BAB 3 KEMBALI DENGAN WIBAWAA

Binatang buas berwarna kelabu tua itu melesat cepat menembus kabut tebal Lembah Kematian. Tubuhnya yang besar dan tegap membelah semak belukar dan bebatuan tajam seakan tak menemukan rintangan apa pun di hadapannya. Di atas punggungnya, Lin Mo duduk tenang tanpa sedikit pun terguncang meskipun kecepatan yang dibawa sungguh luar biasa. Angin kencang yang menerpa wajahnya tak lagi terasa menyakitkan atau menyengat. Justru sebaliknya, angin itu seakan menyapa dan melingkar lembut di sekeliling tubuhnya, seakan mengakui kehadiran sosok yang kini mengalirkan darah Naga Abadi di dalam nadinya. Lin Mo menatap lurus ke depan, sepasang matanya yang jernih namun memancarkan cahaya keemasan samar mampu menembus kegelapan pekat dan kabut yang tak tertembus oleh pandangan makhluk biasa. Di dalam hatinya, tak ada rasa takut atau ragu. Yang ada hanyalah tekad yang semakin mengeras bagaikan logam yang ditempa berkali-kali hingga mencapai kekokohan yang tak tergoyahkan.

Selama perjalanan itu, Lin Mo terus memejamkan mata sebagian, membiarkan kesadarannya menyatu dengan kekuatan yang kini mengalir deras di dalam tubuhnya. Ia mulai memahami bahwa kekuatan yang diwarisinya itu bukanlah sesuatu yang dapat dipelajari dari buku atau diajarkan oleh seseorang. Kekuatan itu adalah bagian dari hakikat keberadaannya sendiri yang terkunci rapat sejak lahir. Setiap kali Lin Mo menginginkannya, energi murni dari alam semesta seakan langsung merespons seketika, mengalir masuk ke dalam pembuluh darahnya, menyempurnakan setiap jengkal daging dan tulangnya, serta membentuk fondasi kekuatan yang jauh lebih kokoh dibandingkan apa pun yang pernah ia pelajari selama bertahun-tahun di sekte. Lin Mo menyadari bahwa apa yang dimilikinya saat ini hanyalah permulaan. Di dalam darahnya masih tersembunyi kekuatan yang jauh lebih dahsyat dan luar biasa, yang baru akan terbangun perlahan seiring bertambahnya kekuatan dan kedewasaan jiwanya.

Tak lama kemudian, bayangan tebing tinggi yang menjadi batas keluar-masuk Lembah Kematian mulai tampak samar di kejauhan. Cahaya matahari pagi yang keemasan menyelinap menembus celah-celah bebatuan, menyinari puncak tebing yang menjulang tinggi menembus awan. Di atas tebing itulah tempat ia berdiri sehari sebelumnya, mendengar pengakuan pengkhianatan yang begitu kejam dari dua orang yang paling ia percayai seumur hidupnya. Dan kini, setelah melewati maut dan bangkit kembali dengan kekuatan dewa purba, Lin Mo kembali mendaki tebing itu — bukan lagi sebagai orang yang lemah dan tak berdaya yang dibuang begitu saja, melainkan sebagai seseorang yang patut ditakuti dan disegani oleh siapa pun yang melihatnya.

Binatang buas itu akhirnya berhenti tepat di bawah dinding tebing yang curam dan tinggi. Ia menundukkan kepalanya besar dengan penuh rasa hormat seakan menyadari bahwa perjalanan yang sesungguhnya baru saja dimulai dari tempat ini. Lin Mo melompat turun dari punggung binatang itu dengan gerakan ringan dan tenang. Ia menatap ke arah puncak tebing yang samar terlihat di atas sana, lalu menoleh ke arah binatang buas yang menatapnya dengan tatapan tunduk dan setia.

"Tetaplah menunggu di sini untuk sementara waktu," ucap Lin Mo pelan namun tegas. "Aku harus naik ke atas sendirian. Dan saat aku kembali, barulah kita melanjutkan perjalanan yang jauh lebih panjang."

Binatang itu seakan mengerti maksud ucapannya. Ia mengangguk perlahan lalu mundur perlahan kembali menyusup ke dalam bayangan hutan belantara yang rimbun, siap menunggu perintah tuannya kapan pun diperlukan. Lin Mo menarik napas panjang sekali, menyerap energi murni dari alam yang segar dan jernih ke dalam dadanya, lalu melangkah maju menuju dinding tebing yang curam itu. Tanpa menggunakan tangannya, tanpa menapakkan kaki ke batu-batu yang menonjol, tubuh Lin Mo perlahan melayang naik ke atas dengan tenang dan mantap seakan kakinya menapak pada tanah yang datar dan kokoh. Cahaya keemasan samar melingkar di kakinya, menopang tubuhnya yang melesat naik dengan kecepatan yang tak dapat dilihat oleh mata biasa. Dalam sekejap mata, sosoknya telah menghilang di puncak tebing yang tinggi menjulang itu.

Sesampainya di puncak tebing, Lin Mo mendarat dengan lembut di atas tanah yang sama tempat ia berdiri sehari sebelumnya. Angin sepoi-sepoi berhembus menerpa pakaiannya yang sederhana namun kini tampak berkilauan samar diterpa cahaya matahari. Lin Mo berdiri di sana sendirian, menatap ke arah kompleks bangunan Sekte Cahaya yang tampak megah dan bersih di kejauhan. Di tempat itulah ia dibesarkan. Di tempat itulah ia pernah hidup, berharap, dan dipercaya. Dan di tempat itulah pula ia dikhianati, dirampas haknya, dan akhirnya dibuang ke lembah maut seakan tak pernah berarti apa-apa.

Belum lama berdiri di sana, empat orang murid penjaga yang sedang berpatroli di area itu tiba-tiba melihat kehadiran Lin Mo. Mereka saling berpandangan sejenak, wajah mereka berubah menjadi pucat pasi seketika bagaikan melihat hantu yang kembali dari kuburnya. Mereka yang menyaksikan sendiri bagaimana Lin Mo dilempar jatuh ke jurang sedalam itu tak mungkin masih hidup. Namun kenyataannya, pemuda yang seharusnya sudah binasa itu kini berdiri tegak di hadapan mereka, dengan wajah yang tenang dan tubuh yang utuh tanpa luka sedikit pun.

Salah seorang dari mereka yang paling berani akhirnya melangkah maju sambil menunjuk Lin Mo dengan tangan gemetar. Wajahnya tampak bercampur antara takut dan tak percaya, namun rasa sombong yang tertanam di hatinya masih mendorongnya untuk melontarkan kata-kata kasar dan penghinaan seperti yang biasa mereka lakukan selama ini.

"Sialan... Apakah kau hantu atau manusia? Bagaimana mungkin kau masih hidup?! Kau seharusnya sudah hancur berkeping-keping di dasar lembah itu!" bentak pemuda itu dengan suara bergetar namun tetap berusaha tampak garang. "Berani sekali kau muncul kembali di sini! Apakah kau datang untuk memohon belas kasihan kepada kami agar kami tidak melemparmu untuk kedua kalinya? Dengarkan baik-baik ya, anjing yang selamat dari maut! Di sini tak ada tempat bagi sampah sepertimu! Pergilah sebelum kami melaporkan kedatanganmu kepada Lin Tian dan membiarkan dia menghancurkanmu hingga tak bersisa!"

Tiga orang lainnya ikut menertawakan dan melontarkan makian kasar seakan apa yang baru saja mereka katakan adalah hal yang paling benar dan wajar. Mereka sama sekali tidak menyadari perubahan besar yang telah terjadi pada diri pemuda yang berdiri tenang di hadapan mereka itu. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa aura yang dipancarkan oleh Lin Mo saat ini, meskipun ditekan sekuat tenaga, tetaplah begitu berat dan menindih hingga membuat napas mereka terasa sesak dan keringat dingin mulai menetes di punggung mereka.

Lin Mo berdiri diam di tempatnya. Ia tidak melangkah maju. Ia tidak pula melontarkan satu kata pun hingga makian-makian kasar itu akhirnya mereda sendiri. Saat keempat pemuda itu selesai berbicara dan menatapnya dengan tatapan penuh penghinaan, barulah Lin Mo perlahan membuka bibirnya. Suaranya rendah namun terdengar jelas dan tegas di telinga setiap orang yang hadir, seakan suara itu berdenting di udara dan menekan langsung ke dada mereka.

"Kalian masih belum paham dengan keadaan yang sebenarnya," ucap Lin Mo pelan namun setiap kata terasa berat bagaikan gunung kecil yang menindih dada mereka. "Kalian menghinaku karena kalian mengira aku telah kembali untuk memohon belas kasihan. Kalian salah besar. Aku kembali bukan untuk meminta sesuatu dari kalian. Aku kembali untuk menuntut apa yang telah dirampas dariku. Dan jika kalian tidak menyingkir dari hadapanku saat ini juga... maka kalian akan menanggung akibatnya sendiri."

Keempat murid itu mendengar ucapan itu seketika meledak dalam tawa yang penuh penghinaan dan kemarahan. Mereka merasa semakin disepelekan dan merasa bahwa pemuda yang berdiri di hadapan mereka itu pasti telah gila karena terjatuh dari tebing dan selamat secara ajaib. Salah seorang dari mereka yang bertubuh besar dan kuat akhirnya melangkah maju dengan wajah merah padam menahan amarah. Ia mengepalkan tangannya erat-erat sambil menatap Lin Mo dengan tatapan penuh niat membunuh.

"Anak gila yang tak tahu diri! Berani sekali kau bicara dengan nada setinggi itu kepada kami! Karena kau sudah kembali hidup-hidup, maka hari ini kami akan memastikan bahwa kau tak akan pernah bisa melangkah pergi dari sini! Kami akan mematahkan kedua kakimu dan menyeretmu kembali ke hadapan Lin Tian agar dia melihat betapa hinanya nasibmu yang berusaha tampak sombong!" bentak pemuda itu sambil melesat maju mengayunkan kepalan tangannya yang diselimuti energi kekuatan yang cukup kuat untuk menghancurkan batu yang keras.

Ketiga orang lainnya berdiri di belakang sambil tertawa dan menunggu-nunggu saat di mana pemuda itu akan jatuh tergeletak berdarah di tanah. Namun apa yang terjadi sesaat kemudian sama sekali di luar dugaan mereka semua. Saat kepalan tangan itu hampir menyentuh dada Lin Mo, pemuda itu hanya melirik sekilas dengan tatapan yang dingin dan datar. Seketika itu juga, gelombang kekuatan yang dahsyat meledak keluar dari tubuh Lin Mo tanpa ia menyentuh lawannya sedikit pun.

Suara dentuman keras terdengar memekakkan telinga. Keempat murid itu terpental mundur secara bersamaan bagaikan ditabrak oleh gunung yang meluncur deras. Mereka terlempar jauh hingga menabrak tanah dan berguling-guling sebelum akhirnya berhenti dengan napas terengah-engah, wajah pucat pasi, dan mulut yang mengeluarkan darah segar. Keempat orang itu menatap pemuda yang masih berdiri tegak di tempat yang sama dengan mata terbelalak penuh ketakutan yang luar biasa. Mereka sama sekali tidak melihat bagaimana cara pemuda itu melakukannya. Mereka bahkan tidak merasakan adanya pergerakan apa pun dari tubuh pemuda itu. Namun mereka terpental seakan ditabrak oleh kekuatan yang tak terbayangkan.

Lin Mo melangkah perlahan mendekati mereka yang terbaring lemah di tanah. Setiap langkah kakinya jatuh dengan tenang namun tekanan yang ditimbulkannya semakin berat menindih dada keempat orang itu hingga mereka tak mampu bergerak sedikit pun. Lin Mo berhenti tepat di hadapan mereka, menatap mereka satu per satu dengan pandangan yang jernih namun dingin dan menggetarkan jiwa.

"Aku tidak melukaimu karena kalian hanyalah orang yang tidak tahu apa-apa," ucap Lin Mo pelan namun tegas suaranya terdengar berat dan menekan ke dalam hati mereka. "Namun sampaikanlah pesanku kepada Lin Tian dan Xu Yao. Katakan bahwa Lin Mo telah kembali. Katakan bahwa apa yang mereka rampas dariku... kelak akan kutuntut kembali seribu kali lipat lebih banyak. Dan saat aku datang menuntut pembalasan itu... jangan pernah memohon belas kasihan kepadaku."

Lin Mo melangkah melewati sisi mereka dan terus berjalan lurus menuju gerbang utama Sekte Cahaya yang kini tampak megah dan penuh kesibukan di kejauhan. Keempat murid itu masih terbaring di tanah dengan napas tersengal-sengal dan keringat dingin yang membasahi seluruh tubuh mereka. Mereka menatap punggung pemuda yang berjalan menjauh itu dengan pandangan penuh ketakutan yang tak mampu mereka sembunyikan. Di dalam hati mereka, satu hal kini telah mereka pahami dengan sangat jelas. Pemuda yang mereka hina dan anggap sampah itu kini telah berubah menjadi seseorang yang jauh lebih kuat dan jauh lebih mengerikan daripada siapa pun yang pernah mereka temui seumur hidup. Dan kedatangannya hari ini hanyalah awal dari badai besar yang akan menghancurkan segala kesombongan dan kejahatan yang bersembunyi di balik kemegahan Sekte Cahaya.

Terpopuler

Comments

Predi Siswanto

Predi Siswanto

tu kan mulai letoy

2026-08-20

0

lihat semua
Episodes
1 bab 1 DI BUANG DAN TAK MATI
2 BAB 2 KEKUATAN YANG BARU TERBANGUN
3 BAB 3 KEMBALI DENGAN WIBAWAA
4 BAB 4 GUNCANGAN DI GERBANG SEKTE
5 BAB 5 KEBENARAN DAN TANTANGAN
6 BAB 6 KEMENANGAN YANG TAK TERDUGA
7 BAB 7 WARISAN YANG LEBIH BESAR
8 BAB 8 PERTEMUAN DI PERBATASAN
9 BAB 9 KEKUATAN YANG TAK TERKALAHKAN
10 BAB 10 JEJAK MENUJU LEMBAH TERLARANG
11 BAB 11 DARAH YANG MENDIDIH DAN LAUTAN QI YANG TERBANGUN
12 BAB 12 MATA YANG MULAI TERBUKA
13 BAB 13 GUBUK TUA DAN WARISAN LELUHUR
14 BAB 14 KETENANGAN YANG MEMPERKUAT
15 BAB 15 KEBERANGKATAN YANG DIPUTUSKAN
16 BAB 16 KOTA QINGYUAN DAN PINTU GERBANG YANG RAMAI
17 BAB 17 HARI-HARI YANG TENANG DAN PERUBAHAN HALUS
18 BAB 18 TANDA-TANDA YANG MULAI MUNCUL
19 BAB 19 PINTU MASUK SEKTE DAN UJIAN YANG TAK TERDUGA
20 BAB 20 KEHIDUPAN BARU DAN PANDANGAN YANG BERBEDA
21 BAB 21 DARAH YANG TERBANGKIT DAN KEKUATAN YANG TERSEMBUNYI
22 BAB 22 JEJAK LAMA DAN MUSUH YANG MENGINTAI
23 BAB 23 JALAN MENJAUH DAN PERTEMUAN TAK TERDUGA
24 BAB 24 KEKUATAN YANG MENGGETARKAN HATI DAN PERSAUDARAAN YANG BARU
25 BAB 25 PERJALANAN BERSAMA DAN UJIAN DI HUTAN KELABUAN
26 BAB 26 PERBATASAN DAN DARAH YANG TAK DAPAT DISANGKAL
27 BAB 27 MENEMBUS GERBANG DAN BADAI DI IBU KOTA
28 BAB 28 PERSIAPAN DAN RAHASIA ISTANA TERLARANG
29 BAB 29 PERTEMUAN DI DALAM GELAP DAN KEBANGKITAN KAISAR
30 BAB 30 CAHAYA DI ATAS ISTANA DAN TAKHTA YANG KEMBALI SUCI
31 BAB 31 GEJALA ANEH DARI SELATAN DAN PERINTAH BARU
32 BAB 32 LEMBAH AWAN GELAP DAN BADAI YANG MENGGUNCANG BUMI
33 BAB 33 BAYANGAN DARI MASA LALU DAN PERANG YANG TAK DIUNDANG
34 BAB 34 PERSIAPAN PERANG BESAR DAN LATIHAN DI PUNCAK AWAN
35 BAB 35 KEDATANGAN PASUKAN HITAM DAN PERTEMPURAN DI GERBANG IBU KOTA
36 BAB 36 PENYATUAN KEKUATAN DAN PERTANDA BAHAYA YANG SEMAKIN DEKAT
37 BAB 37 BADAI TERAKHIR DAN CAHAYA YANG TAK KALAH
38 BAB 38 CAHAYA ABADI DAN LEGENDA YANG TAK PERNAH PUDAR
39 BAB 39 KEMBALINYA KEGELAPAN ABADI DAN PERTARUNGAN TERAKHIR YANG MEMBELAH LANGIT
40 BAB 40 KEBANGKITAN RAJA NAGA GELAP DAN CAHAYA YANG MENEMBUS LANGIT
41 BAB 41 DEWA KEGELAPAN ABADI DAN CAHAYA YANG MENYENTUH LANGIT KETUJUH
42 BAB 42 PENGUASA RUANG DAN WAKTU SERTA CAHAYA YANG TAK TERKALUNG
43 BAB 43 ASAL MULA SEGALA KEGELAPAN DAN CAHAYA YANG MENJADI SATU DENGAN ALAM SEMES
44 BAB 44 WARISAN CAHAYA DAN KETURUNAN LIN MO
45 BAB 45 CAHAYA DI UJUNG DUNIA DAN GERBANG ANTARA DUA ALAM
46 BAB 46 CAHAYA YANG TAK PERNAH HILANG DAN JANJI YANG DIUCAPKAN DI ANTARA BINTANG
47 BAB 47 CAHAYA DI DASAR HATI DAN JANJI YANG TAK PERNAH DILUPAKAN
48 BAB 48 CAHAYA YANG MENEMBUS WAKTU DAN JANJI YANG TAK PERNAH DIINGKARI
49 BAB 49 CAHAYA TANPA NAMA DAN JANJI YANG DIUCAPKAN KEPADA ALAM SEMESTA
50 BAB 50 CAHAYA YANG MENJADI SATU DAN LEGENDA YANG TAK AKAN PERNAH PUDAR
51 BAB 51 SISA JIWA NAGA DAN JANJI YANG DIULANG KEMBALI
52 BAB 52 JALAN PULANG DAN BADAI YANG AKAN DATANG
53 BAB 53 HUTAN KABUT ABADI DAN WARISAN LELUHUR YANG TERLUPAKAN
54 BAB 54 GUNUNG PUNCAK PERAK DAN UJIAN PETIR SURGAWI
55 BAB 55 KERAJAAN BAYANGAN DAN SAUDARA YANG TERPERANGKAP DALAM GELAP
56 Bab 56 — Cahaya di Ujung Badai
57 Bab 57 — Tebasan yang Membelah Awan
58 Bab 58 — Puncak Kabut Abadi
59 Bab 59 — Pertarungan di Lembah Badai
60 Bab 60 — Pedang yang Menembus Langit
61 Bab 61 — Samudra Qi yang Mengguntur
62 Bab 62 — Langit yang Terbelah Petir
63 Bab 63 — Lembah yang Menangis
64 Bab 64 — Menara Langit yang Menjulang
65 Bab 65 — Samudra Bintang di Ujung Dunia
66 Bab 66 — Pintu Gerbang Dunia Lama
67 Bab 67 — Dunia di Balik Gerbang
68 Bab 68 — Dewan Tetua Cahaya Abadi
69 Bab 69 — Bayangan di Balik Cahaya
70 Bab 70 — Hutan Kabut dan Kebenaran Tersembunyi
71 Bab 71 — Melawan Takdir Langit
72 Bab 72 — Cahaya di Ujung Jalan Berdarah
73 Bab 73 — Jejak Kuno di Hutan Terlarang
74 Bab 74 — Menara yang Menembus Kabut Langit
75 Bab 75 — Di Puncak Menara yang Runtuh
76 Bab 76: Badai Roh, Hati yang Tak Tergoyahkan
77 Bab 77: Bayangan Kelima, Senyap yang Membunuh
78 Bab 78: Hutan Lupa, Kenangan yang Tak Boleh Hilang
79 Bab 79: Gerbang Kegelapan, Langkah Terakhir
80 Bab 80: Fajar Baru, Jalan yang Tak Berakhir
81 Bab 81: Lautan Qi, Badai di Padang Pasir Berduri
82 Bab 82: Jalan Batu Ungu, Bayangan di Lembah Terlarang
83 Bab 83: Cobaan Pertama — Cermin Hati
84 Bab 84: Cobaan Kedua — Labirin Jiwa
85 Bab 85: Cermin Kebenaran, Asal-Usul yang Terungkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
bab 1 DI BUANG DAN TAK MATI
2
BAB 2 KEKUATAN YANG BARU TERBANGUN
3
BAB 3 KEMBALI DENGAN WIBAWAA
4
BAB 4 GUNCANGAN DI GERBANG SEKTE
5
BAB 5 KEBENARAN DAN TANTANGAN
6
BAB 6 KEMENANGAN YANG TAK TERDUGA
7
BAB 7 WARISAN YANG LEBIH BESAR
8
BAB 8 PERTEMUAN DI PERBATASAN
9
BAB 9 KEKUATAN YANG TAK TERKALAHKAN
10
BAB 10 JEJAK MENUJU LEMBAH TERLARANG
11
BAB 11 DARAH YANG MENDIDIH DAN LAUTAN QI YANG TERBANGUN
12
BAB 12 MATA YANG MULAI TERBUKA
13
BAB 13 GUBUK TUA DAN WARISAN LELUHUR
14
BAB 14 KETENANGAN YANG MEMPERKUAT
15
BAB 15 KEBERANGKATAN YANG DIPUTUSKAN
16
BAB 16 KOTA QINGYUAN DAN PINTU GERBANG YANG RAMAI
17
BAB 17 HARI-HARI YANG TENANG DAN PERUBAHAN HALUS
18
BAB 18 TANDA-TANDA YANG MULAI MUNCUL
19
BAB 19 PINTU MASUK SEKTE DAN UJIAN YANG TAK TERDUGA
20
BAB 20 KEHIDUPAN BARU DAN PANDANGAN YANG BERBEDA
21
BAB 21 DARAH YANG TERBANGKIT DAN KEKUATAN YANG TERSEMBUNYI
22
BAB 22 JEJAK LAMA DAN MUSUH YANG MENGINTAI
23
BAB 23 JALAN MENJAUH DAN PERTEMUAN TAK TERDUGA
24
BAB 24 KEKUATAN YANG MENGGETARKAN HATI DAN PERSAUDARAAN YANG BARU
25
BAB 25 PERJALANAN BERSAMA DAN UJIAN DI HUTAN KELABUAN
26
BAB 26 PERBATASAN DAN DARAH YANG TAK DAPAT DISANGKAL
27
BAB 27 MENEMBUS GERBANG DAN BADAI DI IBU KOTA
28
BAB 28 PERSIAPAN DAN RAHASIA ISTANA TERLARANG
29
BAB 29 PERTEMUAN DI DALAM GELAP DAN KEBANGKITAN KAISAR
30
BAB 30 CAHAYA DI ATAS ISTANA DAN TAKHTA YANG KEMBALI SUCI
31
BAB 31 GEJALA ANEH DARI SELATAN DAN PERINTAH BARU
32
BAB 32 LEMBAH AWAN GELAP DAN BADAI YANG MENGGUNCANG BUMI
33
BAB 33 BAYANGAN DARI MASA LALU DAN PERANG YANG TAK DIUNDANG
34
BAB 34 PERSIAPAN PERANG BESAR DAN LATIHAN DI PUNCAK AWAN
35
BAB 35 KEDATANGAN PASUKAN HITAM DAN PERTEMPURAN DI GERBANG IBU KOTA
36
BAB 36 PENYATUAN KEKUATAN DAN PERTANDA BAHAYA YANG SEMAKIN DEKAT
37
BAB 37 BADAI TERAKHIR DAN CAHAYA YANG TAK KALAH
38
BAB 38 CAHAYA ABADI DAN LEGENDA YANG TAK PERNAH PUDAR
39
BAB 39 KEMBALINYA KEGELAPAN ABADI DAN PERTARUNGAN TERAKHIR YANG MEMBELAH LANGIT
40
BAB 40 KEBANGKITAN RAJA NAGA GELAP DAN CAHAYA YANG MENEMBUS LANGIT
41
BAB 41 DEWA KEGELAPAN ABADI DAN CAHAYA YANG MENYENTUH LANGIT KETUJUH
42
BAB 42 PENGUASA RUANG DAN WAKTU SERTA CAHAYA YANG TAK TERKALUNG
43
BAB 43 ASAL MULA SEGALA KEGELAPAN DAN CAHAYA YANG MENJADI SATU DENGAN ALAM SEMES
44
BAB 44 WARISAN CAHAYA DAN KETURUNAN LIN MO
45
BAB 45 CAHAYA DI UJUNG DUNIA DAN GERBANG ANTARA DUA ALAM
46
BAB 46 CAHAYA YANG TAK PERNAH HILANG DAN JANJI YANG DIUCAPKAN DI ANTARA BINTANG
47
BAB 47 CAHAYA DI DASAR HATI DAN JANJI YANG TAK PERNAH DILUPAKAN
48
BAB 48 CAHAYA YANG MENEMBUS WAKTU DAN JANJI YANG TAK PERNAH DIINGKARI
49
BAB 49 CAHAYA TANPA NAMA DAN JANJI YANG DIUCAPKAN KEPADA ALAM SEMESTA
50
BAB 50 CAHAYA YANG MENJADI SATU DAN LEGENDA YANG TAK AKAN PERNAH PUDAR
51
BAB 51 SISA JIWA NAGA DAN JANJI YANG DIULANG KEMBALI
52
BAB 52 JALAN PULANG DAN BADAI YANG AKAN DATANG
53
BAB 53 HUTAN KABUT ABADI DAN WARISAN LELUHUR YANG TERLUPAKAN
54
BAB 54 GUNUNG PUNCAK PERAK DAN UJIAN PETIR SURGAWI
55
BAB 55 KERAJAAN BAYANGAN DAN SAUDARA YANG TERPERANGKAP DALAM GELAP
56
Bab 56 — Cahaya di Ujung Badai
57
Bab 57 — Tebasan yang Membelah Awan
58
Bab 58 — Puncak Kabut Abadi
59
Bab 59 — Pertarungan di Lembah Badai
60
Bab 60 — Pedang yang Menembus Langit
61
Bab 61 — Samudra Qi yang Mengguntur
62
Bab 62 — Langit yang Terbelah Petir
63
Bab 63 — Lembah yang Menangis
64
Bab 64 — Menara Langit yang Menjulang
65
Bab 65 — Samudra Bintang di Ujung Dunia
66
Bab 66 — Pintu Gerbang Dunia Lama
67
Bab 67 — Dunia di Balik Gerbang
68
Bab 68 — Dewan Tetua Cahaya Abadi
69
Bab 69 — Bayangan di Balik Cahaya
70
Bab 70 — Hutan Kabut dan Kebenaran Tersembunyi
71
Bab 71 — Melawan Takdir Langit
72
Bab 72 — Cahaya di Ujung Jalan Berdarah
73
Bab 73 — Jejak Kuno di Hutan Terlarang
74
Bab 74 — Menara yang Menembus Kabut Langit
75
Bab 75 — Di Puncak Menara yang Runtuh
76
Bab 76: Badai Roh, Hati yang Tak Tergoyahkan
77
Bab 77: Bayangan Kelima, Senyap yang Membunuh
78
Bab 78: Hutan Lupa, Kenangan yang Tak Boleh Hilang
79
Bab 79: Gerbang Kegelapan, Langkah Terakhir
80
Bab 80: Fajar Baru, Jalan yang Tak Berakhir
81
Bab 81: Lautan Qi, Badai di Padang Pasir Berduri
82
Bab 82: Jalan Batu Ungu, Bayangan di Lembah Terlarang
83
Bab 83: Cobaan Pertama — Cermin Hati
84
Bab 84: Cobaan Kedua — Labirin Jiwa
85
Bab 85: Cermin Kebenaran, Asal-Usul yang Terungkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!