Setelah perjalanan panjang yang melelahkan, akhirnya kendaraan itu berhenti. Kali ini yang keluar dari pintu pengemudi bukan lah Alvin. Yang keluar adalah Wak Jumal, tetangga orang tua Cynara yang tadi jadi knek di mobil Pak Cik Cynara yang kebetulan membawa hasil kebun keluar dusun.
Cynara yang sejak tadi memandangi pemandangan dari balik kaca langsung menegakkan tubuh.
Matanya menyapu jalan kecil di hadapan mereka.
Beberapa rumah kayu berdiri berjajar dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Pepohonan tumbuh di antara halaman rumah. Di kejauhan, perbukitan hijau tampak seperti dinding raksasa yang mengelilingi desa.
Cynara tersenyum. “Sudah sampai.” Cynara mengintip ke luar kendaraan, melihat tetangganya.
"Wak, makasi ya udah tolongi membawa mobil ini," ucapnya.
"Tidak apa, sekali-sekali orang rantau balek dusun, tentu lah kita bantu. Apalagi membawa kabar gembira," ucap pria paruh baya itu.
Alvin turun dari pintu samping pengemudi dengan meregangkan badan. Sendi-sendinya cukup terasa linu karena perjalanan dahsyat yang baru pertama kali ia alami.
"Makasi, Wak ..." ucap Alvin hendak memberi uang tips kepada pria itu.
"Ekhem ..." Cynara berdehem membuat Alvin menoleh pada calon istrinya itu.
Ia mendekat ke jendela mobil double cabin itu.
"Di sini, tak semua bisa kamu bayar, Mas. Bisa jadi mereka bisa tersinggung kalau ketulusan mereka hanya kamu hargai dengan materi."
Alvin menatap Wak Jumal tadi. Pria paruh baya itu mengangkat tangan hendak pamit.
"Sekali lagi terima kasih, Wak. Nanti mohon bantuan waktu keluar desa ya?" ucap Alvin, mencoba memberi senyum ramahnya.
"Jangan khawatir! Asal kamu memperlakukan anak-anak kami dengan baik, kami akan memberi seribu kebaikan lain kepadamu. Saya pulang dulu," ucapnya lagi dan berbalik kembali ke rumah.
Alvin mengangguk kaku dan menghela napas melihat kendaraan yang ia sewa. Tadinya mobil ini begitu gagah dan mengkilap. Sekarang, sudah dipenuhi bercak lumpur di setiap bagian.
'Sepertinya aku harus mengusulkan sesuatu ke pemer…
5 Tahun Pasca-Cerai
28. Datang Menjemput Restu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 68 Episodes
Comments
sunaryati jarum
Kalian itu sombong hanya ndompleng nama besar Gadiza.Ingat keluarga toksik ,Anugerah dan Gadiza tidak ada apa- apanya dibanding Cynara.Kununggu kalian syok melihat pengantin wanitanya
2026-08-30
2
Aku Rajin Membaca
dari yang awalnya lucu, haru, sekarang dgantung dgn kesel sama mak dan kakaknya mantan 😂
2026-08-30
0
Safira Aurora
wkwkwk..ngapain juga dia pamerin mantan mertua?
2026-09-01
0