BAB 5 KEBENARAN DAN TANTANGAN

Cahaya keemasan samar memancar lembut namun berwibawa dari tubuh Lin Mo, menerangi setiap sudut aula utama yang luas dan megah itu. Seluruh ruangan yang tadinya riuh rendah seketika berubah menjadi senyap total. Ratusan murid sekte yang memenuhi ruangan itu menahan napas serentak, menatap pemuda yang berdiri tenang di tengah aula dengan mata terbelalak penuh takjub sekaligus ketakutan. Cahaya itu bukanlah cahaya energi biasa yang dipelajari di sekte. Cahaya itu memancarkan wibawa kuno yang tak terlukiskan, seakan sosok yang berdiri di bawah sana bukanlah seorang pemuda yang pernah mereka kenal dan hina, melainkan makhluk agung yang baru saja turun dari kahyangan. Tekanan berat yang menyertai pancaran itu menindih dada setiap orang yang hadir, membuat mereka merasa seakan sedang ditatap langsung oleh langit sendiri.

Di atas panggung utama, Lin Tian duduk kaku di kursi pewaris yang dirampas itu. Wajahnya yang tadi tampak pucat kini perlahan berubah menjadi merah padam karena campuran rasa takut, malu, dan amarah yang meluap-luap. Di sampingnya, Xu Yao berdiri gemetar hebat, kedua tangannya saling meremas erat di depan perut, matanya tak berani menatap lurus ke arah Lin Mo. Ia seakan melihat bayangan sosok yang jauh lebih tua dan lebih agung melayang di belakang punggung Lin Mo, membuat kakinya terasa lemas seketika.

Seorang tetua sekte yang berwajah serius dan berambut putih panjang akhirnya berdiri perlahan dari kursinya. Ia adalah Tetua Qing, orang yang paling dihormati dan paling bijaksana di seluruh sekte. Tetua Qing menatap Lin Mo lekat-lekat dengan pandangan yang dalam dan penuh tanda tanya. Setelah terdiam sejenak, barulah suaranya terdengar berat dan perlahan menyebar ke seluruh penjuru aula.

"Lin Mo... Kau dikabarkan telah tewas jatuh ke jurang Lembah Kematian. Namun kini kau berdiri di hadapan kami dengan keadaan yang... sungguh tak terduga," ucap Tetua Qing pelan namun jelas terdengar. "Cahaya yang memancar dari tubuhmu itu bukanlah seni bela diri yang diajarkan di sekte ini. Dari mana asal kekuatanmu? Dan apa maksud ucapanmu tadi... tentang tuntutan pembalasan atas pengkhianatan?"

Lin Mo menatap Tetua Qing dengan pandangan yang hormat namun tetap tegas dan tak tunduk sedikit pun. Ia tahu bahwa Tetua Qing adalah orang yang jujur dan adil, namun ia juga tahu bahwa keadilan harus ditegakkan dengan bukti dan kekuatan, bukan sekadar harapan belas kasihan.

"Yang terhormat Tetua Qing... dan seluruh hadirin yang berkumpul di sini..." suara Lin Mo terdengar tenang namun bergema kuat di setiap telinga. "Aku tidak mati karena takdir belum mengizinkanku binasa di tangan pengkhianat. Aku kembali bukan untuk mencari pujian maupun rasa iba. Aku kembali untuk menuntut keadilan atas apa yang telah dilakukan kepadaku secara diam-diam."

Lin Mo melirik tajam ke arah Lin Tian dan Xu Yao yang masih terdiam kaku di atas panggung.

"Beberapa bulan belakangan ini, aku perlahan kehilangan kekuatanku. Aku merasa tubuhku melemah tanpa sebab yang jelas. Dan kemarin... tepat di puncak tebing tempat aku berdiri... dua orang yang paling aku percaya seumur hidupku meracuni minumanku, mencuri inti sari kekuatan darahku, lalu melemparku ke jurang maut agar tak ada saksi yang tersisa. Mereka mengira aku akan hancur berantakan dan tak akan pernah kembali. Mereka bahkan sudah menyebarkan berita kematianku dan membagi-bagi apa yang menjadi hakku seakan itu adalah milik mereka sejak semula."

Suara Lin Mo tenang namun setiap kata yang terucap bagaikan palu besar yang menghantam panggung tempat Lin Tian dan Xu Yao berdiri. Seluruh aula mendadak gempar. Ratusan murid saling berbisik-bisik dengan wajah penuh keterkejutan. Mereka tak menyangka bahwa di balik kemegahan sekte dan keramahan yang ditunjukkan Lin Tian selama ini, tersembunyi kejahatan yang begitu kejam dan mengerikan.

Lin Tian akhirnya tak mampu lagi berdiam diri. Ia meloncat berdiri sambil menunjuk Lin Mo dengan tangan gemetar karena marah dan takut yang bercampur menjadi satu. Wajahnya merah padam menahan amarah yang meledak-ledak.

"Dusta! Semua yang kau ucapkan itu adalah kebohongan belaka!" bentak Lin Tian dengan suara melengking berusaha menutupi rasa takut yang menguasai hatinya. "Kau gila karena terjatuh dari tebing! Kau meracuni dirimu sendiri dengan meminum ramuan terlarang lalu menuduh kami yang tidak bersalah! Kau iri melihatku ditetapkan sebagai pewaris sekte setelah kau kehilangan kekuatanmu! Maka kau membuat cerita bohong yang begitu kejam untuk merusak nama baikku dan Xu Yao! Tetua Qing... jangan percaya kata-kata penipu yang sudah gila ini! Dia ingin mengacaukan seluruh sekte kita!"

Xu Yao yang berdiri di samping Lin Tian pun akhirnya memberanikan diri untuk berbicara, meskipun suaranya terdengar bergetar hebat. Wajahnya tampak pucat namun ia berusaha menyembunyikan rasa bersalah di balik air mata yang dipaksakan keluar dari matanya.

"Benar... Yang dikatakan Kakak Lin Tian memang benar..." isak Xu Yao sambil menundukkan wajahnya seakan sangat sedih. "Lin Mo... Mengapa kau berkata demikian? Kami semua sangat bersedih mendengar kabar kematianmu... Kami bahkan belum sempat menguburkan jenazahmu dengan layak... Mengapa kau kembali lalu menuduh kami dengan tuduhan yang begitu kejam dan tak masuk akal? Apakah karena kau cemburu melihatku berdiri di samping Kakak Lin Tian? Lin Mo... hatimu ternyata telah tertutup oleh kecemburuan yang membutakan akal sehatmu..."

Lin Mo mendengar pembelaan mereka yang penuh kepalsuan itu justru tersenyum tipis. Senyum itu bukan senyum bahagia. Itu adalah senyum yang dingin dan penuh rasa kasihan. Lin Mo menyadari bahwa kedua orang itu sama sekali tidak merasa bersalah. Mereka justru menyalahkan Lin Mo dan berusaha memutarbalikkan fakta seakan merekalah korban dalam peristiwa ini.

"Kalian memang pandai berbicara," ucap Lin Mo pelan namun suaranya terdengar jelas menembus keributan yang mulai timbul di antara para murid. "Kalian menyalahkanku dan memutarbalikkan fakta seakan aku yang bersalah. Namun luka di tubuhku, racun yang ada di dalam darahku, dan inti sari kekuatan yang berpindah dari tubuhku ke tubuh Lin Tian... semuanya itu meninggalkan jejak yang tak dapat dihapus oleh kata-kata manis kalian."

Lin Mo menatap lurus ke arah Tetua Qing.

"Tetua Qing... Aku memohon kepada Yang Terhormat untuk memeriksa keadaan tubuh Lin Tian saat ini. Inti sari kekuatan darah keluarga Lin yang seharusnya berada di dalam tubuhku... kini telah berpindah dan menetap di dalam tubuh Lin Tian. Jika Yang Terhormat memeriksa aliran energi di dalam tubuhnya, maka Yang Terhormat akan mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Kekuatan itu bukan miliknya. Itu adalah milikku yang dirampas dengan cara yang paling keji dan kejam."

Tetua Qing terdiam sejenak. Ia menatap Lin Tian lekat-lekat dengan pandangan yang mulai berubah menjadi curiga. Lalu perlahan ia menganggukkan kepalanya.

