Pintu kaca JM Corporation tertutup di belakang Anugrah. Ia berdiri beberapa saat di depan gedung itu.
Tidak ada lagi yang mengejarnya. Tidak ada yang memanggil namanya. Tidak ada yang menghentikannya.
Semuanya selesai begitu saja. Tangannya masih menggenggam amplop berisi surat pemberhentian.
Anugrah menatap gedung tinggi di hadapannya. Bertahun-tahun ia bekerja di sana.
Dari seorang karyawan biasa hingga mendapatkan posisi sebagai Business Development Manager.
Ia pernah membayangkan suatu hari akan naik jabatan yang lebih tinggi lagi dibanding ini. Mendapatkan ruang kerja yang jauh lebih besar. Memiliki bawahan lebih banyak. Mendapatkan kepercayaan lebih besar dari perusahaan.
Namun, kenyataan memang tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan. Kenyataan yang memaksanya untuk meninggalkan gedung ini dengan sebuah surat pemberhentian yang tergenggam di tangan.
“Pak Anugrah?”
Suara seseorang membuatnya menoleh. Seorang staf yang pernah bekerja di bawah koordinasinya berdiri beberapa meter darinya. Wajah pria itu terlihat ragu.
“Bapak mau pulang?”
Anugrah hanya mengangguk. “Iya.”
“Kalau boleh tahu…” Pria itu berhenti sejenak. “Bapak benar-benar keluar dari perusahaan?”
Anugrah tersenyum tipis. “Ya.”
Staf itu tampak terkejut. “Karena proyek?”
Anugrah tidak menjawab.
Ia hanya menepuk bahu pria tersebut. “Kerjakan pekerjaanmu dengan baik.”
Kemudian ia berjalan meninggalkannya. Tidak ada gunanya menjelaskan. Lagipula, ia sendiri masih merasa keputusan perusahaan ini terlalu berat untuk diterima begitu saja.
Ia masih yakin bahwa dirinya tidak melakukan apa yang dituduhkan. Tetapi perusahaan tidak memberinya kesempatan kedua.
Ponselnya bergetar. Satu pesan masuk.
Dari ibunya.
[ Kamu di mana? Ibu mau bicara. ]
Anugrah menatap layar cukup lama. Kemudian ia mengetik.
[ Baik lah, Aku ke sana. ]
Di rumah keluarga Pratama, suasana sudah tidak lagi seperti beberapa hari sebelumnya.
Ibunya duduk di ruang tengah. Danisha juga berada di sana. Liam sedang bermain di dekatnya.
Begitu pint…
5 Tahun Pasca-Cerai
58. Kamu Mendapat Pesangon?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 68 Episodes
Comments
Esther
Ibu dan kakakmu tahu nya hanya uang dan uang saja. Jangan nurut terus kamu Anugrah
2026-09-08
2
arielskys
kamu kehilangan pekerjaan? selamat ya anugrah..kalau bisa plus plus penjara
2026-09-09
0
Aku Rajin Membaca
walaaahh, hidup di keluarga toxic membuat kita ketularan menjadi toxic juga
2026-09-08
0