Sejak pagi, Anugrah merasa suasana kantor ini sungguh berbeda. Bukan kantornya yang berubah, melainkan dirinya sendiri.
Ia berjalan melewati lorong JM Corporation dengan langkah yang lebih berat daripada biasanya.
Beberapa karyawan yang berpapasan dengannya tetap memberikan salam.
"Selamat pagi, Pak Anugrah."
Anugrah hanya mengangguk. Dulu, sapaan seperti itu membuatnya bangga. Melangkah dengan percaya diri dengan dagu terangkat ke atas.
Ia menyukai situasi di mana semua karyawan menganggapnya sebagai salah satu manajer penting di perusahaan besar itu.
Namun sekarang, setiap kali memasuki gedung ini, yang ia rasakan justru tekanan. Seolah-olah semua dinding sedang mengingatkan dirinya bahwa posisinya tidak lagi seaman dulu.
Proyek kerja sama dengan Narendra Group berjalan semakin ketat. Target lima puluh persen yang diberikan Alvin membuat seluruh tim harus bekerja lebih keras.
Anugrah membuka pintu ruangannya. Beberapa dokumen sudah menumpuk di atas meja.
Ia mengembuskan napas. "Belum selesai juga..."
Ia menarik kursi dan duduk. Satu per satu laporan dibuka. Ada revisi dari tim pemasaran. Ada permintaan data dari bagian keuangan. Ada jadwal pertemuan dengan calon mitra.
Dan semuanya membutuhkan persetujuannya. Anugrah memijat pelipis. Dulu ia sangat mengejar posisi ini. Bahkan ia rela menyembunyikan pernikahannya dengan Cynara demi mendapatkan pekerjaan di perusahaan ini.
Ia rela berbohong. Ia bahkan rela kehilangan perempuan yang pernah mencintainya dengan tulus hanya agar kariernya tidak terganggu.
Namun sekarang... mengapa semua yang dahulu ia perjuangkan justru terasa seperti beban?
Ponselnya bergetar.
Pesan dari bank masuk. Anugrah membukanya. Ia terdiam. Tagihan. Satu per satu. Biaya rumah. Kebutuhan sehari-hari.
Beberapa kewajiban lain yang semakin sulit ia atur setelah kondisi keuangannya tidak lagi sebaik sebelumnya.
Anugrah mematikan layar. Ia tidak ingin memikirkannya. Tetapi masalah tidak akan menghilang hanya karena ia menutup ponsel.
Ketukan terdengar…
5 Tahun Pasca-Cerai
53. Hari-Hari yang Semakin Suram
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 68 Episodes
Comments
arielskys
nyahok kan tuh anugrah, mereka itu emang sengaja jebak elu
2026-09-07
1
Anbu Hasna
karena emang g pantas kamu dapetin, makanya beban.
2026-09-07
1
Sri Widiyarti
dah kasih vote biar semangat kak authornya 🥰
2026-09-07
0