4 - SEOLAH KITA PERNAH BERTEMU

Setelah keributan antara ibu dan anak dari keluarga Prasaja itu berlalu, lebih dari setengah jam sudah terlewat, dan waktu yang tersisa bagi Kirana semakin menipis dengan cepat.

Lagi pula, Arsip Agung tetap membutuhkan waktu untuk meninjau setiap pengajuan Sumpah Sejiwa yang masuk, dan itu bukan proses yang bisa dipercepat sesuka hati. Apalagi jika ada syarat yang kurang lengkap, pengajuan bisa tertolak dan harus diajukan ulang, sesuatu yang tidak bisa ia pertaruhkan di saat-saat genting seperti ini.

Kirana menatap sepasang mata besar Rangga yang begitu indah, lalu bertanya, "Jika kau menikahiku, apakah keluargamu akan keberatan?"

"Mereka tidak berani." Kalimat itu keluar dengan tegas, tanpa ragu sedikit pun, seperti kebenaran yang tidak bisa dibantah.

Kirana tersenyum. Pemuda yang tadi mengaku berumur empat puluh tahun itu mengucapkan kata-kata "mereka tidak berani" dengan nada yang terdengar galak di awal, tetapi sebenarnya hampir melelehkan hatinya. Betapa pun keras nadanya, ada sesuatu yang polos dan tulus di balik kata-kata itu, dan itulah yang membuat dada Kirana bergetar pelan.

Rangga di hadapannya ini sangat mengingatkannya pada seekor naga kecil yang dulu pernah ia pelihara ketika berkelana di Alam Kuna, makhluk yang manja, suka merebut perhatian, dan selalu ingin dibelai sepanjang waktu.

Makhluk itu tampak gagah dan kuat, tetapi kadang-kadang sangat lucu, sangat lembut, dan membuat siapa pun ingin mengelus-elusnya tanpa henti.

Kirana teringat pada orang-orang di balai jamuan yang menunggu untuk melihat lelucon atau berpura-pura bersimpati kepadanya, dan sudut bibirnya terangkat pelan.

Ia mengulurkan tangannya kepada Rangga dan tersenyum lembut. "Kalau begitu, Rangga bersedia menikahi kakak, kan?" Kata-kata itu keluar lebih hangat dari yang ia duga, seolah memang sudah menantinya.

Di depan matanya, seorang perempuan manis dengan gaun pengantin putih yang indah tengah mengulurkan tangannya kepadanya, dan untuk sesaat ia tidak bisa berpikir jernih. Ada kehangatan aneh yang mengalir dari genggaman itu, seolah takdir sedang mempertemukan dua orang yang seharusnya saling mengenal.

Awalnya, Rangga merasa orang ini sedikit akrab, seolah ingin mendekat tanpa alasan yang jelas, sehingga ia mengangguk tanpa ragu-ragu dan mengulurkan tangan untuk membuka kode gema miliknya. Hatinya berkata bahwa ia tidak boleh melepaskan tangan ini, apa pun yang terjadi.

Tautan berhasil tersambung.

Benarkah mereka berhasil saling menautkan kode dengan sukses?

Kirana merasa lega karena pihak lain ternyata sudah dewasa, tetapi ia juga merasa sedikit bersalah ketika melihat sepasang mata indah itu menatapnya dengan bingung. Ia seolah memanfaatkan kebingungan pemuda itu untuk menyelamatkan dirinya sendiri, dan perasaan itu terus mengusik hatinya.

"Kau tidak sedang menipuku, kan?"

Pengajuan Sumpah Sejiwa sudah terkirim ke Arsip Agung untuk ditinjau, dan dalam waktu satu jam seharusnya hasilnya sudah keluar.

Sudahlah. Kirana menepis segala kekhawatiran itu. Apa pun hasilnya nanti, ia sudah mengambil keputusan, dan ia harus berdiri teguh di balik keputusan itu.

Jika nanti Rangga menyesal, ia akan berusaha sekuat tenaga untuk membatalkan pernikahan mereka.

Jika Rangga tidak menyesal... maka ia akan menghidupi pemuda itu seumur hidupnya!

Seorang anak naga secantik ini, ia tidak akan rugi sama sekali. Meskipun tingkahnya kadang aneh, keberadaannya justru membuat Kirana merasa lebih ringan, seolah segala kekalutan malam itu mulai mereda satu per satu.

Kirana memperhatikan pakaian hitam Rangga yang tampak sobek di beberapa bagian, lalu berkata, "Ayo, kakak akan mencarikanmu busana yang layak untuk dikenakan." Ia menepuk bahu pemuda itu pelan, seolah meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Rangga berdiri, mengambil inisiatif untuk menggenggam tangan Kirana, lalu mengikuti langkahnya selangkah demi selangkah dengan penuh ketaatan.

Ketika ia berdiri, barulah Kirana menyadari betapa tingginya Rangga, jauh melebihi perkiraannya sebelumnya.

Mereka berjalan menuju ruang pengantin pria, tempat busana-busana pengantin digantung rapi. Ada delapan setel busana di sana, semuanya dibuat khusus mengikuti ukuran tubuh Danendra, dengan berbagai warna mulai dari abu-abu hingga biru tua yang berkilau.

Saat berganti pakaian, Kirana menemukan sebuah luka di lengan Rangga. Untungnya, luka itu tidak terlalu dalam dan sudah mulai diobati.

Ia mengerutkan kening. "Bagaimana kau bisa terluka seperti ini? Mau kupanggilkan tabib untuk memeriksanya?" Nada suaranya mengandung kekhawatiran yang tidak bisa ia sembunyikan.

Rangga menggeleng. "Tidak usah. Tidak sakit."

Kirana memastikan berulang kali bahwa luka itu memang sudah tidak mengeluarkan darah dan sudah mulai mengering, barulah ia menghela napas lega.

Ia berpikir, setelah pernikahan ini selesai, ia akan menyuruh seseorang mencari tahu asal-usul Rangga, dan mengapa pemuda ini seolah tidak mengingat apa-apa.

Kirana memilihkan busana berwarna hitam untuk Rangga. Permata putih yang menghiasi ujung lengan busana itu berpadu indah dengan permata di gaun pengantinnya sendiri.

Setelah berganti busana, barulah Kirana menyadari bahwa wajah Rangga memang terlihat sangat muda, tetapi tingginya melebihi Danendra yang berukuran seratus delapan puluh sentimeter. Kemeja yang dikenakannya tampak pas di badan, kancingnya menegang, dan bentuk ototnya samar-samar terlihat jelas. Sebuah pemandangan yang sangat kontras dengan wajah polosnya.

Wajahnya begitu halus dan cantik, tetapi tubuhnya... sungguh di luar dugaan!

Kirana mengangkat kepala dan mendapati Rangga tengah menatapnya. Lehernya yang putih tampak sedikit memerah.

"Rangga, kenapa kau?" Kirana bertanya pelan, bingung melihat perubahan sikap pemuda itu yang tiba-tiba menjadi diam.

"Kak, aku sepertinya pernah bertemu denganmu di suatu tempat."

Mendengar kalimat rayuan kuno yang sudah basi di Alam Kuna itu, Kirana tidak bisa menahan tawanya.

"Ya, mungkin saja kita pernah bertemu di kehidupan sebelumnya."

Rangga mengerutkan kening, sedikit bingung, karena menurut perasaannya itu mungkin bukan hanya kehidupan sebelumnya.

Namun pikirannya yang kacau mencegahnya untuk berpikir lebih dalam, dan setiap kali ia mencoba memikirkannya, kepalanya langsung terasa sakit.

Meskipun busana itu sedikit terlalu sempit, masih bisa diterima. Berdiri di depan cermin, keduanya tampak sangat gagah dan cantik, seperti pasangan yang memang diciptakan untuk saling berdampingan. Kirana bahkan sempat berpikir bahwa pemandangan ini jauh lebih indah daripada apa yang pernah ia bayangkan.

Kirana tiba-tiba teringat bahwa rekaman pernikahannya dengan Danendra masih terpajang di layar-layar jalanan. Meskipun sebentar lagi akan diganti, memikirkannya tetap terasa ironis, karena semua itu disiapkan untuk pria yang kini kabur membawa adik angkatnya.

Tiba-tiba, tangannya digenggam oleh tangan yang besar dan hangat. Kirana menoleh dan melihat mata basah Rangga yang seperti anak rusa.

"Kak, sedang memikirkan apa?" Suaranya lembut, penuh perhatian, seolah ia benar-benar ingin tahu apa yang berkecamuk di kepala gadis di depannya itu.

"Aku sedang berpikir, kenapa Arsip Agung belum juga mengesahkan pengajuan Sumpah Sejiwa kita."

Terpopuler

Comments

falea sezi

falea sezi

ini cerita fantasi kahh🤣 kok aneh bgt ada dokter tp kisahnya kayak kuno

2026-08-14

3

🩷 ⃟🌴⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪

🩷 ⃟🌴⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪

hehehe 🤭 Kirana dah gak sabar pingin buat Danendra kaget setengah mati 🤣🤣 "kau kecewakan aku, kunikahi brondong cantikk"

2026-08-21

1

Xlyzy

Xlyzy

Udah biarkan aja pri jahat itu di depan mata sekarang ada pria yang jauh lebih hebat dari pria jahat itu

2026-08-24

1

lihat semua
Episodes
1 1 - PERNIKAHAN TETAP BERLANGSUNG
2 2 - RASANYA INGIN KUUSAP
3 3 - NIKAHI AKU
4 4 - SEOLAH KITA PERNAH BERTEMU
5 5 - PANGLIMA KABUT YANG MENGHILANG
6 6 - KRISIS API DARAH
7 7 - RAMU SEJIWA
8 8 - EKOR YANG MELILIT
9 9 - BAGINDA ADALAH KEPONAKANMU
10 10 - SUMPAH YANG TELAH TERIKAT
11 11 - APA NYONYA INI MALU?
12 12 - BAGINDA YANG MELULUSKAN PENGAJUAN PERNIKAHAN
13 13 - KALAU DIA BERANI, PASANG ZIRAHMU
14 14 - KEK, KELUARGA KITA TAK MAMPU MENGHIDUPINYA
15 15 - SIAPA NAMA PRIA ITU SEBENARNYA?
16 16 - TERIMA KASIH TELAH MEMBAWAKU PADA CINTA SEJATI
17 17 - MIMPI DICEKIK EKOR
18 18 - KALAU BAGUS, TIDAK AKAN KULEPASKAN
19 19 - APAKAH KAU KENAL PANGLIMA RANGGA?
20 20 - PANGLIMA RANGGA BERBOHONG PADA ISTRINYA?
21 21 - LEBIH TEH DARI TEH HIJAU
22 22 - SIAPA KINANTI ITU?
23 23 - HASRAT HIDUP MACAN PUTIH
24 24 - PANGLIMA YANG MENDADAK TANPA TOPENG
25 25 - SUAMIMU TAMPAKNYA PANGLIMA PERTAMA
26 26 - YANG DISAYANG SELALU PERCAYA DIRI
27 27 - IDOLA MENDADAK JADI IPAR
28 28 - CUEK NAMUN SENSITIF
29 29 - KAU AKAN MENYURAT CERAI AKU?
30 30 - TUAN TIDAK GEGABAH, ARSIP AGUNG YANG GEGABAH
31 31 - RAMU SEJIWA YANG TAK MEMPAN LAGI
32 32 - BERMALAM DI SARANG NAGA
33 33 - SIAPA YANG MENGGALI TEMBOK SIAPA
34 34 - PANGLIMA YANG BERPURA-PURA TIDAK ADA
35 35 - RESEP MEMBUJUK SEORANG ISTRI
36 36 - MERAH MENYALA MELAWAN MERAH MUDA
37 37 - JAMUAN MALAM UNTUK KELUARGA BESAR
38 38 - DAPUR PANGLIMA YANG BELUM PERNAH MENYALA
39 39 - KARENA KAULAH YANG MEMILIH AKU
40 40 - DINGIN DI LUAR, SAYANG DI DALAM
41 41 - TAMU BESAR DAN SEORANG TEMAN
42 42 - KIDUNG YANG TAK BOLEH TERDENGAR
43 43 - KETIKA KINANTI BERSUARA
44 44 - PERJAMUAN AGUNG DARI ALAM KUNA
45 45 - MANTEL DINGIN DI PELATARAN
46 46 - LECET YANG DIOBATI
47 47 - DUA NAMA, SATU ISTRI
48 48 - PERKATAAN SANG PEWARIS
49 49 - TERLELAP DALAM PELUK EKOR NAGA
50 50 - BUBUR TENGAH MALAM
51 51 - KABUT YANG MENYELIMUTI LESTARI
52 52 - SI MANIS DAN SI DINGIN
53 53 - UNDANGAN LAGA DI LEMBAH PADASARI
54 54 - MERAK YANG AKHIRNYA TERBANG
55 55 - KETIKA PANGLIMA TURUN KE DAPUR
56 56 - RUANG BERSANTAI DI JANTUNG KAPAL
57 57 - AIR MATA DI UJUNG GEMA
58 58 - TERLALU MUDAH MENGANTUK
59 59 - BEBAN SERATUS KATI
Episodes

Updated 59 Episodes

1
1 - PERNIKAHAN TETAP BERLANGSUNG
2
2 - RASANYA INGIN KUUSAP
3
3 - NIKAHI AKU
4
4 - SEOLAH KITA PERNAH BERTEMU
5
5 - PANGLIMA KABUT YANG MENGHILANG
6
6 - KRISIS API DARAH
7
7 - RAMU SEJIWA
8
8 - EKOR YANG MELILIT
9
9 - BAGINDA ADALAH KEPONAKANMU
10
10 - SUMPAH YANG TELAH TERIKAT
11
11 - APA NYONYA INI MALU?
12
12 - BAGINDA YANG MELULUSKAN PENGAJUAN PERNIKAHAN
13
13 - KALAU DIA BERANI, PASANG ZIRAHMU
14
14 - KEK, KELUARGA KITA TAK MAMPU MENGHIDUPINYA
15
15 - SIAPA NAMA PRIA ITU SEBENARNYA?
16
16 - TERIMA KASIH TELAH MEMBAWAKU PADA CINTA SEJATI
17
17 - MIMPI DICEKIK EKOR
18
18 - KALAU BAGUS, TIDAK AKAN KULEPASKAN
19
19 - APAKAH KAU KENAL PANGLIMA RANGGA?
20
20 - PANGLIMA RANGGA BERBOHONG PADA ISTRINYA?
21
21 - LEBIH TEH DARI TEH HIJAU
22
22 - SIAPA KINANTI ITU?
23
23 - HASRAT HIDUP MACAN PUTIH
24
24 - PANGLIMA YANG MENDADAK TANPA TOPENG
25
25 - SUAMIMU TAMPAKNYA PANGLIMA PERTAMA
26
26 - YANG DISAYANG SELALU PERCAYA DIRI
27
27 - IDOLA MENDADAK JADI IPAR
28
28 - CUEK NAMUN SENSITIF
29
29 - KAU AKAN MENYURAT CERAI AKU?
30
30 - TUAN TIDAK GEGABAH, ARSIP AGUNG YANG GEGABAH
31
31 - RAMU SEJIWA YANG TAK MEMPAN LAGI
32
32 - BERMALAM DI SARANG NAGA
33
33 - SIAPA YANG MENGGALI TEMBOK SIAPA
34
34 - PANGLIMA YANG BERPURA-PURA TIDAK ADA
35
35 - RESEP MEMBUJUK SEORANG ISTRI
36
36 - MERAH MENYALA MELAWAN MERAH MUDA
37
37 - JAMUAN MALAM UNTUK KELUARGA BESAR
38
38 - DAPUR PANGLIMA YANG BELUM PERNAH MENYALA
39
39 - KARENA KAULAH YANG MEMILIH AKU
40
40 - DINGIN DI LUAR, SAYANG DI DALAM
41
41 - TAMU BESAR DAN SEORANG TEMAN
42
42 - KIDUNG YANG TAK BOLEH TERDENGAR
43
43 - KETIKA KINANTI BERSUARA
44
44 - PERJAMUAN AGUNG DARI ALAM KUNA
45
45 - MANTEL DINGIN DI PELATARAN
46
46 - LECET YANG DIOBATI
47
47 - DUA NAMA, SATU ISTRI
48
48 - PERKATAAN SANG PEWARIS
49
49 - TERLELAP DALAM PELUK EKOR NAGA
50
50 - BUBUR TENGAH MALAM
51
51 - KABUT YANG MENYELIMUTI LESTARI
52
52 - SI MANIS DAN SI DINGIN
53
53 - UNDANGAN LAGA DI LEMBAH PADASARI
54
54 - MERAK YANG AKHIRNYA TERBANG
55
55 - KETIKA PANGLIMA TURUN KE DAPUR
56
56 - RUANG BERSANTAI DI JANTUNG KAPAL
57
57 - AIR MATA DI UJUNG GEMA
58
58 - TERLALU MUDAH MENGANTUK
59
59 - BEBAN SERATUS KATI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!