Setelah cukup lama terdiam, Bibi Sang akhirnya mengangkat wajahnya. Kedua matanya masih sembab, tetapi sorotnya kini memancarkan keteguhan yang berbeda.
"Tentang kematian kakekmu..." Ia menarik napas panjang, seolah mengumpulkan sisa-sisa keberanian yang nyaris runtuh. "Dia tidak wafat di Lembah Bawah seperti yang selama ini dipercaya oleh seluruh anggota klan."
Su Yu tersenyum pahit mendengar pengakuan itu. "Aku sudah menduganya sejak dulu. Lanjutkan, Bibi."
Wanita paruh baya tersebut mengangguk pelan. "Kejadian sebenarnya terjadi ketika kakekmu dalam perjalanan pulang menuju klan. Setelah keluar dari Lembah Bawah, dia masih hidup. Namun di tengah jalan, Su Gaochang membunuh ayahnya sendiri dari belakang."
Su Yu memejamkan matanya. Dadanya bergemuruh hebat, seakan ada petir yang menyambar berulang kali di dalam rongganya. Selama bertahun-tahun ia dihukum, dipukuli, dan dihina sebagai penyebab kematian kakeknya. Padahal lelaki tua itu gugur di tangan anak kandungnya sendiri.
"Orang-orang itu..." Su Yu menghela napas panjang, menahan gejolak yang nyaris meledak. "Mereka semua tahu?"
Bibi Sang menggeleng.
"Tidak. Hanya segelintir saja. Para tetua yang setia pada Su Gaochang. Selebihnya benar-benar percaya bahwa kakekmu tewas di Lembah Bawah demi mencari obat untukmu."
Su Yu membuka matanya, menatap wanita paruh baya itu dengan sorot yang jauh lebih dingin.
"Lalu apa tujuan Su Gaochang? Jangan bilang hanya demi kursi pemimpin klan dia melakukan hal keji seperti itu."
"Tentu bukan."
Bibi Sang menjelaskan, suaranya berangsur bergetar. "Tujuan Su Gaochang bukan sekadar merebut kekuasaan memimpin klan. Itu hanya langkah kecil untuk memulai rencananya yang jauh lebih besar."
"Maksud bibi?"
Bibi Sang menelan ludah dengan susah payah. "Tujuan utamanya adalah membuat Klan Su mampu berdiri sejajar dengan Kekaisaran Ming."
Alis Su Yu berkerut. "Bagaimana mungkin? Itu terdengar seperti mimpi anak-anak."
Meskipun pengetahuannya tentang Benua Ming terbatas, ia cukup paham betapa lu…
Su Yu Memberontak Takdir
Bab 45: Pengakuan di Ruang Belakang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments