Belum sempat Xioutian menjawab, Tetua Pertama sudah membentuk segel tangan di belakang mereka. Dari telapak tangannya, keluar cahaya merah yang membentuk satu kuntum teratai utuh. Teratai itu mekar sempurna di udara, kelopak-kelopaknya tersusun rapat dan memancarkan kilau putih kemerahan.
"Teratai Awan: Kelopak Pembunuh!"
Begitu suara itu diucapkan, kelopak teratai mulai meluruh satu per satu dari bunganya. Setiap kelopak yang lepas langsung melesat dengan arah berbeda-beda, meninggalkan jejak cahaya tipis di udara.
"Tuan, yang lebih buruk, kelopak itu bisa mengejar target!"
"Kalau begitu cepat turun," jawab Su Yu.
Xioutian segera menukik ke kiri dengan tajam, menghindari tiga kelopak pertama yang menyapu dari arah kanan. Tiga kelopak itu meledak di udara kosong, menciptakan gelombang panas yang membuat bulu-bulu burung itu bergetar.
DUAR!
DUAR!
DUAR!
"Belum selesai!"
Xioutian berteriak lagi, lalu berbelok ke atas dengan sudut yang curam. Lima kelopak lainnya datang dari kiri, dan burung itu segera berbelok cepat ke kanan.
DUAR!
Ledakan terjadi lagi, dan kali ini kembali berhasil dihindari.
Xioutian segera melesat semakin cepat dari sebelumnya.
"Sial! Jika seperti ini terus... kita pasti mati."
Su Yu tidak memperdulikan keluhan burungnya, sebaliknya ia menoleh ke belakang dan melihat kelopak-kelopak itu terus bertambah. Kini jumlahnya sudah mencapai puluhan dan tersebar di udara seperti kawanan lebah yang membawa maut.
"Xioutian, ke arah tebing!"
Burung itu mengangguk cepat, lalu menukik ke bawah menuju tebing batu yang menjulang di sisi kiri. Kelopak-kelopak teratai itu ikut menukik, membuntuti dari belakang dengan kecepatan yang nyaris sama.
Su Yu menatap tebing yang semakin dekat, lalu berteriak keras.
"Belok kanan sekarang!"
Xioutian berbelok ke kanan dengan sangat tajam, hampir menabrak dinding batu. Tubuhnya melesat melewati celah sempit antara dua tebing, sementara kelopak-kelopak teratai yang mengejarnya tidak punya cukup waktu untuk berbelok tajam.
DUAR!
DU…
Su Yu Memberontak Takdir
Bab 16: Pengejaran di Langit Senja
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments
septian arista
semakin seru dan menarik Sayang kalau novel ini nggak sampai tamat
2026-09-01
1
Ilham Yono
tunggu pembalasan nanti para tua Bangka
2026-09-09
0