"Baiklah... Demi kebenaran dan ketertiban sekte... Aku akan memeriksa keadaan tubuh Lin Tian. Jika apa yang dikatakan Lin Mo benar... maka keadilan pasti akan ditegakkan tanpa pandang bulu," ucap Tetua Qing dengan suara tegas dan berwibawa.

Wajah Lin Tian seketika berubah pucat pasi mendengar ucapan itu. Ia mundur selangkah dengan mata terbelalak penuh kepanikan. Jika Tetua Qing memeriksa tubuhnya, maka rahasia itu pasti akan terbongkar seketika. Ia belum mampu menyembunyikan jejak kekuatan yang dipindahkan secara paksa itu. Itu adalah jejak yang tak mungkin hilang dalam waktu sesingkat itu.

"Jangan!" seru Lin Tian meledak tanpa sadar. Wajahnya kini tampak ketakutan luar biasa. "Aku tidak perlu diperiksa! Aku tidak bersalah! Mengapa harus diperiksa?! Lin Mo hanyalah penipu yang ingin menghancurkan sekte kita! Tangkap dia! Tangkap dia sekarang juga!"

Reaksi Lin Tian yang berlebihan dan penuh kepanikan itu justru memperkuat kecurigaan semua orang yang hadir. Tetua Qing mengerutkan keningnya semakin dalam. Ia berdiri perlahan dan hendak melangkah turun dari panggung untuk memeriksa sendiri kebenaran yang sedang diperdebatkan itu.

Namun tiba-tiba, Lin Tian melesat mundur dengan kecepatan luar biasa sambil menarik lengan Xu Yao bersamanya. Ia menatap Tetua Qing dengan mata yang memancarkan kilat kebencian dan ketakutan yang bercampur menjadi satu.

"Jangan mendekat! Siapa pun yang berani melangkah maju... jangan salahkan aku karena bersikap kasar!" teriak Lin Tian sambil memancarkan gelombang energi yang berwarna gelap dan tak stabil dari tubuhnya. Cahaya itu berwarna kelabu kehitaman, berputar liar dan memancarkan aura yang tidak berasal dari ajaran sekte. Energi itu kasar, gelap, dan penuh dengan kekuatan yang dipaksakan untuk tumbuh dengan cara yang tidak wajar.

Lin Mo menatap energi gelap yang memancar dari tubuh Lin Tian itu dengan pandangan yang dingin dan penuh pemahaman. Ia menyadari satu hal yang sangat jelas. Kekuatan yang dirampas itu ternyata belum sepenuhnya dapat dikuasai oleh Lin Tian. Energi itu terus memberontak dan mencari jalan kembali ke pemilik aslinya. Dan ketidaksabaran serta keserakahan Lin Tian justru membuatnya kehilangan kendali atas kekuatan yang dicurinya itu.

"Lin Tian... Kekuatan yang kau curi itu bukanlah milikmu," ucap Lin Mo pelan namun suaranya terdengar menembus kegelisahan yang melanda seluruh aula. "Ia tidak akan pernah tunduk kepadamu. Dan saat kau kehilangan kendali atas kekuatan itu... saat itulah kau akan hancur oleh kejahatanmu sendiri."

Lin Tian melotot tajam ke arah Lin Mo. Matanya kini tampak merah menyala karena amarah dan ketakutan yang meluap-luap.

"Diam kau! Jangan berpikir kau sudah menang begitu saja! Aku tidak akan membiarkan siapa pun merampas apa yang telah menjadi milikku! Bahkan jika itu berarti aku harus menghancurkan seluruh Sekte Cahaya ini!" Lin Tian meledak seketika. Ia mengangkat kedua tangannya ke atas dan dengan teriakan mengerikan ia melepaskan gelombang kekuatan yang dahsyat ke segala arah. Energi gelap itu meledak seketika mengguncang seluruh aula utama.

Debu beterbangan ke mana-mana. Batu-batu di lantai retak dan hancur berkeping-keping. Para murid yang berdiri di barisan depan terpental jatuh ke tanah. Tetua Qing berteriak kencang menyuruh semua orang mundur menjauh. Dan di tengah kekacauan yang tiba-tiba melanda itu, Lin Mo berdiri tegak di tempatnya tanpa terguncang sedikit pun. Cahaya keemasan dari tubuhnya memancar perlahan semakin terang, membentuk perisai tak kasat mata yang melindunginya dari ledakan energi gelap itu. Lin Mo menatap Lin Tian yang kini tampak kehilangan kewarasan sambil terus meledakkan kekuatan yang tak dapat ia kendalikan.

"Lin Tian... Kau sudah tidak memiliki jalan kembali..." ucap Lin Mo pelan suaranya terdengar jelas meskipun ditelan suara ledakan yang menggelegar. "Kau memilih jalan kejahatan dengan tanganmu sendiri. Dan sekarang... terimalah akibat dari pilihanmu itu."

Lin Mo melangkah maju perlahan menembus kepungan debu dan energi gelap yang berputar liar di sekelilingnya. Setiap langkah kakinya jatuh dengan tenang namun membuat tanah di bawahnya bergetar seiring dengan denyut kekuatan yang mengalir di dalam darahnya. Dan di saat itu juga, semua orang yang hadir menyadari satu hal yang tak terbantahkan. Perang sesungguhnya baru saja dimulai. Dan kali ini, bukan lagi tentang siapa yang berhak menjadi pewaris sekte. Melainkan tentang siapa yang akan berdiri tegak di atas puing-puing kebencian dan keserakahan yang menghancurkan segalanya.

Terpopuler

Comments

Predi Siswanto

Predi Siswanto

tu kan makin letoy

2026-08-20

0

lihat semua
Episodes
1 bab 1 DI BUANG DAN TAK MATI
2 BAB 2 KEKUATAN YANG BARU TERBANGUN
3 BAB 3 KEMBALI DENGAN WIBAWAA
4 BAB 4 GUNCANGAN DI GERBANG SEKTE
5 BAB 5 KEBENARAN DAN TANTANGAN
6 BAB 6 KEMENANGAN YANG TAK TERDUGA
7 BAB 7 WARISAN YANG LEBIH BESAR
8 BAB 8 PERTEMUAN DI PERBATASAN
9 BAB 9 KEKUATAN YANG TAK TERKALAHKAN
10 BAB 10 JEJAK MENUJU LEMBAH TERLARANG
11 BAB 11 DARAH YANG MENDIDIH DAN LAUTAN QI YANG TERBANGUN
12 BAB 12 MATA YANG MULAI TERBUKA
13 BAB 13 GUBUK TUA DAN WARISAN LELUHUR
14 BAB 14 KETENANGAN YANG MEMPERKUAT
15 BAB 15 KEBERANGKATAN YANG DIPUTUSKAN
16 BAB 16 KOTA QINGYUAN DAN PINTU GERBANG YANG RAMAI
17 BAB 17 HARI-HARI YANG TENANG DAN PERUBAHAN HALUS
18 BAB 18 TANDA-TANDA YANG MULAI MUNCUL
19 BAB 19 PINTU MASUK SEKTE DAN UJIAN YANG TAK TERDUGA
20 BAB 20 KEHIDUPAN BARU DAN PANDANGAN YANG BERBEDA
21 BAB 21 DARAH YANG TERBANGKIT DAN KEKUATAN YANG TERSEMBUNYI
22 BAB 22 JEJAK LAMA DAN MUSUH YANG MENGINTAI
23 BAB 23 JALAN MENJAUH DAN PERTEMUAN TAK TERDUGA
24 BAB 24 KEKUATAN YANG MENGGETARKAN HATI DAN PERSAUDARAAN YANG BARU
25 BAB 25 PERJALANAN BERSAMA DAN UJIAN DI HUTAN KELABUAN
26 BAB 26 PERBATASAN DAN DARAH YANG TAK DAPAT DISANGKAL
27 BAB 27 MENEMBUS GERBANG DAN BADAI DI IBU KOTA
28 BAB 28 PERSIAPAN DAN RAHASIA ISTANA TERLARANG
29 BAB 29 PERTEMUAN DI DALAM GELAP DAN KEBANGKITAN KAISAR
30 BAB 30 CAHAYA DI ATAS ISTANA DAN TAKHTA YANG KEMBALI SUCI
31 BAB 31 GEJALA ANEH DARI SELATAN DAN PERINTAH BARU
32 BAB 32 LEMBAH AWAN GELAP DAN BADAI YANG MENGGUNCANG BUMI
33 BAB 33 BAYANGAN DARI MASA LALU DAN PERANG YANG TAK DIUNDANG
34 BAB 34 PERSIAPAN PERANG BESAR DAN LATIHAN DI PUNCAK AWAN
35 BAB 35 KEDATANGAN PASUKAN HITAM DAN PERTEMPURAN DI GERBANG IBU KOTA
36 BAB 36 PENYATUAN KEKUATAN DAN PERTANDA BAHAYA YANG SEMAKIN DEKAT
37 BAB 37 BADAI TERAKHIR DAN CAHAYA YANG TAK KALAH
38 BAB 38 CAHAYA ABADI DAN LEGENDA YANG TAK PERNAH PUDAR
39 BAB 39 KEMBALINYA KEGELAPAN ABADI DAN PERTARUNGAN TERAKHIR YANG MEMBELAH LANGIT
40 BAB 40 KEBANGKITAN RAJA NAGA GELAP DAN CAHAYA YANG MENEMBUS LANGIT
41 BAB 41 DEWA KEGELAPAN ABADI DAN CAHAYA YANG MENYENTUH LANGIT KETUJUH
42 BAB 42 PENGUASA RUANG DAN WAKTU SERTA CAHAYA YANG TAK TERKALUNG
43 BAB 43 ASAL MULA SEGALA KEGELAPAN DAN CAHAYA YANG MENJADI SATU DENGAN ALAM SEMES
44 BAB 44 WARISAN CAHAYA DAN KETURUNAN LIN MO
45 BAB 45 CAHAYA DI UJUNG DUNIA DAN GERBANG ANTARA DUA ALAM
46 BAB 46 CAHAYA YANG TAK PERNAH HILANG DAN JANJI YANG DIUCAPKAN DI ANTARA BINTANG
47 BAB 47 CAHAYA DI DASAR HATI DAN JANJI YANG TAK PERNAH DILUPAKAN
48 BAB 48 CAHAYA YANG MENEMBUS WAKTU DAN JANJI YANG TAK PERNAH DIINGKARI
49 BAB 49 CAHAYA TANPA NAMA DAN JANJI YANG DIUCAPKAN KEPADA ALAM SEMESTA
50 BAB 50 CAHAYA YANG MENJADI SATU DAN LEGENDA YANG TAK AKAN PERNAH PUDAR
51 BAB 51 SISA JIWA NAGA DAN JANJI YANG DIULANG KEMBALI
52 BAB 52 JALAN PULANG DAN BADAI YANG AKAN DATANG
53 BAB 53 HUTAN KABUT ABADI DAN WARISAN LELUHUR YANG TERLUPAKAN
54 BAB 54 GUNUNG PUNCAK PERAK DAN UJIAN PETIR SURGAWI
55 BAB 55 KERAJAAN BAYANGAN DAN SAUDARA YANG TERPERANGKAP DALAM GELAP
56 Bab 56 — Cahaya di Ujung Badai
57 Bab 57 — Tebasan yang Membelah Awan
58 Bab 58 — Puncak Kabut Abadi
59 Bab 59 — Pertarungan di Lembah Badai
60 Bab 60 — Pedang yang Menembus Langit
61 Bab 61 — Samudra Qi yang Mengguntur
62 Bab 62 — Langit yang Terbelah Petir
63 Bab 63 — Lembah yang Menangis
64 Bab 64 — Menara Langit yang Menjulang
65 Bab 65 — Samudra Bintang di Ujung Dunia
66 Bab 66 — Pintu Gerbang Dunia Lama
67 Bab 67 — Dunia di Balik Gerbang
68 Bab 68 — Dewan Tetua Cahaya Abadi
69 Bab 69 — Bayangan di Balik Cahaya
70 Bab 70 — Hutan Kabut dan Kebenaran Tersembunyi
71 Bab 71 — Melawan Takdir Langit
72 Bab 72 — Cahaya di Ujung Jalan Berdarah
73 Bab 73 — Jejak Kuno di Hutan Terlarang
74 Bab 74 — Menara yang Menembus Kabut Langit
75 Bab 75 — Di Puncak Menara yang Runtuh
76 Bab 76: Badai Roh, Hati yang Tak Tergoyahkan
77 Bab 77: Bayangan Kelima, Senyap yang Membunuh
78 Bab 78: Hutan Lupa, Kenangan yang Tak Boleh Hilang
79 Bab 79: Gerbang Kegelapan, Langkah Terakhir
80 Bab 80: Fajar Baru, Jalan yang Tak Berakhir
81 Bab 81: Lautan Qi, Badai di Padang Pasir Berduri
82 Bab 82: Jalan Batu Ungu, Bayangan di Lembah Terlarang
83 Bab 83: Cobaan Pertama — Cermin Hati
84 Bab 84: Cobaan Kedua — Labirin Jiwa
85 Bab 85: Cermin Kebenaran, Asal-Usul yang Terungkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
bab 1 DI BUANG DAN TAK MATI
2
BAB 2 KEKUATAN YANG BARU TERBANGUN
3
BAB 3 KEMBALI DENGAN WIBAWAA
4
BAB 4 GUNCANGAN DI GERBANG SEKTE
5
BAB 5 KEBENARAN DAN TANTANGAN
6
BAB 6 KEMENANGAN YANG TAK TERDUGA
7
BAB 7 WARISAN YANG LEBIH BESAR
8
BAB 8 PERTEMUAN DI PERBATASAN
9
BAB 9 KEKUATAN YANG TAK TERKALAHKAN
10
BAB 10 JEJAK MENUJU LEMBAH TERLARANG
11
BAB 11 DARAH YANG MENDIDIH DAN LAUTAN QI YANG TERBANGUN
12
BAB 12 MATA YANG MULAI TERBUKA
13
BAB 13 GUBUK TUA DAN WARISAN LELUHUR
14
BAB 14 KETENANGAN YANG MEMPERKUAT
15
BAB 15 KEBERANGKATAN YANG DIPUTUSKAN
16
BAB 16 KOTA QINGYUAN DAN PINTU GERBANG YANG RAMAI
17
BAB 17 HARI-HARI YANG TENANG DAN PERUBAHAN HALUS
18
BAB 18 TANDA-TANDA YANG MULAI MUNCUL
19
BAB 19 PINTU MASUK SEKTE DAN UJIAN YANG TAK TERDUGA
20
BAB 20 KEHIDUPAN BARU DAN PANDANGAN YANG BERBEDA
21
BAB 21 DARAH YANG TERBANGKIT DAN KEKUATAN YANG TERSEMBUNYI
22
BAB 22 JEJAK LAMA DAN MUSUH YANG MENGINTAI
23
BAB 23 JALAN MENJAUH DAN PERTEMUAN TAK TERDUGA
24
BAB 24 KEKUATAN YANG MENGGETARKAN HATI DAN PERSAUDARAAN YANG BARU
25
BAB 25 PERJALANAN BERSAMA DAN UJIAN DI HUTAN KELABUAN
26
BAB 26 PERBATASAN DAN DARAH YANG TAK DAPAT DISANGKAL
27
BAB 27 MENEMBUS GERBANG DAN BADAI DI IBU KOTA
28
BAB 28 PERSIAPAN DAN RAHASIA ISTANA TERLARANG
29
BAB 29 PERTEMUAN DI DALAM GELAP DAN KEBANGKITAN KAISAR
30
BAB 30 CAHAYA DI ATAS ISTANA DAN TAKHTA YANG KEMBALI SUCI
31
BAB 31 GEJALA ANEH DARI SELATAN DAN PERINTAH BARU
32
BAB 32 LEMBAH AWAN GELAP DAN BADAI YANG MENGGUNCANG BUMI
33
BAB 33 BAYANGAN DARI MASA LALU DAN PERANG YANG TAK DIUNDANG
34
BAB 34 PERSIAPAN PERANG BESAR DAN LATIHAN DI PUNCAK AWAN
35
BAB 35 KEDATANGAN PASUKAN HITAM DAN PERTEMPURAN DI GERBANG IBU KOTA
36
BAB 36 PENYATUAN KEKUATAN DAN PERTANDA BAHAYA YANG SEMAKIN DEKAT
37
BAB 37 BADAI TERAKHIR DAN CAHAYA YANG TAK KALAH
38
BAB 38 CAHAYA ABADI DAN LEGENDA YANG TAK PERNAH PUDAR
39
BAB 39 KEMBALINYA KEGELAPAN ABADI DAN PERTARUNGAN TERAKHIR YANG MEMBELAH LANGIT
40
BAB 40 KEBANGKITAN RAJA NAGA GELAP DAN CAHAYA YANG MENEMBUS LANGIT
41
BAB 41 DEWA KEGELAPAN ABADI DAN CAHAYA YANG MENYENTUH LANGIT KETUJUH
42
BAB 42 PENGUASA RUANG DAN WAKTU SERTA CAHAYA YANG TAK TERKALUNG
43
BAB 43 ASAL MULA SEGALA KEGELAPAN DAN CAHAYA YANG MENJADI SATU DENGAN ALAM SEMES
44
BAB 44 WARISAN CAHAYA DAN KETURUNAN LIN MO
45
BAB 45 CAHAYA DI UJUNG DUNIA DAN GERBANG ANTARA DUA ALAM
46
BAB 46 CAHAYA YANG TAK PERNAH HILANG DAN JANJI YANG DIUCAPKAN DI ANTARA BINTANG
47
BAB 47 CAHAYA DI DASAR HATI DAN JANJI YANG TAK PERNAH DILUPAKAN
48
BAB 48 CAHAYA YANG MENEMBUS WAKTU DAN JANJI YANG TAK PERNAH DIINGKARI
49
BAB 49 CAHAYA TANPA NAMA DAN JANJI YANG DIUCAPKAN KEPADA ALAM SEMESTA
50
BAB 50 CAHAYA YANG MENJADI SATU DAN LEGENDA YANG TAK AKAN PERNAH PUDAR
51
BAB 51 SISA JIWA NAGA DAN JANJI YANG DIULANG KEMBALI
52
BAB 52 JALAN PULANG DAN BADAI YANG AKAN DATANG
53
BAB 53 HUTAN KABUT ABADI DAN WARISAN LELUHUR YANG TERLUPAKAN
54
BAB 54 GUNUNG PUNCAK PERAK DAN UJIAN PETIR SURGAWI
55
BAB 55 KERAJAAN BAYANGAN DAN SAUDARA YANG TERPERANGKAP DALAM GELAP
56
Bab 56 — Cahaya di Ujung Badai
57
Bab 57 — Tebasan yang Membelah Awan
58
Bab 58 — Puncak Kabut Abadi
59
Bab 59 — Pertarungan di Lembah Badai
60
Bab 60 — Pedang yang Menembus Langit
61
Bab 61 — Samudra Qi yang Mengguntur
62
Bab 62 — Langit yang Terbelah Petir
63
Bab 63 — Lembah yang Menangis
64
Bab 64 — Menara Langit yang Menjulang
65
Bab 65 — Samudra Bintang di Ujung Dunia
66
Bab 66 — Pintu Gerbang Dunia Lama
67
Bab 67 — Dunia di Balik Gerbang
68
Bab 68 — Dewan Tetua Cahaya Abadi
69
Bab 69 — Bayangan di Balik Cahaya
70
Bab 70 — Hutan Kabut dan Kebenaran Tersembunyi
71
Bab 71 — Melawan Takdir Langit
72
Bab 72 — Cahaya di Ujung Jalan Berdarah
73
Bab 73 — Jejak Kuno di Hutan Terlarang
74
Bab 74 — Menara yang Menembus Kabut Langit
75
Bab 75 — Di Puncak Menara yang Runtuh
76
Bab 76: Badai Roh, Hati yang Tak Tergoyahkan
77
Bab 77: Bayangan Kelima, Senyap yang Membunuh
78
Bab 78: Hutan Lupa, Kenangan yang Tak Boleh Hilang
79
Bab 79: Gerbang Kegelapan, Langkah Terakhir
80
Bab 80: Fajar Baru, Jalan yang Tak Berakhir
81
Bab 81: Lautan Qi, Badai di Padang Pasir Berduri
82
Bab 82: Jalan Batu Ungu, Bayangan di Lembah Terlarang
83
Bab 83: Cobaan Pertama — Cermin Hati
84
Bab 84: Cobaan Kedua — Labirin Jiwa
85
Bab 85: Cermin Kebenaran, Asal-Usul yang Terungkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!