Hari-hari berlalu dengan tenang bagi Lin Mo di rumah nenek tua itu. Setiap hari sebelum fajar menyingsing, ia sudah bangun dan membersihkan halaman serta menyapu jalanan di depan rumah. Setelah itu ia mengambil air dari sumur jauh di ujung jalan, lalu kembali dan menyiapkan bahan makanan untuk keperluan sehari-hari. Segala pekerjaan berat yang membutuhkan tenaga dan ketelitian selalu diselesaikan dengan rapi dan tepat waktu. Nenek tua itu pun perlahan semakin menyukai pemuda yang pendiam, sopan, dan rajin itu. Ia tak pernah melihat Lin Mo mengeluh atau meminta lebih dari apa yang telah disepakati. Wajahnya selalu tenang dan matanya jernih bagaikan air yang tenang.
Setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah, sisa waktu siang dan sore hari digunakan Lin Mo untuk berjalan-jalan di sekitar kota atau duduk diam di dalam kamarnya melatih lautan Qi di dalam tubuhnya. Setiap kali duduk bermeditasi, batu hitam yang selalu disimpannya dekat dadanya akan terasa hangat dan mengeluarkan hawa sejuk yang halus. Hawa itu menjalar masuk ke dalam tubuh, menyatu dengan aliran energi dan membersihkan meridian yang masih sempit atau tersumbat. Lautan Qi di dalam perut bawahnya perlahan namun pasti semakin meluas dan semakin dalam. Airnya tetap jernih bagaikan kaca bening tanpa sedikit pun ternoda. Setiap kali energi Qi mengalir keluar dari tubuh dan berubah menjadi energi spiritual, cahayanya bersinar lembut namun kokoh berwarna putih keemasan yang murni dan hangat.
Suatu hari, saat Lin Mo sedang duduk diam di dalam kamarnya melatih lautan Qi, tiba-tiba terdengar suara gaduh dan teriakan kasar dari halaman depan rumah. Suara bentakan dan suara benda pecah terdengar jelas hingga masuk ke dalam kamar. Lin Mo perlahan membuka matanya. Cahaya putih keemasan samar berkilat seketika di kedalaman matanya sebelum perlahan meredup kembali menjadi tatapan yang jernih dan tenang. Ia berdiri perlahan dan melangkah keluar menuju halaman depan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Di halaman…
PENAKLUK SEMESTA
BAB 17 HARI-HARI YANG TENANG DAN PERUBAHAN HALUS
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments