yang telah dipertunangkan sejak kecil, dan seluruh Provinsi Seruni seakan ikut berbahagia menyambutnya.

Di sepanjang jalan dan lorong, layar-layar raksasa milik kota memutar rekaman wajah kedua mempelai secara berulang-ulang, dari pagi hingga malam, tanpa henti. Senyum yang sama diputar berkali-kali sampai orang-orang yang lewat pun hafal di luar kepala.

Dalam rekaman itu, sang perempuan tampak lembut dan manis, sedangkan sang pria tampak gagah dan tampan. Siapa pun yang menyaksikannya akan mengakui bahwa mereka adalah pasangan yang sangat serasi, seolah-olah memang ditakdirkan untuk bersama selamanya.

Upacara pernikahan digelar di balai jamuan di puncak menara pusat Provinsi Seruni, tepatnya di lantai kedelapan puluh delapan, tempat yang hanya diperbolehkan untuk perayaan paling istimewa sepanjang tahun. Balai itu mampu menampung ratusan tamu dalam satu waktu, dengan jendela kaca besar yang menghadap ke seluruh penjuru kota.

Lampu kristal mewah menggantung dari langit-langit dan berkilauan bagai bintang di malam hari, peralatan saji tersusun rapi di atas taplak putih, dan gelas-gelas yang saling bersulang silih berganti memenuhi ruangan dengan kemeriahan yang sulit dibendung.

Untuk pernikahan ini, bukan hanya bangsawan Provinsi Seruni yang berdatangan; kabarnya dua tokoh besar dari Provinsi Kedaton juga turut hadir, suatu kehormatan yang sangat jarang sekali terjadi bagi pernikahan di provinsi lain.

Dari situ tampak betapa besar perhatian yang diterima pernikahan kali ini. Nama kedua keluarga itu, Wijaya dan Prasaja, semakin terangkat di mata seluruh penjuru Cakrawala, dan hubungan mereka dianggap semakin kokoh oleh publik.

Akan tetapi, berbeda dengan riuhnya suasana balai jamuan, suasana di depan ruang pengantin justru sangat muram dan menyesakkan. Di dalam ruangan itu, waktu seakan berjalan lebih lambat daripada di luar.

---

"Rara, kabar Danendra belum ada juga?" tanya Ratih dengan cemas, menatap putrinya yang berdiri diam di depan cermin. "Jangan-jangan ia mendapat sesuatu. Bagaimana kalau Ibu pergi menemui keluarga Prasaja dan bertanya sekali lagi? Ibu tidak tahan melihatmu menunggu begini. Ibu yakin ia akan datang. Kalian sudah bersama sejak kecil, masa iya dia tega menelantarkanmu di hari penting seperti ini?"

Kirana yang mengenakan gaun pengantin putih itu menundukkan pandangan; matanya jatuh pada deretan permata yang menghiasi tepi gaunnya. Permata itu kecil, tetapi berkilau, dan untuk sesaat ia merasa sedikit pusing menatapnya.

Pada saat itu, Gelang Lentera di pergelangan tangannya tiba-tiba berbunyi. Kirana mengangkat tangan dan segera menyambung panggilan yang datang dari Danendra, tunangannya sendiri.

"Rara, maafkan aku. Kapal terbang Sekar mengalami kecelakaan di Provinsi Segara. Aku harus segera menyelamatkannya! Kau harus mengerti, aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja dalam keadaan seperti itu!"

"Bukankah ada tim penyelamat yang bisa menanganinya?"

"Rara, apa maksudmu dengan perkataan seperti itu?! Mana mungkin aku berdiam diri ketika Sekar menimpa musibah seperti ini? Aku bukan orang yang tega melihatnya terluka sendirian!"

Kirana menjawab dengan tenang, tanpa sedikit pun nada terkejut di dalamnya, seolah ia sudah menduga jawaban seperti ini sejak awal. "Danendra, apa kau lupa bahwa beberapa jam lagi aku genap berusia dua puluh tahun? Jika kau tidak kembali untuk menikahiku, aku akan dijodohkan secara paksa oleh Arsip Agung. Kau mengerti maksudku, bukan?"

"Rara, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk kembali. Tak seorang pun menginginkan kecelakaan seperti ini terjadi, kau harus percaya itu."

Berusaha sekuat tenaga? Artinya, ada kemungkinan ia tidak akan kembali sama sekali.

Kirana tidak menjawab.

Sebaliknya, Danendra justru tampak tidak senang. Ia menegur dengan nada kesal, "Rara, aku tahu kau kecewa, tetapi jangan egois! Sekar adalah adikmu sendiri! Luka-lukanya parah, aku tidak mungkin meninggalkannya begitu saja! Sudah, cukup. Aku akan berusaha kembali. Dan satu hal lagi, jangan sekali-kali kau menghubungi ayah ibuku untuk urusan ini!"

Panggilan terputus.

Di cermin, sudut bibir sang pengantin perempuan terangkat membentuk senyuman yang dingin dan tidak ramah sama sekali.

Oh, adiknya?

Huh, justru dia yang egois?

---

Ketika Kirana berusia tiga belas tahun, kapal terbang yang ditumpanginya diserang oleh bajak langit di tengah perjalanan antarprovinsi. Beruntung, Bala Penjaga Cakrawala tiba tepat waktu dan berhasil menyelamatkan semua penumpang, termasuk ia yang saat itu sudah tak sadarkan diri.

Serangan itu terjadi begitu cepat, sebelum siapa pun sempat bereaksi, dan hampir menewaskan semua orang di dalam kapal.

Namun luka-lukanya terlalu parah. Ia terbaring dalam Peti Kaca Rembulan dan membeku selama lima tahun lamanya, menunggu tubuhnya pulih sedikit demi sedikit di dalam cairan penahan waktu itu.

Tak seorang pun tahu bahwa selama lima tahun tertidur itu, jiwa Kirana sebenarnya berkelana ke Alam Kuna, negeri yang telah lenyap lebih dari seribu tahun silam. Di sana ia belajar banyak hal yang tidak pernah diajarkan siapa pun di zamannya sekarang, beberapa di antaranya bahkan telah hilang ditelan zaman dan tidak lagi dikenal oleh generasi saat ini.

Ketika ia terbangun, ada seorang gadis yang usianya enam bulan lebih muda di dalam keluarganya. Gadis itu diadopsi dari Provinsi Segara, konon anak dari sahabat karib ayahnya yang sudah tiada, dan diberi nama Sekar.

Sekar sangat cerdik dan pandai mengambil hati siapa pun. Bukan hanya ayahnya, Bawono, yang memperlakukannya seperti anak kandung, kedua kakak Kirana pun menjaganya seperti adik sendiri yang harus dilindungi. Ia hafal cara membuat setiap orang di rumah merasa nyaman, seolah tidak ada satu pun yang bisa menolaknya.

Kini bahkan Danendra, yang sejak kecil telah dipertunangkan dengan Kirana, kabur dari pernikahan hanya demi gadis itu, seolah-olah semua janji masa kecil tidak pernah ada artinya.

Mana mungkin ia mendapat kecelakaan tepat di momen yang paling krusial seperti ini. Semuanya terasa terlalu kebetulan untuk bisa dipercaya begitu saja.

---

"Rara..." Ratih tampak sangat khawatir. Ia menatap putrinya dengan cemas, tetapi untuk sesaat ia tidak tahu harus berkata apa lagi untuk menghibur.

Kirana justru menenangkan ibunya. "Bu, tidak apa-apa. Pernikahan ini tetap akan dilangsungkan seperti biasa, kok."

"Seperti biasa?"

"Iya. Ibu bantu aku menemani para tamu di balai jamuan sebentar. Aku akan keluar untuk suatu keperluan."

Ratih mengejarnya beberapa langkah. "Rara, kau mau ke mana? Masih ada waktu untuk menunggu, jangan bertindak gegabah!"

Begitu pintu tertutup, sebait kalimat melayang masuk ke dalam ruangan.

"Pengantin prianya tidak ada. Aku akan Mencari pengantin pria yang baru."

Ratih berdiri mematung di balik pintu. Mulutnya setengah terbuka, tetapi tidak ada sepatah kata pun yang sanggup keluar darinya.

Terpopuler

Comments

Myz Pena

Myz Pena

oh ternyata akan menikahi pacarnya sendiri, tapi kalau prianya tidak segera datang.. ya tamatlah sudah akan terjadi.perjodohan paksa 🤧

2026-08-18

3

Kartika Candrabuwana

Kartika Candrabuwana

oh, ini acara pernikahan keluarga besar. lebih mewah mana ya dengan pernikahannya sy*hr1n1?

2026-08-18

1

🩷 ⃟🌴⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪

🩷 ⃟🌴⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪

wduh... mempelai pengantin pria blum dtng 🤧 pernikahan udah di gelar sedemikian mewah sampai jadi sorotan kota seruni

2026-08-18

1

lihat semua
Episodes
1 1 - PERNIKAHAN TETAP BERLANGSUNG
2 2 - RASANYA INGIN KUUSAP
3 3 - NIKAHI AKU
4 4 - SEOLAH KITA PERNAH BERTEMU
5 5 - PANGLIMA KABUT YANG MENGHILANG
6 6 - KRISIS API DARAH
7 7 - RAMU SEJIWA
8 8 - EKOR YANG MELILIT
9 9 - BAGINDA ADALAH KEPONAKANMU
10 10 - SUMPAH YANG TELAH TERIKAT
11 11 - APA NYONYA INI MALU?
12 12 - BAGINDA YANG MELULUSKAN PENGAJUAN PERNIKAHAN
13 13 - KALAU DIA BERANI, PASANG ZIRAHMU
14 14 - KEK, KELUARGA KITA TAK MAMPU MENGHIDUPINYA
15 15 - SIAPA NAMA PRIA ITU SEBENARNYA?
16 16 - TERIMA KASIH TELAH MEMBAWAKU PADA CINTA SEJATI
17 17 - MIMPI DICEKIK EKOR
18 18 - KALAU BAGUS, TIDAK AKAN KULEPASKAN
19 19 - APAKAH KAU KENAL PANGLIMA RANGGA?
20 20 - PANGLIMA RANGGA BERBOHONG PADA ISTRINYA?
21 21 - LEBIH TEH DARI TEH HIJAU
22 22 - SIAPA KINANTI ITU?
23 23 - HASRAT HIDUP MACAN PUTIH
24 24 - PANGLIMA YANG MENDADAK TANPA TOPENG
25 25 - SUAMIMU TAMPAKNYA PANGLIMA PERTAMA
26 26 - YANG DISAYANG SELALU PERCAYA DIRI
27 27 - IDOLA MENDADAK JADI IPAR
28 28 - CUEK NAMUN SENSITIF
29 29 - KAU AKAN MENYURAT CERAI AKU?
30 30 - TUAN TIDAK GEGABAH, ARSIP AGUNG YANG GEGABAH
31 31 - RAMU SEJIWA YANG TAK MEMPAN LAGI
32 32 - BERMALAM DI SARANG NAGA
33 33 - SIAPA YANG MENGGALI TEMBOK SIAPA
34 34 - PANGLIMA YANG BERPURA-PURA TIDAK ADA
35 35 - RESEP MEMBUJUK SEORANG ISTRI
36 36 - MERAH MENYALA MELAWAN MERAH MUDA
37 37 - JAMUAN MALAM UNTUK KELUARGA BESAR
38 38 - DAPUR PANGLIMA YANG BELUM PERNAH MENYALA
39 39 - KARENA KAULAH YANG MEMILIH AKU
40 40 - DINGIN DI LUAR, SAYANG DI DALAM
41 41 - TAMU BESAR DAN SEORANG TEMAN
42 42 - KIDUNG YANG TAK BOLEH TERDENGAR
43 43 - KETIKA KINANTI BERSUARA
44 44 - PERJAMUAN AGUNG DARI ALAM KUNA
45 45 - MANTEL DINGIN DI PELATARAN
46 46 - LECET YANG DIOBATI
47 47 - DUA NAMA, SATU ISTRI
48 48 - PERKATAAN SANG PEWARIS
49 49 - TERLELAP DALAM PELUK EKOR NAGA
50 50 - BUBUR TENGAH MALAM
51 51 - KABUT YANG MENYELIMUTI LESTARI
52 52 - SI MANIS DAN SI DINGIN
53 53 - UNDANGAN LAGA DI LEMBAH PADASARI
54 54 - MERAK YANG AKHIRNYA TERBANG
55 55 - KETIKA PANGLIMA TURUN KE DAPUR
56 56 - RUANG BERSANTAI DI JANTUNG KAPAL
57 57 - AIR MATA DI UJUNG GEMA
58 58 - TERLALU MUDAH MENGANTUK
59 59 - BEBAN SERATUS KATI
Episodes

Updated 59 Episodes

1
1 - PERNIKAHAN TETAP BERLANGSUNG
2
2 - RASANYA INGIN KUUSAP
3
3 - NIKAHI AKU
4
4 - SEOLAH KITA PERNAH BERTEMU
5
5 - PANGLIMA KABUT YANG MENGHILANG
6
6 - KRISIS API DARAH
7
7 - RAMU SEJIWA
8
8 - EKOR YANG MELILIT
9
9 - BAGINDA ADALAH KEPONAKANMU
10
10 - SUMPAH YANG TELAH TERIKAT
11
11 - APA NYONYA INI MALU?
12
12 - BAGINDA YANG MELULUSKAN PENGAJUAN PERNIKAHAN
13
13 - KALAU DIA BERANI, PASANG ZIRAHMU
14
14 - KEK, KELUARGA KITA TAK MAMPU MENGHIDUPINYA
15
15 - SIAPA NAMA PRIA ITU SEBENARNYA?
16
16 - TERIMA KASIH TELAH MEMBAWAKU PADA CINTA SEJATI
17
17 - MIMPI DICEKIK EKOR
18
18 - KALAU BAGUS, TIDAK AKAN KULEPASKAN
19
19 - APAKAH KAU KENAL PANGLIMA RANGGA?
20
20 - PANGLIMA RANGGA BERBOHONG PADA ISTRINYA?
21
21 - LEBIH TEH DARI TEH HIJAU
22
22 - SIAPA KINANTI ITU?
23
23 - HASRAT HIDUP MACAN PUTIH
24
24 - PANGLIMA YANG MENDADAK TANPA TOPENG
25
25 - SUAMIMU TAMPAKNYA PANGLIMA PERTAMA
26
26 - YANG DISAYANG SELALU PERCAYA DIRI
27
27 - IDOLA MENDADAK JADI IPAR
28
28 - CUEK NAMUN SENSITIF
29
29 - KAU AKAN MENYURAT CERAI AKU?
30
30 - TUAN TIDAK GEGABAH, ARSIP AGUNG YANG GEGABAH
31
31 - RAMU SEJIWA YANG TAK MEMPAN LAGI
32
32 - BERMALAM DI SARANG NAGA
33
33 - SIAPA YANG MENGGALI TEMBOK SIAPA
34
34 - PANGLIMA YANG BERPURA-PURA TIDAK ADA
35
35 - RESEP MEMBUJUK SEORANG ISTRI
36
36 - MERAH MENYALA MELAWAN MERAH MUDA
37
37 - JAMUAN MALAM UNTUK KELUARGA BESAR
38
38 - DAPUR PANGLIMA YANG BELUM PERNAH MENYALA
39
39 - KARENA KAULAH YANG MEMILIH AKU
40
40 - DINGIN DI LUAR, SAYANG DI DALAM
41
41 - TAMU BESAR DAN SEORANG TEMAN
42
42 - KIDUNG YANG TAK BOLEH TERDENGAR
43
43 - KETIKA KINANTI BERSUARA
44
44 - PERJAMUAN AGUNG DARI ALAM KUNA
45
45 - MANTEL DINGIN DI PELATARAN
46
46 - LECET YANG DIOBATI
47
47 - DUA NAMA, SATU ISTRI
48
48 - PERKATAAN SANG PEWARIS
49
49 - TERLELAP DALAM PELUK EKOR NAGA
50
50 - BUBUR TENGAH MALAM
51
51 - KABUT YANG MENYELIMUTI LESTARI
52
52 - SI MANIS DAN SI DINGIN
53
53 - UNDANGAN LAGA DI LEMBAH PADASARI
54
54 - MERAK YANG AKHIRNYA TERBANG
55
55 - KETIKA PANGLIMA TURUN KE DAPUR
56
56 - RUANG BERSANTAI DI JANTUNG KAPAL
57
57 - AIR MATA DI UJUNG GEMA
58
58 - TERLALU MUDAH MENGANTUK
59
59 - BEBAN SERATUS KATI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!