"Salah? gue yang salah karena berada di posisi harus mencintai orang yang sudah bertunangan sama sahabat gue," batin Arin.
"Rin, lu kenapa ih?" tanya Rania lagi.
"Oh gak apa apa, gue cuma pusing aja jadinya mata gue berair, selow gue gak nangis kok hehehe," kata Arin mencoba tersenyum.
"Sabar ya Rin, ini macet banget lagi jalanan," kata Atta.
"Iya, mungkin jam pulang kerja kali ya Mas, jadi agak macet gini," kata Rania.
"Tapi biasanya gak semacet ini, sebentar deh aku tanya orang dulu," kata Atta.
Atta pun membuka jendela kaca mobilnya.
"Bang tissu nya Bang?" kata Tukang tissu.
"Hmm boleh deh, beli dua ya.. Oh iya itu kenapa macet banget ya, biasanya gak semacet ini," kata Atta.
"Oh itu, ada yang kecelakaan bang.. Jadinya agak macet," kata Tukang tisu sambil memberikan dua buah tisu ke Atta.
"Oh kecelakaan, makasih ya," kata Atta sambil memberi uang.
Di tutup kembali kaca mobil tersebut.
"Ada apa?" tanya Rania.
"Kecelakaan, jadinya macet," kata Atta.
"Inna lillahi wa inna illahi raji'un" kata Rania
"Loh kok inna lillahi, kan belum tentu orangnya meninggal," kata Atta heran.
"Bilang inna lillahi bukan hanya untuk orang yang meninggal aja Mas, tapi untuk kecelakaan atau orang yang terkena musibah juga," kata Rania.
"Oh, aku pikir cuma buat orang yang meninggal aja," kata Atta
"Tau kan artinya?" tanya Rania.
Atta hanya menggelengkan kepalanya.
“Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada Allah-lah tempat kami kembali.” kata Rania
"Aduh pinter banget tunangan aku," kata Atta sambil mengacak acak rambut Rania.
Rania hanya nyengir nyengir, ia tidak terbiasa di sentuh lelaki seperti itu.
"Kenapa perjalanan pulang rasanya jauh sekali, gue pengen cepet pulang, kalo aja gue bisa menghilang atau bisa terbang, gue bakal terbang atau menghilang dari sini dan pergi sejauh mungkin," batin Arin
"Tidur aja dulu deh Rin, kayaknya macet lama ini, soalnya di depan ada yang kecelakaan," kata Rania sambil menoleh ke Arin.
Arin hanya tersenyum tipis, mungkin den…
SahabatKu
Setengah hati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments